Friday, 30 March 2012

Note

Orang kampungan yang salah persepsi

Selaku orang kampungan yang berwawasan terbatas, saya harus jujur bahwa saya kadang-kadang berpersepsi keliru dan bahkan fatal. Saya akan beri satu saja contoh, semoga ini bisa menjadi pelajaran bagi pembacanya.

Saat saya dinyatakan diterima S3 di Australia, dengan beasiswa 50 bulan (4 tahun), saya tidak dipersyaratkan kuliah. Saya hanya dituntut menghasilkan disertasi. Artinya semacam laporan penelitian. Wah terpikir saat itu, enak banget TIDAK KULIAH. Ini mungkin lebih mudah dari S2 saya di Indonesia. Saat saya S2, hampir tiap hari kuliah, sering belajar pagi hingga larut malam, banyak tugas menulis makalah, dan banyak ujian (UTS, UAS). Sibuk banget deh! Padahal kerjaan cuma belajar (tidak ada kerja sampingan). Lah di S3 tak ada kuliah! Enak banget ya.

TERNYATA, dasar Sitti Maesuri, si anak kampungan ini, salah kaprah.
Pikiran enak itu salah 100%. Tapi baru sadar saat menjalaninya.
Kenyataan yang ada, waktu 8 jama sehari atau 40 jam seminggu (berdasarkan panduan sukses studi S3), SANGAT TIDAK CUKUP untuk saya pribadi. Bahkan tidak jarang terpaksa bekerja hingga malam di kantor atau merenung sambil menulis diperpus hingga jam tutup perpus (jam 11 malam). Perpusnya sih nyaman banget. Kenyamanan itu tergambar di .....
Pengalaman ini pulalah yang membuat saya semakin kagum pada suami saya. Beliau selalu bilang, pokoknya kalau memang diperlukan tinggal sampai malam tinggal saja. Saya akan dampingi anak-anak. Pokoknya telp sj jk saatnya pulang. Saya akan jemput.
Kadang beliau baru tertidur, saya telp. Saya menyatakan rasa bersalah. Beliau tak pernah sedikitpun mengeluh, atau terdengar rasa keberatan. Padahal di tengah malam setelah saya pulang beliau berangkat kerja. Dia dalam beberapa kesempatan bilang, resiko dipecat dari dosen PNS pun beliau rela, demi keutuhan keluarga, demi menjalankan amanah dari Allah. Katanya masa sih mengkaji pendidikan tapi mau mengorbankan pendidikan. Saat sebelum ke Australia, kami memang menghadapi masa-masa sulit. Saya di Australia, suami sibuk kerja selaku dosen PNS, kedua anak yang masih kecil dititip di kampung di Sulsel di tempat neneknya. Beliau pun akhirnya rela beralih dari kerja selaku dosen menjadi tukang bersih atau tukang ngantar makanan di Australia, sambil beliau belajar bhs Inggris. Katanya tak perlu malu, yang penting halal. Katanya kerja sini jauh lebih mudah dari pada bertani dan jadi tukang jahit (karena pengalaman jadi petani dan tukang jahit sejak kecil-bahkan saat mahasiswa juga sambil menjahit dan ngajar walau saat itu beliau sangat aktif diorganisasi). Wajar kan jika diam-diam saya mengaguminya. Ooops kok cerita ttg suami sih. Barangkali ini pertanda istri yang terlalu kangen pada suami tercinta.

Let's back to the story of anak kampungan yang salah persepsi.
Ok, sebenarnya sebelum S3 saya dengar dari salah seorang Bapak Pendidikan Matematika, orang yang sangat berjasa dalam mendirikan program Pasca Unesa. Beliau bilang, perbedaan antara S2 dan S3, mahasiswa S3 itu harus menemukan suatu hal baru. Saya tuh baru ngeh maksudnya setelah menjalaninya.
Saya coba pakai analogi, semoga memudahkan saya menjelaskan.

Misal, Anda dituntut membuat kue tradisional Indonesia yang tak ada duanya. Artinya ada hal baru yang tidak dimiliki oleh kue tradisional se Indonesia. Nah apa artinya.
Tidak mungkin Anda mengatakan bahwa kue itu baru tanpa melakukan investigasi mendalam dan menyeluruh. Anda tentu harus mencari referensi kue-kue tradisional Indonesia. Jika ketemu tiga buku, itu kan bukan jaminan bahwa gak ada buku lain. Mungkin Anda juga perlu menemui pakar pembuat kue tradisonal dan cari ide dari mereka.

Bayangkan Anda diminta membuat kue yang baru PADAHAL bikin kue yang biasa saja belum tentu bisa. Sulit kan????Nah maka itu Pantas Anda diberi waktu 4 tahun untuk mempelajari ini, mungkin termasuk mempelajari dasar-dasar pembuatan kue, nama-nama bahan kue dst.

Sama dengan proses PhD, diharapkan bahwa dari proses 4 tahun itu Anda jadi punya keahlian, bisa tampil di depan masyarakat mengajukan argumen dan nantinya semakin mampu mengenali persoalan.

Kembali ke studi PhD dalam pendidikan misalnya, Anda perlu mengenali area yang cukup luas dalam pendidikan matematika. Dan akhirnya mempunya fokus. Semua ini mem butuhkan waktu untuk membaca. Boleh jadi tulisan kita 1 halaman tapi proses itu panjang karena itu ditulis berdasarkan pemahaman kita (mungkin dafri 10 penelitian kebih). Tentu referensi yang kita pilih ada dasrnya. Sama dengan tukang kue tadi, harus tahu bahwa penulisnya memang pakar atau tulisan mereka dapat dipertanggungjawabkan secara alamiah.

Nah proses pencarian ini sering memakan waktu yang lama. Dan tantangan lebih berat lagi adalah kemampuan mengatur waktu. Sebagai mahasiswa S3, mereka dipandang dewasa/mandiri. Tak ada yang mengawasi Anda. Tak ada yang memonitor. Tak ada absensi. Anda tidak lagi dikuliahi. Dikomandoi. Bahkan ada Prof nbilang ke para staf, kalau ada mahasiswa S3 datang mengetguk pintu Anda, maka Anda beruntung. Mengapa karena dia itu dipandang sebagai orang berpengathuan luas punya ide-ide segar.

Dalam membangun proposal mahasiswa S3, tentu mereka perlu tahu jurnal-jurnal berkualitas apa yang tersedia bukan hanya nasional tapi internasional. Dia harus nbanyak membaca dan berupaya memahami. Anda beruntung sekali jika bid penelitian Anda terkait dengan penelitian dosen pembimbing. Anda beruntung jika Anda ditunjukkan bahwa "I ni buku atau artikel" yang harus Anda baca. Saat sebelum S3 saya kesulitan mencari referensi. Tapi saat S3 salah kesulitan memilih. Apalagi artikel yang tersedia dibidang matematika itu rib uan b ahkan jutaan. Hampir setiap hari ada artikel yang terbit. Saya benar-benar kesulitaan saat itu. Belum lagi saya masih harus buka kamus saat membaca atau mau menulis.
Ini semua membawa saya membaca beberapa buktu tentang tips, strategi S3. Ini juga menyebabkan saya ikut sejumlah workshop gratis yang disiapkan secara rutin, misal workshop cara cari info, cara mengorganisir referensi, cara menggunakan M4 word tingkat advance, dan saya juga sering booking 3o menit dengan student support service utk meminta feedback pada tulisa, atau curhat kesulitan yang dihadapi dalam menulis.

Itulah studi PhD. Dia adalah proses belajar yang tidak sederhana. Dia adalah proses yang harus diseriusi. Kartena para PhD inilah yang diharapkan memimpin perubahan atau mempengaruhi perubahan yang ada dihadapannya. Jadi jangan heran misalnya S3 di Australia itu gratis bahkan teman sekantor saya dapat beasiswa utk membiasan penitipan anak di play house. Pemerintah percaya bahwa PhD adalah satu unsur yang diperlukan oleh bangsa.



Sent from my BlackBerry® wireless device

Tuesday, 27 March 2012

‎Chat with Jill Adler on 3/27/2012

Participants:
-------------
Sitti Maesuri, Jill Adler

Messages:
---------
Sitti Maesuri: Hi Prof, I have read your draft. I think you have done the most difficult part of the paper. I could see your solid thinking there. This would be a very interesting paper. You are right:)
Jill Adler: :)
Sitti Maesuri: How are you Prof? Are we meeting today? Are you sure that we are able to finish the first draft by Monday?:)
Jill Adler: Hi. I am on my way in now. No we will not finish bt Mon. I am thinkng wed, its a holiday and I plan to finish it then as it will be quiet. I will call u on my way in the car.
Sitti Maesuri: I am now in my office. Let me know what time I could meet you. Tx:)
Jill Adler: Coming now
Sitti Maesuri: Hope you can receive my files. I emailed also to jill.adler@Kcl.ac.uk:)
Jill Adler: On my way. 20 min
Sitti Maesuri: :) I read ur email but it seems my outlook cannot send my reply. Have a nice sleep.
Jill Adler: Txfor comments. Helpful. Running late will be there 11 latest. Leaving here in few mins.
Sitti Maesuri: Prof, I felt so stupid yesterday. Yesterday, it was my birthday. But I said to you "yesterday", Because many family+friends from Indonesia say "happy brthd" since Thursday night here because it was already Friday for them. I realise this last night:) thanks so much for the special present.
Jill Adler: =))
Sitti Maesuri: Fida and Fika made cake for me, but I cannot taste it:( They showed me. they also sent me a digital HB card. They are so nice.
Jill Adler: Hi Sitti. I still need to work on discussion. It is better for me to stay home this morning. Will u manage without me? I am sure u will be fine.
Sitti Maesuri: Ok Prof. No problem at all:)
Jill Adler: Tx
Sitti Maesuri: I will have time after the meeting to read the paper/recheck ref/complete the table:) thanks
Sitti Maesuri: Hi Prof. How are you? I finished my presentations:)
Jill Adler: Nearly done. I will be in at 12 for meeting. I think the discussion is still not strong enuf. So hopinf ur fresh eye will add ro this. See u soon
Sitti Maesuri: See you Prof
Jill Adler: Just emailed. See u shortly
Sitti Maesuri: Prof, I have read most of the paper, including the discussion. I am in a bus now to see you and join you to go to UJ:) thanks
Jill Adler: Gr8
Sitti Maesuri: What is the title of the table, so I can fix it the lay out:)
Jill Adler: Just number of teacher for the 3 tables? Or the big table?
Jill Adler: You make decision :)
Sitti Maesuri: I have finished. I am going to send it know:)
Sitti Maesuri: I've sent it:)
Sitti Maesuri: I've sent 2 emails. Please read both and use the latest file (v2) for your final revision. Good night(y) :)
Jill Adler: I don't have V2 yet.
Sitti Maesuri: It was sent
Sitti Maesuri: No problem. I can just tell you small changes
Sitti Maesuri: So don't worry if you already revised the first. U can phone me tomorrow if you need to talk. Good night.
Jill Adler: (y)

Sent from my BlackBerry® wireless device

‎Chat with Fika on 3/27/2012

Participants:
-------------
Sitti Maesuri, Fika

Messages:
---------
Sitti Maesuri: Yah minta no hp Bu Riama.tx
Fika: 081235738135
Fika: PING!!!
Sitti Maesuri: Trim darling. Di mana Fida sekarang:) hebat betul
Sitti Maesuri: Kerja Fida ini luar biasa. Saya di SMA sj tdk begitu. Kasih hadiah berupa buku atau pulpen ya atas kerja keras dan ketekunannya. Supaya Fida ke depan lebih baik lagi. Dia sudah mulai ngikuti gaya Kakaknya yang rajin. Thanks juga ke Kakak yang sudah bantu. A nice Kakak hey. I am so proud of them.:)
Fika: Mom.I'm here with daddy in the car to pick my sister up. Fida
Sitti Maesuri: Thanks darling:)
Sitti Maesuri: Pemenang hadiah hiburan pulsa 10ribu: WIRA ADI: 081335062400. Mohon konfirmasi setelah dikirim ya.:) tx
Fika: Kami di giant makan krn mereka lapar, katanya sekali-kali aja
Sitti Maesuri: :)
Sitti Maesuri: Sekarang saya di bis:)
Sitti Maesuri: Sorry darling, the skype cannot connect now. :)
Sitti Maesuri: How about you?
Sitti Maesuri: I am going home now. Sorry, the network was bad:(
Sitti Maesuri: I sent before this. Pemenang hadiah hiburan pulsa 10ribu: WIRA ADI: 081335062400. Mohon konfirmasi setelah dikirim.
Fika: PING!!!
Fika: PING!!!
Sitti Maesuri: Testing
Sitti Maesuri: I sent before this. Pemenang hadiah hiburan pulsa 10ribu: WIRA ADI: 081335062400. Mohon konfirmasi setelah dikirim.
Fika: ‎tomcat's effect.jpg ‪(25.41 KB)‬
Fika: Saya sudah kirim pulsa ke wira dan arifudin tapi sabiq minta uang bukan pulsa jadi harus ke bank
Fika: Saya tidak jadi ke kampus krn pak nyoman nguji hari ini katanya minggu depan
Sitti Maesuri: No worries darling:)
Fika: Saya sudah kirim pulsa ke wira dan arifudin tapi sabiq minta uang bukan pulsa jadi harus ke bank
Sitti Maesuri: (y) thanks
Fika: ‎IMG05497-20120321-1618.jpg ‪(36.94 KB)‬
Fika: ‎IMG05499-20120321-1620.jpg ‪(38.36 KB)‬
Fika: ‎IMG05500-20120321-1621.jpg ‪(45.69 KB)‬
Fika: ‎IMG05502-20120321-1621.jpg ‪(38.48 KB)‬
Fika: ‎IMG05503-20120321-1622.jpg ‪(33.63 KB)‬
Fika: ‎IMG05505-20120321-1623.jpg ‪(35.07 KB)‬
Fika: ‎IMG05506-20120321-1624.jpg ‪(48.72 KB)‬
Fika: "̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ "̮. ;)
Fika: PING!!!
Sitti Maesuri: Skor 99:)
Sitti Maesuri: ‎IMG-20120322-02441.jpg ‪(48.71 KB)‬
Sitti Maesuri: ‎IMG-20120322-02443.jpg ‪(37.12 KB)‬
Fika: Are you at home already?
Sitti Maesuri: I just arrrive darling. I wanna pray now:)
Fika: Are you ok?
Fika: Ya mom
Sitti Maesuri: Halo darling:)
Fika: anak-anak lagi shalat dan nanti bisa skype
Sitti Maesuri: Saya ke kampus dulu ya meeting
Fika: Ok darling and happy birthday sayangku
Sitti Maesuri: Thanks darling. I am in a bus now.
Fika: ‎IMG05508-20120323-1458.jpg ‪(42.32 KB)‬
Fika: Namanya kue lapis legit
Sitti Maesuri: Beneran nih????
Fika: Fida dibantu murni yang bikin for mumi
Sitti Maesuri: Thanks darling for the cake, even though I cannot taste it.
Sitti Maesuri: Hope, Kak Fika and Fida can write something for me to read. For example, what you like, and what you expect more so I can be a good Mum for you.<3 ♥ you all
Sitti Maesuri: Kata Jill, kabar baik dari tembile bahwa postdoc saya sudah disetujui utk dilanjutkan sampai Juni thn depan. Nah tiap bulan terima gaji yang sama, dan dari gaji itu digunakan mendatangkan saya utk flight + akomodasi. Jika setelah 6 bln, kita lihat, dari situ tak harus dilanjutkan. Bisa mundur atau bisa cari ganti orang lain.:)
Fika: PING!!!
Fika: PING!!!
Fika: Halo
Sitti Maesuri: Halo darling
Sitti Maesuri: Ya Allah, tidur pagi lagi saya. Jadinya nanti malam bakal sulit tidur lagi tuh.:(
Sitti Maesuri: PING!!!
Fika: :D :D :D
Sitti Maesuri: Thanks so much for the lovely card.
Sitti Maesuri: My skype cannot connect:(
Sitti Maesuri: I have a problem with connection, so I cannot skype.
Fika: Ok don't worries next time again darling
Fika: ‎IMG05511-20120324-1810.jpg ‪(27.64 KB)‬
Sitti Maesuri: =))
Fika: Saya lihat di yahoo kalau itinerary dr singapore airlines sudah ada utk jobur ke surabaya
Fika: Apakah ke rosbank?
Sitti Maesuri: Nyuci dulu
Sitti Maesuri: Sekarang di bis darling, mau ke rosebank:)
Sitti Maesuri: ‎IMG-20120325-02463.jpg ‪(41.80 KB)‬
Sitti Maesuri: ‎IMG-20120325-02461.jpg ‪(47.23 KB)‬
Sitti Maesuri: Di atas bis utk pulang:) bis penuh. Banyak yang berdiri. Saya sih dapat t4 duduk. Alhamdulillah
Fika: Saya sdh transfer Rp100rb ke sayid an rekening Imtinanika sbg pemenang kuis
Fika: PING!!!
Fika: PING!!!
Fika: PING!!!
Fika: PING!!!
Fika: PING!!!
Sitti Maesuri: Thanks darling<3
Sitti Maesuri: File fida tdk bisa kebuka:(
Fika: Bangun ya katanya mau meeting pagi
Fika: Pakai publiser
Fika: ‎IMG05523-20120326-1114.jpg ‪(12.20 KB)‬
Sitti Maesuri: Ya Allah, lindungilah keluargaku
Fika: Bu, setelah jemput fika kami bertiga ke royal urus perpanjangan ktp saya dan makan di hoka hoka bento krn fida libur 1 minggu:D
Sitti Maesuri: Ok. Enjoy darling:) belikan juga Murni ya:) Ibunya tdk usah ya tx
Fika: Kami udah di rumah
Sitti Maesuri: Masih meeting
Fika: Bagaimana presentasi ta today darling
Sitti Maesuri: Good. Yah, bisa nggak ke Garuda tanyakan ttg pembelian tiket dari South Africa.
Sitti Maesuri: Wits sdh memasukkan credit card tapi tdk bisa sedangkan utk Singapore airlines bisa. Saya sdh dapat tiket utk SA tapi garuda kok tdk bisa:)
Sitti Maesuri: PING!!!
Fika: Saya tanya dulu call center. Garuda ya
Fika: Saya sudah tlp call center katanya hanya 2 yang bisa dipakai yaitu VISA card dan MASTER card
Fika: Saya lihat di tiket singapore airlines, wits pakai kartu kredit DINERS card makanya garuda tidak bisa terima
Fika: Kalau garuda tik bisa pesan aja singapore juga ke korea dan bisa berangkat tgl 8 juli dan tiba tengah malam dan lebih murah hanya 814,12 dollar
Sitti Maesuri: Ok
Sitti Maesuri: Bisa kirim itinerary segera ke saya krn sdg sibuk utk dedline paper
Sitti Maesuri: Bisa nggak?
Fika: Pilih. Tgl 8 juli jam 10 pagi dari sby dan tiba di seoul tgl 8 juli jam 22 mlm dan kembali tgl 14 juli jam 9 pagi tiba di sby jam 17.50
Sitti Maesuri: Bagus itu ya. Bisa dapatkan itinerarynya?
Fika: Kami shalat magrib dulu ya
Fika: Saya sudah kirim itinerarynya di wits dan yahoo
Fika: PING!!!
Fika: PING!!!
Fika: PING!!!
Fika: PING!!!
Sitti Maesuri: Iya uda dapat tx

Sent from my BlackBerry® wireless device

Friday, 23 March 2012

What is next after video - discussion

1. the results of our meeting:
Some transcript of the discussions

2. The aims of the meeting

3. The mathematics ideas deploy in 2 classes

4. The structure of the meeting on Monday (draft)

5. My thinking loudly

Sent from my BlackBerry® wireless device

IMG05508-20120323-1458.jpg

Wednesday, 21 March 2012

Pikirkan yang sekarang

Tiga bulan lagi di sini. Kadang-kadang sudah terpikirkan hal ke depan. Pulang ke Indonesia, berhadapan dengan kolega yang kadang-kadang kurang suportif. Menyaksikan fenomena yang kurang bahkan bertentangan hati nurani, dan lain-lain.

Tapi saya harus bilang pada diri saya. Jangan khawatir. Kamu ada tempat di masyarakat kok. Kamu ada kesempatan utk berbagi pada orang yang membutuhkan. Yang penting kamu menjalankan dengan semata-mata demi kebaikan. Jangan merugikan orang lain. Jika ada yang tidak cocok, pikirkan cara menangani yang tdk menyakiti hati orang lain, melainkan bermanfaat. Jadi kadang-kadang ada ketaknyamanan, tapi kamu telah membuktikan bahwa kamu sebenarnya bisa menghadapinya selama ini.

Jangan khawatir dengan perilaku pimpinan yang kadang menimbulkan ketaknyamanan. Terserah mereka. Kamu punya sesuatu. Kamu punya kemerdekaan dalam memilih. Jika saatnya kamu harus pergi, kamu menjalaninya dengan catatan kamu yakin bahwa itu kebaikan bagimu.

Ada persepsi yang salah, seperti apa kata orang, bahwa jika kamu tumbuh di situ, maka disanalah tempat kamu mengabdi. Tapi ini tidak efektif, karena keberadaan di situ yang seakan menjadi jaminan, malah menimbulkan suasana stagnan.

Jika saatnya harus pergi, mungkin saya jelek di mata orang tertentu, tapi belum tentu di mata orang lain. Saat ini, kita perlu membangun jaringan. Saat ini masa globalisasi. Saat ini masa di mana interaksi yang lebih luas dibutuhkan. Saya punya skill ini, dan saya butuh kembangkan dan butuh memanfaatkannya.

Maesuri, jangan pikirkan terlalu jauh. Perjalanan ini mungkin masih panjang. Yang utama adalah engkau bekali dulu diri. Hadapi yang ada di hadapanmu. Kamu punya waktu 3 bulan. Apa yang bisa kamu hasilkan dlm 3 bulan tersebut?

Ini kesempatan. Doktormu sudah berusia 3 tahun 3 bulan ke depan. Artinya, sekarang berbekal utk Go internasional. Sekarang saya harus mikir, bahwa dalam usia Dktor 5 tahun, artinya 2 tahun ke depan, saya sdh punya beberapa karya yang jurnal Internasional.
Artinya, ini waktunya utk saya benar-benar belajar di Wits. Saya sangat beruntung bertemu Jill. Ini rejeki yang luar biasa. Semoga suamiku jg mampu menjalani studi beliau. Semoga Allah memberi kemudahan. Semoga kebaikan beliau dibalas oleh Allah dengan mensukseskan studinya. Insya Allah, semoga Allah selalu melindungi keluarga kami. Amiin
Sent from my BlackBerry® wireless device

Anna Sfard

ANNA SFARD:

 

All this could be interpreted

as showing merely that we became as aware as ever of the importance

of mathematical conversation for the success of mathematical learning. In

this paper, I will try to show that there is more to discourse than meets the

ears, and that putting communication in the heart of mathematics education

is likely to change not only the way we teach but also the way we think

about learning and about what is being learned. Above all, I will be arguing

that communication should be viewed not as a mere aid to thinking, but as

almost tantamount to the thinking itself. The communicational approach

to cognition, which is under scrutiny in this paper, is built around this basic

theoretical principle.

 

This, in turn, means that as researchers we may

have yet a long way to go before our solutions to the most basic problems

asked by frustrated mathematics teachers and by desperate students

become effective in the long run. The issues we are still puzzled about

vary from most general questions regarding our basic assumptions about

mathematical learning, to specific everyday queries occasioned by concrete

classroom situations.

 

In spite of the impressive advances of this research, most educators

agree today that finding ways to make the principle of learning-with-understanding

operative is an extremely difficult task. Methods of ‘meaningful’

teaching “are still not well known, and most mathematics teachers

probably must rely on a set of intuitions about quantitative thinking that

 

Hiebert and Carpenter echo

this concern when saying that promoting learning with understanding “has

been like searching for the Holy Grail.” “There is a persistent belief in

the merits of the goal, but designing school learning environments that

successfully promote learning with understanding has been difficult,” they

add (Hiebert and Carpenter, 1992, p. 65).

 

See also:

Lave, J.: 1988, Cognition in Practice. Mind, Mathematics, and Culture in Everyday Life,

Cambridge University Press, Cambridge.

Lave, J. and Wenger, E.: 1991, Situated Learning. Legitimate Peripheral Participation,

Cambridge University Press, Cambridge.

Tuesday, 20 March 2012

For further reading

Page 52:

 

In this era of information overload, it’s easy for your information to

get lost. As a communicator, your duty often is to call attention to

critical problems, significant changes, and impending risks so that

decision makers can get the information they need. Present it clearly

focused and the receivers can pick it up quickly and sharply. Present

it in a roundabout or obscure manner and they may miss it.

 

Here’s how language can

help achieve that:

* Prioritize information.

* Highlight key words.

* Choose the short, snappy phrase versus the convoluted one.

* Make it easier to get with enumeration, bullets versus wordy

paragraphs, and sharp segues into a new topic.

* Apply vocal STRESS; inflection, pauses . . . ; repetition, I

repeat, repetition.

 

 

How eager are you to engage in dialogue with someone you know

to be always in a dour mood, with never a good word for anyone,

who always looks for trouble ahead and never the bright side?

The person who is more likely to snarl and insult than to help or

cheer up? Anybody come to mind? Does that constant negative style

add to the team? Do you look forward to working with him or

her?

Now does anyone come to mind whom you would describe as

a positive communicator? Especially one who makes sense and offers

a valuable contribution (note that a cheerful chap can equally be a

useless one)? A person whose working relationship is generally one

you look forward to rather than avoid?

 

Page 56

 

How often do you say “thanks” or “good job” to your colleagues,

spouse, or kids? How often do you pass on praise to the dog, or

cat, or parakeet? Do you sense an imbalance there?

Something that amazes me often is not receiving a “thank you”

from a service representative of a company I’m giving business to.

My personal customer service list says that key number 2 in customer

service, often omitted, is to say thanks. Key number 1, also violated

regularly, is giving a friendly hello to someone when they first walk

into the store. Do you recall any instances where these keys were

missing, and what your reaction was?

My experience also shows we have an epidemic of failing to

thank those who have done something for us. What did you do when

someone sent you an interesting article, gave you a fun book, helped

you with a good lead, and so on? How about a quick phone call,

an e-mail, or—egads!—a handwritten note? Go ahead, test it out: send

a dozen (50? 100?) colleagues their own individual copy of an important

book—say, Say It Like Shakespeare—and see how many respond

with a thank-you. (Or is their lack of response a possible

editorial comment? Hmm . . . )

 

Page 57

When giving positive feedback:

* Apply the time-proven adage, “Praise in public, criticize in

private.”

* Before going public, consider your method of communicating

to ensure other employees won’t be ticked off, feeling they

worked just as hard for no praise.

* Talk about specific actions or behavior and the benefits

achieved. This effort can help the receiver clearly understand

the basis and keep their perspective (the fact that they

reduced water waste doesn’t mean they walk on water). It can

also head off the irritation in others who might have

concluded the praise is primarily from favoritism or “sucking

up.”

* Where applicable, involve employees in the selection process.

When they choose “most valuable,” it often goes over better,

and may be more accurate, than if you, as supervisor, do it.

At the Olympics, it’s the athletes, not the officials, who

decide who carries the flag in the opening and closing

ceremonies.

 

Page 78

In the age of e-mail,it’s easy to launch a diatribe against a colleague

that proves later to be unwise,especially if that message gets copied

to twenty-five other people. Then you may be perceived not as someone

with a lament but as an insensitive hothead,racist, or sexist.

Before you send a negative missive,print it out,take another look at

it,and perhaps ask a colleague to review it.

If you’re a speaker or a trainer,it’s a good idea to rehearse your

material in front of others,to get their feedback before you go public

with it. You can also ask participants to fill out a feedback sheet,as

they may feel safer telling you something negative anonymously. Take

those comments seriously.

Take-Away Ideas

* Poor language can be a serious detriment to your success and

advancement.

* Many people are unaware of their language mistakes,either

spoken or written.

* Get feedback to identify your own verbal flaws,and start a

campaign to fix,corr ect, and even rectify them.

* Speak up when your input is needed.

* Think before sending messages that might offend others and

truly set back your career.

‎Chat with Fika on 3/21/2012

Participants:
-------------
Sitti Maesuri, Fika

Messages:
---------
Sitti Maesuri: Yah minta no hp Bu Riama.tx
Fika: 081235738135
Fika: PING!!!
Sitti Maesuri: Trim darling. Di mana Fida sekarang:) hebat betul
Sitti Maesuri: Kerja Fida ini luar biasa. Saya di SMA sj tdk begitu. Kasih hadiah berupa buku atau pulpen ya atas kerja keras dan ketekunannya. Supaya Fida ke depan lebih baik lagi. Dia sudah mulai ngikuti gaya Kakaknya yang rajin. Thanks juga ke Kakak yang sudah bantu. A nice Kakak hey. I am so proud of them.:)
Fika: Mom.I'm here with daddy in the car to pick my sister up. Fida
Sitti Maesuri: Thanks darling:)
Sitti Maesuri: Pemenang hadiah hiburan pulsa 10ribu: WIRA ADI: 081335062400. Mohon konfirmasi setelah dikirim ya.:) tx
Fika: Kami di giant makan krn mereka lapar, katanya sekali-kali aja
Sitti Maesuri: :)
Sitti Maesuri: Sekarang saya di bis:)
Sitti Maesuri: Sorry darling, the skype cannot connect now. :)
Sitti Maesuri: How about you?
Sitti Maesuri: I am going home now. Sorry, the network was bad:(
Sitti Maesuri: I sent before this. Pemenang hadiah hiburan pulsa 10ribu: WIRA ADI: 081335062400. Mohon konfirmasi setelah dikirim.
Fika: PING!!!
Fika: PING!!!
Sitti Maesuri: Testing
Sitti Maesuri: I sent before this. Pemenang hadiah hiburan pulsa 10ribu: WIRA ADI: 081335062400. Mohon konfirmasi setelah dikirim.

Sent from my BlackBerry® wireless device

FW: Mathematics Education and Society 7th International Conference, Cape Town 2013

From: Jill Adler
Sent: 20 March 2012 03:56 PM
To: Craig Pournara; Femi Otulaja; Gcasamba Lizeka; Jill Adler; Lorraine Tlhwaele; Moneoang Leshota; Nomonde Mda; Ntsiki; Patricia Nalube; Regina Essack; Shadrack Moalosi; Sitti Patahuddin; Vasen Pillay; vasen.pillay@iburst.co.za
Subject: FW: Mathematics Education and Society 7th International Conference, Cape Town 2013

 

Dear all

This promises to be a very interesting international conference to be planning to participate in in 2013 – all of our research fits well with the conference agenda

 

Jill.

 

From: Kate Le Roux [mailto:kate.leroux@uct.ac.za]
Sent: 20 March 2012 03:49 PM
To: Mark Jacobs; mcauliffes@cput.ac.za; Stuart Torr; Renee Rix; Marc North; Jon Clark; Paula Ensor; Roger MacKay; Shaheeda Jaffer; Tim Dunne; Tracy Craig; Yusuf Johnson; Zain Davis; christiansenI@ukzn.ac.za; Craig Pournara; Jill Adler
Subject: Mathematics Education and Society 7th International Conference, Cape Town 2013

 

Dear Colleagues

The 7th International Mathematics Education and Society Conference will be held in Cape Town in April 2013. The First Announcement is now available on the conference website (www.mes7.uct.ac.za).

The conference is co-hosted by the School of Education at Wits, the Numeracy Centre at UCT, the South African Numeracy Chair at Rhodes, and the University of Kwazulu-Natal. We are very excited to be hosting the first MES conference to be held in Africa.

Please forward these details to colleagues who may interested.

With thanks,

Kate

 

Dr Kate le Roux

Senior Lecturer: Numeracy Centre, Academic Development Programme

Director: Centre for Research in Engineering Education

 

Numeracy Centre, University of Cape Town

Private Bag X3, Rondebosch, 7701, South Africa

Telephone: +27 21 650 3707

 

 

###

UNIVERSITY OF CAPE TOWN

This e-mail is subject to the UCT ICT policies and e-mail disclaimer published on our website at http://www.uct.ac.za/about/policies/emaildisclaimer/ or obtainable from +27 21 650 9111. This e-mail is intended only for the person(s) to whom it is addressed. If the e-mail has reached you in error, please notify the author. If you are not the intended recipient of the e-mail you may not use, disclose, copy, redirect or print the content. If this e-mail is not related to the business of UCT it is sent by the sender in the sender's individual capacity.

###

Sunday, 18 March 2012

Discussion about maths websites: Khan Academy

Let me send several websites I have got from Prof Adler email:

1.  http://www.youtube.com/douglasbutler

2.  http://www.tsm-resources.com/

3.  http://www.autograph-maths.com/

 

On behalf of Prof Adler, let me send the copy of a discussion among math educators:

 

Peter Gates:

Colleagues. I wonder if anyone has an informed view on "The Khan Academy" a website which seems to have hundreds of maths instruction videos on YouTube.

http://www.khanacademy.org

Its been suggested to me as "inspirational " but I've looked at some and have been quite underwhelmed. Am I missing something here?

 

From Douglas:

Yes I have been aware of these for a while now. 

If you read his biography  <http://en.wikipedia.org/wiki/Salman_Khan_%28educator%29> http://en.wikipedia.org/wiki/Salman_Khan_%28educator%29

he holds three degrees and chanced into making videos while tutoring a young relative. He has made over 3000 videos, and is now funded directly by the Gates Foundation.

 

My worry is that he has never taught classroom mathematics, and it would be a minor miracle if one person could teach all this content effectively.  So the quality is very variable and he has yet to embrace any of the advantages of using dynamic software.  No doubt that will follow, but meanwhile, for example, his take on the Histogram is laughable:

 

<http://www.khanacademy.org/math/algebra/ck12-algebra-1/v/histograms>

 

Like so much on the web, this large and influential contribution needs to be taken with a pinch of salt. But who is there to say which videos are any good and which are rubbish?

 

Curhat bebas

Alhamdulillah, hari ini setidaknya ada 3 yang penting yang telah saya selesaikan.
Kirim draft ke JA
Kirim daftar jurnal ke Pak Budi
Kirim hasil seleksi ke Pak Ihsan.

Yang mendesak adalah ICME. Coba saya daftar sekarang
Sent from my BlackBerry® wireless device

Jgn embargo diri

Cerita mahasiswa Indonesia di Ausie.
Based On A True Story

Suatu pagi,kami menjemput seseorg klien di bandara.Org itu sdh tua,kisaran 60 thn.Si Bpk adl pengusaha asal Singapura,dgn logat bicara gaya melayu&english,beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kpd kami yg msh muda. Beliau berkata,"Ur country is so rich!" Ah biasa banget denger kata2 itu. Tapi tunggu dulu."Indonesia doesn't need the world,but the world needs Indonesia,"lanjutnya. "Everything can be found here in Indonesia,U don't need the world." "Mudah saja,Indonesia paru2 dunia.Tebang saja hutan di kalimantan,dunia pasti kiamat. Dunia yg butuh Indonesia! Singapura is nothing,we can't be rich without Indonesia 500.000 org Indonesia berlibur ke Singapura tiap bulan.Bisa terbayang uang yg masuk ke kami,apartemen2 terbaru kami yg beli org2 Indonesia,ga peduli harga selangit, laku keras.Lihatlah RS kami,org Indonesia semua yg berobat.Trus,kalian tau bgmna kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan Indonesia masuk?Ya,bener2 panik.Sangat terasa,we are nothing.Kalian tau kan kalo Agustus kmrn dunia krisis beras.Termasuk di Singapura dan Malaysia?Kalian di Indonesia dgn mudah dpt beras.Liatlah negara kalian, air bersih di mana2,liatlah negara kami,air bersih pun kami beli dari Malaysia. Saya ke Kalimantan pun dlm rangka bisnis,krn pasirnya mengandung permata.Terliat glitter kalo ada matahari bersinar. Penambang jual cuma Rp 3rb/kg ke pabrik china,si pabrik jual kembali seharga Rp 30rb/kg.Saya liat ini sbg peluang.Kalian sadar tidak kalo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia! Ya,karena negara kalian memiliki segalanya.Mereka takut kalau kalian mnjadi mandiri,makanya tidak di embargo. Harusnya KALIANLAH YG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Belilah pangan dr petani2 kita sendiri,belilah tekstil garmen dr pabrik2 sendiri.Tak perlu impor klo bs produk sendiri. Jika kalian bs mandiri,bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, INDONESIA WILL RULE THE WORLD!!
Ayooo di share ya biar sampe ke seluruh bangsa Indonesia.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Thanks

Jika mereka tak ingin melepaskanku pergi, maka semoga ini menjadi pertanda kebaikan. Bahwa kehadiranku di sini ada manfaatnya. Keberadaanku menambah kebahagiaan mereka. Partisipasiku (sebenarnya bagian dari pembelajaranku), juga menambah nilai kegiatan mereka.

Sejujurnya, saya merasa mendapat lebih banyak manfaat dari kalian, merasa banyak belajar dari kalian, memicu pikiranku untuk memikirkan apa hal-hal mendasar dalam pendidikan, hal-hal kritis dalam pendidikan.

Kalian mungkin hanya terlalu merendah, seakan sayalah yang memberi nilai positif, padahal kalianlah sebenarnya yang banyak berbagi kebaikan.

Walau tak mungkin kalian menahanku, walau tak mungkin kalian memaksaku tinggal, tapi pernyataanmu (dari berbagai kalangan-----), membuatku percaya bahwa kalian mencintaiku dan kalian menghargaiku dan kalian menyimpan kesan positif.

Ada yang bilang, "this is my best friend. If her family is here, we don't allow her to go home", yang lain menimpali "she is also our best friend", ada yang bilang, "I will cry if you go", ada yang bilang "Please stay here, don't go", ada yang bilang "no flight from South Africa to Indonesia from June to December" , dan masih banyak pernyataan lain yang mengharapkanku tinggal di sini. Ah, tidak terbayang gimana saat perpisahan nanti.

Yaaahhhh, harapanku, setidaknya jika nama Indonesia disebut dan dibicarakan, maka semoga segera muncul di pikiran kalian bahwa kalian punya seorang kawan baik dari Indonesia, kawan yang telah menambah arti dalam hidup kalian, walau itu tak seberapa.

Maafkan jika keberadaanku belum cukup memberi kontribusi hebat. Saya masih dalam proses belajar. Tapi jika proses ini membantuku lebih berkualitas, lebih bisa berkontribusi pada sesama, artinya kalian juga ikut berkontribusi. Saya tak sebatas menjadi duta bangsaku, tapi semoga menjadi duta bangsa kalian utk menyebar kebaikan. Bukankan kita punya visi yang sama, berbagi kebaikan, berupaya memanusiakan manusia, membangun dasar-dasar keadilan menuju kesejahteraan manusia.

Sekali lagi, kalian tak kulupakan. Kalian terlalu baik. Kalian adalah kawan yang suportif, tak pernah angkuh, tak pernah menyakitiku, bahkan selalu menghiburku dan membantuku di tengah kesendirianku.

Kita tetap berteman, walau saya nantinya meninggalkanmu. Semoga suatu ketika kalian juga bisa mengunjungi negeriku, negeri yang juga potensial tapi juga diliputi masalah. Kita bersama-sama berjuang dalam hidup ini. Kehadiranku di negerimu menambah keyakinanku bahwa semua manusia, apa pun warna kulitnya, tumbuh dari lingkungan apa pun, siapa pun dia, semua berhak mendapatkan pendidikan layak. Saya pun semakin melihat dampak dari kerja keras, dampak dari komitmen perjuangan.

Ya Allah, semoga kehadiranku selama di sini sangat berarti, bermanfaat, bagi diri dan orang lain.
Ya Allah, semoga apresiasi semua teman-teman khususnya bos saya di sini bisa membawaku untuk bekerja lebih baik. Hamba ini terlalu banyak tidak pahamnya. Hamba hanya berusaha dan berdoa. Hamba juga tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikan oleh institusi tempat kerja hamba dan kesempatan yang diberikan oleh keluarga khususnya suami tercinta. Semoga Engkau melimpahkan kebaikan dan kekuatan pada kami yang berniat melakukan kebaikan dalam hidup.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Friday, 16 March 2012

Suamiku tercinta

Suamiku, semoga saya bisa meningkatkan kualitasku sebagai seorang istri, penenang hatimu, penyejukmu, penghilang kegalauanmu, membantu memecahkan masalahmu sayang. Saya selalu ingat Bu Ainum yang lembut. Mungkin saya sulit seperti beliau karena beliau memang lembut sedang saya masih hrs belajar utk itu. Mungkin saya sulit seperti beliau, tapi semoga kelebihanku, kekuatanku dan kesucian diri dan hatiku yang semuanya datang dari Allah, bisa membawa saya layaknya sebagai permata yang sangat bernilai buat suamiku. Sehingga bukan hanya BJ Habibie yang mengagumi istrinya, tapi juga suamiku.

Suamiku. Terima kasih tak terhingga. Saya bisa sejauh ini, belajar banyak, bisa melakukan sesuatu dengan senang hati, punya pengalaman berharga karena kebaikanmu. Maafkan atas segala yang kurang baik dariku. Saya mencintaimu dan kesetiaanku padamu adalah sesuatu yang selalu kupertahankan.

Saya sungguh beruntung, saya hanya mencintaimu (pertama jatuh hati padamu) dan sungguh beruntung saya juga mendampingimu sebagai istrimu, dan lebih beruntung lagi karena engkau mencintaiku dan menyayangiku. Dua buah hati kita telah menjadi salah satu bukti. Bukan hanya sekedar melahirkannya, tapi secara sungguh-sungguh kita berdua menjaganya. Tanpa saya di sisimu, engkau semakin serius menjaga anak kita, mendidik anak kita, menyayangi anak kita. Terima kasih suamiku. Saya mampu jauh dari buah hati kita, karena kepercayaan dan keyakinanku padamu. Engkau rela meninggalkan pekrjaanmu (yang orang lain anggap terlalu luar biasa) demi kebaikan, kesuksesan dan kebahagiaan keluarga kita.

Saya sungguh kangen pada suamiku. Suami yang romantis, suami yang cekatan, suami yang cerdas, suami yang tegas, dan suami yang kadang-kadang jadi teman diskusi (yang sekaligus melatih membangun komunikasiku). Suami yang juga selalu membawaku bahagia lahir bathin.
Maafkan aku suamiku bila ada yang kurang dari diriku atau dari perilakuku. Doakan semoga kita bisa terus saling mencintai, saling membahagiakan, saling mengagumi, saling membanggakan karena Allah.
Terima kasih atas segalanya, yang tak terhitung nilainya.
Sungguh saya merindukanmu sayang.
Sungguh saya selalu mengingatmu, karena terlalu banyak hal positif darimu yang tak bisa kulupakan, baik secara lahir maupun batin
LOve you so much.

Istrita

Sent from my BlackBerry® wireless device

‎Chat with Jill Adler on 3/15/2012

Participants:
-------------
Sitti Maesuri, Jill Adler

Messages:
---------
Sitti Maesuri: Now in the bus. Sorry for being too late. I checked my calender this morning & M outlook, it was empty, so I just continued my work:)
Jill Adler: Ok
Sitti Maesuri: Prof, would u mind please 2 email your draft so it will also help me to think the discussion part. Thanks
Jill Adler: Email is down even fro$ home
Sitti Maesuri: Ok. No problem. :)
Jill Adler: Do u have wits email?
Jill Adler: I am also not getting email messages on my bb
Sitti Maesuri: I can email from my BB to wits, also from wits to ny BB. No problem at all
Jill Adler: Can u try email me
Sitti Maesuri: Yes, it was sent at 3.21pm from office and 8.08pm from West:)
Sitti Maesuri: You may need to check your inbox capacity. Is it full?
Jill Adler: No. I always keep it ok. Something else is wrong. Oh dear!
Sitti Maesuri: So sorry. What about ur skype?
Jill Adler: Skype and internet ok. Will sort out tmrow at work and have early night

Sent from my BlackBerry® wireless device

Wednesday, 14 March 2012

scenario 5

Scenario 5

(T19)

 

B  :    (Reads fast and quietly)  .... OK, they make 3 cards in September and each month after that they make twice as many cards as the month before.  So it means each, from there, let’s say September they made 3, then September/October they made 6, then they keep on going, then twice, twice, then it will be 12, like that.  OK, it’s ?  How many cards have they made at the end of x month?  OK.  Alright.

I   :    Is this a good situation for this equation?

B  :    OK.  This 2 is representing the double of unknown(?)

I   :    Mmm

B  :    And then this +3 cards here.  Yes I think it is.

I   :    OK

B  :    Yes, I think it is.  So OK, do you want me to carry on with this one?

I   :    Ja, carry on.

B  :    [Read L2]  Right he, Thumelo earns R2 for each magazine he sells and he also gets R3 and then now he sells x magazines – he doesn’t know how many magazines he sells, so we’re gonna say R2 plus R3.  So we will say 5 times x.

I   :    OK.  So is that a good representation of this?

B  :    Uh (chuckles) it’s not.

I   :    It’s not?

B  :    [Read and try to understand L3]  OK, Emmanuel started 3 postcards.  Each week he gets 2 more.  So each week he gets 2 more, how much cards does he have at the end of 2 weeks?  So I will say that, yes that’s 100%.

I   :    Good, good, good.  And the last one?

B  :    [Read and try to understand L4] It means each, she learns 2 more, it means um 2 more, it means the second day you will learn 7 and the other one would learn 9.

I   :    Right

B  :    Like that.  So how many signs will Exilda know after learning sign language for x days?  So it will be 2x.  Start with 5 + 5

I   :    OK. 

B  :    So this one is out.

 

 

T10

 

I   :    [Reading the problem]   Which of these situations would you use for the equation y = 2x + 3 and why?

J   :    Mmm… They make 3 cards in September and this month they make twice.  Um…  Ok, um, this must be number patterns, isn’t it?

I   :    Mmm

J   :    So the first one (I did not even do that one) this one.  The first one it was 3 cards

I   :    Mmm

J   :    And then…  “Each month after that they made twice.”  So it’s going to be 6 there and 12, is that right?

I   :    Mmm

J   :    And then may be 24.

I   :    Mmm

J   :    This what it was happening here.  Hmm… Ok, so now, x varies from 1, 2… Ok, these are the values

I   :    Mmm

J   :    of x

I   :    Mmm

J   :    Ok.  Now if this learner was to, if this is the pattern, let’s try to find out will this one be correct?

I   :    Mmm

J   :    The difference here is, I will just substitute there.  If you put 1 there you get 5.  It’s not going to be right.  If you put 2 there I’ll ? correct this one.

I   :    Ok, next one?

J   :    Should not be correct that one.  Tumelo earns R2 for each magazine he sells.  Each time he sells a magazine he also gets R3.  How much money does he earn selling x magazines?  So this person, he earns R2 for each magazine, right? 

I   :    Mmm

J   :    And each time he sells a magazine he also gets R3.  So we’ve got R2 there and R3. (speaks very softly while working it out himself)  Only ?? each week has 2 more…

          (interruption by the intercom) 

 

          (still mumbling while he works it out) So if we started with 5(?) then 2 more, then another one is going to be 7, then 9 and it goes on like that too.  ? on let’s see.  So if we were to have that one there…

I   :    So you’re picking the fourth one?

J   :    Ja, is it,

I   :    Ok

J   :    is it the fourth one?  Ja, then the fourth one.

I   :    Why does it work?

J   :    Because it’s a number pattern, it’s a linear pattern this one.

I   :    Ok

J   :    Um, always teach your learners tn = an + c.  That one there it’s always, if the first difference is constant, so here we have got a constant 2, which is that one there, that’s the first one.  And if you try to plug in, inject anything in there the pattern won’t(?) come out.

I   :    Mmm

J   :    You’re saying if you take 1, put it there, it’s going to be 2, plus that one; 5, take the next one, it’s 4 + 3, 7 on and on.

 

T3:

 

I   :    [Read the problem] Now which of these would we use for the equation, y equals to x plus 3? Which one do you think is a best representation of y equals to x plus 3?

T   :    (Reads)

I   :    So far, which one do you think best represents that equation, just from scanning over? Or if you need more time…

T          :           (Reads) Number two, I think.

mengapa sulit

Pagi hingga siang tadi ada kemajuan dari diskusi saya dengan Jill. Argumen yang kami ajukan dalam papaer sudah jelas dan saya juga sudah mendapat gambaran tentang apa yang harus dipresentasikan dalam bagian “Result”.

Namun tadi sore, saya belum juga bisa menulis. Saya tidak tahu persis mengapa, mungkin saya capek. Nah sekarang sudah pukul setengah 10 malam tetapi saya belum mampu mulai menuliskannya. Sebeneranya apa yang akan saya tulis di sini saya. Cobalah saya paparkan dulu garis besar atau daftarkan saja dulu apa yang menarik.

 

1.       Saya tampilkan tabel dari 24 guru yang ada untuk menunjukkan bahwa dari interviu itu, ternyata ide matematika yang terkandung dalam Skenario 3 semuanya muncul dibicarakan oleh guru. Baik munculnya memberikan informasi bahwa berdasarkan jawaban itu, guru menunjukkan pemahamannya atau kurang pahamnya, tetapi tidak sedikit dari data itu menunjukkan bahwa kami sulit memutuskan positif atau negatif. Kadang-kadang itu dibicarakan, namun data yang ada tidak memberikan ketegasan tentang hal ini.

2.       Dari pernyataan nomor 1, maka saya perlu mengemukakan kutipan interview yang menunjukkan positif, negatif, maupun 0. Ini memberi gambaran mengapa apa arti dari pengkodean dan bagaimana kami memutuskan kode tersebut.

3.       Saya baru saja mencermati 3 data Jonathan, Bridget dan Moselane. Apa yang menarik dari situ? Pada skenario 3, Jonathan dan Bridget sama-sama relatif tinggi SMK, berdasarkan analisis secara keseluruhan, pengamatan dan interaksi peneliti selama setahun lebih. Namun tampak bahwa kode positif mereka sama-sama tiga namun pada aspek yang berbeda. Mengapa demikian, amati apa yang dominan, amati bagaimana interviewer mengajukan pertanyaan. Keduanya tidak memahami maksud pernyataan pada bullet ke 4. Bridget, Sq + sedang pada Jonathan, tak ada data untuk itu, karena terlewatkan.

4.       Pada Moselane, untuk skenario 3, kita bisa melihat data yang saling kontradiksi di dalamnya, meskipun tampaknya dia mengerti menyelesaikannya, dia tetap mengatakan siswa itu bisa saja mencancel x pada kedua ruas. Guru tersebut langsung menjelaskan pikirannya untuk ke empat pernyataan tanpa ada upaya

 

Sehari kemudian.

Sekarang menjelang pukul 10 pagi. Saya masih di tempat tidur sambil berusaha mengaktivasi otak saya dengan mendengar rekaman diskusi kemarin, email JA tentang praxis. Semalam saya lembur hingga jam 3.

 

Ok, apa yang perlu saya dapatkan hari ini, Ya Allah semoga ini dapat terwujud, yaitu draft hasil.

Yakni mempresentasikan data dari 3 guru. Nah bagaimana caranya?

 

Kita bisa memulainya dengan pertanyaan, apa yang hendak ditunjukkan melalui data.

Kami telah melakukan tes menggunakan LMT, item yang sudah divalidasi. Kami pilih 2 skenario dengan memodifikasi pertanyaan ini dari soal pilihan ganda ke soal yang bersifat open ended.

 

Kami ingin mengkaji potensi dari kedua item ini untuk digunakan sebagai alat mengetahui SMK guru. Namun di sini, bukan untuk menilai tingkat pengeahuan math guru melainkan kita berfokus pada potensi item itu sendiri.

 

Artinya apa, saya akan melihat S3 dan S5 secara tersendiri.

Nah, ketika menjelaskan S3 apa yang perlu mereka ketahui.

 

1.       Apa itu S3? Sebuah item berupa skenario yang mendiskusikan tentang cara penyelesaian sebuah persamaan kuadrat dengan mengankat isu kritikal yang dimaksudkan untuk melibatkan pemikiran tentang sejumlah ide matematika penting. Berdasarkan matematika analisis yang kami lakukan dikombinasikan dengan hasil pengkodean atas data interviu 24 guru, ada 7 ide matematika yang terkait di dalamnya.

2.       Hasil analisis menunjukkan keberagaman pada setiap guru. Meskipun data mengatakan bahwa ke tujuh konsep ini berpotensial untuk dibicarakan atau diprovokasi, namun tidak semua guru membicarakan ke tujuh aspek ini, dan inilah menjadi salah satu kajian dari paper ini, mengapa demikian.

3.       Sebagai ilustrasi, kami mempresentasikan 3 guru dari 3 sekolah yang berbeda, dengan 3 interviewer yang berbeda. Guru pertama, hanya satu yang positif, guru kedua dan ketiga ada 3 positif pada aspek yang berbeda. [mungking saya perlu menambah data untuk menunjukkan bahwa ternyata semua aspek ada positif, negatif dan zero. Itu berarti tabel selengkapnya. OK.

4.       Nah dalam bagian ini, kami secara sengaja memilih 3 guru untuk menjadi point diskusi.

 

Trus gimana cara presentasinya.

Apakah pakai tabel dengan dua kolom, yaitu isi interview dan catatan interviu

Monday, 12 March 2012

Cardio - Sparkpeople

What is next?

I must listen to the recording.
About what:

What is the background?
What is the literature review?
What are offered or provoked in the tests?
What are the differences between Scenario 3 and Scenario 5?
What are the lessons that we can learn about item that measuring PCK or SMK?
If I were asked to write the results, then how I am going to write them?

What are the most interesting here?
I must listen and writing.

In my report to Prof, first I must write my important questions before listening to the recording.

The answers that I have found as follow.

What progress that I am expecting, I have an idea how to write the results.

Semoga Allah selalu membantuku. Amiin
Sent from my BlackBerry® wireless device

Sad

Akhirnya perasaan sedih juga tak tertahankan krn menangkap kesan bhw saya harus bayar tiket pulang.

Akhirnya Jill menunjulkkan niat baiknya untuk membayar.
Saya juga bisa melihat kesungguhan dia bahkan dia menegaskan bahwa saya adalah excellent scholar.

Pengalaman ini menjadi pelajaran bagi saya, bahwa jika nantinya saya menemukan orang yang benar2 kompeten, memberikan perhatian lebih tidak apa-apa karena itu akan menjadi modal ke depan.

Arti yang lain apa?
Saya benar-benar harus sungguh-sungguh mengerjakan tugas.
Malam ini, semoga Allah memberi kekuatan utk saya berpikir dan merefine outline.

Ya Allah, hamba lemah dan hanya Engkau sumber utama kekuatan.
Maafkan hamba atas segala kelemahan.

Jika perpanjang berarti: 6 x 12 = 72
Sent from my BlackBerry® wireless device

Friday, 9 March 2012

Hamba belajar

Ya Allah. Hamba belajar untuk diri dan orang lain. Mudahkanlah.

Minggu lalu, seorang Professor sains meminta kesedian saya menjadi penanggap dalam seminar proposal seorang mahasiswa S3 sains. Mereka mengenal saya karena dalam dua kali PhD weekend, saya bertanya dan turut memberi komentar dan saat itu beliau mendatangi saya dan berterima kasih. Ternyata kali ini dia meminta saya walau dia tahu bahwa saya bukan orang sains. Katanya, penanggap lainnya orang sains jd tidak masalah.

Itu tentu suatu kehormatan bagi saya tetapi juga tantangan yang tidak mudah. Untung proposal itu sdh diserahkan ke saya seminggu lalu. Jadi ini sudah ketiga kalinya saya mencoba memahami isinya.

Tentulah, membaca artikel jurnal yang telah terbit lebih mudah bahkan sering memberi pencerahan, ditulis oleh pakar dan telah direviu oleh pakar.
Tetapi membaca suatu proposal, ternyata tidak mudah. Saya paham kok sulitnya menulis proposal. Saya paham bahwa betapa groginya mahasiswa yang akan tampil di depan orang banyak. Kehadiran saya tentu bukanlah untuk menambah grogi atau stresnya.

Kehadiran saya tentu seharusnya akan membantu dia untuk melihat apa kekuatan proposalnya, bagian mana yang perlu dipikirkan ulang, pertanyaan apa yang mendesak untuk dikaji ulang. Hal yang sangat baik, jika pada akhirnya dia mendapatkan sesuatu yang berguna baginya, yang membantunya untuk menfinalkan proposalnya sebelum dikirim ke penguji eksternal. Jadi ini semacam ujian awal. Tapi tentu kita tidak ingin menguji utk memutuskan lulus atau tidak, tetapi untuk melihat apakah ide penelitiannya jelas sehingga dia tidak menemui kesulitan dalam pelaksanaan penelitian atau dalam penulisan disertasinya.

Untuk bisa menjadi penanggap yang cerdas, sopan, mencerahkan, dan bermanfaat, tentu ini tak mudah bagi saya dengan beberapa alasan:
1. Saya harus berusaha paham betul isi proposalnya. Lumayan tebal 47 hal spasi 1,5.

2. Saya harus menyiapkan diri, dari sekian banyak hal yang perlu dikomentari, saya harus mampu mengutarakannya maksimal 10 menit.

3. Saya akan bicara di depan orang banyak, baik yang Prof, Doktor, mahasiswa, yang artinya juga dinilai orang banyak. Semoga saya tidak melebihi groginya mahasiswa itu.

4. Ini pengalaman pertama dalam hidup menjadi penanggap proposal S3, dalam bahasa inggris lagi.

Yah, semua ini tidak mudah. Saya hanya bisa berusaha maksimal, berniat baik, dan berdoa. Semoga Allah memudahkan urusan ini dan semoga semua berjalan lancar. Jadwal acara ini adalah jam 9 besok pagi.
Ya Allah, hambah lemah, hamba terbatas, hamba sedang belajar, hamba ingin bermakna bagi orang lain, hamba juga mau meninggalkan kesan yang murni positif yang akan menjadi kenangan positif saat saya pulang meninggalkan negara ini. Maka mudahkanlah urusan ini, dan tampilkanlah hamba secara maksimal, berilah kemampuan bicara yang jelas, berbobot, membelajarkan, atau bermanfaat secara signifikan pada semua pendengarnya. Amiin.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Tuesday, 6 March 2012

‎Chat with Sara - ‎​سارة بيبي شيخ‎​ on 3/6/2012

Participants:
-------------
Sitti Maesuri, Sara - ‎​سارة بيبي شيخ‎​

Messages:
---------
Sara - ‎​سارة بيبي شيخ‎​: A Beautiful Hadith Rasulullah(Sallallahu Alaihi Wasallam) said: 'When a man dies and his relatives are busy in funeral, there stands an extremely handsome man by his head. When the dead body is shrouded, that man gets in between the shroud and the chest of the deceased. When after the burial, the people return home, 2 angels, Munkar and Nakeer(names of two special Angels), come in the grave and try to separate this handsome man so that they may be able to interrogate the dead man in privacy about his faith. But the handsome man says, 'He is my companion, he is my friend. I will not leave him alone in any case. If you are appointed for interrogation, do your job.. I cannot leave him until I get him admitted into Paradise '. Thereafter he turns to his dead companion and says, 'I am the Qur'an, which you used to read, sometimes in a loud voice and sometimes in a low voice. Do not worry. After the interrogation of Munkar and Naker, you will have no grief..' When the interrogation is over, the handsome man arranges for him from Al-Mala'ul A'laa (the angels in Heaven) silk bedding filled with musk.. Rasulullah (Sallallahu Alaihi Wasallam) said: 'On the Day of Judgement, before Allah, no other Intercessor will have a greater status than the Qur'an, neither a Prophet nor an angel.' Please keep forwarding this 'Hadith' to all ....because Rasulullah (Sallallahu Alaihi Wasallam) said: 'Pass on knowledge from me even if it is only one verse'. May Allah bestow this favour on all of us. AMEEN
We are praying that the following message in the next seven days would reach at least FIVE MILLION Muslims all over the world, Insha-Allah. Please forward this message TODAY to your friends and relatives and earn abundant Rewards from Allah Subhanahu wataallA

Sent from my BlackBerry® wireless device

fida's paragraph using 5 words

write a paragraph using the words: Mummy, South Africa, missing, alone, Indonesia

 

235 kata:

  i am sad because i am alone. My mummy went to South Africa and I am in Indonesia with my daddy and sisters. i am missing her a lot. even if every night we talk ussing skype. i can not wait for her to come back to indonesia. it would be a dream. My mummy is alone in South Africa and I am alone here, in Indonesia. It feals very wierd if my mummy went away for so long. But my mummy realy need togother to study and get money. I realy love my mummy a lot. Their are lots of things that my mummy need to do their. Maybe she is very tierd because she keeps on studying and have lots of meetings. I am very very sorry if i made lots of problems that made her sad. she worked very hard for her family, so i want to say to her thanl you. i wish she would just straight away come back home andthen staying with me, daddy and the others. My mummy is the best most kindnes mummy in the hole intire world. That is the reason why i want mummy to stay with me. I just realy realy miss her so much. Right now and always i just realy want to hug her alot and kiss you alot. I am just vey sad if my mummy is not beside me anymore.

 

Monday, 5 March 2012

Ini hanya lamunan sesaat

Sekembali saya di tempat kerja, pimpinan saya memanggil karena mau mengamanahi saya dengan jabatan, sebutlah jabatan sebagai ketua lemlit atau ketua psms.
Ini hanya lamunan, karean ini tdk etrjadi. Saya tidak melihat tanda-tanda pimpinan saya bersahabat.

Saya tentu tak akan langsung mengiyakan dengan alasan:
1. Saya belum tahu lapangan khususnya belum tahu orang-orang yang saya pimpin.
2. Saya memahaminya bahwa prosedur yang selama ini terjadi di lemlit di beberapa PT yang saya ketahui, kurang transparan, atau sering dimanfaatkan pihak luar.
3. Saya tak mengenali orang-orang yang saya pimpin, dan saya orang bugis, mereka orang Jawa yang lebih JOWO dari saya.

Tawaran ini sih kemungkinan tdk terjadi apalagi saya ini bukan Professor.

Tapi apa yang akan saya katakan kepada mereka?
- apa alasan Anda mempercayai saya.
- apa kinerja saya yang bisa Bapak banggakan. Sya bisa mendapat referensi A dari mantan bos saya di Aussie dan Afsel, tapi saya bisa melakukan maksimal pekerjaan ini
- dengan pekerjaan yang sama, saya tidak akan menghasilkan kualitas yang sama dalam situasi, saya harus mengajar 20 kredit, menguji puluhan mahasiswa, membimbing puluhan mahasiswa, melakukan penelitian, selalu perjalanan ke mana-mana karena tugas keluar.

Kerugian yang akan saya alami, saya malah sulit menghasilkan karya karena kesibukan itu semua.
Jadi dengan kata lain saya menolaknya.

Apa ini tdk benar? Ini benar karena lebih baik tidak menerima sesuatu dari pada menerimanya dengan setengah hati.

Tapi katakanlah saya harus memegang suatu jabatan. Jika saya harus memilih: maka saya memilih jadi kepsek SD dengan catatan:
- saya tdk dibebani tugas banyak selain menjadi kepsek karena saya ingin untuk 6 bulan pertama, saya full time. Saya ingin menjalankan tugas hanya sesuai dengan ketentuan dari pusat ttg maksimal beban yang diambil.

Mengapa ini saya minati karena saya antusias dengan masa depan anak-anak.

Saya juga sudah lebih tahu dengan lapangan krn pernah bekerja di sana. Saya kenal guru-guru.

Saya ingin staf yang cakap di bidang keuangan, di bidang admin (surat menyurat), dan di bidang akademik, serta sarana dan prasarana.

Saya ingin punya perpustakaan yang bagus.

Saya ingin kerjasama dengan orang tua

Saya ingin melakukan transparansi, sumber keuangan dan penggunaan uang bulanan.

Saya ingin kualitas guru yang baik, yang harus melalui seleksi, yang harus punya standar.
Saya ingin yang staf yang berdedikasi.

Saya ingin menjalin kerjasama dengan pemkot dan luar negeri, dan khususnya orang tua.

Sekali lagi ini hanya lamunan, maka dia hanya tertulis untuk diary pribadi.

Tapi seandainya saya di Lemlit, saya juga yakin banyak hal yang akan saya kerjakan dengan sebaik-baiknya, tapi jika saya tdk dapat banyak beban lainnya.

Gimana jika tak ada jabatan. Gimana jika hanya seperti dulu? Ini jauh lebih realistis.

Saya akan menjadi tenaga akademik yang maksimal, mengajar dengan baik, membimbing dengan baik, menatar dengan baik, membina dengan baik, membangun proposal penelitian dengan baik, membina sejumlah guru, menyiapkan jurnal online IFED, membina kelompok mahasiswa masa depan saya, memperhatikan pertumbuhan anak-anak saya, tetap menjalin kolaborasi dengan Prof JA.

Agenda yang menarik adalah membangun IFED melalui jurnal online dulu ya.
Ini pembelajaran yang bagus.

Tapi jika skenario lain harus terjadi, bahwa saya punya rejeki ke luar negeri, maka saya punya agenda yang tetap jauh lebih besar, yang mungkin lebih terstruktur dan lebih berkualitas dalam membangun pendidikan Indonesia.

Wallahuallam. Pasti ada skenario yang Allah siapkan dan kita tdk mungkin menghubungkan dot-dot itu ke depan. Kita baru bisa menghubungkannya ke belakang.

Tapi apa arti semua itu. Jika usia saya 60 (kurang lebih seperti Pak Nur saat ini), artinya saya masih punya kesempatan sekitar 20 tahun.
Nah apa yang akan saya lakukan?

Sebelum usia saya 45 tahun, berarti Fika di SMA dan Fida di SMP, saya punya karya yang bermanfaat, yaitu buku-buku, artikel-artikel bacaan masyarakat.

Saya punya rekam jejak pengabdian masyarakat yang jelas, minimal melalui IFED.

Saya punya regenerasi yang lebih banyak utk S2 atau S3 di luar negeri.

Bagaimana dengan suami saya. Beliau sangat potensial. Insya Allah. Beliau juga akan melakukan yang terbaik dalam kehidupan ini. Beliau pemimpin yang fleksibel dan bijaksana. Insya Allah, semoga Allah selalu melimpahkan kemudahan dalam urusan beliau dan kebaikan kehidupan dunia akhirat.
Semoga beliau terus percaya diri dengan kemampuannya.
$Semoha saya bisa selalu menjadi istri yang shalihah baginya dan beliau jadi suami yang shaleh bagiku.
Semoga kami berdua mampu mempersiapkan anak kami menjadi agen penting yang akan membawa perubahan besar pada kebaikan. Amiin. Hamba lebah tanpa Allah. Tak ada daya dan upaya kami selain dari-Mu.

Semoga juga dalam sisa waktu ini, hamba bisa menghasilkan karya yang hebat, berkualitas yang akan menginspirasi banyak orang dan membawa orang menjadi lebih baik. Amin
Sent from my BlackBerry® wireless device