Thursday, 31 May 2012

What do I like?

Today, I was happy because I got email from Yasmine, enabled me to finish my applications and submit it today.

I went to the campus, have quick chat with Yasmine and Moenirah, then discuss with Lizeka and Lawan. Setelah itu submit berkas aplikasi ke Marione (hard copies dan softcopies)

Lalu cetak laporan.

Alhamdulillah.

Malam ini, tidak banyak yang kulakukan selain beradaptasi dengan laptop baru dan juga FB, sedikit memprovokasi diskusi "gaya pembimbingan"

Semoga semua yang kulakukan itu bermanfaat.

Hal apa perlu saya lakukan berikutnya?
- membaca laporan dari Igrid
- membaca 4 hal proposal Lawan
- memikirkan aplikasi ke CSU.

Di CSU:
Perlu input data referee
Statement on selection criteria
Cover letter

Cetak pedoman jobnya ya.
Sent from my BlackBerry® wireless device

4 minggu lagi

Ya Allah, saya tak ingin terlalu banyak cita-cita, terlalu ambisius dalam pekerjaan.

Saya ingin bsedang-sedang saja. Maksudnya apa? Intinya sih, jangan banyak yang direncanakan tapi tak terwujud.

Sent from my BlackBerry® wireless device

Pengetahuan saya terbatas banget

Saya tak punya baseline data.
Apakah kita punya pejabat diknas yang pakar dalam satu area yang punya komitmen tinggi dalam memeperbaiki pendidikan di satu area tertentu.

Mau melakuka analisis mendalam tentang permasalahan sekolah. Mau mendapatkan baseline data, membangun program-program yang realistis, mengevaluasi

Apa hikmah dari mendengarkan mereka?

Pertanyaan:
- kriteria choaches


Sent from my BlackBerry® wireless device

Wednesday, 30 May 2012

Stopwatch Results

Lap1 04:05:22.29 04:05:22.29

Timing by BlackBerry

Tadinya mau analisis, tapi ternyata saya teringat Prof Soedjadi dan akhirnya jadi bikin note, meski ini hanya draft


Sent from my BlackBerry® wireless device

Monday, 28 May 2012

Sex SA

hmmm, kadang satu urusan itu selesai slm waktu singkat. Tapi kadang panjaaaaaang prosesnya. Urusan dana konferensi, uangnya siap, tp ada saja yang membuatnya lama. Universitas gagal melulu ngirim uang lewat credit cardnya baik tiket, hotel. Sekarang semua dananya akhirnya ditransfer ke rekening saya. Lah urusan bank pun tak sederhana di SA. Kirim uang ke luar negeri sangat ketat krn saya bukan warga Afsel. Kelihatannya, saya bebas pakai uang saya sendiri hey, tp nyatanya harus sedikit repot. Saya masih untung. Kalau berstatus mahasiswa, katanya nggak boleh kirim uang pulang sebelum selesai, sebab takutnya uang seharusnya utk hidup sini, malah dikirim keluar.

Satu lagi pengalaman, dari cerita kawan-kawan di kantor, simpulan saya adalah bahwa hampir setiap orang melakukan hub sex sebelum menikah. Pantaslah di setiap toilet umum disediakan kondom. Fenomena ini dianggap sangat biasa. Salah satu efek ternyata adalah pernikahan malah satu yang lumayan hal kompleks bagi org2 yang kuajak bicara.

Satu kawan cerita, dia hamil di luar keinginannya padahal pakai kondom. Kok bisa?
Katanya kondom itu mungkin bocor tapi si laki-laki tak bilang.

Satu lagi yang kuajak bicara, dia sdh punya anak dua. Dan bingung dengan KB. Trus, kubilang, Anda kan terbiasa pakai kondom dan kondom menghindari and hamil saat sebelum nikah? Dia geleng2 kepala sambil bilang he e. Pada umumnya orang yang sdh kawin, pakai kondom itu hal yang tak disukai. Itu seperti orang jajan di luar. Sudah kawin kok pakai kondom. Jadi di bayangan mrk, kondom berkonotasi bergaul bebas.

Mereka hampir tak percaya, kalau saya dan suami baru melakukan hal "hubungan suami istri" setelah menikah. Mrk mengulang pertanyaannya berkali-kali, lah jadi baru tahu??? Lah iya saya bilang. Kami baru belajar.
Saya ceritak, aturan agama islam begitu. Kalau Anda lakukan sebelum menikah, yang itu melanggar.

Trus dia bilang, ada sih Krisyen yang ketat, kalau kristen biasa, ya, malah di luar pun seperti itu. Itu pun yang ketat, di luar gereja pun ya demikian.

Apakah di Indonesia akan begini juga ya?
Sent from my BlackBerry® wireless device

What questions from last meeting?

Dear Prof,
Here are some interesting questions:

What are made available for learners to learn?
What opportunities are made/provided for learners?
What claims are we going to make? How do we support our claims?

I remember also you said:
I worry if learners see mathematics has a set of random rules. and this creates confusing for them.

Hmmm, I think that is why you really care of the coherence aspect.
But, we are still not clear how to proceed, or it may be clear for you now.

When I am thinking one aspect "explain", what does it really mean? How does this question related to both questions above. How are we going to code them?


Your new idea is that we can sit together to answer our questions and we can start also with a new video or let me say several other videos.

I am also not sure what you are expecting from our works to be presented in our research week.

Prof, you know how to lead me in this analysis. Let me know what to do to prepare our research week.

Don't be hesitated to make me work hard here. I'll tell you when I am stuck, and sadly, I have one month left to work intensively here.
I am sure, you know how to assist me in optimizing my time.

Regards,
Sitti
Sent from my BlackBerry® wireless device

Sunday, 27 May 2012

Free writing (15')

Apa ya yang ingin saya tuliskan.
Apa yang bisa saya lakukan utk mewujudkan satu paper.
Tak lain dan tak bukan adalah dengan membaca. Entahlah. Data apa yang sudah saya miliki?
Kok kurang minat ya dalam menonton video dan dalam membaca saat ini.
Lantas apa yang bagus kulakukan kini?
Saya jenuh dengan analisis data.
Lantas apa yang bisa Anda lakukan.
- just watch the videos
- watch CP video
- watch Phumi + Conny + Richard +
- watch all videos with transcript
- jangan lupa loh, kawan-kawan sdh analisis 8 video, sehingga perlu simpulan dari 8 video (cp, sh, nt, sit, vs, reg, fem)
Yang tersentuh: sit, sh, another.

Apa yang perlu di kirim ke JA sebelum RW.
Bisa nggak bikin tabel rangkuman.

Berapa video yang bisa saya tonton sebelum RW.

Saya juga mungkin bisa kembali melihat catatan lama saya sejauh ini

Saya juga bisa melihat-lihat lagi transcrip

Saya juga bisa menonton diskusi guru yaitu dengan Jill

Apa yang bisa saya lakukan? Banyak. Tapi kok pagi-pagi sudah seperti lelah.
Jangan khawatir.
Let me think in a more productive way.

Minggu ini
- urusan aplikasi job diberesin
- urusan aplikasi visa diberesin

Nah urusan analisis?
Sent from my BlackBerry® wireless device

Bermanfaat

Pagi ini sibuk apa? Nulis, posting website di FB, skype sama anak-anak.

Ada yang lucu. Si Ayah bilang, siswa SMA yang tertinggi nilainya itu anak SMA yang belajarnya di depan TV. Si kecilku langsung teriak. BEnar kan TV itu bagus utk belajar. Nonton kartun pun belajar. Suami tertawa karena itu juga maksudnya utk mancing.

Apalagi yang menarik ya?
Serius tuh mau apply. Iya. Trus lihat nantilah mana yang keterima. Yang pasti dua pilihan itu bagus, ya sudah jalankan saya. Kita kan hanya b isa berusaha, dan Allah akan membantu memberikan yang terbaik.
Yuk lihat jadwal minggu depan. Empat hour minggu depan kelihatan kosong dari rapat. Apa yang perlu, siapin berkas visa, ke Bank, ke dokter, dan beresin apalikasi, serta nonton video pengajaran guru. Kalau semua itu terwujud, sudah luar biasa. Semoa Allah memberi kemudahan untuk hal ini.

Semoga malam ini bisa kirin draft saya ke Yasmine utk Proofread.

Dear Y,
Thank you very much for your ongoing support.
Here, let me send my files for my application.
1. Cover letter for CSU
2. Selection Criteria for CSU, and I will adapt this to make it as a motivation letter for Wits.
3. My CV.

Hope you will have time to see this. I think, I can submit it in this Friday, on the due date June 1, 2012. :)

I really appreciate you help. Thanks so much
Sitti.

Gitulah kira-kira.

Nah hal apa lagi yang menarik utk ditulis di sini.
Masalah paper. Serius nggak sih saya untuk nulis satu paper lagi sebelum pulang, bahkan kalau bisa 2 paper. Padahal waktu berjalan begitu cepat.
Ideku tuh lumayan, tapi sebelum jumat depan, saya seharusnya mengirim sesuatu ke Prof utk perkembangan analisis saya. Cuma sekarang lagi tak mood utk analisis.:)
Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, 26 May 2012

Tulis saja

Apa yang perlu ku tulis? Ya sembarang, yang spontan saja. Demikian lah pesan di buku.

Ada hal yang velum terwujud dalam hidupku, yaitu menulis utk di koran dan menulis buku. Mengapa saya tak punya nyali. Adakah saat yang akan datang untuk ini?

Saya memang bukan penulis sejak kecil. Tapi studi S3 telah merubah diriku. Telah banyak bukti bahwa saya bisa melakukan hal yang dulu pernah tak sanggup kulakukan, bahkan tulisan ku utk paper Internasioanl sudah lumayan karena lebih dari 3. Ya, kalau dipikir, ini adalah hasil kerja keras. Bahkan bbrp tulisan ku lolos tanpa revisi. Artinya apa, mengapa saya meragukan diriku. Bukankah bukti-bukti itu telah menunjukkan pada saya bahwa dengan upaya sungguh-sungguh saya bisa.

Pertanyaan yang penting sekarang harus dijawab, mengapa mau nulis di koran? Apa karena mau terkenal? Apa krn mau honor? Atau ada tujuan yang besar di balik itu?

Sebenarnya utk jadi terkenal, tidak juga. Terkenal malah bisa menyusahkan. Mau honor, nggak juga karena Alhamdulillah saya bersama keluarga cukuplah bisa hidup bahkan bisa berkontribusi utk org lain dengan uang yang ada. Saat kami pun sangat terbatas, kami tak pernah mengeluh, seharusnya apa lagi saat ini.

Lalu kenapa?
Saya kan galau, prihatin dengan situasi masyarakat, khususnya pemerintah. Nah, lewat tulisan kita dapat kesempatan utk berkontribusi. Ini adalah membuka peluang utk mengubah orang, dan siapa tahu dengan tulisan kita ada sejumlah pembaca yang mendapat pengaruh. Siapa yang tahu. Bisa anak sekolahan, bisa guru yang sedang lelah lalu bangkit lagi, bisa dosen, bisa anak yang di jalan yang tak punya sekolah, bisa pedagang yang di pasar yang lagi menjaga dagangannya, bisa Ibu rumah tangga yang membungkus belanjaannya dengan kertas koran yang berisi tulisan saya, atau bisa anak sekolah yang mencari bahan, bisa keluarga saya, bisa teman-teman.
Bisa bayangkan segala kemungkinan kan?
Apa saya tak cukup puas dengan FB atau blog? Seharusnya tidak, karena pengguna FB itu terbatas. Itu pun talk dijamin banyak yang membacanya karena mereka semua sibuk berbincang dengan teman dekatnya. Walau pun saya harus tetap rajin posting hal yang bermanfaat, semuanya ini menambah peluang untuk dibaca orang, walau tak ada jaminan banyak yang membaca.

Bagian 2:

Jadi jelas ya mengapa saya perlu menulis di koran. Jelas pula tulisan seperti apa yang dibutuhkan masyarakat. Maksud saya, bahasa seperti apa yang seharusnya saya gunakan. Ada hal bagus pada diri saya antara lain bahwa tulisan saya itu jelas pesannya. Maksud saya hal bagus yang kadang-kadang saya lakukan adalah memperjelas apa tujuan saya, mengapa, dan ide utama apa yang ingin saya ajukan. Nah ini adalah modal bagi saya untuk mampu menjadi penulis yang baik.
Lantas mengapa tidak menulis di koran. Mengapa tidak berusaha? Mengapa tidak mencoba? .Mengapa tidak?

Entahlah, kemauan itu ada dan sering timbul tenggelam. Apakah saya perlu belajar dari seseorang? Apa saya perlu belajar teori, perlu training? Entah, karena sebenarnya walau banyak training tapi jika tak dilakukan, maka tetap sulit.

Pertanyaan lain, mengapa mau nulis buku? Untuk apa? Nah saya kira ini penting juga. Ada hal yang kadang muncul, sudah doktor, tapi kok tak punya satu pun buku. Ada sih, buku, tapu buku teks matematika bersama rombongan lain, buku yang dibuat dari tesis. Tapi buku yang dibangun dari nol, kok tak ada? Apakah saya kurang bahan utk saya sumbangkan pada pembaca.
Oke, buku apa sih yang kamu maksudkan? Buku yang bisa dibaca oleh mahasiswa. Hmm, bukankah mhasiswa butuh buku bagaimana strategi belajar, khususnya bila mereka mahasiswa baru. Saya kira ini penting banget. Bayangkan mahasiswa yang tak ngerti bagaimana mengatur waktu, berinteraksi dengan lingkungan baru. Bayangkan mahasiswa yang miskin, tapi dengan pinjam buku ini pada kawannya dan membacanya lantas mereka bangkit, lantas mereka berjuang keluar dari kemiskinannya. Banyak orang yang bertanya, bagaimana bisa studi ke luar negeri, bagaimana bisa sukses di luar, bagaimana membangun network. Terlalu banyak yang pantas dibagi.

Soal penelitian misalnya, banyak yang bingung sdg buku penelitian yang ada terlalu formal.
Atau bayangkan juga guru-guru di lapangan, yang ingin dapat ide tapi terbatas banget buku untuk itu. Bukankah saya dapat manfaat dari buku-buku yang saya baca. Jadi buku ini bisa mencapai banyak orang, bisa menjapai banyak generasi. Bayangkan buku-buku yang saya baca, banyak dari mereka telah tiada puluhan tahun lalu. Bgm kok saya bisa tahu atau dapat manfaat dari idenya, karena lewat buku. Jadi tunggu apa lagi? Mengapa tidak nulis buku untuk itu. Lagi-lagi nulis ini bukan utk cari uang. Kalau pun ada uangnya bisa saya manfaatkan utk pendidikan.

Part 3
Yah, saya harus punya cita-cita besar. Harus menghadirkan pembaca. Bukankah pendidikan di Indonesia carut marut. Bukankah saya bisa membangunya lewat tulisan. Istilahnya, gunakanlah segala kesempatan yang ada untuk membangunya. Tunggu apa lagi. Tak ada kata telat. Jadi saya harus target misalnya, saya ingin mendidik masyarakat tentang hal tertentu. Nah caranya bagaimana? Apa yang perlu saya didikkan. Saya kira terlalu banyak hal yang bisa dibagi ke mereka. Banyak ide di kepalaM Ada org bilang, banyaklah membaca. Saya kira saya tak perlu persiapan khusus utk membaca dan membaca lagi. Saya harus menentukan tujuan, lalu fokus ke situ, barulah saya membaca jika diperlukan.

Ok, saya lebih paham sekarang tapi bagaimana caranya. Maksud saya kapan waktunya? Saya akan banyak kerjaan lain? Saya kan sibuk?
Nah ini aasan yang sepertinya masuk akal. Mengapa? Seakan tak ada waktu utk itu. Hmmm, kok saya bisa nulis artikel, kok saya bisa nulis paper. Kan sibuk tapi kok bisa. Kok saya bisa nulis note yang kalau digabung itu sudah seratus halaman lebih. Nah, saya pernah baca, bahwa justru org sibuklkah itu yang justru menulis. Jadi jangan pakai alasan ini, buku-buku yang dirbitkan oleh banyak orang, mrk tuh sibuk banget dan bisa jauh lebih sibuk dari saya? Ayooooooo.

Satu hal lagi, seperti saat ini, saya kan nulis. Begitu mudahnya krn bantuan teknologi. Saya bisa nulis saat baru bangun tidur, saat di bis, saat dijalan. HP ini handy banget. Saya tak perlu nulis di kertas lalu ngetiknya. Bahkan ini lebih baik dari laptop, dengan 2 jari, saya bisa mengetik cukup besar. Jadi saat balik di Indonesia, mungkin saya bisa melakukannya di mana saja asalkan jela, apa yang saya mau tulis.
Dalam bahasa apa?

Nah kalau melihat kebutuhan, bhs Indonesia tentunya, katrena pembaca saya di sana. Pembaca yang banyak membutuhkannya adalah orang Indonesia. Kalau bhs Inggris, mungkin hanya alasan karir. Tapi ingat, karir bukan tujuan semata. Karir kita yakin akan tambah baik bila kita banyak berbuat baik.
Jadi tulislah buku. Kapan ya.

Berapa usia saya saat ini. Saya mungkin termasuk telat masuk dalam kancah tulis menulis, namun tak apa. Usia sekarang 41. Belum 45 kok. Belum 50 tahun. Masih mudah lah. Kalau Allah memberi usia 63 tahu, masih panjang kesempatan. Jangan tunggu pensiun seperti terpikirkan suatu waktu. Kalau bisa sekarang, jangan tunggu esok. Hmmm, bagus nih, jika hari ini bisa melakukan kebaikan, mengapa harus nunggu besok.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Friday, 25 May 2012

Note

Mengapa tidak nulis lagi note? Padahal ini hal yang juga penting?

Mungkin jika berkas CSU ku dan berkas Wits selesai, saya bisa nulis note.

Apa lagi yang agak mendesak ya?
Nulis paper.

Inti dari paper itu bahwa kontribusi ini secara metodological. What do you think?
Sent from my BlackBerry® wireless device

Rencana.

Insya Allah semoga Allah merestui
- ke bank
Tranfer uang ke South Korea sebanyak 888 USD atau 976,800 KRW
Transfer uang tiket dan biaya check in bandara minilmal USD 828
- minta bank statement, 3 bulan terakhir
- minta surat ke Lorraine (sudah)
- pastikan Eder, apa mau pergi, antisipasi dengan Ronie
_ ke dokter
_ meeting Shadrack
- submit MERJ (sudah selesai)
Begini saja,
Mungkin Senin ke Bank

Trus ke dokter utk papsmir

Setelah itu ke kampus:
- ambil form
- kembalikan tape recorder
Sent from my BlackBerry® wireless device

Wednesday, 23 May 2012

Apa yang menarik

Saya bisa membuat peta analysis T1 dan T2

Caranya gimana.

Tempatkan definisi di tengah.
Warnai keywords

Beri urutan nomor berdasarkan penyajiannya.

Masing-masing cabang memuat konsep terkait dengan penanda khusus contoh dan non-contoh (misal dalam frame yang berbeda. Masing-masing konsep kunci dilengkapi oleh assertion.
Beri tanda confirmation.

Beri tanda critical as telling us that learner's mis immitate it.

Mengapa ini perlu dicermati?

Telling clearly, doesn't mean "easy to accept" as it is.

By looking at the lesson, it is well-structured, the pattern is clear from small to broader, simple to more complex,
This inform us that this lesson was well planned. This planning was shaped by teacher mathematical judgement.

Connect this with his reflection.

Udah saya kerjakan sebagian besar utk T1.
Apa selanjutnya?

Mungkin saya bisa ambil satu cabang dan mengelaborasinya:

- representasi (words, symbol, graph)
- examples (varied, cognitive demand, critical)
- explanation (This is it, assertion, why is it)
- questions
- relationship
- critical!
- legitimation
- Endorsement

T2

Bagian besarnya:
Homework
Cabang: latihan 1, latihan 2, 3 dan 4

Topik baru: perkalian bentuk aljabar
- momial x binomial
- binomial x binomial
- binomial x binomial
- distributive law


How about CP

Relationship x and y

- representasi
- examples
- explanation
- questions


Sent from my BlackBerry® wireless device

Monday, 21 May 2012

Serius banget sih!

Hidup ini untuk apa?
Jangan terlalu serius ya.
Bismillah. Semoga kami bisa berkumpul lagi dan saling menyayangi, saling mendukung, saling menambah nilai, saling menghargai, saling berbagi, dan menikmati kebahagiaan bersama, dan saling menguatkan dalam menghadapi tantangan hidup. Amiin
Sent from my BlackBerry® wireless device

Rencana kerja

Setengah hari ini apa yang jadi?
- komunikasi tentang IPAD dan BB
- komunikasi dengan ICME
- gimana kalau hari ini beresin urusan CSU dan CV

Saya punya kijazah doktor

Kontribusi saya di proyek dihargai oleh tim a.l.
- bekerja mempersiapakna workshop dengan guru
- mengambil bagian dalam presentasi di workshop
- berperan dalam mengumpulkan data dalam penelitian, baik berupa video, manage test
- berperan dalam mempersipkan materi meeting
- berbagi pengalaman termasuk dalam penggunaan Nvivo utk analisis data kualitatif
- terlibat mendampingi Prof. Adler dalam mensupport mahasiswa bimbingan S2

Di Indonesia
Pendampingan mahasiswa
Upaya menfasilitasi reserach bersama guru-guru
Memimpin research

Pengalaman mengajar yang sukses di PT.
Banyak mata kuliah yang saya pegang dengan berbagai inovasi dan mahasiswa terlibat aktif

External funding:

Mendampingi, proyek besar CTL
Setelah S3, independent, mendapatkan sejumlah grant

Supervisi doctoral students
- ok dari pengalaman membimbing lebih 20 mahasiswa S3, menjadi discussant. komentar saya tentang di mana letak kekuatan maupun issu yang perlu diperhatikan , sangat dihargai
- interaksi dengan mahasiswa S3, supervisi secara informal sering saya lakukan
- pengalaman mendapatkan pembimbingan yang sangat baik dr 3 pakar memberi saya model yang baik dan akan membantu dalam proses ini.


Publikasi
Selama S3
Setelah S3 atau berapa tulisan nasioanl
Berapa selama di postdoc
Cek, alumni Ausaid.

Oral communication skills
- baik, tentu direfleksikan dari pengalaman presentasi di nasioanl sebagai teacher trainer dan internasional, juga dari ledership menjadi ketua organisasi since S1 juga sebagai presiden di UQISA

Peer-reviewed
Kemampuan ini tampak dari publikasi nasioanl. Dan kemampuan ini diperkuat dengan bekerja dengan JA. Saat ini 2 paper telah selesai dan sedang dalam tahap persiapan menulis paper saat ini

Interpersonal

Terbukti telah berkolaborasi dengan berbagai pihak
- pejabat UQ utk buku anak bangsa
- kolega di kampus bersama Prof Nur dan lain-lain
- tim proyek di Wits
- guru

Itulah yang saya perlukan
Tapi harus diupayakan supaya maksimum 2 halaman

Gimana dengan CV


Sent from my BlackBerry® wireless device

‎Chat with @NurfikriyahB on 5/21/2012

Ipad and BB

Participants:
-------------
Sitti Maesuri, @NurfikriyahB

Messages:
---------
Sitti Maesuri: *...*
@NurfikriyahB: Ini dari pak usman: Terima kasih saya kpd ibu. Saya sdh buka e-ma, tapi nampaknya blm msk
@NurfikriyahB: Kalau BB gemini, belum 3D jadi utk searching internet agak lambat tapi utk facebook dan BBM tdk masalah
@NurfikriyahB: Harganya sekitar 1,5 sd 1,7
@NurfikriyahB: Sedangkan BB yang sudah 3D harganya 2,15 sd 2,4juta
@NurfikriyahB: Ipad 2 harganya 6,9
Sitti Maesuri: Where are you now? Darling
@NurfikriyahB: I am at thr, yang lengkap ipad 2 7,2
Sitti Maesuri: What do you mean 27,2
@NurfikriyahB: Ipad 2 harganya 7,2
Sitti Maesuri: Lengkap bagaimana sayangku?
@NurfikriyahB: Ada pen utk gambar, screen protektor dan lengkap software
Sitti Maesuri: Coba kita tanya, lebih laku yang mana, hitam atau putih. Di sini kok banyak yang pakai hitam padahal menurutku putih cantik
Sitti Maesuri: Apa screen protectornya seperti diinternet, berupa magnet, bisa dilipat utk jadi t4 berdiri?
@NurfikriyahB: Banyak laku putih katanya
Sitti Maesuri: Trus ipad 3 kapan keluar dan prediksi harga berapa?
@NurfikriyahB: Maksudnya LCD protector kalau cover harganya 300-450ribu
@NurfikriyahB: Ipad 3 keluarnya kira2 agustus
@NurfikriyahB: Harga kira2 9juta
Sitti Maesuri: Apa harga Ipad2 tadi sudah turun?
@NurfikriyahB: Harga pertama datang ipad 2 sekitar 8,5 juta
Sitti Maesuri: Trus utk ke data projector, apa harus beli atau sesuai mac ayah
@NurfikriyahB: Utk ke lcd beli lagi rupanya harganya 385rb krn beda punya sy
@NurfikriyahB: Kelemahan ipad 3 cepat panas batereinya kalau utk game dan lebih berat dr ipad 2
Sitti Maesuri: Ok, ide saya beli saja ipad 2 lengkap dengan cover, warna putih, tapi utk LCD tidak usah dulu. Jd beres satu urusan. What do you think?
Sitti Maesuri: Utk BB, saya kok mikir beliin yang di atas gemini. Gemini kan lebih banyak dipakai anak sekolahan sedang dia itu mahasiswa, dan harapan bisa manfaat dalam waktu lama. What do you think?
@NurfikriyahB: Cover warna apa ya sayangku
@NurfikriyahB: Tapi harganya di atas 2 juta
Sitti Maesuri: Atau gemini saja ya.:)
Sitti Maesuri: Warna apa ya. Ayah pilih 3 warna yang bagus, trus saya akan milih dari situ:)
Sitti Maesuri: Atau pilih 2 dulu
@NurfikriyahB: Adik fida senang warna merah utk cover
Sitti Maesuri: Sama Fida toh sayang
@NurfikriyahB: Dia sakit perut tadi pagi jadi tdk skl dan sekarang ikut sy
Sitti Maesuri: Apa cover itu sama yang di internet. Apa kualitasnya bagus? Tlg tanya ya
@NurfikriyahB: Ada merek targus
Sitti Maesuri: Red is OK. Targus berapa.
Sitti Maesuri: PING!!!
Sitti Maesuri: Saya baru tahu, gemini itu sama dengan curve 8520N banyak dipakai di sini.
Sitti Maesuri: Jadi beliin yang Gemini saja karena saya banding 3G hanya beda ada GPS:)
Sitti Maesuri: Testing, ini kok sedang slow internetku ya
@NurfikriyahB: Ok saya sudah pesan dan sudah bayar
Sitti Maesuri: Harga gemini 8520 di internet cuma 1.1. Saya foto daftar harga ya
Sitti Maesuri: ‎IMG-20120521-02939.jpg ‪(51.82 KB)‬
Sitti Maesuri: Di web blackeberry curve 3G 9300 hanya 1.3 juta. Kok bisa ya?
@NurfikriyahB: Saya, fika, dan fida di thr menunggu ipad di setup
Sitti Maesuri: Wah, ade Fida bisa pelajari ipadnya, then she must teach me how to use it. But please keep it save, not falling down :) also take a turn with Kakak. I know, De' Fida is nice
@NurfikriyahB: Of corse
@NurfikriyahB: Fida
Sitti Maesuri: Hope De' Fida can write lots of stories there with pictures in it. She is such a very creative girl, drawing character. I will be excited. So proud of her and Kak Fika also.
Sitti Maesuri: Please always use 10 fingers to practise typing.
@NurfikriyahB: Thanks mom fida
Sitti Maesuri: Hope you can also find original 3G for Kak Murni that cost less than 2 millions. But if it's expensive, just normal gemini.:)
@NurfikriyahB: Ok darling
@NurfikriyahB: Saya simpan tablet kakak fika di langganan saya utk diperbaiki
Sitti Maesuri: Ok. Semoga masih bisa diselamatkan ya.
@NurfikriyahB: Semoga
Sitti Maesuri: Oh ya, berapa total utk Ipad yang Ayah bayar:)
@NurfikriyahB: Belum tahu krn menunggu cover dicoba yang cocok
Sitti Maesuri: I am excited because I am hoping Ade' Fida is happy with it and Ade' Fida can write more. Her writing always makes me amazed. It is clear and easy to understand.
@NurfikriyahB: I am sure that I can
Sitti Maesuri: <3 u all

Sent from my BlackBerry® wireless device

Sunday, 20 May 2012

Seharian ngapain

- tidur pagi karena tidak tidur setelah jam 11.

Tidur jam 7 dan bangun jam 11. 30. Terusin manfaatin waktu seharian utk:
- skype dengan anak dan suami, juga cek IPAD. Nah apa selanjutnya:
- shalat magrib
- nata kamar
- nyuci.

Then back to my works Insya Allah.
Juga periksa proposal Liya S. Insya Allah.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, 19 May 2012

Presentasi

TPCK
Mulai dari Niess (2005)

Integration is widely accepted
Siapa pakar dalam matematika tentang bidang ini?

Digital natives - immigrant

What is the complexity? Why is it complex?
Technology-based activities - to enhance mathematics teaching

Need specific knowledge

Issue, not learning at math education.

Content, pedagogy, technology

What can actually advanced knowledge
Issue: teacher, student, task, technology

Geogebra_Free

Sent from my BlackBerry® wireless device

Alhamdulillah

Senang banget karena akhirnya paper MERJ saya sdh saya revisi dan Shelley bersedia membacanya. Juga senang krn analisis data saya sdh selesai utk satu guru.

Nah apa yang bisa saya lakukan,
Bisakan saya memilih even tertentu. Saya bisa fokus pada event kedua dari sbongile.

What is the input object.
- perkalian aljabar.

Nah ini harus saya sadari bahwha ini luas. Artinya dapat berupa apa?
Yang nampak adalah
- monomial and binomial
- mono and tri
- binomial and binomial

Identifikasi apa yang kritis tentang object itu sendiri

Cara lihatnya:
- gabungkan suku tak sejenis
- positive negative
- the application of exponent law
- assertion with inadequate explanations

Saya harus mengecek bagian transkrip yang menjadi diskusi penting.
- masalah perkalian yang melibatkan variable

Sebutlah kelas ini tidak ada masalah, siswa aktif, guru pintar matematika.
Persoalannya apakah pada kualitas MJ dari guru tentang
- contoh apa yang kritis yang akan membawa siswa melihat ... Contohnya bagus
- apa pada represenatsi

Di sini ada dilema, yaitu ketika materi prasyarat tidak dipenuhi.

Tapi guru sdh mengantisipasinya dengan penjelasan sebelumnya, dan ada PR, siswa mengerjakan PR dengan baik. Siswa

Ini menjadi kasus menarik.

Demikian juga pada T1, yang benar-benar menguasai apa yang diajarkannya. Dia mempersiapkan. Melihat urutan-urutannya dengan kelihatan mencoba menekankan bahwa ini mudah.

Namun apa yang masalah di sini

Sent from my BlackBerry® wireless device

Prof Young- PhD weekend

National and school curricula
Conceptual and content knowledge
School and non-school for the everybody knowledge pupils

A study of crisis
Loosing of the object

Dia mencermati apa yang dipublikasi
Theory, cultural, not currikum


Apa reaksi terhadap kurikulum
Reprduction of quality

Menit ke 12
Kalau kita tidak mempertanyakan tentang pengetahuan

Kalau kurikilum distrukturisasi
Telling what to do

Meaning and identity of learners

Pengetahuan apa yang harus mrk akses utk
Siapa yang medefinie.

2 asumsi
Dalam semua bidang dimana skita
Menit ke 12.

emungkina mereka bisa independent
Social justice
To explore their experiences

The framework:
Harus jelasa kurikulum negara dan school
Harus dibedakan konseptual and content
What and how

Ada 4 perbedaan
Assesemnt tidak boleh menguide. Kurikulum.

Menarik sekali pembicaraan ini.
Menit 43
Assessment
Simpulan
51

Konservatif
Presentasi .... membuat saya bertanya apakah para pengajar memepertanyakan apakah yang diajarkannya.

Final notes:

Lantas apa makna dari semua ini

Hari ini bermakna:
- sdh selesai analisis T1
- sdh kirim paper ke Shelley
- ikuti kuliah tamu, menarik sekali. Seperti biasa, sejumlah pakar saya sudah temui bahkan pakar yang sangat dekat dengan teknologi tapi tidak mau menggunakan ppt, karena ingin supaya pendengarnya fokus pada dia.
Lah ini hal yang patut juga saya pertimbangkan, tentang berbicara hal penting.
Hal yang sangat saya senangi adalah
Sent from my BlackBerry® wireless device

Another paper

Aims:
To learn more how to write a journal articles particularly how to build a solid argument, to establish a focus or a question and how to write a literature review.

Questions for an exploration in this paper:
When is "explanation" a real explanations?

Why is it important to talk about it?
- it is quite common that teachers justify their actions as "already explain" while this teaching task often result problems, new problems, but it is take for granted.

- saying/advocating or assume the importance: explain clearly so learners can understand it. But how?
- mathematical explanation needs mathematics judgement on what to explain, why do we need to explain, and how to explain
- the types of explanation may depend on the nature of mathematics: including conceptual and procedural
- when can you say:
Explain something to someone
Explain something to learners. When does it happen? Asserting? Stating? Giving examples?

- how do you justify that your explanations is clear or not clear?
How do you know the clarity of your explanations

Teacher 1
Explain the definition

Explain definition
Assume we know the word explanation or explain

But at the end of this paper, we are asking our selves and readers to be aware of the real meaning of explanation or different possible meaning or different operational activities of "explain something to someone

You may need to elaborate:
- explain what (what object)
- types
- effect on learners (can you assess?), how much can we assess

What is interesting from T1:
It may be account as explain, by unpacking piece by piece, telling the explanation and moving through

What is our focus here: what are made available for learners from this explanation

We could show the problem here.

Watch the video
My feeling:
This is well planned. It was to explain to learners so at the end, learners are expected to identify which one is polynomial and which one is not (for one term and more than one term).

Clear problems vx - 7

The explanation is through examples and assertion accompanied examples.

The explanation resulted "abbreviated" and mis imitations"

What is interesting in T2, explain the procedure, accompanied by assertion. What made available for learners?
What could learners discern from this?

Intro:
Why we are writing this?
We actually want to elaborate the ide of MJ or we want to sharpen our idea on MJ
Our assumption is: having good mathematical judgement will help us to improve the quality of the instructions, leading to the improvement of learners' gains

One teacher"s work/task that needs MJ is the work of "to explain"

In our project: we can see the tendency of our teachers to explain or present something and therefore we focus on the explanation now.

This work should be able to inform our PD. What is it?
How do you explain it
look at how much assertion in one lesson
Theoretical framework:
What are they:
- conceptual and procedural
I know there is a theory of conceptual knowledge
- mathematical judgement.

Back grounding:
- representations
- examples
- variations
- classroom norms

Fore grounding:
Explanations

Why the choices on T1 and T2

Similarities:
- involve the works of explain
- at the same class/Grade?
- at the same topic: see curriculum
- both contains assertion that may results abbreviated and mis-immitation
- the explanation is through examples

Differences
- conceptual and procedural
- solely from teacher and T2, produce by teachers and learners

Both accompanied by interaction with teachers, engage, involve learners, particularly through questioning but questions have different effect. Some times the qs look the same but the responses are different.

What do we want to tell the readers?
You are saying explain! Is really "explain"?
This is a common sense that people may take it for granted


Email Prof:

For my work in Indonesia, should I ask for a hardisk to copy all the videos and data needed for my work in Indonesia. Because I cannot access the server there. What do you think?

Dear Prof,
As you said that it is possible for us to produce one journal article from our video analysis, before I go home, then here is my proposal. I wrote only in 2 pages. Hope you can guide me what to do next.
Thanks so much for your time, giving me extra academic training.

Regards,
Sitti


Sent from my BlackBerry® wireless device

Lupa, utk minggu depan

Satu yang sangat penting adalah mempersiapkan seluruh berkas utk aplikasi CSU dan WITS.

Nah besok minggu.
Proyek besar adalah mencuci, belanja, bersih rumah dan ngatur bahan kerja utk minggu depan.

Produk apa yang diharapkan:
1. Ide paper video sudah jelas dan langkah-langkah persiapannya jelas
2. Ide paper dengan Femi juga jelas
3. Seluruh berkas utk Wits dan CSU sudah siap (dan telah direview) oleh Yasmine
4. Menyempatkan berpikir tentang paper MERGA utk dikembangkan menjadi jurnal artikel.
- menulis 2 halaman maksimal, semacam proposal tentang apa yang akan saya tulis dalam jurnal artikel ini.
Sent from my BlackBerry® wireless device

6 minggu lagi

Waktu 6 minggu tidaklah panjang.
Dari 6 minggu ini, 2 minggu JA pergi.
Dari diskusi tadi, dia setuju bahwa kami menulis paper satu lagi selama dalam sisa waktu saya.

Nah dari diskusi saya dengan Femi, kami juga sepakat untuk menulis paper dari satu kasus.

Lantas apa yang perlu saya lakukan.
Menfokuskan diri pada menulis paper

Ada satu lagi yang perlu saya tulis, yaitu satu paper dari tesis saya.

Apa yang perlu minggu depan?
Memastikan Insya Allah hotel sdh terbayar.
Memastikan panitia ICME sudah tahu permintaan surat saya utk aplikasi passport.
Bisa papsmir.

Kegiatan apa yang sudah direncanakan:
- kirim ide paper ke JA
- nonton Richard
- meeting dengan Femi hari Selasa, artinya saya perlu nonton video sebelum meeting
- ke sekolah hari Rabu bersama Femi

Nah, memang akan menjadi pertanyaan mungkin tidaknya saya optimalkan nulis paper.

Kalau saya bisa nulis sebuah jurnal artikel, maka dari tulisan itu bisa dibuat paper utk konferensi.

Apa tidak mikir nulis paper Indonesia.
Saya kira ini tidak menjadi prioritas karena nulis paper utk jurnal internasioanl jauh lebih sulit.



Sent from my BlackBerry® wireless device

Ide cerpen

Perhatikan percakapan siguru dengan satu siswanya yang masih kelas 4 SD.
G: menulis di kertas kotak dan segitiga = 12
M: apa ini Bu ( sambil nunjuk)
G: maksudnya kamu perlu ngisi kotak ini dengan bilangan yang kalai dikalikan hasilnya 12. Sambil tersenyum
M: gampang. Isi saja kotaknya dengan 2 dan 6.
Maksudnya apa?
Kotak disi 2 dan segitiga diisi 6
Pinter.

Saya bisa membuat cerita yang direviu oleh Fida.
Di akhir kata.
000000000000
Horeeeeeeeeeee saya sudah belajar matematika SMA. HoreeeEe.p.

Percakapan ini bisa diarahkan sehingga ujung-ujungnya dia sampai pada hiperbola

Terbatas pada bilangan bulat
Terapkan komutatif
Bilangan negatif dan bilangan negatif
Pecahan dengan pecahan
Di arahkan pasangan terurut x dan y jadinya xy =12

Diarahkan ke garis berpetak dan meletakan beberapa pasangan terurut baik dikuadran 1 maupun 2

Lihat ada pola lengkungan
Ditantang terus, ternyata jadinya gragik yang melengkung
Pakai kalkulator, pakai bilangan sebesarnya utk x, y mengecil
Demikian sebaliknya.

Karena sudah agak lelah, udahlah saya bilanglah ini disbut asymptot

Yang melngkung ini namanya grafik fungsi hiperbola.
Nah ini pelajaran SMA bahkan perguruan tinggi.

Horeeee. Karena kamu belajar matematika tinggi, maka hari ini kunamai kamu Asimptot ya. Ayo De Asimptot, saatnya shalat dhuru.

Dady, dady, You know, I am very smart. I can learn math SMA today.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Thursday, 17 May 2012

Jumat lagi

Ya Allah, hari terus berjalan. Apa harapan saya hari ini?

Berangkat ke kampus jam 1.30 atau di bus stop jam 2.
Mengambil print out dan hadiri PhD weekend.

Saya akan gunakan satu file saja, kirim ke JA segera malam ini Insya Allah.
Sehingga besok pagi saya akan mulai kerja paper saya.
Semoga lancar. Trims.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Cermati diskusi

Teacher 2:
She is a good teacher. She is good in mathematics. Nothing deeply wrong with her mathematics. She has no problem with classroom management. The class is not crowded. Almost every learner does the homework. Learner takes turn to solve problem on the board without any strict instruction. It is like voluntarily from learners. Learners participate actively such as answering teacher' questions, no only Yes or no, but also give his/her reasons.

The challenge is why this lesson is still problematic. It means there is wider pedagogic cultural problem that frames ......
This is why we need to analyze carefully about the object itself because the object (the intended object of learning) is still problematic for some learners.

What aspects then we need to look at carefully. Things that related to the mathematical object learned by learners.
They are about:
- examples in relation to the object
- representation in relation to the object
- questions in relation to the object
- mediation in relation to the object
- explanation in relation to the object
- what learners are doing or stating or questioning or reasoning in relation to the object. One important thing is that the teacher is not the only one that can provide explanation. The learner can do it and the teacher can re voice/paraphrase or the teacher can use learner's contributions to prompt other learners' thinking.

the - coherence of the lesson in relation to the object can be assessed or established based on those aspects.

Those are part of our analytical framework.
This framework seems are powerful in two ways:
1) As a tool to analyze the lesson/video to be able to talk about teacher mathematical judgement and the changes

2) This can be as a tool to develop or enhance teacher mathematics judgement.

Let's remember the TM1.

When the teacher was asked to reflect on the teaching by CP, teachers talked a lot. They talked about what the like and don't like, talking about the need to mention of the objectives, and the issues that this lesson is only for smart learners or who knows already about this.

Using this framework seems productive to focus teachers' attention to the object, which is about the intended object of learning and how the teacher create learning conditions for learners.
They were challenged to identify what examples, representations, questions and what learners did in relation to the object.

After recording all those, teachers could see and commented the relationship among them or to get them to see the coherence of the lesson.
The use of this framework prompt them to think about the object itself, such as why is that example, what about the order of examples, what possible things to see by the learners from those presentations. This shows the teachers that choosing examples to present require mathematical judgement.

There are 3 levels of judgement:
- how they explain
- what explanation they need to provide
- what examples and representations need to display
- what questions need pose
- what learners contributions are expected?
- what types of learner's engagement could be stimulated or enhanced.

All these need MJ.

We are interested to see school mathematics discourse. We have to have a good operational explanation. For example, how do we see routine?

Routine:
Is it a pattern of interaction between teacher and learners?
Is it in relation to mathematical instruction?

What questions do we need to ask ourselves to do the description of the lesson?

The nature of TMJ is able to see in the selection of examples and explanations in relation to the intended object.

If we want to see improvement, we want to see the examples used, a more greater leverage in relation to the intended object.

The teacher judgement can be detected through his/her way use languages, representations or in terms of generating examples, the way he/she endorse.
What's the operational criteria for what's legitimated?

In the teaching, teacher may state something,establish something, asserting something, explain something.

What we have seen from the videos that teachers work mainly at the level of statement, state what it is, state just what to do, so we miss objectivication, opportunity to .....to the object.

We see in the ICCAM, the results of imitating something rather than ....

We are wanting to see in the examples and representations greater leverage of object, that could be through started examples, opens up, references example.

The choice of examples may be haphazard, picking whatever comes into mind, as opposed to rational or well planned example.

In order to have good judgement, we have to be clearer in being able to identify and describe the intended object. Teachers have to be able to say this is "it" they want learners to know, and be clear about what they want them to do with it.
The major constraint is about the learners, the resources available, text book. The biggest constraint is the cultural script that are operating. That seems so normal.

In our PD, in each session, we need activities to reinforce this ability. For example:
- Here is the problem given.
- Here are some of the learners answered.

Now, what question do you ask the learners?
What explanation do you offer?
What do you want them to understand?
What examples and questions might you give?
What explanation would you give?
What do you want the learner to do?

All the time, what is it? What examples? What representations? How you explain? Why do you want the to do?
We can do this in the range of setting.

In video reflection, the will not necessarily focus on the way we are seeing but we need to bring them closer to our intention.

The reflection is about:
Are the explanations good for that thing?
Are the examples powerful for that thing?
Are the learners doing things that we expected?

From this writing so far, how do we turn these ideas into a way of being able to code our transcript?

What counts as an explanation?
Some of them by stating.
Whatever we capture, we need to be able to say what is it endorsed?
What criteria teacher recognise?

In T2 lesson, what we can say?
There are nice range of examples. She moves quite nicely through things. She gave useful representations to what distributive law look like?
But in fact what counts as explanations or endorsement is about steps that you need to do. They don't need to do about multiplication. How do we get to see that? How do we describe the endorsement?

For her, you know what to do by indicating the arrows. Whatever you find outside, you need to multiply the inside. So the endorsement doesn't reinforce words... But it doesn't establish the product or multiplication. It doesn't point what it is to multiply?

So we are not talking how do we deal with the lesson, but what could we see inside the lesson?
We want to see, what is carry about the intended object. What is there? How do you tell whether the explanations have relationship with the object.

The main issue is:
What is enacted here and how this relate to the object that we understand.

The is intending that learners would be able to do that and think that is sufficient. Good teaching involves learners. But something is missing here. Why her kids are still doing mistakes.

There is something. About disappearing object. What we are trying to do is to bring back the object into focus. When you are think what you are doing, you need to think about what is it.

Let see CP teaching:
What the examples and representations used?
He displayed verbal representation or words. Then writing algebraic equation. The represented in a table with particular cases. First is generating the value that if you multiply, give you 12.

T2, all the way through is symbolic.
Here there is the relation between examples, explanations, learner activity. The relation between this that constitute the coherence.

MJ is about how is the examples relates to the object.
How is the representation relate to the object

What examples are displayed
What explanation? Just describe restate.

When they see it? Do they able to recognise it?
Every time you see negative, it's not polynomial.

Have you got the means to deal with 1/x-2.
It is assertion. It is not rational for this so if they don't oppose with examples, learners cannot recognise it.

So it is not about how many. It is about critical features. They don't offer to discern .... All they being offered ......
Sent from my BlackBerry® wireless device

Monday, 14 May 2012

Gimana sih

Gimana sih cara komunikasi yang lebih baik.
Ini perlu dipelajari sungguh-sungguh, khususnya kalau menghadapi orang yang juga tidak kalah cepat bicaranya.

Saya harus belajar menerapkan rumus menjadi pendengar yang baik.
Kalau perlu pakai stopwatch atau count down.

Harus belajar seni berbicara.
Suami saya sudah mengingatkan sejak dulu cara bicara yang teratur, tapi saya masih juga belum mampu.

Tapi terbukti juga mampu ketika saya mempersiapkan dengan baik cara bicara saya, sampai orang terkagum-kagum. Untung suami mau mengkritikku dan saya terbuka dengan kritikannya.

Ini serius deh, cara bicara saya perlu dibangun.
Harus tegur diri sendiri dan didik diri sendiri.
Saya harus belajar jadi pendengar yang baik dan juga cara menghadapi orang yang bicaranya banyak secara bijaksana.


Sebenarnya, saya bisa belajar dari suami saya karena cara bicaranya jauh sering lebih teratur dan punya argumen yang kuat.
Kalau saya, disamping terbalik-balik, saya terlalu cepat ngomong dan kurang terkontrol.

Terbukti, saat Eva transcribe pembicaraan saya, banyak deh yang tak jelas. Belum selesai satu ide, sudah lonact ke ide lainnya.
Gitu juga saat diskusi dengan JA, saya dengar bicaraku kok kurang teratur.

Hey, too much keterbatasan.
Ah perlu belajar. Ya Allah bantulah hamba.

Tapi suamiku juga tuh perlu refleksi diri khususnya kalau komplain dan kritisi situasi Indonesia melulu. Saya khawatir dia dicap orang karena gara-gara pernah keluar negeri yang situasinya lebih ideal. Padahal orang di luar negeri juga banyak yang suka mengeluh. Jadi intinya manusia itu kalau suka mengeluh, ini faktor pribadi dan ini sama sekali tidak produktif, karena hanya menguras energi. Kalau mereka ya kerjanya mengkritisi karena keahliannya, itu sih lain ceritanya, mereka kerjanya memang itu bahkan dibayar untuk itu.
Tapi ini pandangan pribadiku yang mungkin tidak tepat.
Saya tidak boleh dong memandang pandanganku yang benar karena tiap orang beda-beda pandanganya.

Simpulan dari renungan singkat ini, untuk mewujudkan keluarga mawaddah warahmah, saya perlu lebih membangun komunikasi yang lebih lembut, yang lebih kalem. Saya yakin suamiku juga akan begitu. Suamiku tak akan pernah keras bila saya lembut karena suamiku penyayang dan romantis. Secara umum komunikasi saya dan suami sudah bagus, tapi saya rasa, bisa ditingkatkan kualitasnya, biar bisa jadi wanita, yang komunikasi akademik OK dan komunikasi pribadi sebagai Ibu dan anak juga jauh lebih OK. Iya nggak.
Saya yakin kok, ini ada rumusnya.
Ya Allah, bimbinglah hamba sehingga komunikasi saya jauh lebih indah, lebih bermakna, lebih bermanfaat, mencerahkan. Dan mudah dipahami oleh pendengarnya.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Belajar dari video

Kami punya banyak video.
Perlu summary data:
1. Nama guru
2. Sekolah
3. Kelas
4. Topik + durasi dalam menit
5. Banyak siswa
6. Videod by
7. Documents
- Transcript
- table of analysis
- summary analysis
8. .....

Apa yang paling penting adalah topik.
Sifat topik:
- sesuai kurikulum
- topik matematika apa
- pengenalan konsep
- prosedur penyelesaian soal dst

Coba fokuskan pikiran pada 3 guru

1. Lucky : pengertian polynomial
2. Sibongile Mazhazi: perkalian polynomial
3. Muzeva: pengenalan dan penerapan exponent law

Create a table for the three teachers
What do I need:
- what topic and the nature of the topic
- what is the intended object (we need to ask the teacher for a confirmation)
- what is the enacted object?

Here we need to understand the object itself to be able to see the judgement of teachers.
What do you mean?

Content knowledge (needed) for teaching:
SMK
PCK

Ok, let me focus on my analysis based on the rubric
- what is the intended object?
- what is enacted object
- how the teacher represent the object to enable to see the object
+ through explanation
+ through examples
+ through writing or different representation.
+ through engaging learners to participate, doing the examples by themselves after the teacher give example
+ through questioning them to make them thinking or focusing on the object.


Ok, can I explain what the teacher did mostly. What is the main characteristics of the teaching.

- Lucky: focus on unpacking the definition of polynomial. The starting point until the end, is about the definition of polynomial.
From one term, showing the examples and non examples, to more than 1 term, connecting it to the explanation of 1 term. The link is there.

For me, I can see and capture what he was doing. It is very clear.

But the problem how about the learner?
I have limited ideas on that. But I can give data that the teacher said this...... In this minutes and the learner answer this in the minutes .......

So, what I could pay attention to that,
The moments where the learners confirmed they understand by chorusing and learners' answered incorrectly.
The main idea that I could summarize the nature of teaching; unpacking piece by pieces, from specific to general, emphasizing what is poly and not poly, not exercise for learners to do, mostly chorusing yes or not, when asking to individu, some answered incorrectly.

Let me focus on the examples. Example of the thing is important to develop a sense what is the thing.

So I can make a table
Polynomial, definition in the worksheet

Insert here the table containing the pieces, its examples and non examples.
I can put the line numbers to refer to data.

At the end, we can see this examples.
We can problematise about the power of example, whether this helps to see the intended object or the specific object that not the intended object itself.

Let me focus on the representations?
What type of representations are there.
Mostly are symbols.

My questions, for polynomial, what types of representations. Remember function: words, symbol, table, graph.
In poly what.
Is there any more than symbols and words, as its name?
What types of representation needed for learner to see the object, to know the concepts. It seems different types of object require different types of engagement in learning.

See the differences of CP, engage learners along the way, writing on her/his books.

Here the nature want to tell every thing and at the end tell the learners to do his/her exercises with expectation that the learners can understand it.

So in the rubric:
- examples
- representations
- explanations, how he explain it
What explanations do you expect Sitti.
What types of explanation here: such as by giving examples and giving emphasis about the feature such as
Any number ...........
What do you mean by explanation



Sent from my BlackBerry® wireless device

Hakekat hidup

Renungan singkat:

Ketika kita berposisi sebagai orang tertindas atau sebutlah orang yang tak memiliki kuasa, tak memiliki suara, maka kita pun tak punya kuasa untuk membuat keputusan. Kita hanya menjalankan apa pun keputusan yang ada. Keputusan boleh jadi berpihak pada kebaikan kita, tapi juga bisa merugikan bahkan menimbulkan penderitaan pada diri kita.

Nah sebaliknya, ketika kita punya posisi, kita punya kuasa, yang artinya kita berpeluang membuat keputusan.
Tampaknya enak karena kita punya kuasa. Tapi sesungguhnya ini hal kritis. Mengapa? Karena kita harus mempertimbangkan banyak hal untuk pembuatan keputusan ini. Pertimbangan ini kadang-kadang tidak perlu dipertanggungjawabkan dalam hidup di dunia ini dan untungnya/celakanya akan memberi dampak positif/negatif.
Aha, pertimbangan pengambilan keputusan ini bisa karena kepentingan kebaikan banyak orang (tanpa pandang bulu), atau pertimbangan kepentingan pribadi (misal, berapa uang yang masuk di kantong saya dari keputusan ini, itu?), atau pertimbangan kepentingan keluarga atau kawan baik dan lain-lain (dengan alasan aji mumpung ...)

Inilah fenomena sosial. System akan terus berubah dan banyak sekali dipengaruhi oleh karakter pengambilan keputusan tadi dan dipengaruhi sejauh mana setiap individu punya kesempatan membuat keputusan.

Di sini pulalah peran penting pendidikan untuk melahirkan manusia yang punya kuasa membuat keputusan yang bertanggung jawab.
Pendidikan itu hak setiap individu. Dia tak boleh mengenal latar belakang keluarga, misal miskin, kaya, turunan pejabat, turunan bangsawan.
Setiap individu telah diperlengkapi oleh Sang Maha Penciptanya, memiliki akal pikiran, memiliki penglihatan sekalipun di antara mereka ada yang buta, memiliki pendengaran sekalipun diantara manusia ada yang tuli, dan memiliki modal untuk mengekpresikan pikiran dan perasaan baik melalui gerak tubuh maupun dengan kata-kata.

Sayangnya, hal mendasar ini yang sering kabur bahkan tak tampak dalam pandangan mata kita, sehingga kadang-kadang kita berpersepsi, hanya orang kaya yang bisa menikmati pendidikan, hanya pejabat yang punya kekuasaan.

Jangan heran dengan fenomena sosial ini. Saya pun terlambat menyadari hal ini.
Saya sering hanya mengikuti arus kehidupan, seakan semua harus terjadi seperti itu saja. Persepsi terbatas saya tentang takdir membuat pandangan saya terbatas, sehingga seakan membawa saya pasrah: LAh sudah takdir hidup miskin", sudah "takdir orang itu mati kecelakaan motor", "sudah takdirnya dia di penjara karena melawan penguasa", "sudah takdir dia hamil di luar nikah"
Saya katakan pandangan takdir ini terbatas karena jika dicermati, seakan manusia ini diperlakukan tidak adil oleh Allah padahal bukankah Allah itu Maha Adil? Maha Pengasih? Maha Penyayang?
Bukankah Allah mengatakan bahwa kuciptakan Engkau sebagai khalifah di muka bumi ini dan Allah tahu menjadi khalifah itu tidak mudah. Maka Allah memperlengkapi kita dengan segala sesuatu.

Artinya apa?
Mari kita sejak sekarang bahwa sungguh kita pada saat diciptakan, kita otomatis diberi kesempatan yang sama untuk membuat keputusan dalam hidup kita.

Jangan katakan diri kita tak punya kuasa. Diri kita hanya obyek. Kita harus mendengar suara hati nurani kita.
Hati nurani ini adalah kuncinya.
Nah hati nurani ini harus bersih supaya kita mampu mendengarkannya dengan baik.
Untuk soal ini, saya pribadi mencermati penjelasan Buya Hamka:

Hati layaknya cermin.
Kita tak bisa melihat wajak kita kalau cermin itu kabur atau banyak kotoran, sama halnya, kita tak bisa mendengat bisikan hati nurani yang suci ketika hati kita kotor.

Sent from my BlackBerry® wireless device

Sunday, 13 May 2012

Kurang 7 minggu so what

Posting sebelumnya adalah saya coba mengingatkan diri saya tentang kinerja dan prestasi yang telah saya capai selama postdoc, untuk meyakinkan diri saya bahwa dengan kemauan dan kesungguhan Insya Allah kita bisa.
Di mana pun kita hidup pasti ada tantangan dan saya beruntung karena keluarga saya bisa imbang dengan kemampuan suami dalam menangani kepentingan anak-anakku yang sedang butuh perhatian.

Nah sekarang kurang dari 2 bulan saya di sini. Mungkin saya perlu email Prof.

Dear Prof,
Here is the revision of my paper.
It also took time to switch on my thinking on this.
By the way, my time here is less than 7 weeks and I feel, one week is so short.
I am hoping very much I can maximise the rest of this time here to prepare me to work from Indonesia.

My thinking:
- I can continue analysing the rest of interview in Indonesia.
- I can continue the analysis of the video and we can produce some papers together.
Hope we can have some ideas for the next paper writing from the project to also help me to focus on the analysis.
- Also I hope, at least by December this year, I am able to submit another paper from my thesis as a part of my postdoc.
- before going back to Indonesia I must finish:
1. Slide Presentation of the paper so you can check it before I present.
2. Update of the references. I am thinking to group them, If I have time so it is easy for us to identify references about PCK, measurement, video analysis, and so on.

Hope I am not too ambitious, and hope I can have a productive time in the rest of my postdoc.

Thanks so much for engaging me into this valuable learning experiences.
Regards,
Sitti

Itu konsep surat.

Nah apa yang bisa saya lakukan dalam waktu dekat ini?

1. Selesaikan paper dan kirim ke Prof.
2. Sign in MERJ untuk tahu proses submit
3. Coba FNB online
4. Coba baca proposal Kak Usman atau Liya.

Apa yang harus jelas untuk video.

Untuk urusan video, jangan terlalu serius. Prof tahu caranya.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Kurang 7 minggu

Coba pikirkan apa yang telah kucapai sejauh ini, supaya tidak mengecap diriku kurang tapi justru harus bersyukur dan bertekad utk terus maju.

1. Presentasi paper di Malawi dan sepenuhnya didanai oleh proyek. Ini kan sangat luar biasa rejeki dari Allah.

2. Menyelesaikan paper ICME selaku penulis ke-2. Dan Insya Allah akan berangkat utk presentasi. Ini kan juga rejeki yang sangat luar biasa. Dananya dapat dari ICME juga dapat dari proyek.

3. Sudah sempat submit paper di JRME. Ini juga kan kemajuan sangat besar walau ditolak tapi kan dapat feedback yang membantu. Dan revisi paper ini kan, bagaimanapun lebih mudah dari pada saat menyusun yang pertama. Dan sebelum pulang, saya bisa submit kembali ke jurnal lain MERJ, Insya Allah. Kan ini sudah rejeki yang luar biasa. Masa sih masih menganggap diri ini nggak beres.

4. Saya juga sudah kerja keras utk mewujudkan paper bersama JA dan sudah disubmit ke Jurnal JOE. Reviewer juga Tim Internasional. Jadi ini juga jurnal Internasional.

5. Saya juga sangat beruntung punya kesempatan bekerja dengan JA yang hebat. Dia juga mengakui kinerja saya, sama dengan kedua pembimbing saya di Australia. Artinya, rekomendasi dari beliau akan sangat berharga utk masa depan akademik saya.

Hasil sampingan:
- saya bisa update jurnal terbaru
- saya bisa dapat banyak buku digital bahan belajar selanjutnya.
- saya bisa dapat wawasan cara nulis artikel utk jurnal internasional
- saya memperluas wawasan penelitian di bidang lain (MKfT)
- saya dapat pengalaman terlibat dalam proyek pelatihan guru yang sangat fokus. Ini juga bisa membuka kembali wawasan saya school math SMA yang sdh lama tidak saya kaji. Jadi bukan lagi sebatas primary tapi juga secondary?
- saya bisa memperdalam analisis data kualitatif, bahkan belajar NVivo, karena JA belikan licence.
- saya bisa bisa dapat network baru dan lain-lain.

Saya kira, saya telah melakukan yang saya bisa. Suami saya punya pikiran jauh ke depan, sehingga arahan beliau akan sangat bermanfaat. Saya tak boleh cengeng ya. Saya tidak boleh lagi down. Ini hanya buang ebergi dan tidak produktif.

Suami saya terlalu baik memberikan arahan bukan utk kepentingan pribadi tapi kepetingan keluarga. Beliau berwawasan dan beliau percaya pada kemampuan saya dan selalu mendukung. Apalagi? Bismillah, dan kembalikan pada Allah. Maafkan hamba yang Allah yang kadang-kadang merasa tak mampu.

Saya akan berpikir lebih sehat utk selanjutnya.

Sent from my BlackBerry® wireless device

Apa saya kecapean atau lalai

Capek itu adalah hal biasa.
Tapi saya kira capek itu bisa hilang karena semangat. Mungkin karena semangat saja yang kurang sehingga jadinya seperti ini.

Ya Allah, jadikanlah hariihariku semangat. Ya Allah, berilah kekuatan pada hamba. Hamba lemah. Hanya atas ijn-Mu, hamba bisa bangkit lagi.

Menulis itu berat tapi seharusnya tak ada kata menyerah.
Harus terus semangat.

Ya Allah, hamba ini sebenarnya bisa atas ijnMu, atas kerja keras.
Maafkan hamba karena melemah.

Saya harus dekatkan diriku ya Allah pada-Mu karena Engkau pemilik kekuatan.
Hamba tak punya apa-apa. Hamba sekarang siap-siap deh ke RoseBank dan segera bangkit lagi.

Malam ini semoga hamba bisa mengirim tulisan ke JA trusbaca proposal Liya dan Pak Usman.
Hamba mohon pertolongan-Mu Ya Allah. Saya tak boleh menyia-nyiakan kepercayaan suami yang memberi waktu pada hamba untuk berkarya di sini. 6 minggu lagi. Maafkan hamba dan kuatkan hamba dan semangatkan hamba dalam perjuangan ini. Trims. Dan teruslah limpahkan rasa syukur pada hamba sehingga Hamba bisa berbuat baik lebih banyak.
Maafkan atas perasaan lemah ini.
Insya Allah atas ijinMu hamba bangkit lagi. Bismillah.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Thursday, 10 May 2012

Alhamdulillah

Setelah melalui perjuangan yang lumayan tidak mudah, saya kira saya agak lega. Mengapa, karena
- saya semakin jelas dengan paper yang saya tulis
- kalimat-kalimat baru yang telah saya susun telah dicek oleh Yasmine. Artinya, soal bahasa tidak perlu diragukan.
- kalau pun kelebihan 150 kata, mungkin tidak masalah sebab saya asumsikan saya hitungannya dari Intro. Abstrak tidak dihitung.
- semoga JA punya waktu utk mengecek lagi dan memberikan masukan final yang sangat berharga.
- semoga paper ini diterima tanpa revisi atau maksimal diberikan revisi kecil.
Ya Allah, semoga perjuangan ini ada hasilnya dan semoga diberi kekuatan lagi untuk menulis satu paper lagi sebelum pulang ke Indonesia.
Ya Allah, maafkan hamba jika mengeluh dan berilah semangat tinggi dalam perjuangan ini.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Hi Yasmine

Let me tell you.
The main ide in this paper is to reflect the model.
The model was develop to address main issue of the use of the internet for teacher PD
It is potential but low uptake and complex.
Many PD have been done. I examined
- shor term
- incompatible

Then what is the characteristicss of EPD
I selected 5 that most relevant.
Because .....
To enable to do deeper inv I conducted ethnography ......
I also use zone theory to examine factors support and constrain ....
Integrated model.

I told the story
I analyse them
Then now I reflect on this
Sent from my BlackBerry® wireless device

Wednesday, 9 May 2012

Semoga besok bisa

Sejak pagi, saya hanya memikirkan bagian diskusi, hingga saya menghasilkan tabel.
Cuma saya masih juga sulit.
Paper ini kan tentang refleksi, tentang apa yang bisa kita pelajari dari proses ini.

Dia powerful, menjanjikan banyak manfaat baik pada peneliti dan partisipan, namun dia juga penuh tantangan. Dan yang menjadi pertanyaan besar adalah realistisnya metode ini.

Ya Allah, saya agak stuck utk meneruskan. Semoga malam ini bisa tidur dengan nyenyak dan bangun pagi-pagi mengerjakannya sehingga sebelum jam 10 saya bisa print utk bertemu Yasmine.

Hamba belajar ya Allah, kumohon pertolongan-Mu. Hamba tak berpengalaman. Semua akan menjadi mudah dengan izin-Mu atau kehendak-Mu.
Hamba tidak tahu, kapan ini selesai. Namun semoga ini bisa segera selesai dan terkirim dan semoga ini diterima dengan maksimun revisi kecil. Ya Allah, hamba hanya berusaha dengan Engkau penentu-Nya.
Tak ada dayaku selain dari-Mu.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Kok masih sulit juga???

Ayo, jika saya harus nulis 1 halaman saja utk bagian diskusi maka maksimum 5 paragraf singkat yang akan kutulis.
Ayo mikir jatah paragraf:

Satu paragraf untuk:
Dengan model ini Jack telah diempower dengan sejumlah buktinya

Satu paragraf untuk:
Dengan model ini peneliti tidak hanya mampu melakukan intervensi tetapi juga mendapatkan pemahaman yang mendalam yang berguna dalam tugas sebagai math educator

Kedua paragraf di atas dapat digabung yang intinya bahwa dengan model ini kedua pihak mendapat manfaat, dan hal ini sering tidak jelas dalam sejumlah PD diatas.

Satu paragraf untuk:
Promising, artinya menjanjikan. Artinya kalau menerapkan model ini, besar kemungkinan Anda bisa mendapatkan manfaat besar.
Bagi math educator, dengan pemahaman yang mendalam dan lebih sensitif, maka akan mempersiapkan kita menjadi .... Tidak sebatas pada teori tetapi mengetahui realita. Bagi guru, bilamana melaksanakan ini, khususnya guru yang lebih luas ZPD/ZFM, lebih mudah, dan sekali koneksi dengan internet, maka bisa self directif khususnya karena kita hidup di dunia digital. Seperti kata Ann dalam paper lainnya....Potensi internet akan semakin jelas dan membuka akses pada siapa saja akan lebih muda.


Satu paragraf untuk challenging

Terbukti memang challenging baik bagi guru maupun peneliti. Tapi proses belajar adalah proses melalui tantangan. Tantangan bagi peneliti .... Dan tantangan bagi Jack .......

Satu paragraf untuk: Feasibility/realistis

Jadi ada 4 tuh seperti yang saya janjikan.
Apa yang bisa kita pelajari dari proses ini?

Nah keempat aspek tersebut
Lantas apa artinya.

Bagaimana PD selama ini?
Bagaimana 5cEPD?
Bagaimana zone theory?
Apa implikasi teoretisnya?
Apa implikasi praktis?

Mengapa tabel itu sulit?
Sent from my BlackBerry® wireless device

Diskusi dan implikasi

paper ini adalah refleksi terhadap model yang telah saya kembangkan.
Model ini dibangun karena ada masalah, yaitu:
- potensi internet sangat besar utk PD guru tapi ternyata dua masalah: low uptake dan kompleksitas

- nah perlu dong penelitian PD yang bagaimana bisa membantu mengatasi masalah ini?

Lalu saya pelajari PD yang efektif itu seperti apa. Dan saya temukan 5 ciri yang saya pandang bersesuaian dengan sifat Internet sebagai alat belajar
- ongoing, kan dengan internet ada, kita bisa belajar di mana saja. Sumber tersedia dengan mudah.
- collaboratif, dengan internet, kita juga menjadi lebih mudah berkolaborasi dan bahkan internet bisa menjadi alat kolaborasi
- PD itu utk kepentingan pembelajaran siswa. Lah di internet kan tersedia banyak macam yang bisa melayani kebutuhan siswa yang berbeda-beda
- perhatikan individu dan konteks guru. Lah mereka punya teknologi, mereka orang dewasa yang bisa belajar, kita harus perlakukan dia dengan hormat, juga memperhatikan apa yang mereka miliki di sekolah. Misal merelka punya akses
- memperkaya pengetahun yang diperlukan oleh seorang guru. Lah internet kan sumber belajar yang kaya.

Nah, saya mau tuh mengetahui lebih dalam bagaimana bisa internet ini menjadi alat PD. Lah, karena saya ingin mendapat pemahaman yang mendalam (yang mana penelitian terdahulu tidak memberikan data misal efek)_ nah saya pakailah ethnography. Spesialnya lagi karena kelima karakteristik yang saya pilih tersebut bersesuaian dengan sifat ethnography. Misalnya:
- ongoing. Lah ethnography kan perlu waktu relatif lama. Jadi tidak singkat begitu loh
- kolaboratif. Lah ini juga prinsip dari ethnography. Harus membangun hubungan baik dengan guru. Dengan adanya saya di sana saya juga bisa mendorong guru tsb berkolaborasi fg guru lain.
- student-oriented. Ini tidak palsu. Ini kelebihan nyata ethnography, saya kan lebih mengenal siswa sehingga saya pun bisa memikirkan yang cocok buat mereka.
- konteks guru. Lah saya jadi orang dalam, jadi lebih mengerti apa yang cocok dengan situasi
- karena saya selalu bersama Jack, bisa melihat permasalahan pengajaran Jack dan bisa memikirkan hal yang bisa membantu utk memperkaya pengetahuannya atau mempengaruhi keyakinannya.

Nah, karena ini juga erkait dengan teknologi dan kita ingin tahu sejauhmana mereka menerima, faktor apa yang mendukung dan menghambat, saya pun pakai zone theory yang dikembangkan oleh Goos. Intinya bahwa perkembangan guru ditentukan oleh tiga zone yang saling berinteraksi. ZPD berkaitan dengan pengetahuan dan keyakinan guru tsb. ZFM berkaitan apa yang mungkin dan tidak mungkin dilakukan, termasuk masalah ketersediaan fasilitas, karakter siswa, kurikulum. Namun harus diingat juga bahwa ini juga berkaitan dengan persepsi si guru pada apa yang bisa dan tidak bisa. ZPA berkaitan dengan support yang tersedia bagi guru, entah itu dari peneliti, trainer dst.

Demikianlah teori yang saya tetapkan atau bangun utk penelitian ini.

Lalu saya sampaikan metode penelitiannku:
- data yang kukumpulkan sekaligus tergambar instrumen
- dan analisis data yang kujalankan yang tidak rinci tapi setidaknya saya bangun berdasarkan teori.
- saya juga alert masalah kekuatan dan keterbatas dari ethnography ini karena ini adalah perpektif peneliti

Ayo, apa ada yang tidak pakai perpektif peneliti? Semua kan sangat bergantung pada pikiran peneliti.
Maka itu dalam prosesnya saya melibatkan peneliti senior secara rutin
Wah saya perlu pikirkan kembali mengapa kalimat dari JA itu perlu saya masukkan. Di sini kan berbicara metode.
Ini memang refleksi.
Ide JA:
Bahwa di sini letak kekuatan dan kelemahan dari studi PD yang menggunakan ethnography.
Iya sih. Ini bukan berarti bahwa penelitian saya lemah. Tetapi harus diangkat kepermukaan bahwa ini bisa lemah dan ini juga bisa kuat tergantung pada si ethnographer.

Seharusnya saya bilang begini.
Merujuk pada Hammersly, saya perlu mengatakan bahwa mengingat kekuatan atau pun kelemahan dari PD ini sangat bergantung pada siethnographer maka saya pun mengantisipasi hal berikut:
- secara sengaja mentrancrip interview sendiri
- secara rutin saya berdiskusi dengan peneliti senior yang membantu saya
- secara kontinu saya membaca ethnography dan saya mengalami pemahaman saya terhadap ethnography terbangun selama proses ini.

Saya kira sudah jelas. Saya hanya memperkuat di sana bahwa menyadari di situ letak kekuatan dan kelemahan PD dengan ethnography, maka saya lakukan itu semua.

Poin ini penting utk kembali diangkat di bagian diskusi.
Apa kekuatannya dan apa kelemahannya?

Kekuatan utk saya peneliti:
Memberi pemahaman yang jauh lebih komprehensip dan lebih kaya dan ini cocok banget utk seorang ethnographer.
Kelemahannya, apa ini realistis utk dilakukan. Bagi seorang math educator utk menyiapkan waktu yang lama? Dalam kesibukannya?

Sepertinya sulit kan?
Tapi apa dong yang bisa kita pelajari dr kasus ini.
Sepertinya tidak realistis.
Tapi satu hal, melakukan ini sekali secara detail memberikan modal besar dalam interaksi selanjutnya dengan guru.
Itulah saya katakan bahwa saya merasa membangun personaliti yang baru yang sangat bermanfaat dalam interaksi saya dengan guru setelah studi ethnography ini.

Dalam hal penelitian, saya membawa asumsi atau argumen yang sangat kuat bahwa perlu PD dari dalam, karena kelemahan PD yang ada. Tetapi dari pengalaman ini, saya mempertanyakan asumsi saya, membawa saya pada refleksi, mungkin tak pernah ada satu model PD yang sesuai utk semua situasi.

Namun apa pun bentuk PD tersebut, kelima karakteriatik ini nampak sangat membantu. Jika tidak membantu dalam memberikan perubahan yang signifikan, tetapi membantu memahami mengapa berubah dan mengapa tak berubah, setidaknya ini memberikan data yang mendalam mengapa low uptake bisa terjadi.

The power dari kelima 5 C itu adalah ...... Utarakan dengan singkat dan jelas

The power dari ZT itu adalah ..... Utarakan dan kaitkan dengan temuan Goos.

Namun yang sangat dominan di sini adalah bahwa kita sering bicara PD utk guru, dan PD utk kita math educator sering tidak dimunculkan dalam penelitian tersebut. Interaksi kompleks yang terjadi antara saya dan Jack menggambarkan bahwa saya belajar di sepanjang jalan, termasuk belajar memahami pembelajaran guru. Pengalaman pribadi saya yang memotivasi saya meneliti topik ini karena internet telah menjadi alat yang sangat powerful di situasi dimana saya berada di akses yang terbatas, dan saya berpikir bagaimana suypaya guru memanfaatkan ini, ternyata, ini membuka mata saya bahwa sungguh ada faktor lain yang bisa menyebabkan ini bukan alat ampuh sebagaimana pengalaman pribadi saya. Jadi ini sungguh juga berkaitan dengan PD dari ethnographer sendiri.

Nah kalau gini gaya tulisku, barulah terasa refleksiinya.
Saya tidak mengedepankan powernya, tapi saya mengedepankan, lantas apa yang bisa kita pelajari di sini.

Agar semakin jelas dan padat, saya perlu membuat table simpulan ini

Dimensi 1; Jack dan sitti
5imensi dua: powrfulness, promise, feasibility

Kalau ini bisa saya kerjakan, maka tangga terputus dalam mimpi saya bisa tersambung dengan kuat.

Saat ini, saya kira tangganya sudah jadi. atau alur sudah terbangun dengan jelas.
Tingga memberesi yang diujung atas supaya saya tidak jatuh lagi.

Dua mimpi saya memberi petunjuk yang bermakna. Dan Insya Allah ini akan terwujud dengan bantuan Allah.
Hari ini Rabu. Entah apa ini bisa selesai hari ini.
Besok janjian Yasmine. Artinya saya di kantor jam 9 utk cetak dan ke Yasmin jam 10

Harus jelas berapa kata yang harus dihapus.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Tuesday, 8 May 2012

Curhat paper

Hi
Maaf kali ini saya curhat lagi. Rasanya kok bingung ya.
Ceritanya saya sedang nulis paper utk publikasi.
Paper ini tentang refleksi saya terhadap satu model pengembangan guru. Mengapa kok refleksi. Karena berdasarkan paper saya terdahulu tentang tawaran model, saya mendapat kritik tajam tentang masuk akal tidaknya menawarkannya sebagai sebuah model, meskipun saya memberi argumen di mana letak power dan mengapa model ini menjanjikan. Intinya mereka tidak yakin dengan argumen saya apalagimereka melihat dengan lama waktu saya terapkan yaitu lebih 500 jam, tapi hasilnya kurang efektif.

Semua reviewer atau penelaah melihat kekurangan ide saya karena hanya didasarkan pada satu kasus.

Nah sekarang saya merevisinya dan mempertimbangkan masukan mereka.
Saya mau melakukan refleksi terhadap model ini yang melihat dari kedua sisi, baik saya sebagai peneliti atau math educator maupun pada guru yang menjalani proses tersebut.
Apa intinya?

Pada diri saya:
- menjadi ethnographer membuka mata saya tentang kompleksitas dari tugas pengajaran. Memperbaiki pengajaran bukan hanya sekedar menawarkan ide pada guru, bukan hanya tentang tersedianya fasilitas apa yang diperlukan oleh guru. Sebagai math educator yang menfokuskan diri dalam peningkatan kualitas diri, dalam menatar guru, mempercayai bahwa penataran ini sering tidak bersesuaian dengan lapangan, maka saya harus hadir di kelas. Itu pun bukan suatu hal yang sederhana. Artinya apa, mungkin tak ada model PD yang bersesuaian yang cocok utk semua.
I keberhasilan dari PD ini jika hanya diukur pada sejauh mana dia berubah, makan itu tidaklah tepat karena ada sj yang tak berubah, namun dari perspektif penelitian, bahwa dia dapat memberikan pemahaman mendalam mengapa sesuatu tak berubah dan mengapa berubah.

Dua isu utama yang saya pilih bahwa memulai di mana guru berada, adalah hal tampaknya powerful dalam hal ini, memulai di mana guru itu mengajar jam dengan cara tak kaya, lalu menawarkan, setidaknya memberikan efek pada mau memanfaatkannya utk anak, mau berbagi bagi siswanya.

Alah, gimana kalau orang bilang, ah, itu kan bisa saja terjadi dengan memberikan list pada guru tersebut.
Iya juga, siapa yang bisa memastikan itu. Lagi-lagi saya harus mikir.

Penelitian itu bukan menceriterakan ini loh kehebatannya tetapi bisa juga menjadi suatu refleksi.

Come on. Apa sebenarnya argumen yang hendak saya utarakan.

Atau apa argumen yang sudah saya utarakan. Kuat tidak argumen tersebut? Gimana nih caranya?

Saya belum bisa tetapi Insya Allah akan bisa. Terus saja mencobanya.
Tidak mudah.
Tapi semua kan selalu tak mudah, tapi akhirnya bisa asal mau saja.

Sent from my BlackBerry® wireless device

Monday, 7 May 2012

Apa yang penting?

Proses pembelajaran.
Berapa minggu lagi?
8 minggu lagi.
Sebutlah satu minggu utk persiapan pulang, yang artinya waktu belajar adalah 7 minggu.

Gimana maksud JA yang paling mendasar?
Ini adalah paper tentang refleksi, artinya merefleksi proses PD.

PD, di satu sisi, banyak kritikan bahwa PD terlalu singkat, kurang menekankan kolaborasi, kurang meningkatkan konten matematika dan PCK nya, kurang student oriented, kurang memperhatikan konteks guru.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Kemajuan revisi paper

Sejak pagi, saya mencermati feedback JA. Masalah paling berat adalah memperjelas cerita agar tampak bahwa saya menerapkan atau mempertimbangkan kelima karakteristik PD efektif dan cerita yang paparkan menunjukkan sifat ethnography.

Saya dapat teknik, yaitu dengan melabelnya atau memberi kode sebagai pertanda.

Saya katakan kode tersebut dipakai untuk mengindikasikan bahwa kejadian itu merupakan hasil pertimbangan pada 5cEPD atau ethnography, atau merupakan efek langsung dari penerapannya.

Nah, pada waktu analisis, maka akan semakin jelas dimana kelima itu muncul dalam cerita. Jadi hanya sebagai penegasan kembali.

Demikian juga utk faktor pendukung dan penghambat yang berhubungan dengan zone theory.

Jadi saya kira, saya sdh dapat jalan keluar.

Nah, hal mendesak lainnya adalah memperjelas di mana letak kekuatan dari metode yang saya terapkan?
Di mana juga letak keterbatasannya?

Penelitian ini bukan hanya bermanfaat bagi guru, tetapi juga pada peneliti. Dimana letak manfaatnya?

Trus gimana program selanjutnya.

Merevisi.
Menandai dengan huruf Biru untuk menunjukkan perubahan yang signifikan dari draft sebelumnya, sehingga JA juga melihat letak di mana saya mengakomodasi feedbacknya.

Maksud lain memberi warna biru, bahwa bagian ini perlu mendapat perhatian, siapa tahu ada masukan utk bagian tersebut.
Bagian lainnya bukan lagi fokus atau JA tak harus atau tak perlu membacanya.

Harapan, saat dia baca, dia bisa beri masukan terakhir untuk saya finalkan sesuai ketentuan jurnal dan segera mengirimkannya.

Saya juga perlu membaca artikel JRME, ingin menfotocopinya dari JA.

Kapan meeting? Hari Rabu.
Ini berarti saya harus mengirim hasil revisi saya paling lambat besok sore, dilengkapi dengan email.

Dear Prof,
I have found your feedback very useful and challenging.
I have reanalysed the story and had some notes. But I cannot include my notes since I have been constraint with the page limit. Therefore, I decided to label the story to illuminate the application of 5cEPD. This can maintain the clarity of the story and this already flow well.

By having this label, it also helps me to strengthen the discussion.

I think I have accomodate most of the reviewers feedback and your feedback, except ...... for several reasons below.
I use BLUE FONT to indicate that they need your attention. They are significant changes from previous draft that migh need your attention.

Hopefully, the quality of this paper is much better and hope the next reviewers will accept this without revision, or at least just minor :)
Hope this paper is ready to send this week so I can come back to our project works, the video analysis in particular.
Please let me know your time for discussing this paper.

Regards,
Sitti
Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, 5 May 2012

FW: video Analyses - for discussion (III)

From: Jill Adler
Sent: 05 May 2012 06:23 PM
To: Sitti Patahuddin
Subject: RE: video Analyses - for discussion (III)

 

We can chat on Monday – don’t be hard on yourself – it is hard going back to the phd work  to write it up for papers – the process itself and passing it was such a big task as you say and also you have been doing so much other work in the past months …you also worked hard on the video analysis and so are tired

So take some rest!!

Read some interesting works that have nothing to do with your work; or some novels

 

Re Monday, you can decide – may be better for you to try to get back into the mood to do the paper

It is only if you wish to and want to take the time

 

From: Sitti Patahuddin
Sent: 05 May 2012 06:17 PM
To: Jill Adler
Subject: RE: video Analyses - for discussion (III)

 

Not sure Prof.

Because I haven’t got my right mood to do my paper. I read it but not doing it. Too bad.

You know. This may be a kind of illness. Last time, I experienced the same, when writing JRME paper.

It is a kind of a blockage in my mind.

Therefore, yesterday, after giving you the instrument, I went to Fordsburg with Ntsiki and Patricia. It was wonderful. I was so happy.

But it seems, it doesn’t help me yet.

I realise I need to work hard on this.

I realise that I have passed the very difficult process of my PhD.

It was very difficult in all aspects including language and writing. I never wrote an essay (Australian style) in my academic life prior my PhD.

But I passed all the challenges with all hardworks and many supports from my supervisors, family, and many other people.

I thought, this paper should be easier than that process.

But why can’t I move forward?

I am a bit frustrated on myself.

 

Regards,

Sitti

 

From: Jill Adler
Sent: 05 May 2012 05:49 PM
To: Sitti Patahuddin
Subject: RE: video Analyses - for discussion (III)

 

That’s very interesting

 

I am doing the interview with her on Monday – do you want to come with me?

 

From: Sitti Patahuddin
Sent: 05 May 2012 05:46 PM
To: Jill Adler
Subject: RE: video Analyses - for discussion (III)

 

Dear Prof,

I had a chat with Ms Mashazi after AMESA workshop today.

She told me that she played the video in her classroom. Her learners were excited with their own conversations/the mistakes.

She said that she and her students found it useful and help them to understand better. She also showed the video to other classes and learners responded well.

She also told me that PGCE and the project really help her and change her views of teaching.

In the workshop, she told me her new understanding that we can actually teach function with the four representations at the same time.

While her HOD told her to just teach learners with graph representations in Grade 9, not the table anymore J

 

Regards,

Sitti

 

 

From: Jill Adler
Sent: 05 May 2012 05:24 PM
To: Sitti Patahuddin
Subject: RE: video Analyses - for discussion (III)

 

Hi Sitti

I seem to have two emails with video transcrfiptions for Museva but none for Mashazi – can you send me these please

 

Thanks

 

Hope you are having good weekend

 

Jill

 

From: Sitti Patahuddin
Sent: 01 May 2012 08:44 PM
To: Jill Adler; Ntsiki
Subject: video Analyses - for discussion (III)

 

Three files.

Please see my email earlier

Sitti

Friday, 4 May 2012

Buya Hamka

Beberapa hari ini, ceramah Almarhum Buya Hamka selalu mewarnai pikiran saya. Saat beliau ditanya, apa ini rumah Buya. Dia jawab: "Bukan, ini rumah Allah, saya numpang saja. Ini dititipkan ke saya". Buya telah tiada dan rumah itu kan tak dibawa mati. Ditinggal begitu saja. Ya Allah, ini sungguh bermakna.

Jadi apa pun yang keluarga saya "miliki" itu bukanlah milik kami. Kata "memiliki" itu perlu saya pikirkan kembali walau itu disertai sertifikat, surat-surat pembelian dan lain-lain.

Kami tak punya apa-apa. Semua hanyalah titipannya. Pantas ya, kita dianjurkan banyak puasa supaya lebih sensitif pada penggunaan apa yang kita sebut "milik kita".

Semalam, sepulang makan dari restoran, karena kami kekenyangan, saya ajak kawan jalan kaki sebelum masuk kamar masing-masing utk istirahat. Benar-benar kenyang. Kami pun berbincang-bincang dan sepaham banyak hal walau kami beda agama. Bahwa kami tak sepantasnya seperti ini padahal banyak orang di luar sana lapar. Alhamdulillah, ini sih pertanda sensitif.
Sama halnya, kalau kami sudah belanja, kami saling menasehati, apa benar-benar dibutuhkan. Kalau nggak, uangnya kan masih lebih baik utk orang lain yang sangat membutuhkan utk keb dasar.

Ada satu teman dari luar negeri, duh sering banget belanja. Sudah punya puluhan sepatu, masih juga mau beli. Sudah punya banyak pakaian, masih juga beli. Akhirnya kuberitahu, emang belum cukup. Kan mending tuh uangnya didonasikan. Dia tanya, donasi ke mana??? Hmmmmm lalu kujelaskan. Dia juga sering bilang, ini cocok banget untukmu. Beli saja. Mumpung loh. Kujawab dengan mantap, di Indonesia semua ada. Saya hanya punya 20 kg jatah bagasi. Kelebihan bagasi perkilo seharga 1 juta lebih. Ini pun, saya tak bisa bawa buku-buku karena keterbatasan. Dia pun bilang, yah, buku-bukunya berikan saja ke saya:) OK.

Apa hikmah dari cerita ini? Kita perlu mengontrol diri kita dalam hal belanja. Saya sih tahu kelemahan saya, bahwa saya sendiri suka tergoda kalau ke Mall. Apalagi jika ada orang yang meyakinkan saya. Biasa kan, ada penjual yang begitu agresif. Dua hal yang saya lakukan:
- Jarang ke mall, kecuali ada kebutuhan. Untuk cuci mata, sangat jaranglah. Apalagi itu buang waktu.
- sebelum meninggalkan rumah, berdoa. Semoga diberi yang terbaik, tidak tergoda dan terpelihara hatinya. Semoga yang dibeli itu memang seharusnya saya beli, jika tidak berguna, semoga tidak dibeli.

Dua hal ini penting sekali. Kalau pun saat ini tiap minggu ke Mall, tapi beli kebutuhan pokok-kadang juga sih tergoda lihat sale di mana-mana. Maka itu doa tadi perlu banget. Maklum, tanpa bawa cash, kartu tinggal gesek saja. Nah, artinya kita perlu kontrol, dan tak boleh mikir "INI MILIK SAYA". Tak boleh hanya mikir "INI HASIL KERJA KERASKU". Semua ternyata hanya titipan dari Allah. Semua itu bukan milikku. Maafkan hamba-Mu Ya Alah, semoga hidupku tidak sia-sia dan mendatangkan kebaikan bagi sesamamakhluk-Mu. Amiin
Sent from my BlackBerry® wireless device

Wednesday, 2 May 2012

Nasihat

Saat ini sudah hampir jam 7 dan saya belum berbuat banyak selain shalat, baring, mendengarkan sedikit rekaman diskusi.
Saya seharusny mengerjakan paper MERJ saya.
Tapi kok kurang semangat. Padahal justru itu yang sangat penting.
Jam brp saya harus ke kampus.
Sebaiknya tinggalkan rumah jam 7.30, artinya naik bis jam 08.00.
Jika punya waktu 30 menit, saya bisa pakai utk print interviu, jadwal interview. Ok sarapan saja dan siap-siap ya. Trims

Sent from my BlackBerry® wireless device

Before going home

I will write notes about South Africa yang akan kutinggalkan, semoga dua minggu sebelumnya atau tujuh hari.

Minus 7: selamat tinggal South Africa
Minus 1

- maafkan, saya tak mengenal banyak tentang mu.
Saya bertanya ke Pak Salut. Jawabannya sbb.

- Saya terkebelakang karena saya jarang membaca. Saat kecil juga nyaris tak pernah nonton karena tak punya TV hingga saya selesai SMA kalau tidak salah ingat. Yang kuingat, kadang-kadang ke rumah tetangga untuk nonton Film si unyil.
!ahkan saat S3 pun saya tak pernah peduli dgn mu. Saya hanya kenal Nelson Mandela, yang biasa di TV, itu pun setelah kuliah S2 mungkin.
Saya tuh tertinggal banget tentang info benuamu. Kesan yang tersimpan di memoriku itu bahwa benuamu itu diasosiakan dengan lapar, kurus, kematian, penyakit aids, berkulit hitam pekat, dan lain-lain. Seakan tak ada yang menarik pada dirimu. Apalagi, saya tumbuh di negara yang mempersepsikan cantik itu sebagai orang putih. Maka itu, kadang-kadang ada orang yang terkelupas wajahnya gara-gara pakai cream pemutih. Katanya biar kulit hitam bisa terkelupas diganti dengan kulit putih. Rasanya saya pernah juga korban sekali seperti itu. Hi Afrika, karena saya juga ingin tampak cantik, maka itu saya ingin berkulit putih. Ah, setelah tua begini saya menyadari bahwa definisi kecantikan itu terbentuk dari siapa punya kuasa. Dan di negeri inilah saya memperluas pemahaman tentang apa arti cantik sesungguhnya. Makanya, saya sudah melihat kecantikan meski pun kulit berwarna gelap dan sangat gelap

Afrika,
Tahukah kamu bahwa saya terlalu miskin pengetahuan tentangmu.
Ketika orang bertanya "mengapa sih Maesuri milih Afsel, kok bukan Inggris, Amerika, Australia, atau Belanda, atau Jerman, seakan kamu itu memang tak diperhitungkan.
Ternyata saya tak menyesal berada di benua ini, yang telah memberi warna baru dalam pikiranku, yang telah memperkaya pengalamanku, telah bertemu saudara-saudaraku.

Ide lainnya:
Trims JA
Mengapa saya beruntung bekerja dengan dia

Mengapa saya beruntung berada di grup mereka

Berteman dengan orang-orang muslim

Pengalaman berinteraksi dengan orang-orang

Para guru yang yang kucintai

Miskonsepsi pribadi yang bisa membuka wawasan.

Saya tak perlu malu dengan kebodohanku. Kuceritakan ini karena saya ingin orang lain lebih pintar dariku, lebih berwawasan.


Sent from my BlackBerry® wireless device

Fw: What's on @ the WSoE

Sent from my BlackBerry® wireless device

From: "Ruksana Osman" <Ruksana.Osman@wits.ac.za>
Date: Wed, 2 May 2012 16:11:14 +0200
To: <florence.debraine@wits.ac.za>; <Ruksana.Osman@wits.ac.za>
Subject: FW: What's on @ the WSoE

 

 

What’s on @ the WSoE

Please send all information for School of Education notices to dasandham@gmail.com .All events, special lectures, seminars and student and staff notices, involving School of Education staff and students and of relevance to the School of Education only, are welcome for submission. Please send text only in Word format or in the body of an email, no formatting or attachments, maximum one paragraph, including date, time, venue and a contact person for RSVP/more info. Deadline strictly each Monday at 14:00.

SEMINARS, CONFERENCES AND LECTURES

 

SPECIAL SEMINAR

The NRF programme in Local Histories & Present Realities presents Stephen Volz, Kenyon College: "African Teachers on the Colonial Frontier: Tswana evangelists and their communities during the Nineteenth Century"

Date: Thursday 3rd May 2012

Time: 13:30

Venue: Origins Centre, Main Campus, Ground Floor, Room 006

Refreshments will be served.

 

MICHAEL YOUNG SEMINARS

The Wits EPU is pleased to announce a visit from Professor Michael Young, who will deliver two seminars:

‘What is the future of weak professions? Thinking about the role of professional knowledge’. This session will consist of a short introduction by Professor Young, followed by discussion.

Date: Wednesday 16th April

Time: 9:00-11:00

Venue: To be confirmed.

RSVP: lumka.hlefani@wits.ac.za

 

‘The curriculum as ‘an entitlement to powerful knowledge’ or, Is the UK Coalition government's curriculum agenda right wing?’ A paper will be distributed for reading in advance.

Thursday 17th May

Time: 9:00-11:00

Venue: To be confirmed.

RSVP: lumka.hlefani@wits.ac.za

 

Professor Young is Emeritus Professor of Education at the University of London, and Visiting Professor at the Universities of Bath and the Witwatersrand, through the Wits EPU, and Beijing Capital Normal University. He is Distinguished Fellow, School of Critical Studies in Education, University of Auckland and a Fellow of the City Guilds of London Institute. His recent book, Bringing Knowledge Back In (2007) won a prize for outstanding books on education. He is currently co-editing Educating for the Knowledge Economy with Hugh Lauder and colleagues at Bath. He is Assistant Editor of the Journal of Education and Work, and a Consulting Editor for the British Journal of Sociology of Education, International Studies in Sociology of Education, and Critical Studies in Education. 

 

ANNOUNCEMENTS

 

CONSTRUCTION UPDATE

The construction contractor is planning to commence work on the access to the new admin building wing from the existing building on Tuesday 24th April. This will entail closing off the main staircase until the work is complete. During this time, access to the admin building will either be via lift on the ground floor or the concourse on the first floor. People must either use the lift or the staircase on the east side of the building, to get to the second, third and fourth floors.

 

THANK YOU

The last week show-cased the interesting work staff and students are doing in the undergraduate program!

Debbie and Heather together with their students pulled off a fun filled special Olympics with students from Forest Town School. Well done Colleagues and Students!

Gao and PGCE Drama students put up a thought provoking and moving show in the Space Frame. Excellent reviews from staff who attended and a strong recommendation to go 'BIG' and repeat the show in the Linder! Thank you Gao and PGCE students.

Foundation Phase students went back to childhood with a variety of activities on the concourse. Thank you Viv and Loraine and students.

Thanks to Mark Sandham, Alison Chisholm and the library staff for the offer of assistance to all staff. Mark this is greatly appreciated and valued!

Thanks to Lee and Ruth for finalising the arrangements for TE much appreciated!

 

PHDS AT PLAY

The long awaited social event for the PhD students in the School finally came last Friday. The PhD committee through its student representatives organised the social event with a focus on socialising through Soccer, Volley ball (indoors), and Squash. It took them a while to get students to commit to this idea, but once committed there was nothing stopping them. This social get together was the first of its kind and I wish to thank Washington Dudu and Gift Luxomo for this innovative idea. Thanks also to Matsie and Devi who supported the students in developing this initiative- may the games continue!

 

VISION STATEMENT

 

After a long process of consultation and amendments the School Exec has approved the vision statement for the School.  Thanks to all who contributed so actively to this process and the challenge now is to realise the vision on the part of all divisions and centres by way of practicable and achievable goals.

 

Final Vision statement

 

The Wits School of Education aims to be a leader, regionally and internationally, in the development of best educational theory and practice through high-quality teaching and research. We aim to develop accomplished teachers and educational leaders, to foster well-informed public debate,  to promote intellectual and professional innovation, and to engage constructively with all sectors of the educational community.

 

Enjoy Teaching Experience!

Ruksana