Friday, 23 September 2011

Belajar dari diskusi dg Jill

Ada beberapa hal yang saya cermati.

Jill terus memacu atau menantang saya untuk mampu memberi argumen yang kuat.

What is your argument?
Jika kamu minta jutaan uang utk penelitian, apa argumen Anda?

Dia juga sering mengatakan: you have to be very clear on what you are saying. Jadi yang dituntut memang ide. Ide harus jelas. Tulisan harus jelas dan mampu menjelaskan apa yang saya maksudkan

Dia juga sering mengatakan: you have to be very careful, you need a lot more careful on this, maksudnya bahwa saya harus hati-hati dalam membuat suatu pernyataan/klaim.

Ini benar-benar pembelajaran yang lumayan baru, berbeda dg yang saya pelajari dg Merrilyn dan Shelley. Jadi semacam tingkatan lanjutan dari pembelajaran saya dg Merrilyn. Mungkin karena itu, Merrilyn tdk memforsir saya menulis utk jurnal.

Karena proses PhD memang merupakan awal pembelajaran saya dalam menulis.

Namun ketiganya, menilai sama, bahwa saya potential karena saya bisa berfikir secara mendalam, punya kemampuan menganalisis.

Diskusi dg Jill memang menyenangkan, karena bukan hanya menantang kita utk terus kuat berargumen tapi juga sering memberikan pencerahan dalam berfikir.

Pantas, para bimbingan dia, kuat dalam memberikan argumentasi, percaya diri, berani utk beda pendapat.

Asyiknya lagi, Jill mampu memposisikan diri seperti kawan selevel. Mengingat gaya beliau dalam memimpin meeting di Indaba, sungguh menyenangkan. Dia serius, tapi juga suka lucu. Dia mampu membuka ruang diskusi tapi juga mampu menggunakan otoritasnya secara tegas. Dia juga sangat humoris. Dia lincah, sangat ramah, dan suka sekali tertawa lepas. Dia amat awet muda.

Ya Allah, semoga dg setahun bersama beliau, saya mampu mendapatkan keuntungan yang sangat banyak utk saya jg gunakan untuk kebaikan orang banyak.

Dia bisa menjadi contoh, baik dari aspek moral, aspek akademik, kepemimpinan, time management, dll.

Semoga beliau sehat selalu. Amiin.
Sent from my BlackBerry® wireless device

No comments:

Post a Comment