Tuesday, 13 December 2011

Fw: webpage for email.

Sent from my BlackBerry® wireless device

From: "Sitti Patahuddin" <Sitti.Patahuddin@wits.ac.za>
Date: Tue, 13 Dec 2011 19:53:43 +0200
To: <s@maesuri.com>
Subject: FW: webpage for email.

 

 

From: Nomonde Mda
Sent: 13 December 2011 02:04 PM
To: Sitti Patahuddin
Subject: webpage for email.

 

https://email.wits.ac.za/exchweb/bin/auth/owalogon.asp?url=https://email.wits.ac.za/exchange&reason=0

Sunday, 11 December 2011

pesan buat anakku Murni

Halo Murni, apa kabar sayang?

Beberapa hari ini saya kepikiran Murni. Trus saya pikir, saya lebih baik sarankan Murni untuk membaca catatan-catatan saya di FB. Banyak yang bilang catatan itu bisa menginspirasi.

 

Saya berharap Murni bisa sukses ke depan. Kami hanya bisa menyiapkan fasilitas atau kesempatan bagimu. Tapi kunci sukses ada pada kemauan Murni dalam belajar. Ini tergantung pada sikap Murni, tanggung jawab, menghargai waktu, sering evaluasi diri.

 

Harus ingat, Murni sudah besar. Kami tak mungkin memonitormu. Murni harus belajar memonitor diri sendiri. Bukan lagi saatnya contoh kecil yang dulu terjadi, meja setrika yang sangat berdebu padahal sering dipakai. Jadi Murni harus punya rasa memiliki. Apapun yang ada di rumah, sudah seperti milik sendiri.

Ingat juga, Ayah Fika mengorbankan banyak waktunya demi kita semua, bahkan sekarang beliau yang jemput adik-adikmu. Saya pun di sini kerja keras siang dan malam.
Inilah perjuangan. Yang utama, kita harus bersandar pada-Nya karena Dia adalah saksi terbaik apakah kita melakukan yang terbaik setiap saat dalam hidup kita.
Jangan lupa untuk selalu berdoa diberi kemudahan dalam segala urusan. Diridhai oleh Allah atas segala usaha dan kebaikan kita. Harus ikhlas dalam proses perjuangan.

 

Satu pesan penting saya dan sangat penting. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Manfaatkan fasilitas apa yang ada untuk belajar. Misalnya, akses Internet yang tersedia. Ini kesempatan luas untuk belajar apa saja. Internet menyediakan apa saja saja, hal-hal yang baik tapi juga sampah. Internet bisa membuat kita tambah bodoh (misalnya hanya  copy paste, hanya sekedar chatting & FB yang kurang memberi pencerahan, dll) tapi bisa membuat kita cerdas (asal mau mengoptimalkan daya pikir dan daya nalar, dan punya strategi). Sekali lagi kuncinya pada kemauan Murni untuk belajar.

 

Fasilitas bahkan bisa tidak berarti apa-apa. Misalnya, di rumah, banyak sekali buku-buku bahasa Inggris. Di internet banyak sekali sumber belajar. Nah bagaimana kemajuan bahasa Inggris Murni. Saya juga dulu tidak bisa bahasa Inggris, tapi di belakang pintu, di mana-mana saya tempel kata-kata bahasa Inggris hingga saya bisa menghafalnya. Ini hanya contoh saja bahwa ada kemauan ada jalan.

 

Nah, persaingan ke depan sangat rumit, sehingga jadilah mahasiswa yang bisa mengatur waktu, punya strategi belajar. Misal, HP, itu bisa buang waktu (jika seperti anak muda lainnya sms melulu atau chatting melulu). Promosi yang mereka siapkan sms gratis hanya untuk kepentingan marketing tapi bisa merugikan kita kecuali jika kita dewasa memanfaatkannya. Jadi harus berusaha mawas diri ya. Karena tantangan yang saya hadapi sangat beda dengan tantangan yang Murni hadapi, jadi saya sama sekali tidak bisa memberi resep tetapi hanya prinsip-prinsip umum saja.

Gitu dulu ya Nak Murni. Semoga manfaat.

 

Insya Allah tidak lama lagi saya pulang. Duuuuuuuuh benar-benar mau pulaaaaang. Rasanya sudah lelah banget, tetapi saya tetap berusaha manfaatin waktu tersisa di sini. Hanya Allah yang tahu segala perjuangan kita. Semoga kita semua diberi kesempatan untuk melakukan hal-hal baik dalam kehidupan, dan itu salah satu motivasi saya membangun network lewat FB.

petunjuk jurnal

Listen to http://vimeo.com/21687973

Beberapa hal penting:

70% jurnal ditolak (mungkin tidak dikirim ke reviewer). Oleh karena itu kita harus tahu dan yakin bahwa yang kita tulis itu sesuai dengan jurnal.

 

Hal lain yang bermanfaat dilakukan oleh peneliti atau penulis baru adalah menulis reviu dari suatu buku.

 

Jika kita mengirim ke jurnal yang tidak cocok, maka itu berarti mungkin kita akan merugi waktu hingga 6 bulan.

 

Perlu juga merefer ke artikel dari jurnal yang kita tuju karena akan memberi kesan bahwa kita familiar dengan jurnal mereka, juga akan meningkatkan impact factor mereka.

 

Abstrak harus bagus betul demikian juga judulnya.

 

Pokoknya harus mengikuti style yang mereka tentukan.

 

10 alasan penolakan:

1.       Tidak sesuai dg skop jurnal

2.       Bukan jurnal

3.       Terlalu panjang/pendek

4.       Melanggar konvensi

5.       Poor English

6.       No new contribution

7.       Tidak konteks

8.       Poor theoretical framework

9.       ,,,

10.   rude

Draft

Pesan utk Murni.
How are you darling?
Murni, saya sarankan supaya Murni membaca catatan2 saya di FB. Saya harap Murni sukses ke depan. Km hanya bisa menyiapkan fasilitas atau kesempatan bagimu. Tapi kunci sukses ada pada kemauanmu belajar, tanggung jawab, MENGHARGAI waktu, sering evaluasi diri. Kamu sdh besar. Kami tak mungkin memonitormu. Murni harus belajar memonitor diri sendiri. Bukan lagi saatnya contoh kecil yang dulu terjadi, meja setrika yang berdebu padahal sering dipakai.

Jangan lihat kawan lain yang tdk teratur. Kunci masa depanmu ada padi dirimu.

Ingat juga, Ayah Fika mengorbankan banyak waktunya demi kita semua, bahkan sekarang beliau yang jemput adik-adikmu.
Saya pun di sini kerja keras siang dan malam.
Inilah perjuangan. Yang utama, kita harus bersandar pada-Nya karena Dia adalah saksi terbaik apakah kita melakukan yang terbaik setiap saat dalam hidup kita.

Sent from my BlackBerry® wireless device

Apa yang perlu

Persiapan pulang:
1. Cuci pakaian
2. Perjelas yang akan dipakai ke Malawi
3. Perjelas yang akan dibawa pulang.
- hardisk
- voice recorder
-
4. Perjelas yang akan dibawa ke kantor utk alasan keamanan.

Perjelas bacaan yang hendak dibawa pulang. Most of them are files.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Thursday, 8 December 2011

Kenanganku

Thank you very much for continuously creating zones of new learning for me and help me to get into the zones. :) This made my journey richer & exciting, but ... also challenging.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Kata-kata kenangan

Thank you so much for continuously creating zones of new learning for me and help to get me into the zones.

My journey in South Africa has been wonderful, exciting, richer as I interacted with you.

Because of you, I have richer experiences,

Thank you to always taking me into richer journey.

Sent from my BlackBerry® wireless device

Wednesday, 7 December 2011

Chat with Fauzan Miftah on 12/8/2011

Participants:
-------------
Sitti Maesuri, Fauzan Miftah

Messages:
---------
Fauzan Miftah: Penggunaan bahasa Inggris yg sering kali kurang tepat:

- sy mau ganti baju dulu
I'm changing my clothes (x)
I'm dressing up (✔)

- acara tv nya apa?
What's the program? (x)
What's on? (✔)

- terima kasih Tuhan (alhamdulillah yah..)
Thanks God (x)
Thank God (✔)

- jaket ku rusak!
My jacket is broken (x)
My jacket is torn (✔)

- dompet ku ketinggalan
I forget my wallet (x)
I left my wallet (✔)

- berapa berat badanmu?
How heavy are you? (x)
How much do you weigh? (✔)

- sy pegawai negeri
I'm a public servant (x)
I work for the government (✔)

- sy bosan
I'm boring (x)
I'm bored (✔)

Belajar Bahasa Inggris bersama kami di
GLOBAL ENGLISH MAKASSAR
Jln. Daeng Tata Raya, Kompleks Puri Tata Indah blok F/11
Makassar
0411882406, +6285255566678, +6285242278279

Sent from my BlackBerry® wireless device

Chat with Regina Livlafluv on 12/7/2011

Participants:
-------------
Sitti Maesuri, Regina Livlafluv

Messages:
---------
Sitti Maesuri: Hi Regina. I am happy to pay. Only 2 reasons I am concerning about. Is it Ok for Jill & Craig. You see, even Prof doesn't want to give anything in the celebration. I worry, if we give something then she will feel bad.
Sitti Maesuri: I had a bad experiences, a Prof in Australia rejected when I gave something, then my cross culture teacher told me to be careful giving something. So that's why please advice me what the best. It might be better to ask other opinions. Bcos I am new. If it's appropriate for Prof&Craig, I am very happy to contribute.
Sitti Maesuri: Thanks so much Regina.

Sent from my BlackBerry® wireless device

Sisa 5 hari kerja

Yaitu 2 hari minggu ini dan 3 hari minggu depan.
Nah, apa yang perlu selesai dalam 5 hari itu?

Pikirkan:
1. Paper PME due 15 Jan
2. Ppt presentasi Malawi due 15 Jan
4. Paper MERGA due akhir Jan (entah apa saya bisa ikut?)?
4. Paper ICME due April (masih lama)

Catatan, kata Jill, ini jangan terlalu ambil waktu.


Seharusnya tahun depan, sebelum April, saya bisa kirim satu lagi manuscript, pengembangan dari teori Merrilyn.

Hal yang tak jelas adalah Paper PME. I have a case of designing ICT lessons with experiments with a group of students.
How about MERGA?

Moga-moga bersama Prof, saya bisa ke PME, walau hanya penulis ke-2 :)
Sent from my BlackBerry® wireless device

Postdoc 6 bulan

Harus saya ingat:
Mendaftar internet banking sebelum pulang.

Apa yang saya raih selama 6 bulan:
Yang nyata hingga sekarang adalah:
1. Kirim paper ke JRME
2. Paper Malawi yang akan dipresentasikan bulan Januari
3. Hasil update endnote saya.

Apa yang tidak nyata:
- belajar Nvivo
- belajar bergabung dalam satu proyek yang cukup besar
- melihat bagaimana pengajaran di S2, bagaimana course profile mereka
- membangun network, tambah kenalan
- semakin memahami gaya penulisan suatu artikel

Apa yang belum terwujud:
- belum ada tulisan yang saya kirim ke koran Indonesia
Saya sih sdh menulis pesan-pesan mendidik, tapi hanya lewat facebook, atau blog atau kompasiana
- belum belajar menulis buku
- belum belajar menulis review dll

Sent from my BlackBerry® wireless device

Wednesday, 30 November 2011

2 minggu lagi pulang

Subhanallah. Waktu terus berjalan. Akhirnya hampir 6 bulan sdh di Afsel. Jauh dari keluarga.
Sungguh besar jasa suamiku, yang memberi ruang pada istrinya. Saya yakin beliau punya pikiran yang sangat maju dan penuh pertimbangan.
Beliau juga tak mungkin melakukan ini jika memprediksi bahwa saya akan jadi istri yang tak baik. Beliau punya kepercayaan tinggi, maka itu kepercayaannya harus juga saya jaga.
Beliau juga percaya bahwa saya tak kan mau buang-buang waktu di sini. Maka itu saya akan manfaatin waktu saya.
Btw, Weekend ini adalah waktunya utk belanja. Begitu juga weekend depan.

Sent from my BlackBerry® wireless device

video FB

Yah, begitulah kemudahan interkasi sekarangJ

http://chatvibes.com/downloader.php?f=VRL

Monday, 28 November 2011

What am I thinking?

Less than 3 weeks, I am going home. Ya Allah, pertemukanlah kami dalam keadaan sehat, lapang dada, bahagia. Jadikan keluarga kami keluarga zakinah. Sayangilah suamiku dan anak-anakku. Terima kasih atas segala kebaikanMu yang tak dapat kuhitung. Engkau berikan hamba suami yang baik, yang membahagiakan. Jadikan hamba istri yang shaleh baginya. Jadikan hamba Ibu yang baik. Bantulah hamba berkomunikasi yang selalu santun pada suami, pada semua anggota keluarga.

Jauhkan kami dari perilaku sombong. Jadikan hamba sebagai hamba yang semakin rendah hati pada sesama. Hamba kagum pada Prof Budi Darma, yang santun, sopan, baik. Berilah rejeki berupa perilaku yang baik seperti itu.

Ya Allah, hamba hanya hidup singkat. Berilah nilai yang sangat tinggi dari kehidupan hamba.

Ya Allah. Mudahkanlah segala urusan suami saya. Berilah kekuatan dan kemampuan pada beliau melakukan yang terbaik. Berilah kesehatan, kebaikan, keikhlasan. Peliharalah beliau dari segala hal yang tidak baik.

Lindungilah anak-anak kami. Tumbuhkan mereka. Jadikanlah mereka generasi penerus yang berkualitas di hadapanMu. Berilah kemampuan pada kami utk mendidiknya dan menyiapkannya menghadapi masa depan. Jauhkanlah mereka dari keburukan.
Demikian juga pada Murni, semoga dia sukses dan terbuka kesempatan utk menjadi wanita yang sukses yang punya kepedulian pada masyarakat.

Semoga dia juga terpelihara di hadapanMu. Limpahkanlah kesehatan bagi Ibu dan keluarganya.

Limpahkanlah rejeki bagi keluarga kami.

Tak ada kekuatan dan daya pada diri kami semua selain yang datang dariMu.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Masih bingung dengan paper ICT ICME

Brainstorming ideas:

Let me focus on fraction:
- what have we known:
# the internet has a potential to enhance maths learning due to .... (Ref)
# the responses of students in using the Internet in maths learning were positive such as fun (Ref), interactive (Ref) .....
For those case, the language of websites was the same as learners' language. The exploration on how non-native English learners benefited from the availability of English maths websites has not been the focus of the study.

This paper is going to present a case from Indonesian context where teachers and learners in "RSBI school" were advocated by the new policy to learn maths in English where English was not their first or second language. In this situation, the researchers worked together with teachers to design fraction lesson using the Internet. There were 12 students selected to join the maths teaching experiments by teachers. They were Grade 7 students who were struggled with fraction based on the diagnostic test and the justification of maths classroom teachers. These learners actually have learned fraction since Grade 4 - 6 but in Indonesian language. By involving these learners into teaching using math english website, we expected that this would help them with the math english vocab as well as helping them in understanding the maths ideas.

Despite the positive responses of teachers to this learning using websites and new experiences for them as well as the positive responses of learners and engagement physically, we need to analyse these phenomena. Several critical issues were emerged in the teaching experiments. First, by observing the pizza representation of a/b and b/c, a,b,c,d are consecutive whole number, some learners conclude the 5/6 and 6/7 are the same. The observed what displayed on the screen were similar, and they certainly could not verify their conclusion because it was pictures on the screen.

Here the affordances of the websites that it could represents the fraction easily and quickly compared if we have to cut a circle model. However, in comparing, some critical problem could happened.

Another issue to discuss is the language factors. Students stated that the language used in the selected websites were easier than in their textbook. The visualisation, and the colors made it special for them.

However, the math talk seemed were not optimal, because their limited English. To help the learners, the teachers then spoke English followed by Indonesian translation and this became lack of flaw.

This study was just a new experiences for teachers and learners. If they must learn maths using English while they were still learning English, this seems another solution to open access to math learning for students. In fact, teachers themselves found websites became a good learning tool for themselves, learning maths and English at the same time. Maths teachers admitted that they were not confident in teaching maths with English, and other resources are limited, Then this Internet is another promise as a solution in this context.

The maths language is actually different from daily language, means that we may understand some aspect of maths ideas without having adequate English. (This is particularly for teachers who have learn/teach math).
Sent from my BlackBerry® wireless device

Sunday, 27 November 2011

[Curhat Part 4]

Pura-pura email Prof. {ini hanyalah draft]

Dear Prof,

I have been spending timing reading the ICME study. I also read your writing “The dilemma of transparency: Seeing and seeing through talk in the mathematics classroom”. I enjoyed reading it.

There are two interesting have came into my mind.

First, I would like to open a discussion: Is the Internet as a solution or a new challenge for mathematics teaching in Indonesian context?

What I mean by “Indonesian context”

-          Maths teachers have been facing a new demand as a result of the Goverment policy. Math and science teachers in particular were advocated to teach in English. Even though the learners who came to those schools were tested in English as an addition to National exams. In short, they must learn maths in English even though no students have an English background (non-English native).

-          Another challeng is that they must have a good skill in ICT therefore, the goverment provide funding for ICT infrastructure, allowing students to have access to the Internet.

-          In this situation, the availability English textbook is very limited. One textbook was available, is the translation of the Indonesian textbook and unfortunately, they contained some issues quality in content and language.

Here, I was thinking, despite my personal disagreement to this situations, I was concern about the limited access of students to mathematics. Maths learning itself  is complex and even more complex when we demand them to use the lnaguage in which they are very limited.

 

Here, my study about the uses of the Internet as a tool for maths learning is relevant. As a result, I was proposing an idea how to make use the Internet as one solution to open access or to improve access to English maths for students in particular.

 

The proces to do this, we introduced teachers with mathematical websites.

[interesting, they could responded well, the language of maths is general in many ways/understandable even though you do not know English very well, since the representation  of math in different context, however the challenge for them, what mathematical ideas do they want students understanding and how this website will helped the students.

 

The next step was discussing with teachers in designing the lesson plan, since they were the person who knows the situation at schools, the learners. However, the researchers visited the school to make sure that the infrastructure available to conduct the maths learning using the Internet.

 

The experiment were conducted for 3 days, and the teachers  chose about 10 learners across 5 classes. The criteria was the learners who struggled in maths learning including the basic math such as fractions, while the learners were started to learn algebra.

 

We realise that they found it difficult in learning maths and and we certainly believed that this would bocome more complicated when they must learn from teachers who were not able communicating well maths in bilingual or in English.

During the experiments, there are several critical incidents need to be discussed. While teaching math using the Internet can enhance math learning of students (ref), in this situation, even though the lesson were designed carefully by both teachers and researchers, the visual representation of fraction were interpreted differently by the learners [described!]. This required the discussion. Here where the language seems constrain the rich discussion. Teachers (as advocated to teach in English or if not in bilingual) resulted No flowing.

The complexity of this learning .... Unfortunately, the policy didn’t followed by a valid research about how effective of the teaching math in bilingual. Despite some positive impact such as more people want to learn English, realise that English is one important tool to have access to knowlege or better education.

 

The second interesting case was the development of lesson plan in integrating the Internet.

We did experiment, where we were teachers.

This interesting in terms of the developing country context with that kind of policy.

 

In designing lesson, many things were antisipated such as:

-          The nature of connectivity, instable

-          The consideration of learners tendency to visit the website that not relevant for the math laerning in that day

-          The challenge to involve learners in learning, not only clicking and make the teacher loose on what they were doing.

-          Anticipation on the limitation of their English.

 

There were two lesson plans and they were exprimenting to the same group of learner. 6 learnet grouped into 2 groups. This paper will discusse the nature of the lesson and they were quite different mainly because of the nature of 2 different website that we included in the lesson plan. Interestingly the animation available constrainted students thinking or lead them to make limited generalisation and this was not a part of our lesson design.

 

[Curhat Part 3]

Ya Allah, semoga bisa ketemu ide cemerlang

 

1.      Perjelas dulu tujuan paper ini, yaitu membuka diskusi apakah Internet menjadi solusi atau tantangan baru dalam pembelajaran matematika ketika guru dihadapkan pada situasi:

a.      Kebijakan RSBI yang mengharapkan pembelajaran matematika dilaksanakan menggunakan bahasa Inggris, di mana bahasa tersebut bukan bahasa sehari-hari dari guru dan siswa.

b.      Sumber pembelajaran berupa teksbook berbahasa Inggris sangat terbatas, yang ada satu teksbook yang merupakan hasil terjemahan teksbook berbahasa Indonesia, yang isinya sendiri diakui mengandung kelemahan baik dari sisi bahasa maupun isi.

c.       Pada saat yang sama, bagi sekolah-sekolah yang yang dilibatkan dalam RSBI atau mengembangkan dirinya sebagai RSBI di legitimasi dengan fasilitas yang tersedia, termasuk tersedia komputer dan akses internet, sehingga tidak jarang ditemukan siswa-siswa pada sekolah itu membawa laptopnya sendiri dan mempunyai akses Wifi di sekolah tersebut.

d.      Dan hasil eksplorasi penulis, bahwa tak terhingga banyaknya resurces yang tersedia, termasuk yang berkualitas, dengan segala kelebihannya (ref)

e.      Tuntutan lainnya bagi para guru Indonesia adalah adanya lesson plan yang secara tertulis dan sering diasosiakan dengan lesson plan dengan format yang ditentukan.

f.        Dalam kompleksitas ini, penelitian penulis sangat relevan yang pemanfaatan internet untuk pembelajaran matematika, tetapi dalam konteks di mana pengguna dapat memahami bahasa Inggris karena sumber yang dimaksud dalam penelitian semuanya berbahasa inggris. Eksplorasi terhadap sumber-sumber belajar yang tersedia secara gratis sangat terbatas dengan kualitas yang rendah berdasarkan hasil eksplorasi 2004-2008.

2.      Saya perlu menyajikan konteks studi ini seperti disebutkan di atas

3.      Dengan demikian, muncul ide bagaimana menawarkan ini kepada guru seingga dengan keterbatasan bahasa yang mereka miliki khususnya keterbatasan dalam komunikasi bahasa Inggris, mereka tetap membuka akses yang luas pada pembelajaran matematika.

 

Langkah-langkah yang dilakukan adalah:

 

Pengenalan website pada pada para guru-guru dengan cara sebagai berikut. [catatan bahwa bahasa matematika memang sifatnya general sehingga bagi guru yang belum menguasai sejumlah kosa kata bahasa inggris dapat mengikuti ide-ide mereka.

[deskripsikan secara singkat]

 

Merumuskan langkah-langkah pembelajaran, merancang lesson plan bersama guru-guru.

 

Deskripsi pelaksanaan pembelajaran

Diskusi pada hal-hal kritis

-          Meskipun anak senang, terlibat aktif ketika belajar dengan internet

-          Diskusi sulit terjadi, sulit disimpulkan apakah ini akibat dari bahasa atau kemampuan anak dalam mempersepsikan representasi itu yang keliru.

-          Jika dikatakan bahwa dengan adanya multirepresentasi pada internet, tidak berarti secara otomatis dapat membantu guru karena dengan adanya kenyataan bahwa siswa membuat simpulan yang berbeda.

-          Hal kritis ini membutuhkan komunikasi yang fluent.

 

Saya bisa menyajikan dua event, di mana penulis menjadi guru bagi tiga siswa, sedangkan moment kedua adalah penulis bersama guru mengembangkan lesson plan dan gurulah yang melaksanakannya.

 

Ide baru:

·         Kasus penelitian Alhikmah bisa diangkat untuk paper ICME, dengan fokus, apa artinya mengintegrasikan internet dalam pembelajaran matematika dengan konteks RSBI, dimana banyak hal yang harus dipikirkan.

·         Kasus penelitian Lamongan bisa diangkat untuk paper ICME yang mendiskusikan tentang apakah Internet sebagai solusi atau tantangan dalam konteks RSBI.

Yang menjadi pertanyaan, framework apa atau teori apa yang akan saya gunakan sebagai kacamata dalam melihat persoalan ini.

 

Apakah kacamata soal merancang pembelajaran matematika menggunakan Internet

Atau

Soal TPACK? Dst.

 

Satu hal yang wajib saya garis bawahi, bahwa menggunakan bahasa Ibu diakui adalah bahasa yang terbaik untuk mempelajari, tetapi memancing mereka atau mengkondisikan mereka untuk belajar bahasa Inggris dan memahaminya adalah pertimbangan yang beralasan karena tidak bisa dipungkiri, akses pada ilmu pengetahuan, kemajuan, sangat dipengaruhi oleh kemampuan seseorang atau institusi (khususnya negara berkembang) yng berbeda dengan Jepang). Ketika mereka mencanangkan kompetisi di dunia Internasu=ional maka penguasaan bahasa Inggris menjadi keharusan dan ini sering diintervensi dari kepentingan politik (ini sih dungaan saya saja – kaitan kemana uang itu akan dialokasikan] Pendidikan yang berkualitas masih dikuasi oleh negara yang bukan bernahasa indonesia atau Malaysia.

 

Cita-citaku

Hari ini, saya punya cita-cita baru dan semoga Allah merestui. Yaitu, bahwa saya meninggalkan karya berupa sejumlah video clip untuk pencerahan pendidikan secara umum di Indonesia dan pendidikan matematika khususnya.

Untuk ini saya butuh keahlian designer atau ahli video. Jadi sering saja menonton youtube yang memberi pencerahan, semoga bisa memberi inspirasi. Trims
Sent from my BlackBerry® wireless device

BB

Semoga suamiku mau belikan BB yang canggih karena dia akan berfungsi layaknya seperti laptop.

Jika saya bisa belikan card yang lebih dari 30G, saya bisa dengan mudah menonton video-video pembelajaran diperjalanan sambil menganalisisnya. Jadi handy banget. Ini juga bisa berfungsi sangat baik utk komunikasi dengan kawan-kawan. Saya bisa terus menulis dengan BB seperti yang selama ini saya lakukan. Semoga. Saya yakin tidak rugi, seperti layaknya saya beli laptop, cuma HP kan lebih mudah dibawa kemana-mana. Dan tekhnolgi handheld ke depan menjadi semakin berkembang.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Pura-pura

Paper ini akan mendiskusikan apakah internet menjadi solusi atau tantangan baru bagi guru matematika yang dituntut untuk menggunakan bahasa Inggris dalam proses pembelajaran matematika, di mana baik guru maupun anak bukan native.

Konteks.
- bagaimana kebijakan RSBI itu?
- apa motivasinya?
- bagaimana efek pada pembelajaran matematika itu sendiri?
- internet cukup menjanjikan kontribusinya: misal:
Guru bisa mengunduh bahan ajar dari sana. Tersedia bukan hanya .....

Namun, guru juga dituntuk membuat lesson plan.
Maka 3espon guru seperti ini.

Penelitian saya ttg ini sangat relevan, sehingga muncul ide bagaimana menfasilitasi guru, bukan memecahkan masalah, tetapi setidaknya tidak memperburuk.

Maka dikembangkan lesson plan.

Hal lain adalah, guru harus merujuk pada kurikulum. Akses internet bervariasa dan kadang tidak reliabel.

Paper ini akan mendiksusikan kompleksitas dari pembelajaran, meskipun sudah menjadi teori umum, bahwa internet mempunyai kelebihan dst.

akan menyajikan satu design yang merupakan hasil pengembangan peneliti dan diskusi dengan guru dan gurunya mengajar tentang konsep pecahan.
Terlepas dari siswa begitu senang, lebih aktif ketimbang di kelasnya, bahkan mereka menginginkan pembelajaran matematika dengan Internet dilanjutkan setelah 3 kali pertemuan, analisis terhadap proses belajar membuahkan tanda tanya apakah pembelajaran dengan internet ini yang akan menjadi solusi bagi ketidakmampuan guru dalam mengajar dengan bahasa Inggris dan keterbatasan teksbook berbahasa Inggris yang ada?
Sent from my BlackBerry® wireless device

Alhamdulillah

Ya Allah terima kasih atas segala kesempatan dan limpahan rejeki pada hamba, yang dengan anugrahmu, hamba belajar. Dari membaca sejumlah referensi hari ini, semakin jelas bagaimana para pakar mengkomunikasikan idenya dan melakukan analisis pada fenomena yang ada.

Kata Prof Adler, kita memerlukan cara atau alat untuk menjelaskan fenomena yang terjadi.

Misalnya, fenomena bagaimana efek kebijakan RSBI. Fenomena cara guru memanfaatkan teknologi, fenomena respon para masyarakat terhadap Unas.
Untuk menjelaskan semua ini kita perlu teori.
Tapi kadang dalam upaya menggunakan teori itu, justru diketahui letak kelemahan teori itu. Teori tak cukup sehingga terjadilah revisi atau pengembangan.

Persoalan yang kritis dalam pembelajaran kita adalah ketika kita tidak diajak berfikir kritis, mengkritisi teori yang ada.
Kita menanggapi teori layaknya sebagai resep ampuh yang harus dilaksanakan.

Padahal, munculnya teori itu merupakan hasil pengembangan dari situasi tertentu, konteks tertentu. Teori itu sendiri kadang2 terlalu padat, hasil pemadatan dari sejumlah deskripsi panjang. Tak bisa dihindari juga bahwa teori tsb kadang-kadang diinterpretasi secara berbeda pada penulisnya. Penulisnya pun kadang-kadang sulit menjelaskan apalagi kalau sipengembang teori tsb sdh meninggal.

Okelah. Ini adalah proses belajar. Karena di sinilah hakikat dari PhD, harus punya wawasan yang luas, harus kuat dalam berargumen.

Lantas apa yang akan saya tulis utk konferensi ICME. Jangan panik.
Masih ada waktu untuk berpikir. Semoga Allah menolongku untuk merumuskannya.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Dilema ICT

Apakah ICT menjadi solusi atau beban tambahan dalam konteks pembelajaran matematika di Indonesia

Paper ini ingin membuka suatu diskusi tentang akses internet utk pembelajaran matematika sebagai tuntutan sekolah RSBI
Sent from my BlackBerry® wireless device

pinjam

Thinking practices in mathematics and science learning / edited by James G. Greeno, Shelley V. Goldman. QA 11 THI  

 

Second handbook of research on mathematics teaching and learning : a project of the National Council of Teachers of Mathematics / Frank K. Lester, Jr., editor.

 QA 11 SEC  v. 2

Ideas ICT paper

The genesis of my PhD research came from my personal experiences where I took advantages from a very limited access to the Internet. It enabled me to access resources and communicated to other experts in overseas. I then asked myself how could teachers use it for their professional development.

Since the internet access was very limited in Indonesia in 2004, I decided to conduct my study in Australian primary school where access has been available. I eventually conducted an ethnography study to explore how could the Internet be optimised for teacher PD. I worked with a teacher who integrated, using it for professional learning and integrating it in her classroom in daily basis even though only two computers were connected to the Internet (See Patahuddin, 2006). I then worked with another primary school teacher who have much more well-resourced, with 4 computers in the classroom and all connected to the Internet with relatively fast connection. However this teacher had not used it, he even admitted that accessing Internet was time consuming. I ended working with him for 8 months using ethnographic intervention, meaning, promoting the Internet in a natural setting (See Patahuddin, 2008; 2010).
This research shows that ..... (Patahuddin, 2008)

Another question, what are then the implication of this study for Indonesian context.

Internet growth has been fast in many country (ref). This is also happened in Indonesia. Even though, it is difficult to have data about ..... But I can notice this from ...... My visting to several schools confirmed that many students ever access Internet even though the dominant I notices was chatting, facebook. They have as a part of ICT lesson. No learners used it for learning maths. Math teachers that I asked also did not know about it.

Anothet situation, a new policy ....
Even though I personally disagree with this, realising the complexity of math teaching and language could be a significant barriers (ref), the teachers at schools responded in many ways, such as seeking help for ... Designing lesson plan, focused on how to open the lesson, how to communicate, what were the English .... Many fact that were funny, e.g. In triabgle, the same feet as the translation of "sama kaki".

One criteria ..... The many training how to use the ICT, browsing, emailing,

So what Sitti.
Cerita menarik, tapi pelajaran apa yang Anda ingin sampaikan.
Apa kelanjutan ceritanya.


Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, 26 November 2011

cake website

Hikmah dibalik kepanikan

Prof agak panik karena menyadari ada item test dari LMT yang digunakan tanpa ijin tertulis.
Inilah moral yang sangat tinggi.
Beliau ingin menelpon LMT developer utk menjelaskan kekeliruan ini sekaligus menjelaskan bahwa belum ada sama sekali publikasi berkaitan dengan ini.

Inilah moral.
Saya sdh sering bertemu orang2 yang tidak peduli dengan copy right. Saya belajar dr kejadian ini. Thanks God. Semoga Prof diberi kemudahan atas urusannya karena kebaikan-kebaikannya.
Semoga beliau diberi jalan keluar yang melegakan. Amiin
Sent from my BlackBerry® wireless device

Friday, 25 November 2011

Drafting paper 1 ICME

Tugas berat dari Prof. Tapi tak apalah karena ini pembelajaran.
Anggaplah saya akan menulis 2 halaman saja.
Artinya 8 paragraf saja.

Apa yang harus termuat dalam ke empat halaman ini.

1. Katakan bahwa kami punya proyek yang bermaksud meningkatkan MJ guru. MJ ini.....
Kaitan dengan itu maka kami bermaksud mengetahui Content knowledge for teaching dari guru-guru tersebut.
Memberikan tes adalah suatu isu tersendiri dan tidak mungkin dilakukan. Oleh karena itu kami mengambil jalan tengah. Menginterviu guru yang dimaksud utk mengetahui ..... Dan sekaligus memberikan mereka 5 skenario. R diantaranya dimaksudkan utk mengekplorasi SMK guru.

Dalam paper ini kami bermaksud untuk fokus pada satu skenario saja. Data yang muncul ternyata lebih kaya dari yang diduga, memunculkan sejumlah pertanyaan, namun kali ini kami hanya mencoba mendiskusikan A&C dari menggunakan item ini dalam interview setting.

Item ini diadopt dari LMT, apa itu. Siapa yang mengembangkan dan apa tujuannya. Analisis yang kami lakukan terhadap item membawa pada kesimpulan bahwa item ini sebenarnya mathematically rich. Dia powerful utk memperovokasi guru berbicara karena merupakan praktek sehari-hari. Merupakan satu kesalahan siswa yang ymym terjadi. Item itu sendiri mengambarkan satu pedagogy, membuka kesempatan terwujudnya matematika talk dalam proses pengajaran.

Dalam paper ini, kami akan mendiskusikan kelebihan dan keterbatasan dan merumuskan implikasi data ini pada pengumpulan data berikutnya.

Kami juga mendiskusikan isu kaitan dengan mengetes guru dan membawa kami memikirkan kembali tentang item tes ini.

AF yang akan kami diskusikan mencakup .... Sedangkan constrain .... Mencakup. Dalam paper yang lengkap kami akan menyajikan data pendukung.

Nah sekarang harus jelas argumen total.
Apa introductory paragraphnya.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Thursday, 24 November 2011

Malawi visa

Need passport photos : 2
Copy of passport: 2
Application: 2
Invitation letter: 2
Copy of ticket: 2
Fee: R1200

Process: 7 days

Contact:
Embassy details as follows:

 

Malawi Consulate (Johannesburg)

Telephone No

:

(011) 803-4919 / 072 272 1461 or (011) 234-8578/8577

Fax No

:

(011) 807 7790

Street Address

:

4 Dodge Road, Woodmead 2157

Postal Address

:

P.O. Box 3881, Rivonia 2128 Sandton


 

Johannesburg
09h00-13h00 Mon/Tue/Thu

09H00-12H00 Fri

Closed Wed
Sent from my BlackBerry® wireless device

Refleksi

Hari ini, hal negatif terjadi krn saya ingin ke embassy urusan Malawi, tapi tdk ketemu dokumen saya.
Entah di mana.
Padahal kemarin saya sdh menyiapkannya.

Mungkin ada hikmah.
Sebelum ke sana, harus jelas semua, termasuk berapa uang yang harus saya siapkan, apa perlu foto, ukuran berapa, berapa copy dokumen yang harus saya siapkan. Semua harus jelas sehingga pergi dengan perasaan mantap.

Mungkin ada hikmah di balik ini semua.
Apalagi waktu kantor hanya 3 jam hari ini.

Ya Allah, terima kasih atas segala limpahan rahmat-Mu.

Hal lain yang harus saya pastikan adalah berupayalah utk melakukan segala urusan sendiri tanpa membebani orang lain.

Juga, berupayalah utk mampu menolong orang lain bila orang lain membutuhkan pertolongan.

Hal penting juga,
Pastikan bahwa di malam hari sebelum pergi tidur, siapkan segalanya untuk esok hari sehingga tak ada dokumen yang tertinggal.
Sent from my BlackBerry® wireless device

My claims of Scenario 3 interview results

Initial claims:
1. From 7 mains math ideas identified in a math analysis of Scenario 3, most of them did not give us enough data about their mathematical understanding. When they did not talk about it, it doesn't mean that they didn't know. It appeared, that some teachers' math talking were dominated by their preferences, such as what are the most important to tell to students, what procedure they must undertake. This could also be the interviewer's factor, such as limited probing in a particular math idea.

2. The concept that mostly unknown from this is about .... And the concept where we can easily judge positive or negative (correct) or incorrect is .....

3. The least that they talked about is

4. From the 4 statements, statement 4 is the most that teachers did not understand it or incorrect even though they explicitly know the elements of this statement. However, S4 is also unique, since this S4 made one teacher understand better the reasons for not canceling.

5. What else do you want to say?
Sent from my BlackBerry® wireless device

Wednesday, 23 November 2011

ICME - ICT Paper (2)

[Curhat Part 2]

Ya Allah, Engkau mengetahui apa yang terbaik buat hamba. Bantulah hamba dalam menemukan ide terbaik dalam presentasi ICME ini.

Bisakah saya bicara tentang kurikulum sekolah kaitan dengan internet?

Coba saya buka Endnote, dan baca artikel.

Let me quote this “To justify the expensive and time-consuming task of integrating technology into education, teachers must identify specific contributions that technology can and should make to an improved education system” (Roblyer & Edwards, 2000, p. 12).

 

Mengapa internet menjadi penting di Indonesia. Mengapa dalam konteks Indonesia dengan kebijakan pada RSBI menjadikan pentingnya mengekploitasi internet. Apakah ini menjadi solusi, atau apakah ini hanya bumbu dalam kehidupan mereka?

 

Teori apa yang bisa saya gunakan untuk menjelaskan fenomena yang ada di Indonesia saat ini?

Ok orang ini mengatakan bahwa mengintegrasikan teknologi mungkin menjadi mahal bahkan memerlukan waktu yang lebih panjang. Artinya apa? Jika internet ini pada akhirnya perlu dipilih, maka guru tentu harus melihat kontribusi teknologi kaitan dengan apa yang diajarkannya.

 

Ya Allah, saya benar-benar melihat bagaimana guru-guru itu kesulitan dalam memilih topik penelitian yang memungkinkan mereka mengintegrasikan teknologi akibat ketidaksesuaiannya dengan kurikulum.

Akhirnya, sekarang pukul 10.37. Saatnya tidur, tapi saya berakhir dengan sesuatu ketidakpastian. Saya akhirnya baca satu artikel tentang digital manipulatives. Mereka memulainya dengan menjelaskan peranan manipulatives, apa yang harus dilakukan agar manipulatives menjadi alat belajar efektif. Akhirnya penulis punya ide penelitian tindakan, namun yang dilaporkan di sini adalah hasil survey online pada para guru tentang penggunaan VM, yaitu tanggapannya. Lumayan menarik tulisan tersebut

So what is for me. NOT CLEAR

 

ICME - ICT Paper (1)

[Curhat Part 1]

Ya Allah, sebelum saya tidur, saya hanya ingin curhat. Bahwa saya benar-benar bingung sekarang tentang paper apa yang akan saya presentasikan pada ICME dan PME.

Coba sekarang saya hanya bicara soal ICME karena 7 hari lagi deadline. Sebelumnya, saya kira dengan adanya perpanjangan satu bulan maka saya bisa menyelesaikan paper saya. Tapi ternyata belum juga hingga sekarang.

Bahkan sekarang saya tidak perlu lagi berpikir tentang paper melainkan hanya abstrak dengan isi maksimum 500 kata. Rtinya satu halaman saja dengan spasi 1.

Hingga malam ini saya tidak jelas.

Dari tesis, saya sudah mempresentasikan beberapa hal yang menarik antara lain:

-          Presentasi bagaimana Ann menggunakan internet untuk PDnya dan pengajaran matematika (MERGA di Canberra)

-          Saya juga sudah presentasi tentang upaya-upaya yang telah saya lakukan dalam membantu jack memanfaatkan internet (Brunei)

-          Saya juga sudah bicara tentang faktor penghambat dan pendukung pemanfaatan internet pada kasus Jack dan Ann – dengan menggunakan teori (MERGA Brisbane)

-          Saya juga sudah bicara tentang tentang ethnography menggunakan framework 5cEPD (MERGA di Fremantle)

-          Saya sudah bicara tentang apa ya saat di EARCOME Malaysia. Saya lupa.

-          Saya akan bicara di SAARSMTE tentang integrated model ICT PD. Dan ini sudah saya kembangkan menjadi suatu paper dan telah saya kirim ke JRME. Alhamdulillah.

 

Nah sekarang saya mendapat peluang untuk berangkat ke ICME dan PME dengan pendanaan WMC. Tapi saya benar-benar bingung tentang apa yang akan saya presentasikan.

Saya tidak punya ide yang jelas.

Beberapa pikiran yang pernah muncul, yaitu:

-          Saya ingin menunjukkan dua contoh kontras pemanfaatan internet oleh Jack dan Ann. Argumen apa yang akan saya ajukan di sini. Tidak jelas!!!!!

-          Saya sering berfikir bahwa saya telah melakukan penelitian ICT di Indonesia dan telah memanfaatkan ICT dalam banyak hal sebagai contoh:

o   Saat di SD Lab, ketika guru workshop dengan guru, kami pun mendapatkan ide-ide berbagi bagaimana memanfaatkan internet untuk pembelajaran matematika bagi siswa, untuk mereka memanfaatkan untuk membuat LKS dan seterusnya.

o   Saat bersama guru-guru RSBI, saya telah mengenalkan mereka sejumlah website, dan bagaimana cara mengenalkannya?

o   Saya juga sudah merancang suatu pembelajaran ICT dan mempraktekkannya dengan Alhikmah.

o   Saya pun sudah bekerja dengan Bu Rini, Bu Sulasih dan guru-guru lainnya dalam penelitian memanfaatkan internet untuk pembelajaran.

Sekarang apa yang ingin saya katakan.

 

Apa sebenarnya yang paling menarik?

Saya ta mengerti.

Saya juga mempunyai pengalaman yang lumayan unik bagaimana menfasilitasi anak saya belajar dengan teknologi.

Apa sebenarnya yang layak saya ceritakan pada khalayak?

Apa sebenarnya yang urgen dari perjalanan saya dengan ICT.

Saya pribadi mempunyai pengalaman yang nyata, bagaimana saya mengekploitasi internet. Saya seperti Ann (pikiran saya begitu) memanfaatkan internet sehingga dalam keadaan sulit, saya punya banyak jalan. Dia adalah guru saya, teman saya, partner saya, dan saya bisa memecahkan banyak masalah dengan kehadirannya.

Hidup saya berbeda secara total saat keci dulu atau saat saya di sekolah, di mana saya hanya berharap belajar dari guru, mengetahui sesuatu dari guru.

Tapi kini, melalui internet, saya bisa mendapatkan banyak guru, yang bisa saya atur, yang bisa saya eksploitasi, yang bisa saya manfaatkan sesuai keinginan saya.

 

Lalu apa? Sebagai seorng PhD, pelajaran apa yang kini dapat saya bagi kepada khalayak.

Pelajaran apa yang kini dapat saya bagi kepada para peneliti.

 

Mengapa saya ingin menulis sesuatu dari tesis saya.

Satu alasan utama adalah bahwa saya ingin memanfaatkan yang telah ada.. Saya sudah punya tulisan. Saya tidak perlu menuliskan dari awal. Itu alasan utama saya. Karena menulis dari awal mungkin adalah suatu hal yang sulit apalagi bahasa Inggris bukanlah bahasa asli saya. Namun kadang-kadang saya berfikir bahwa jika pun saya mengambil kasus Indonesia, asal ide saya jelas, maka saya tetap akan mampu menuliskannya, khususnya jika ada yang bisa membantu saya dalam mereviu tulisan saya.

 

Ada juga sebenarnya hal yang menarik.

Yaitu bahwa saya berangkat dari konteks Indonesia. Saya meneliti saat Internet masih jarang di Indonesia. Pemicu utama untuk meneliti ini karena saya merasakan manfaatnya di tengah-tengah sulitnya akses. Saya pun meneliti di Australia, tapi saya terpaksa hanya mampu mengahukan pertanyaan tentang apa implikasi untuk Indonesia. Karena saat itu saya tidak mungkin melakukan penelitian internet yang aksesnya masih lambat dan saya tak mungkin meninggalkan keluarga saya di Australia (boyong keluarga bolak-balik ke Indonesia Australia).

Tapi ada pertanyaan yang saya ajukan, apa implikasinya?

Nah apa jawaban saya terhadap hal tersebut?

Apa kenyataan yang telah saya hadapi?

 

Okelah, saat saya pulang, internet pun mulai tumbuh kembang. Ada tuntutan baru bagi guru-guru di Indonesia untuk menggunakan ICT, untuk menyampaikan pengajaran matematika dalam bahasa Inggris. Ide ini tentu tidak sesuai dengan pikiran saya. Tapo polici bergulir. Apa yang dapat saya lakukan? Tindakan apa yang telah saya lakukan.

Sungguh ini adalah kenyataan yang menarik untuk saya cermati.

Tapi kemudian, apa yang bisa saya katakan pada mereka?

Apa artinya bagi mereka. Tentu saya tidak mungkin hanya asal bicara?

 

Ok, coba saya fokus pada apa yang telah saya lakukan di Indonesia.

-          Wajah lingkungan saya sungguh berbeda.

-          Saat sebelum saya meninggalkan kampus saya untuk studi di Australia (2004), belum ada satu pun dosen yang memnggunakan laptop. Kami hanya menggunakan komputer yang jumlahnya pun cukup terbatas. Apalagi mahasiswa saya.

-          Sepulang saya dari Australia, wajah kampus berubah. Hampir semua dosen punya laptop. Laptop bukanlah barang langka. Bahkan mahasiswa juga banyak yang punya laptop, bahkan mereka pun sudah bisa mengakses internet di taman-taman. Suatu wajah yang sangat berbeda. Pada saat yang sama adanya kebijakan RSBI menyebabkan bahasa Inggris menjadi semakin penting, sehingga di Unesa pun di buka kelas RSBI, di mana mahasiswa diharapkan untuk presentasi dalam bahasa Inggris setidaknya presentasi bahasa Indonesia dengan slide dosen maupun mahasiswa dalam bahasa Inggris. Mahasiswa pun mengekploitasinya dengan sejumlah ancaman bagi saya, yaitu adanya mahasiswa yang punya slide dalam bahasa Inggris tapi sebenarnya mereka tidak begitu memahaminya. Akses internet pun di sediakan untuk sekolah-sekolah khususnya mereka yang bertitel RSBI. Walapun banyak hambatan, ini menjadi satu ciri dan tuntutan.

Bidang saya tentu menjadi sangat relevan.

 

Again, what I can say then in this part.

It’s a beuatiful story but how I could shape this story.

I really need a help of Prof Adler, but she is very busy. It seems impossible to drive her thinking different things. But then who can I talk with?

 

Saya benar-benar bingung.

Bagaimana jika saya tidak usah menulis paper? Rugi banget. Mumpung ke ICME, harus ada paper dong.

 

Tuesday, 22 November 2011

Paper

Jadi berdasarkan diskusi dengan Jill, maka paper kami akan menyajikan tentang kelebihan dan keterbatasan dari mengadopsi item LMT yang digunakan dalam setting test ke setting interviu

Argumen utama dalam paper ini adalah untuk memaksimalkan metode ekplorasi SMK guru melalui interview menggunakan item LMT, maka item tersebut harus dianalisa secara mendalam tentang konsep matematika apa yang dapat diekplorasi pada item tersebut. Dan interviu perlu berpedoman pada hal tersebut.

Perlu diperjelas jenis probing apa yang dapat diajukan.

Itulah argumen utama yang akan diajukan dalam paper ini.

Nah kalau begitu apa yang akan saya ceritakan dalam presentasi tersebut.

1. Salah satu tujuan dari proyek adalah utk membangun SMK dari guru dan meningkatkan kemampuan matematika.
Oleh karena itu, kami ingin mengetahui SMK guru.
Kami menggunakan item LMT untuk alasan berikut.
Dan kami mengadopsinya dengan alasan berikut. Khususnya utk tdk memberi kesan tes pada guru. Bahkan tes tersebut diberikan pada guru jauh sebelum interviu
Sent from my BlackBerry® wireless device

Notes from Prof

Ideas for paper:
Exploring the validity of using LMT items in an interview setting

Or

Exploring the effects of the recontextualising of LMT items from testing setting to an interview setting

Or
Reusing items measures of SMK

Affordances and constraints of using LMT items to explore SMK in an interview setting

Introduction
- In WMC - interested in in finding out ways of exploring MKfT in an interview setting

Read Ma ......

Our chice is use LMT items

Affordances:
Probing of solving quadratic equations
what analysis of SMK

Affordances for learning

Common practice: learner' error

Learners responses key into mathematics underlying solution of quadratic equation (variable, real number, square root, methods of solving equations

Constraints
- interviewe aspects of SMK

- even though interview becomes a testing

Main argument:
In order to maximise of the use of the LMT items:
1) Carefully analyse
2) Interviewer must be able to probe

Choose cases
- hard of S4
- but also enriching
Sent from my BlackBerry® wireless device

Fw: New Manuscript uploaded: #11435

Satu sejarah baru dalam hidup. Pertama kali submit paper ke Jurnal Internasional. Thanks ya Allah atas seluruh kekuatan yang telah Engkau limpahkan.

Semoga atas kehendak-Mu, tulisan ini diterima dan dipublikasi, dan semoga berberkah.

Allah Maha Mengetahui segala sesuatunya.
Sent from my BlackBerry® wireless device

From: Journal for Research in Mathematics Education <jrme@nctm.org>
Date: Tue, 22 Nov 2011 03:40:03 -0500 (EST)
To: <s_maesuri@yahoo.com.au>
ReplyTo: Journal for Research in Mathematics Education <jrme@nctm.org>
Subject: New Manuscript uploaded: #11435

Dear Sitti Patahuddin,

We would like to thank you for your submission to JRME. Your manuscript 'An Integrated Model of Mathematics Teacher Professional Development for the Use of ICT' has been assigned number 11435.
We will now begin the process of finding reviewers for your manuscript.
You can continue to log onto the database and check the status of your manuscript,
or you can contact our staff assistant at jrme@nctm.org or (814) 867-2135.
Thank you

M. Kathleen Heid
Editor
Journal for Research in Mathematics Education

Thursday, 17 November 2011

Planning

Week (-4): 18,19, 20 Nov
* revision on JRME paper and ready to send

* Notes for ICME paper and choosing the cases


Week (-3): 21/11 - 27/11
* Finish analyzing Scenario 3 and Scenario 5
* Draft of ICT paper for ICME
* Updating Prof Adler endnote library
* Updated my analysis through Nvivo

Week (-2): 28/11 - 4/12
* ICME papers must be sent by 30 Nov
* Updating Prof Adler endnote library
* Updated my analysis through Nvivo
* Finish analyzing Scenari0 4

Week (-1): 5-11/12
* Updating Prof Adler endnote library
* Updated my analysis through Nvivo
* Finish analysing Scenario 1 and Scenario 2 (PCK)
* Having a structure for PME paper or Draft 1


Week (0): consolidation + preparation to go home

Several notes
1. I need to remind Prof about our next meeting? Is it cancelled?

2. I should have a meeting about endnote and Nvivo and give Prof the very uptodated endnote library and file of Nvivo

3. I should also submit the Folder of analysis + summary of analysis of Scenario

4. I urgently need from Prof:
- Her signature for my leave
- a letter for my University
- her signature for my visa application

Based on my notes, then let me summarise what I should achieved by the end of 6 months postdoc:
PRODUCT:
1. JRME paper is sent
2. SAARSMTE paper accepted and will be presented
3. ICME paper (co-author) submitted - at least the summary
4. ICME paper on ICT submitted
5. Draft PME paper (co-author)

PROCESS:
1. Learning to review paper
2. Learning analysing data using Nvivo
3. Updating Prof and my endnote Library
4. Learning how to write a research paper for an International Journal
5. Involve in PD (for my PD): Geometry, Integers, Algebra
6. Getting to know teachers/school; by seeing the complexity, it helps to understand the complexity of schooling in Indonesia
7. Learning develop coding for the test + techniques for managing the marking
8. Having many new friends, good networks for the future
9. New experiences in analysing the students' workbook.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Oleh-oleh

Ada 4 hari minggu/Sabtu sebelum saya pulang Insya Allah.
Saya sudah harus menyicil hal-hal yang akan saya beli utk anakku/keluarga

Juga menyiapkan barang-barang yang perlu saya bawa pulang, krn kemungkinan tak dipakai.

Ya Allah. Engkau Maha Tahu segala sesuatunya. Berilah kemudahan pada keluarga kami.
Sent from my BlackBerry® wireless device

My postdoc

Genap 5 bulan di South Africa. Ini juga berarti, 4 minggu lagi di South Africa
Apa yang sdh saya kerjakan dan apa yang tersisa?

Banyak yang sdh saya kerjakan. Tapi yang utama yg harus saya selesaikan sebelum pulang adalah:
1. Mengirim JRME, artinya saya perlu register dan final revision
2. Menulis paper ICT utk ICME (penulis tunggal)
3. Menulis draft paper MKfT (setidaknya menyiapkan kasus)
4. Menyelesaikan analisis data skenario (SMK and PCK)
5. Melanjutkan Endnote
6. Menyiapkan draft paper ICME
7. Menyiapkan paper utk MERGA
8. Menyiapkan bahan presentasi Malawi

Artinya saya perlu mencetak kelender dengan entry minggu depan (Week minus 4 hingga Week minus 1)
Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, 12 November 2011

Ada aja si Vingin

Participants:
-------------
Sitti Maesuri, =-DVingin

Messages:
---------
=-DVingin: Stupid answers for stupid questions:

1. When its raining and someone notices you going out yet they ask; are you going out in this rain?? Ans: no in the next one:|

2. You're making out with a girl then u start pulling her pants den she asks; what are u trying to do?? Ans: i want to wash them 4 u=))

3. Your friend calls your home phone and asks, where are u? Ans: i'm at the bus stop!:p

4 They see u coming out of the bathroom, wet; did u just have a bath? Ans: no, i fell into the toilet bowl3-|

5. You standing right in front of the elevator on the ground floor, yet they ask; going up?? Ans: no, i'm waiting for my office to come down and get me!8-|

6. Your boyfriend comes home with a bunch of flowers and u still ask him; are those flowers? Ans: no baby, they're carrots!:>

7. You're in the toilet when someone knocks on the door asking; is any1 there? Ans: No! na shit lock the door...mtscheew!!!:|

8. You're in the queue at the cinema to buy tickets, a friend sees u and asks; what are you doing here? Ans: i'm here to pay my school fees! /:)

9. When people see you lying down with your eyes closed, they still ask; are you sleeping?? Ans: No! I'm training 2 die!!

=))....Have a nice day

Sent from my BlackBerry® wireless device

Thursday, 10 November 2011

Rencana

Manusia hanya bisa berencana dan berusaha:

1. Untuk workshop, saya harus menyiapkan/meng-update ppt saya.
2. Saya juga harus siapkan alat peraganya, berupa virtual coins
3. Saya perlu baca seluruh program dan materi dari CP ttg presentasi aljabar dan bil bulat.
4. Mencetak draft JRME. Jika saya sudah reviu, saya bisa melengkapi tabel ciri manuscript berkualitas dan tabel APA.
5. Saya mungkin akan kirim ke Shelley dan Merrilyn, utk minta feedback.

6. Saya juga bisa mengirim beberapa model catatan author, berdasarkan APA dan contoh di JRME yang telah terbit.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Wednesday, 9 November 2011

Rencana di tangan manusia

Tiba-tiba ada telp dari guru bahwa hari ini ada ujian di sekolah. Artinya saya tak perlu ke sekolah dong.
Syukur juga sih, soalnya rasanya saya capek sekarang.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Draft 4 JRME-Nov-2011-v3

Alhamdulillah, this is a good progress. I can print it then forget this for a while.

I know that I still need to read about PD and update the references. I also need to read about ICME-ICT studies.

I am hoping to send this to Jill Saturday night or Sunday morning.

 

So then I can continue my interview analysis and think back about ICME.

 

Also to read the ICME book.

 

Regards,

Sitti

 

My paper

Dear Merrilyn and Shelley,
I think I've made a very good progress in my writing. I am very clear about what I am arguing. I also feel that this is written nicely. I would say that this 90% done. But now I'm really stuck in shorten it. I need to reduce 2 more pages.

Another think, I am not sure yet whether I will be a single author. It seems, there is an issue about the policy since the affiliation is not Wits. Jill told me that she never put her name in her students' paper unless he worked on shaping/writing that paper. But now he is considering to be co author. But she also said to me, it also depends on how much of his contribution in finalizing this paper.
She indeed assisted me a lot in shaping this.
But I am confused about the rule. It says that the affiliation is the institution of where this study was conducted.
But I found in JRME, someone who used her current institution, and just noted the Univ of her doctoral such as below.

To be honest, for myself, I don't mind at all if your name and Jill are co-authors, because I cannot do anything without you huge support. But my impression is that you always want to avoid and reject to be co-authors for my thesis. I wonder if you thinks my future career.

By the way, let me send this paper, in case, you are available to give me feedback before I send this to Jill this Sunday.

Regards,
Sitti
Sent from my BlackBerry® wireless device

Tuesday, 8 November 2011

Jrme lagi

Kemarin. Meski kemajuan slow, tapi saya hrs bersyukur karena saya mengerjakan JRME dengan singguh-sunggu pagi hingga malam.

Hari ini saya Insya Allah akan melanjutkannya. Semoga saja saya mendapatkan kemajuan yang banyak.

Ya Allah, tidak mudah, tapi ijinkan hamba utk terus mencobanya. Berilah kekuatan. Bukankah segala perjuangan demi kebaikan tak akan pernah sia-sia.
Sungguh Engkaulah Yang Maha Kuasa dan Maha Berkehendak.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, 5 November 2011

Hebat kan

This has got to be one of the cleverest things I've received in a while.
Someone out there either has too much spare time or is deadly at Scrabble.

PRINCESS DIANA
When you rearrange the letters:
END IS A CAR SPIN

MONICA LEWINSKY
When you rearrange the letters:
NICE SILKY WOMAN

DORMITORY:
When you rearrange the letters:
DIRTY ROOM

THE EYES :
When you rearrange the letters:
THEY SEE

ELECTION RESULTS:
When you rearrange the letters:
LIES - LET'S RECOUNT

A DECIMAL POINT:
When you rearrange the letters:
IM A DOT IN PLACE

ELEVEN PLUS TWO:
When you rearrange the letters:
TWELVE PLUS ONE

MOTHER-IN-LAW:
When you rearrange the letters
WOMAN HITLER

GAUTENG
when you rearrange the letters you get:
GET A GUN

CASTER SEMENYA
When you rearrange the letters:
YES A SECRET MAN
Sent from my BlackBerry® wireless device

Fw: Message to UQ community from Chancellor

Sent from my BlackBerry® wireless device

From: University of Queensland Chancellor <noreply@uq.edu.au>
Date: Sat, 5 Nov 2011 19:12:50 +1000
Subject: Message to UQ community from Chancellor

 

 

MEMORANDUM


 

TO:                  All UQ Staff, Students and Alumni

 

FROM:             Mr John Story, Chancellor

 

DATE:              5  November 2011  

 

SUBJECT:       Message to UQ community from Chancellor

_____________________________________________________________________________________

 

I am writing to advise what actions the University has taken in relation to an irregularity in the admission process of a UQ student.

 

The matter was brought to my attention in September 2011 and I immediately initiated an independent external investigation by a Senior Counsel.

 

The investigation confirmed an irregularity had occurred in the admission process for a student, but there was no finding of misconduct with respect to any individual.  Further, the investigation found no suggestions of wrong-doing on the part of the student, whose identity is protected under privacy provisions.

 

Professor Greenfield, as Vice-Chancellor, and Professor Keniger, as Acting Vice-Chancellor at the time, each accepted, by virtue of their positions, that they had ultimate responsibility and accountability for the irregularity and each offered his resignation.

 

The 22-member University Senate, comprising independent members of the community, plus staff, students and alumni representatives, accepted their resignations.

 

I am deeply saddened by this matter, which should not have occurred, and I acknowledge that it has caused concern to our UQ community.  We have taken all necessary steps to preserve the integrity of the University’s practices and are committed to providing fair and just opportunities to students and staff alike.

 

In addition, the University has undertaken a thorough and extensive review of student admission processes across the University.  As a result of this review, some changes to tighten relevant rules and processes have been recommended and will go to the Senate’s Legislative Committee before being considered by the December 8 Senate meeting for approval.

 

I wish to stress that nothing in this matter should be seen as detracting from the huge and enduring contributions that Professor Greenfield and Professor Keniger have made to the University and the broader community.  They have each dedicated more than 30 years of their careers as teachers, researchers and administrators at UQ, and have each made outstanding contributions to their communities and professions.

 

To facilitate an orderly transition in the University’s best interests, Professor Greenfield will step down in mid-2012 to enable a new Vice-Chancellor to be recruited.  Professor Keniger will step down as Senior Deputy Vice-Chancellor in December 2011.  As part of this process, the University has commenced an international search for a new Vice-Chancellor.

 

The Deputy Vice-Chancellor (Academic), Professor Deborah Terry, will take over as acting Senior Deputy Vice-Chancellor from 1 January 2012. Please be reassured that it is very much business as usual.

 

It has been a full year for the University, starting with the Brisbane floods and continuing with tremendous international successes in international rankings and outstanding staff, student and alumni achievements.

 

I would like to reassure you that The University of Queensland remains in capable hands and we will continue to strive for the highest standards for which we are internationally renowned.

 

The University of Queensland is a robust institution with 101 years history and outstanding strength and depth in its staff, students and alumni.  I have every confidence that with your support, UQ’s performance and reputation will continue to grow.

 

Yours sincerely,

John Story

Chancellor of The University of Queensland

 


The University of Queensland
Brisbane QLD 4072 Australia


www.uq.edu.au