Monday, 30 April 2012

Stopwatch Results

Lap1 03:19:10.60 03:19:10.60

Timing by BlackBerry
Akhirnya tabel 2 sudah selesai. Saya tinggal input ke excel.
Mungkin sekitar hampir 3 jam sejak setelah magrib.
Ah, kalau di Surabaya, saya harus mengerjakan ini, saya akan training satu atau dua orang utk bekerja dalam analisis ini, setidaknya, saya juga punya kawan untuk diskusi. Yang cocok antara lain Immas, Amirul, Rindra.
Saya tak mungkin bisa mengerjakan ini sendirian dalam keadaan sibuk.

Target utama di sini adalah bagaimana bisa belajar cara publikasi di jurnal internasional, sehingga saya nantinya bisa juga bantu orang lain di Indonesia untuk nulis jurnal internasional.

Yang penting memang ide, setelah itu bahasa, bisa diserahkan ke ahlinya.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results

Ngantuk banget jadi tidur dulu, terbangun shalat magrib.
Lap1 44:58.91 44:58.91
Lap2 21:35.76 01:06:34.67
Setelah shalat sedikit santai dengan game di hp ini.
Coba sekarang lanjut kerja.
Ya Allah semoga table Sbongile bisa kuselesaikan malam ini.
Timing by BlackBerry

Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results

Lap1 03:19:48.81 03:19:48.81

Timing by BlackBerry
Analyse Sibongile. Trus dilanjurkan cerita Muzeva, make notes.
Now, very sleepy.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results SB 3

Lap1 26:53.98 26:53.98
Lap2 02:29:28.91 02:56:22.89
Lap3 01:40:44.58 04:37:07.47

Timing by BlackBerry
1. Reading transcript
2. Nvivo
3. Nvivo + table.

This has been for hours.
It is not effective.
What is the function then of Shadrack table.
Why can't I make use of it?

I think, it is better to spend time directly from transcript and Shadrack table.

See Shadrack table. What sense can you make from that.

See also your table, what can you learn from that?

I think here the new pattern I got, the teacher correct the learner's work and without any specific request, learners are confidently to work on the board.
It is like a culture of this classroom.

There are also many chances for learners to participate, in terms of expressing their ideas, commenting, agreeing or disagreeing with learners.

I think, this Nvivo only be used when we focus on certain teachers to show the contrasting descriptions.

Or this can be done by other people to do it in detail.
So let me stop for Nvivo now, then I will try doing it on the table. Thanks

Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results Sb2

Lap1 26:53.98 26:53.98
Lap2 01:54:58.35 02:21:52.33

Timing by BlackBerry
The first is working on transcript, copy pictures and the second is working with Nvivo for sbongile
Sent from my BlackBerry® wireless device

Sunday, 29 April 2012

Stopwatch Results-Sb1

Lap1 01:01:07.75 01:01:07.75

Timing by BlackBerry

Reading transcript and chunking it
Very interesting talk.

What are the most interesting here that learners have broader chance to express their ideas.

So, what types of learners ideas.

What is coming to be different
- teachers asked many questions to individual
- more WHY questions
- more answering learners' question
- more +/- (disagreement)

Where can I capture the participation???
Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results-bangun subuh

Lap1 04:25:20.74 04:25:20.74

Timing by BlackBerry
Alhamdulillah, saya baru sj selesai shalat shubuh.

Artiny hampir 4 jam saya tidur dan sungguh senang karena bisa bangun dengan mata segar. Sungguh ini kehendak dari-Nya.
Hamba hanya bisa berdoa
Trims ya Allah.

Saya mau lanjutkan kerja jika Engkau mengizinkan ya Allah.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results-Sunday afternoon to 1am Monday

Lap1 07:04:03.56 07:04:03.56

Timing by BlackBerry
Working on analysis for video - Muzeva

Finally I finished the table.
What to do next.

Make a report on my analysis.
What pattern I could say.

Remember, the absence does not mean none.

Hope tomorrow, I can work on Shadrack teacher.

What to send:
- table
- coding system standard and samples
Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, 28 April 2012

Minggu, Senin, Selasa

Selasa libur.
Saya seharusnya bisa mengirim hasil kerja hari Selasa pagi.

Hari Senin, saya perlu menonton 3 video dan refine catatan analisis yang akan saya kirim ke JA

Hari Minggu, Ya Allah, berilah kekuatan pada hamba untuk fokus mengerjakan MERJ-paper sehingga ini juga bisa saya finalkan dan kirim Selasa sore.

Kapan mengerjakan interviu.
Ini juga harus saya kirim hari Selasa.
Ya Allah, hamba tak berdaya tanpa-Mu. Berilah kemampuan pada hamba dalam melakukan ini semua.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Minggu 29 April 2012

Lap1 53:39.89 53:39.89

Timing by BlackBerry
Minggu pagi:
- telp
- FB
- bimbingan informal: Rita and Lia
- email artikel
Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results

Lap1 06:38.53 06:38.53 siap-siap berangkat utk exercises + sikat gigi.
Lap2 06:39.40 13:17.93 menuju lapangan
Lap3 29:30.80 42:48.73- di lapangan + gambil jemuran

Timing by BlackBerry

Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results, Sabtu malam

Lap1 01:15:48.72 01:15:48.72

Lap2 01:03:48.31 02:19:37.03
Timing by BlackBerry

Waktu tersebut saya gunakan utk masak sayur, mandi, makan malam, shalat, dan membaca artikel Adler & Pillay (2007).

Ada yang agak sulit saya pahami di sini.
Tapi yang tertangkap oleh saya:
- dia gunakan teori pedagogic practice dari Bersntein, bahwa semua pengajaran atau komunikasi dalam pengajaran mesti mentransmit suatu kriteria tentang materi ajar tersebut.

- dia juga gunakan teori tentang pengajaran yang langkahnya: defining, explaining, representing, questioning, working with learners' idea.

Sedangkan utk event mathematically:
-conceptual/procedural
The potential to promote strategiv competence, and apa ya lupa deh.


Sebenarnya dalam paper ini, dia mencoba menyajikan kasus seorang guru. Dia mendeskripsikan pengajaran guru ini menggunakan framework yang ditetapkannya.

Nah, dalam paper kami nantinya, seperti apa.

Yang jelas, kita mau ungkapkan the nature of mathematical judgement. Seperti apa?
Apa itu judgement?
Apa itu math judgement.

Hegel banyak menggunakan istilah ini.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results

Lap1 06:38.53 06:38.53
Lap2 06:39.40 13:17.93
Lap3 29:30.80 42:48.73
Lap4 02.12 42:50.85

Timing by BlackBerry

Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results-note and sharing

Lap1 06:26:37.90 06:26:37.90

Timing by BlackBerry

Itulah, waktu terus berjalan. Apa yang kulakukan selama itu.
- bikin note catatan perjalanan dengan nenek
- bikin note tentang episode Fida
- kirim artikel ke kawan-kawan FB
- jawab chat teman FB

Apa ini bermanfaat? Semoga. Karena niatku baik berharap orang lain terinspirasi dan bisa berbuat lebih baik.

Sebelum itu, saya baca artikel dan juga kirim artikel ke kawan-kawan.

Juga menjemur pakaian. Nah, gimana selanjutnya nih. Saya off line dan mau olarga dulu dan juga mau ambil jemuran dan shalat, dan Insya Allah istirahat dulu. Ya Allah, semoga waktuku yang tersisa sangat bermanfaat. Amiin.
Dan semoga catatanku mudah dibaca dan dipahami oleh kawan-kawan lainnya. Dan semoga bermanfaat. Amiin


Sent from my BlackBerry® wireless device

Fw: Plan for today

Sent from my BlackBerry® wireless device

-----Original Message-----
From: "Sitti Maesuri Patahuddin" <s_maesuri@yahoo.com.au>
Date: Sat, 28 Apr 2012 06:22:39
To: s.maesuri.postdoc@blogger.com<s.maesuri.postdoc@blogger.com>
Reply-To: s_maesuri@yahoo.com.au
Subject: Plan for today

What am I going to do today?
OOooops jadi ingat pakaian yang mau dijemur.
Ingat mau nonton video.
Ingat mau nulis note.
Ingat ada artikel yang perlu kurevisi.
Ingat analisisku belum selesai.
Banyak ya.
Tapi apa saya cukup semangat dan energi utk itu semua?
Semoga Allah memberiku waktu yang produktif dan bermanfaat.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Merenung apa saja deh

Hidup ini siapa yang duga.
Saya sendiri tak pernah menduga kalau saya berada di benua yang jauh. Perjalanan dengan pesawat menghampiri 15 jam.

Ah, saat pulang libur yang lalu, saat balik ke Afsel, saya berangkat sendiri. Tentu suami tak mungkin ngantar lagi. Kan mahal ya. Sekali jalan biaya pesawat bisa 7 jutaan, atau pp 12 juta lebih.

Yah apa boleh buat, pergi sendiri. Padahal saya tipe istri yang tak biasa jalan sendiri. Kata orang, ini ke mana-mana di antar oleh suami. Kalau pun tidak, suami suka nitipin saya ke kawan lain. Intinya memastikan ada yang dikenalnya bersama saya. Maklum saya orang kampungan.

Maka itu, kadang-kadang kalau naik bis .Misal ke Jombang saja, telp sering sekali berdering dan tanya "sudah di mana?". Maklum dia tahu keterbatasanku. Lah kalau saya di pesawat, dia tak bakal bisa nelpon. Jadi tidak mudah juga. Kalau di Joburg, paling sering terima pesan "Ibu di mana?" Ya, paling jawabnya di kantor, atau di rumah, atau bepergian dengan kawan A, B dst.

Ah nulis kok malah ke mana-mana. Sebenarnya niatku tuh mau cerita pengalaman di atas pesawat.

Bahwa saya beruntung duduk dengan seorang nenek-nenek. Saat di bandara di Surabaya di tanya sih, mau duduk di mana. Saya hanya bilang, mau duduk dekat jendela, tapi kalau boleh yang penting duduk dekat wanita. Trus dia cek. Ada nih Mba, tapi nenek-nenek usia sekitar 80. Lah waktu itu saya okekan saja walau pun mikir juga. Yang terpikir, nenek-nenek tua kan biasanya sudah sakit-sakitan. Wajar juga kan saya mikir gitu?
Ah doa saja deh, semoga tidak ketularan. Mau gimana lagi.

Tapiiiii, apa yang terjadi, ternyata nenek-nenek yang kutemani itu adalah nenek-nenek yang sangat hebat, yang sangat tinggi jam terbangnya, sudah berpuluh negara yang pernah dikunjunginya. Sejak suaminya pensiun, mrk sering bepergian, berwisata menikmati keindahan dunia. Dia sangat lincah bahkan saat di bandara di Joburg, saat orang-orang turun tangga lift, dia malah jalan kaki padahal jaraknya sangat lumayan. Ah saya terpesona dibuatnya.

Mungkin dia tak tahu kalau dia jadi fokus observasiku di dalam pesawat, termasuk cara makan dia yang sangat licah dan dengan cekatan minta ini itu pada pramugari. Nah, sempat selama dipenerbangan itu, pesawat guncang banget. Dulu saat bersama suami, saya kan bisa megangi tangan dia. Suami bisa mencoba menenangkan saya. Lah, ini sendiri. Saya hanya bisa pasrah, sambil mikir, saya kan nggak punya utang ya. Semogalah pikirku. Kalau hidupku berakhir di sini, saya pasrahkan saja. Duh, pesawat guncang seperti ini membuatkuy ngeri tapi juga membuatku hanya pasrah semata.

Lah, si nenek itu tenang saja, seperti tak terjadi apa-apa.
Akhirnya, saya pun tak tahan utk bertanya: "Aren't you panic?" Kutanya kamu nggak panik toh.

Dia lalu jawab, lah ini nggak ada apa-apanya dibandingkan pengalaman cuaca buruk yang pernah kualami. Percayalah, naik pesawat itu jauh lebih aman dari pada naik kendaraan di darat. Dia jelaskan, pilot tuh sudah tahu. Kadang-kadang sejam hanya berkeliling utk menghindari cuaca baruk itu. Tenang saja. Ini biasa.

Saya pun jadi tenang dibuatnya.

Apa artinya, lagi-lagi pikiran itu bisa berbeda karena pengalaman.
Pikiran itu bisa berbeda karena pengetahuan.
Jadi jangan ragu mencari pengetahuan sekalipun harus nyeberang benua.
Jangan ragu terlibat dalam berbagai macam pengalaman.
Hal yang sama bisa dipandang/dilihat secara berbeda oleh orang yang berbeda.
Artinya pula, pandangan yang berbeda perlu dihargai.
Ini toh yang dinmaksud perbedaan adalah rahmat.

Catatan pagi ini
Sent from my BlackBerry® wireless device

Friday, 27 April 2012

Plan for today

What am I going to do today?
OOooops jadi ingat pakaian yang mau dijemur.
Ingat mau nonton video.
Ingat mau nulis note.
Ingat ada artikel yang perlu kurevisi.
Ingat analisisku belum selesai.
Banyak ya.
Tapi apa saya cukup semangat dan energi utk itu semua?
Semoga Allah memberiku waktu yang produktif dan bermanfaat.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results

Lap1 01:36:28.62 01:36:28.62

Timing by BlackBerry

My reading and sharing:
Habis shalat shubuh baca artikel "Wilson, P., Cooney, T., & Stinson, D. (2005). What Constitutes Good Mathematics Teaching and How it Develops: Nine High School Teachers' Perspectives. Journal of Mathematics Teacher Education, 8(2), 83-111."

Bagus banget bagi yang penasaran mengetahui tentang "seperti apa sih pengajaran matematika yang baik". Si penulis mulai menyajikan konsep "good teaching" dari pakar pendidikan seperti Dewey dan Polya. Lalu mereka mereviu seperti apa sih "good teaching" dari penelitian yang ada. Dia bagi jadi dua versi deterministic dan interpretative. Lalu dia presentasikan hasil analisis data kualitatifnya dari 9 guru yang sudah pakar dan bagaimana pandangan merekatentang "good teaching".

Tulisan ini menarik dari banyak hal antara lain:
- bagaimana sih literatur reviu yang berkualitas. Bagi yang nulis skripsi/tesis/disertasi dalam bidang pendidikan matematika, model menulis ini patut sekali dipertimbangkan. Masalahnya, saya sering baca proposal/laporan penelitian, yang pendahuluannya itu terlalu normatif, sehingga jauh dari gaya meyakinkan pembaca.

- Ini juga tentunya bagus dicermati bagi teman-teman yang mau nulis untuk publikasi di jurnal.

- juga bisa memberi contoh bagaimana mempresentasikan hasil analisis data kualitatif

Hmmm, menarik sekali. Ini adalah hasil studi penelitian 3 tahun.
Bagi yang berminat membaca, silahkan email ke saya, dan saya Insya Allah bisa mengirimkan artikel ini. Semoga bermanfaat.

Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results Friday

Lap1 04:01:11.26 04:01:11.26

Timing by BlackBerry

Capek juga ya.
Finally, I don't finish Museva. Why is it so slow, particularly, now I feel I now the pattern.

I also decided that for Luck, I wan to just divide it into five main event.

Why?
I can still capture the same activities, with the same codes.
What are the limitation of doing this.
I can still capture what types of teacher activity, learner activity.

But you see, sometimes in one small event, there is a question from learner

But I may coded the quantity as +, ++, +++ relative to the time.
Of course, this is the judgement.
But, break them into larger, can help us to see easily. Based on that, then I can easily compare them.

What do you think.

Can you see now the difference between Lucky, Muzeva, and Sibongile, Femi's teacher.

What I can say about their mathematical judgement.

How their table analysis can help me.
I need to see carefully the team table and see, what figure, impressions, hypothesis that I can draw from all these teachers.

I need to make a progress on these teachers:
- Shadrack
- Craig
- Regina
- Femi
- Sitti
- Ntsiki

Why we don't focus only for "examples"

Why we don't only focus on the interaction about to what extend the teacher provide opportunity to participate and how the learner responded.

For example:
Most are chorused

There is interaction far more than just talking in front at the classroom but coming to check learners' works, learner's answer; or the type that give learners opportunity to reason such in Shadrack teacher.

Can I answer now about the mathematical judgement.
We don't want to spend much time for less effective.

But can I draw temporary conclusion and also generate some ideas.

In Muzeva,
The teacher didn't connect much. Focus on the law. But no chance created to connect with for example empirical cases.
There is an intention to see the prior knowledge and he is very good in pick up the learner answer. But why only the right one.

And the second strategy was still used by the learner, and it was ignored.

In this learning, teacher actually provide many examples, from simple to more complex, but in the setting of test.

This is quite in a hurry. Teacher worked hard for this.
Teacher has clear intention.

I think, the problem here is not about SMK, but about PCK, on how to present this so it can be understood easily by learners.

Teacher need to acknowledge types of mistakes that learners usually did.

Applying the law to the simple case make too clear. But if the learner can really identify what law they implement, such as write notes about law. What decision and why, must be shown.

Femi's teacher is also very interesting. It was well planned, the story also quite clear.

Their teaching are very interesting.

I think, I must watch all that to help me to think about the indicators. I have experiences:
- transcribe, chuncking
- make the table of analysis
- make across table
- analyse in Nvivo.

So what.

I must make some notes about what then I can learn from teachers. This really helps me in thinking further.

Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results: input each event

Lap1 01:19:10.66 01:19:10.66

Timing by BlackBerry
Hmm, it also take time to input them.
I have broken then into pieces of events last night.
Now What I am going to is analysing each event while completing the table.
Could I do this quicker. It also depends on the speed of computer :)
Sent from my BlackBerry® wireless device

Thursday, 26 April 2012

Stopwatch Results 4

Lap1 01:16:12.13 01:16:12.13

Timing by BlackBerry

Well done, I have a good progress. I will continue tomorrow. Now very tired. Hope I can do it quicker tomorrow and can finish at least 1 teacher. Please .....
Hope. May God help me to do the best and hope this is very useful for me and for projects or for teachers in general.
Thanks Ya Allah for your strength.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results

Lap1 02:31:59.94 02:31:59.94
Lap2 02.96 02:32:02.90

Timing by BlackBerry

So what I have done, coding and trying to understand it by reading article and book of Anna Sfard,
About visual mediator, narrative endorsed, mathematical word.

There are words and question ,not including mathematics world but about to focus teacher' attention, to ensure learner understand, listen or hear it.

What I could see here?
- the pattern of questions, mostly resulted choruses, mostly were closed, seeking answers that already in teachers' mind.

- what is interesting here is: giving exercise that applying the law that is going to present.

What grade is this? 10?

So I need to check the curriculum.

What is more here comparing to Lucky is the teacher involve learner's to do exercises in his/her book, to work on board, and check the learner's works on the board for all the class.

What are similar so far, the types of questions posed were closed and particularly guided.

It is a slow process because not sure whether I have coded certain things.

What does it mean if many codes happened at the same text?
Sent from my BlackBerry® wireless device

Holiday

Friday:
Saturday:
Sunday:
Monday:
Tuesday:

What works must be done
- Nvivo data analysis (3 teachers)
- Summary table (3 teachers)
- note for analysis; including the transcript

ZDM reading

MERJ paper

If 8 hours a day: then I have 40 hours in total

Can I do 1 teacher for 10 hours - Nvivo, table, notes.

If I can, then I can work on MERJ for the rest 10 hours.

So, by Friday afternoon, could I finish for one transcript. Hopefully.
Ya Allah, you are the powerful. Thanks for every thing.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results 2

Lap1 04:18:19.81 04:18:19.81

Timing by BlackBerry

Sent from my BlackBerry® wireless device

Stopwatch Results

Lap1 04:18:19.81 04:18:19.81

Timing by BlackBerry

Finally, I decide to make standard of coding. When the event doesn't have certain coding, I can easily delete them.

Whatever coding emerge, there must be data supporting the coding, explicitly or implicitly (by inferences).

It is quite slow, but I am sure, once I can finish coding with Nvivo, I will summaries them into a simple table to allow me to see a pattern within individual teacher or across the teacher.

By doing in Nvivo, I can make arguments based on data.

What the intended object?
What is the enacted object?
What examples the teacher provide for the intended object?
1hat types of examples and how is the variations.
This can later reflect the quality of the instructions.

Are the examples helped learners to see critical features.

I might argue what are critical features there, theoretically or empirically (meaning from learners' confusing or questioning)

What about connections. How can this reflect the quality of teaching?

Math is connected.
In Lucky, it shows rich connections, at least we can see many mathematics ideas pop up. But the problem here, it doesn't always mean that "good quality teaching"

So what then?
We need to analyse deeper the nature of the connection.
Alright, we have types of connection, but again, it doesn't guarantee the quality.

It means for examples, trying to locate the topic by connecting with the previous, try to remind the learner that you learnt already this.

The good connection certainly to help teacher to understand the intended learning object.


Sent from my BlackBerry® wireless device

Wednesday, 25 April 2012

Stopwatch Results 1

Lap1 01:24:00.11 01:24:00.11

Timing by BlackBerry

Start working on the table and Nvivo.
One event is completed well and making some notes about analysis.

Questions: closed and opened
In closed (only one correct answer or require learner to predict what are in teacher's mind), including
- guided: mention earlier, just mention, point to the board, written on board, indicated by gesture, complete the sentence
-Y/N
-What

In opened
- What
- Why

ARE WE TOGETHER, to be with teacher, listen or hear teacher talk, Ok, fine, alright

I may need to count the frequency of questions that require answer from learner
- answered (by individu: few chorus; many chorus
-silent

Questioning:
- to whole class
- to individual

I capture questions, examples, connections, ect.
Well done Sitti
Sent from my BlackBerry® wireless device

Tuesday, 24 April 2012

Kamarku dibersihkan

Niat mau ke kampus, tetapi belum sempat siap-siap cleaner sdh datang bersiin kamar. Jadi ya saya sedang di ruang TV residen. Bagus krn lebih hangat.

Let me think what to do:
Tiga hal yang patut saya selesaikan
- tabel Lucky
-tabel Muzeva
-tabel shadrack

Mungkinkah ini diselesaikan dalam waktu dekat, sebutlah 9 jam in total.

Tolong waktunya di catat

Apa yang bisa kulakukan, hindari soal teknik.
1. Print Shadrack transcript dan tabel
2. Tandai event di transcript, ikuti saja analisisnya
3. Print tabel kosong
4. Lalu isi table.

Gunakan warna pulpen berbeda dan highlighter.

Apa yang menarik semalam dari diskusi Prof. Beliau tanya berapa lama waktu yang dibutuhkan?
Saya balik tanya mengapa selalu khawatir soal waktu?

JA jelaskan krn kita punya waktu yang terbatas.
Kalau analisis satu guru butuh 3 hari, maka 10 guru satu bulan dan 20 guru dua bulan, atau utk semua video, bisa 3 bulan.

Nah bgm cara kerja yang cerdas yang bisa saya lakukan:

1. Batasi waktu dalam mengerjakan sesuatu
- JRME-MERJ
- video analysis - menuju paper konferensi SAARSMTE dan MES
- ZDM, analisis paper
- interview

2. Ada juga yang lain yang dibutuhkan:
- buku penelitian kualitatif
- buku FB

By the way,
Santai dulu. Coba, apa saya sdh dapat manfaat dari postdoc.
Iya sih kalau saya berhasil dapat artikel, namun hingga sekarang, belum. Ini masih proses.

Apa mungkin saya menulis untuk jurnal terakreditasi nasional?
Yang bisa saya lihat kembali adalah JIP karena yang lalu diterima cuma sayang banget tuh udah terbit di tempat lain. Mungkin saya bisa mengkaji itu lagi dan mengubah fokusnya.
Entahlah.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, 21 April 2012

Baca artikel ESM

Hampir dua jam saya mencermati satu artikel berjudul "shedding light on and with example spaces" by Paul Goldenberg and John Mason (2008).

Tulisan ini bermanfaat bagi peneliti maupun pengajar khususnya di bidang matematikam.
Menarik sekali karena:
1. Ini contoh tulisan yang sangat solid, padat dan jelas, mulai dari pendahuluan hingga akhir. Hanya 12 halaman, tapi tak ada pernyataan yang tak penting.
2. Yang dibahas meliputi: pentingnya pemberian contoh dalam menjelaskan konsep matematika, peran umum dan khusus contoh, jenis-jenis contoh (star up examples, reference example, generic example, counter example, pertinent non- example). Juga tentang apa yang bervariasi dalam contoh dan sejauh mana bisa divariasikan.
3. Referensi ini juga memberikan/menunjukkan akses ke referensi lainnya yang relevan berkaitan dengan penelitian tentang contoh, baik refernsi sejak tahun 60-an hingga referensi terbaru.

SO WHAT?
Saya belum pernah membaca penelitian pendidikan matematika di Indonesia tentang topik ini. Sebelumnya saya juga tidak begitu menyadari hal ini, misal bagaimana membantu guru merefleksi tentang contoh yang dibuatnya, apa pilihannya otomatis, apa yang muncul di pikiran saat itu atau apa contoh itu dipilih secara sengaja, dengan tujuan tertentu.

Saya pikir, ini salah satu topik penelitian yang menarik untuk mahasiswa, misalnya merancang suatu pembelajaran konsep matematika dan bagaimana memilih contoh, menstrukturisasi contoh.

Atau bisa juga meneliti untuk menginvestigasi bagaimana fitur pemberian contoh dengan berbagai jenisnya pada buku-buku teks yang berbeda. Apakah contohnya tepat baik dari isi maupun fungsinya?

Atau bisa juga tentang bagaimana membantu guru mengkonstruksi contoh (menggunakan variation theory), berdasarkan contoh yang ada di buku teks, dengan kata lain bagaimana memperkaya pemberian contoh di kelas untyk memperluas akses pada bidang matematika.

Atau bahkan menginvestigasi bagaimana siswa itu merespon contoh, kekhususan apa yang ditangkap, generalisasi apa yang diperoleh.
Saya kira terlalu banyak yang bisa diteliti berkaitan dengan hal ini. Apalagi di edisi spesial ini, lebih dari 3 artikel yang khusus membahas tentang "contoh" dalam pembelajaran matematika.
Semoga catatan singkat ini bisa bermanfaat khususnya bagi mereka yang sedang bingung mau meneliti tentang apa.
Bagi yang berminat pada artikel ini, bisa email saya dan saya bisa kirimkan.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Catatan Kartini

Ternyata lama juga waktu kuhabiskan mulai memikirkan ide tentang RA kartini hingga mempostingnya, yaitu kurang lebih tiga jam. Tapi ini kuharapkan bisa memberi pelajaran khususnya bagi para guru, bagi para wanita dan laki-laki.

Ok, untuk minggu ini, cukup itu saja catatan utk FB. Saya kira tak apa-apa tak ada FB-an hingga akhir pekan depan. Catatan tentang pendidikku kutunda hingga minggu depan.

Lalu apa renacana mulai besok. Hari Minggu besok adalah hari kerja. Saya bisa melakukannya dipagi hari atau di sore hari. Mungkin lebih baik saya ke Rosebank jam 9 artinya saya belajar pagi hingga jam 8 lalu siap-siap berangkat.

Apa yang perlu kulakukan besok pagi? Analisis data atau membaca. Pekerjaan besok adalah untuk proyek.
Semoga Allah memberikan kekuatan dan kemampuan setelah saya bangun shalat Shubuh.
Jadi semoga besok, saya bisa kerja kerjaan proyek minimal 8 jam. Amiin.
Sisanya itu bisa digunakan untuk memikirkan rencana penulisan buku.
Ya Allah, berilah kekuatan pada hamba untuk berbuat baik, dan berilah dampak kebaikan pada banyak orang, dan semoga dampak kebaikan itu membawa saya untuk bekerja secara lebih produktif. Ya Allah, jadikanlah hamba dan keluarga hamba orang yang berguna, dan limpahkan rahmat pada keluarga kami. Semoga kami bisa hidup harmonis dan secara bersama bisa berbuat baik. Semoga kebaikan suamiku berbuah kemudahan dalam menyelesaikan tugasnya.

Suamiku adalah orang yang bertanggungjawab dan saya selalu mengaguminya. Semoga rasa cinta kami berdua tetap subur dan semoga keharmonisan kami terus terjaga. Amiin.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Thursday, 19 April 2012

Curhat Jumat pagi

Halo Sitti.
Sejak Rabu malam hingga dini hari, kamu sibuk mendownload sumber-sumber bacaan. Dan ini kamu lanjutkan hingga Kamis malam. Well done.
Saya kira itu sudah cukup untuk sementara.
Saya bisa katakan bahwa, itu semua tak berguna bila tidak dimanfaatkan. Maka manfaatkan dengan membacanya dan mengambil hikmahnya.
Ini boleh jadi dengan membacanya, memberimu inspirasi lebih lanjut utk ber buat.

Lantas apa yang kamu mau capai dalam hari-hari terakhir di minggu ini.
Kamu punya waktu sekitar 1 jam pagi ini sebelum bersiap ke kebun binatang. Kamu punya waktu hari Sabtu dan Minggu. Apa yang akan kamu lakukan?

1. Semoga saya bisa menyelesaikan satu analisis saya, yaitu Lucky. Minimal satu dan merumuskan apa yang perlu dilakukan utk diskusi selanjutnya. Lebih baik lagi jika saya bisa mengerjakan utk Jo.

2. Menulis catatan apresiasi pada para pendidikku.

3. Membaca lagi tentang cara menulis buku dan brainstorming tentang penulisan buku catatan Facebook dan buku kualitatif.

Utk kualitatif, mengapa saya perlu membacanya?
Sejauh ini, saya sendiri kurang menemukan buku tentang kualitatif. Dulu cuma ada satu buku terjemahan Moleong. Trus ada buku kawan, yang rumit sekali bahasanya.
Saya ingin menulis buku kualitatif yang bahasanya sederhana?

Apa yang perlu saya katakan dalam buku ini?

Saya harus menjawab pertanyaan mengapa buku ini ditulis?
- terbatasnya buku yang berkaitan dengan ini.
- memperjelas pentingnya penelitian kualitatif, mengapa penelitian kualitatif diperlukan
- memperjelas asal muasal dari penelitian kualitatif (ada cerita bagus pengalaman pakar yang kemudian beralih ke kualitatif)
- memperjelas apa yang seharusnya dilakukan dan tidak dilakukan oleh peneliti kualitatif
- memberikan langkah-langkah yag umum dilakukan pada penelitian kualitatif
- analisis data kualitatif. Hal ini sering ditanyakan. Saya punya data interviu, lantas mau diapakan.
- pertanyaan seperti apa dan bagaimana menjawabnya.
- saya ingin menandaskan pentingnya pemaknaan dalam prosesnya.
- Kesalahan apa yang sering terjadi dalam penelitian kualitatif.
- saya ingin membuka wawasan pembaca tentang perkembangan penelitian kualitatif hingga saat ini, dalam arti salah satu kelebihan dari buku ini adalah proses sintesis penulis dari banyak referensi. Saya sekaligus ingin memodelkan cara penulisan yang benar, seperti cara mengutip.

Nah cara saya menuliskan ini;
1. saya coba mensurvei buku-buku penelitian kualitatif atau pun artikel penelitian kualitatif terbaru. Tempatkan referensi ini dalam endnote khusus atau dalam endnote maesuri dengan kode khusus.
2. Saya perlu membuat pertanyaan yang harus dijawab?
3. Saya bisa melakukan pengkodean dari sejumlah referensi itu, menggunakan Nvivo.
4. Mungkin akan lebih baik jika saya merangkum untuk masing-masing.
Khususnya mencermati daftar isi. Apa yang dikaji oleh masing-masing buku kualitatif tersebut. Copy Paste dalam tabel sehingga punya wawasan perbandingan.
5. Bandingkan juga kata pengantar dari masing-masing buku.
6. Oh ya, siapa yang akan saya minta membaca tulisan ini.
- mahasiswa minimal 3 orang
- suami tercinta
- Kolega (Bu Mas); Pak Tatag; Bu Ika
- Pak Usman
- Pak Darwis; Pak Ali; Pak Awi
- Nurhaedah
7. Kapan ini harus selesai? Draftnya perlu selesai dalam duan bulan ini?
Apa mungkin? Insya Allah asalkan disiplin waktu
Apa tidak mengganggu waktu proyek? Tidak karena ini justru mendukung saya bagaimana melakukan analisis kualitatif saya.
8. Apakah ini pantas diprioritaskan? Iya karena ini adalah sumbangsih yang akan bermanfaat bagi dunia akademi. Ini jauh lebih baik daripada menghabiskan waktu mikirin hal-hal yang tak beres di masyarakat karena toh saya tak mampu mengatasinya.
;adi utk tulisan bhs Indonesia, apa yang perlu siap sebelum pulang?
- draf buku catatan FB
- draf buku penelitian kualitatif
- draft atau catatan-catatan tentang paper apa yang bisa saya tulis utk jurnal

9. Ada kabar tentang apa yang dihitung dan tidak dihitung dalam kredit. Bagaimana pandangan Anda. Utk saat ini, jangan peduli itu. Karya saya dan bukti kinerja saya numpuk tapi terserah sistem. Semakin ketat juga bagus. Saya tak usah mikir terlalu jauh. Kalau tak bisa jadi Professor, dalam 5 tahun, apa boleh buat, tapi yang utama karyanya sudah menyaingi karya Professor.

10. Hal apa yang perlu saya perbaiki dalam diri saya saat ini?
Kedisiplinan shalat dan pemanfaatan shalat serta kedisiplinan dalam olahraga.
Ya Allah semoga Engkau selalu melindungi Hamba. Tak ada kekuatan selain dari-Mu
Sent from my BlackBerry® wireless device

Transcript+analysis

Alhamdulillah, saya sudah selesaikan kerjaan transkrip dan analisis. Lantas apa yang harus saya kerjakan.
Coba saya lihat dulu, info apa yang berarti dari table itu.

- matematika
Matematika yang dijelaskan adalah konsep polynomial. Mana yang polynomial dan mana yang bukan?
Untuk ini saya butuhkan mengkaji:
# konsep polynomial menurut matematikawan
# konsep polynomial menurut kurikulum
# kajian mengapa ini diperlukan siswa, artinya saya harus banyak mengkaji perdebatan atau kajian mengapa matematika ini penting. Untuk saat ini saya percaya dia merupakan alat menata nalar. Dia mampu membedakan mana yang sesuatu dan mana yang bukan sesuatu.
Matematika sangat konsisten dalam sistemnya.
# how is the quality of mathematics deploy in his teaching.
# From the table you can see so many linked concept. It was mentioned a lot. But what does that mean? Is it then rich.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Power

Start look at what you are lacking, knowing, many opportunities out there.

Domain:
- physical
- emotional intelligence, as a predictor for success (emotional power-copnnectingล to people)
- intellectual power
- spiritual power, fate/religious

Tidak menempatkan dirinya sebagai creative because

Working with people-
The power of creative. You need to develop
All transformation start from individual

You've forgotten who you are, your power because become conditions

Going look at your mirror.
The thing that you are good, you ♥

www.seoul
Sent from my BlackBerry® wireless device

Monday, 16 April 2012

Self-concept inventory

1. I am diligent
2. I am kind
3. I am helpful
4. I believe one day I can publish a good book
5. I Think, I am doing well in my postdoc
6. I am successful at interacting with my supervisors
7. I enjoy sharing
8. I like talking to my children
9. My strongest personality is helpful
10. People like my writing
11. My body is Ok
12. Physically I enjoy working
Mentally I enjoy reflecting
Most people think that I am smart
My parents think that I am great
When I am alone, I ♥ studying
When I talk to my self, I got new ideas
A friend, I ♥ sharing
As a listener I ♥ learning

Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, 14 April 2012

website for psikology

Menarik juga nih

http://www.kidspsych.org/rotate.html

Reading Burton (1998)- The Practices of mathematicians...

Burton, L. (1998). The Practices of mathematicians: What do they tell us about coming to know mathematics? Educational Studies in Mathematics, 37(2), 121-143.

Menarik sekali membaca tulisan ini.

Beberapa yang saya ambil hikmahnya:

1.    Bahwa para matematikawan juga kelihatannya bergeser dari suka bekerja secara individual menjadi lebih kolaboratif. Banyak manfaat yang mereka peroleh. Simpulan antara lain:

The mathematicians gave the following grounds for why they found collaboration beneficial:

* talking is a good way to get a problem done,

* it shares the work,

* you benefit from the experience of others,

* it increases the quantity and quality of ideas,

* you have someone off whom to bounce ideas,

* it enhances the range of skills,

* you get into areas that you might not have thought of going into,

* you learn a lot from more senior colleagues,

* under the pressure of writing up, you mustn't let others down,

* there is someone to take over when you reach a deadend,

* you share 'the euphoria' with someone,

* you feel less isolated,

* you can benefit from a novice/expert combination.

2.    Mereka juga menjelaskan makna dari proses memahami matematika, misalnya seperti puzzle, berusaha untuk menyelesaikan puzzle, penuh dengan uncertainty, ketidak pastian. Jadi matematika itu bukan “suatu kepastian”

3.    Mereka juga melihat bahwa inti dari suatu matematika adalah konektivitas, termasuk hubungannya dengan fenomena kehidupan nyata.

4.    Di bagian kesimpulan tertulis: What meaning does this have for the learning of mathematics?

Beberapa kutipan yang menarik dicermati

_ A major finding of this study was that the cultural climate within which mathematics is researched has shifted from a predominantly individualistic to a predominantly collaborative/co-operative one.

-          A collaborative model emphasises the group functioning in exploring and negotiating meaning assuming that such meaning is negotiable and non-homogeneous. Out of such a model, connectivities naturally are generated as different members of the group share their perceptions and investigate alterative understandings and methods for gaining such under- standings. The world of knowing described by my participants, a world of uncertainties and explorations, and the feelings of excitement, frustration and satisfaction, associated with these journeys, but, above all, a world of connections, relationships and linkages, is a natural outcome of this model and equally available to learners of any sophistication. It compares very unfavourably with the reception learning on which a transmission model is predicated where mathematics is presented to learners in disconnected fragments; if there is any hope of connections being made, that is more often than not left to the individual to achieve. Not only does this fail to support learners in constructing any Big, or even smaller, Picture but it also deprives them of the very pleasure of which these research mathematicians speak - the pleasure of making a connection.

Tuesday, 10 April 2012

Artikel

Menarik juga bacaan kemarin
Implikasinya adalah:
Saya perlu nyiapin waktu utk mengidentifikasi jurnal sasaran.

Nah, saya kira saya perlu diary khusus untuk itu.

1. Saya perlu identifikasi artikel berkaitan dengan pemanfaatan internet. Berdasarkan itu, saya lacak jurnalnya.
2. Saya memulai dari tesis.
3. Saya perlu memulai dari leading journal atau penulis top. Perhatikan impact factor
3. Fokus saya saat ini adalah math content knowledge needed for teaching.
4. Should I asked JA to support me how to write a review. I can actually learn from the case of Hall. And It needs a working group.
5. Saat ini, yang patut saya incar adalah JMTE. Perhatikan impact factor.
Satu hal, kalau pun kita menulis utk yang level tinggi, dan misalnya ditolak seperti saat ini, tapi feedback mereka sangat berguna.

Artinya saat ini kalau saya bisa usahakan menulis beberapa dan terkirim beberapa, itu sudah modal

Incaran selanjutnya mungkin
JMTE and MTE

Ada reviu yang patut saya lakukan yaitu:
Seperti apa integrasi internet dalam pembelajaran.
Apa potensi internet sebagai alat belajar.
Ada juga yang perlu saya pelajari, bagaimana membuat survey online utk pemanfaatn Internet dalam dunia pendidikan. Ini bisa dilakukan dengan memberi hadiah undian. Ini bisa dilakukan kerjasama dengan TELKOM atau pihak lain,

Again banyak sekali ide. Tapi harus pikirkan mana yang paling prioritas.
Pikirkan cara manfaatin waktunya dalam r bulang terakhir. Target mingguan perlu jelas.
Semoga Allah selalu memberi petunjuk pada hamba dan keluarga hamba
Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, 7 April 2012

nasihat untuk maesuri

Maesuri, lagi-lahi saya harus katakana bahwa kamu sedang belajar.

Artinya banyak hal yang kamu belum mapu lakukan.

Tapi saya tetap megatakan pada dirimu. Ingat, mengerjakan S3 itu kan susah banget, tetapi kamu telah berhasil melaluinya.

TELAH LULUS dari proses tersebut.

 

Nah sekarang, kamu sedang belajar untuk bisa masuk ke dunia publikasi.

Ini mungkin sama beratnya dengan menulis tesis.

Tapi boleh jadi ini lebih berat karena tak ada deadline, seperti Tesis tersebut.

Tapi kamu punya modal. Kamu tidak jarang mau bekerja keras, mau mengerjakan sesuatu dengan sebaik-baiknya.

 

OKE, sekarang target utama kamu adalah belajar untuk bisa publikasi paper di jurnal internasional.

Mengapa kita pantas untuk kamu kejar.

1.       Proses ini melatih berpikirmu, melatih untuk berargumen. Melatih mengkomunikasikan sesuatu dengan jelas sehingga orang lain bisa dengan mudah memahaminya.

2.       Dengan publikasi, itu adalah salah satu cara berkontribusi pada pengembangan ilmu, berkontribusi pada masyarakat.

3.       Hal yang jauh lebih berati lagi adalah keterampilan ini dapat kamu manfaatkan untuk berbuat baik pada orang lain. Di Indonesia banyak orang yang berharap bisa publikasi jurnal Internasional. Nah kalau kamu punya pengalaman ini, kamu bisa menfasilitasi yang lainnya untuk juga bisa melakukan. Dan ini adalah cara yang mungkin efektif dalam mendorong perkembangan intelektual orang-orang Indonesia.

4.       Maesuri, kamu orangnya suka berbagi sejak kecil dan Insya Allah karena Allah dan Allah pun selalu membuka jalan kebaikan untukmu, maka jangan menyerah ya. Teruskan belajar. Teruskan membaca dan mencermati

 

Besok masih ada waktu.

Ya Allah, bukakanlah jalan bagiku untuk terus maju dan memaknai proses ini, dan berilah kesempatan pada hamba untuk berbuat baik dalam kehidupan ini.

Ya Allah, lindungilah keluargaku. Jadikanlah kami sekeluarga orang yang baik hati, orang yang tidak egois.

Berilah kebahagiaan dalam kehidupan kami.

Engkau ya Allah YANG MENGETAHUI SEMUA RAHASIA KEHIDUPAN.

Tak ada dayaku kecuali Engkau.

nasehatku pada diri sendiri

Maesuri, ternyata yang paling sulit itu adalah berpikir dengan jelas.

Ternyata yang sulit itu adalah memperjelas ide yang kita miliki. Meyakini ide yang kita punyai.

Selanjutnya adalah menyampaikan ide itu sehingga apa yang kita maksudkan, itu yang ditangkap oleh orang lain.

 

Jadi dalam pendidikan, yang perlu diajarkan itu adalah cara berpikir yang benar. Juga cara mengkomunikasikan hasil pemikiran itu.

 

Saya kira yang saya pelajari dari Prof adalah cara dia berpikir.

Kok nulis ini?

Sebenarnya saat ini saya menghadapi masalah besar, tentang tulisan saya.

Saya ingin menulis untuk sebuah artikel tapi argumen yang ingin saya ajukan belum jelas.

Saya belum meyakininya betul

 

Pengalaman pertama menyetor tulisan ke TOP jurnal gagal.

Sekarang saya sadari mengapa gagal.

Saya mengajukan satu meodel> saya mengklaim bahwa saya punya satu model baru. Tapi bagaimana orang lain bisa menerima model itu jika itu belum teruji dalam banyak kasus.

 

Nah sebenarnya, inilah yang dibicarakan oleh JA, bahwa saya harus menunjukkan di mana saya membangun model itu. Model ini dibangun dari suatu teori yang sudah mapan misalnya.

 

Tapi apa pun, memang akan sulit mengajukan argumen atau sulit meyakinkan orang lain jika kasusunya hanya satu.

 

Nah, apa yang sedang saya upayakan adalah merubah argumen itu. Saya ingin menyampaikan:

 

-          Ini model yang saya terapkan. Tentu mengapa?

-          Lalu saya gambarkan bagaimana saya menjalankannya.

-          Nah pelajaran apa yang saya dapat petik dari perjalanan tersebut?

 

Bagaimana kaitannya dengan teori yang telah mapan tadi.

 

Saya sungguh kesulitan.

 

Saya benar-benar kesulitan.

Tapi saya harus percaya, bahwa terus saja mencobanya, mungkin akan ada titik terang.

Sebagaimana JK Rowling mengatakan berjalan terus, mungkin di depan sana ada cahaya. Walau pun dia masih jauh, tapi tak ada cara lain untuk menggapainya, yaitu berusaha.

Yang jelas, saat ini saya lebih paham tentang makna menulis sebuah artikel.

Tidak sekedar data. Tapi yang harus kuat adalah theory kita.

 

Bagaimana kita membaca sesuatu, harus bergantung pada teori yang kita pakai.

 

Tetapi pada saat yang sama, kita juga perlu fleksibel.

 

What is next. Dua hari lagi sebelum bertemu dengan JA

Apa yang harus kulakukan.

Pada hari Senin, paling lambat siang hari, saya seharusnya sudah mengirim tulisanku.

1.       Untuk MERJ

2.       Untuk ICME

Nah hal penting lainnya, jika bisa,

Pada diskusi tentang publikasi tesis saya, saya bisa memperjelasnya, bahwa ada dua hal yang bisa saya kerjakan. Nah perjelas.

Hal apa yang dapat saya lakukan?

1.       Bila masih punya tenaga: bisa melanjutkan self-reviewnya.

2.       Bisa mengumpulkan kembali dan membaca kembali bahan-bahan yang dulu saya pakai saat menulis untuk JRME

·         Paper MERGA dan feedbacknya

·         Feedback tesis

·         Artikel Internet

·         Identifikasi jurnal teknologi yang bisa diincar untuk publikasi

3.       Jangan lupa menulis pada ICME

4.       Atau baca-baca buku saja. Kerjakan saja apa yang bisa

SEMOGA ALLAH SENANTIASA MENOLONG DAN MENUNJUKI JALAN TERANG

SEMOGA SEMANGAT UNTUK BERJUANG TAK PERNAH LUNTUR.

 

Hal yang belum bisa saya rekomendasikan adalah nulis note untuk FB. Saya kira ini bisa saya kerjakan di waktu lainnya.

Cuku curhat di blog ini.

too bad-too godd

Hi,

After working on my paper for two days, I thought that I have made good progress.

I was struggle in shortening and restructuring.

I thought that I was successfully doing it because now, it is about a word limit (9000 words).

But after that, I read again and pretending as a reviewer for my writing.

Now I could see so many gaps, and now I am confused how I could improve this writing.

 

I believe my study is fruitful. I did seriously. I have learnt a lot from this process. I was labour intensive but learning or deep learning alswyas need labour intensive.

Learning is hard.

Now the problem now, I must be able to communicate the value of this.

I want people to get benefits from my study.

I want readers to get inspirations from this.

 

I have learnt a lot.

This has helped me to discern many thing that I didn’t realise before.

 

But you know, they way I worked in Australia must be different in Indonesia.

I can lead Jack. Jack has a professional status and he may see himself in that way.

 

In Indonesia, in some schools, people see me as an expert. They want to follow, that want to ask, they want to join.

But certainly, some of them want to do that.

Only some, Some are feeling comfortable without any intervention from other. Some of them want to have a fully authoritative.

 

But again, I must learn something frpm this study?

Why are we researching?

Thursday, 5 April 2012

Ya Allah

Ya Allah, semoga Engkau beri hamba kekuatan dan kemudahan dalam merevisi paperku.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Fw: JRME - Manuscript Decision

Arsip
------Original Message------
To: Journal for Research in Mathematics Education
Subject: Re: JRME - Manuscript Decision
Sent: Apr 6, 2012 00:10

Dear Cynthia,
Thank you very much for your time and your contributions on my learning journey.
Thanks to all reviewers.
The comments are very challenging and very useful.
Hope one day, I will have an article published in JRME, even though I am not a English native.
I have been learning a lot from my PhD study and also from preparing my JRME manuscript.

Thank you very much for giving me very valuable feedback.

Kind regards,
Sitti


------Original Message------
From: Journal for Research in Mathematics Education
To: Sitti Maesuri Patahuddin
ReplyTo: Journal for Research in Mathematics Education
Subject: JRME - Manuscript Decision
Sent: Apr 3, 2012 05:20

April 2, 2012

Sitti Patahuddin


Dear Sitti Patahuddin:

I have received four reviews of your manuscript, "An Integrated Model of Mathematics Teacher Professional Development for the Use of ICT" (#11435). Although none of the reviewers recommended that your manuscript be accepted for publication, one suggested that you resubmit a revised manuscript for further review. After reading your paper and the reviews, I have decided not to accept your manuscript for publication in the Journal for Research in Mathematics Education (JRME).
Although the reviewers noted strengths in the manuscript (e.g., relevance of the topic, literature review on the nature of productive professional development, conduct of the ethnography), there are critical shortcomings of the work reported in this manuscript. My decision is based on the strength and logic of the reviewers' arguments that the manuscript is not suitable for publication in JRME. I highlight two main concerns with the study, which pertain to the proposed professional development model and the analysis and interpretation of the data.
Of critical concern is the validity and feasibility of the professional development model. Reviewers B and D questioned the practicality of an approach that relies on ethnography. Reviewer A commented on the lack of theory for interpreting the data and concluded that "most of the claims made in the results and discussion cannot support a model for teacher learning and professional development." Reviewer B was not convinced that you have shown that "the 3 components of the model are, in fact, crucial." Reviewer C noted that the model is not necessarily specific to mathematics teaching. The analysis of data is lacking in depth and complexity. Reviewer A highlighted this by noting the lack of attention in your analyses to the notion of leadership, which is a vital element in teacher professional development. He concluded: "By the end of the manuscript, I felt I had read more about an exchange between a researcher with interest in the Internet and a case study of one teacher who was only marginally interested, and the interaction that ensued." Reviewer B spoke to this same point when she indicated the need for investigating a diverse set of cases to "strengthen the [professional development] approach as a potential model because it would provide a more comprehensive picture of how the approach helps promote and serve as a lens for interpreting one's PD." Reviewer C noted that "there is insufficient conceptual analysis for the report of an ethnographic study and insufficient development and justification of the model to c onstitute a solid conceptual piece." Reviewer D suggested that some of the apparent and suggested patterns in the data needed to be more thoroughly addressed. The reviewers, each an expert in an area of relevance to this research, have offered extensive critical commentary that should be helpful as you consider your next steps for this manuscript. I encourage you to be mindful of the concerns raised by Reviewers B, C, and D about the structure of the paper and the quality of your writing. Note that Reviewer B suggested that you continue to pursue publication of this work, perhaps in a venue other than JRME.
I noticed that the data reported here were drawn from your dissertation study. It is often quite difficult to scale down an entire dissertation (especially an ethnographic study) to a 40-page manuscript. Thus, I encourage you to read the article "From Dissertation to Publication in JRME" by Eva Thanheiser, Amy Ellis, and Beth Herbel-Eisenmann published in the March 2012 issue of JRME. They candidly address the challenges of recasting a dissertation study (or part of one) as a research manuscript. I am sure you will find their article informative.
Although my decision was not favorable this time, I hope you will continue to view JRME as a potential outlet for your work. I wish you well in your research endeavors.
Click here to read the reviews.

Sincerely,

Cynthia W. Langrall, Editor Designate
Journal for Research in Mathematics Education
Department of Mathematics
Illinois State University
Normal, IL 61790-4520


Phone: 309.438.4481
e-mail: JRME@nctm.org

Sent from my BlackBerry® wireless device

Pikirkan lagi

Tadi saya sdh baca cerita ttg jack dan ineraksi saya dengan Jack. Sangat menarik ceritanya.

Saya setuju dengan penelaah yang mengatakan bahwa betapa sulit meyakini usulan suatu model baru hanya dari satu kasus. Okelah, saya tak bilang itu.

Saya pribadi harus bertanya, apa sebenarnya yang saya pelajari dari bekerja Jack dalam waktu cukup lama. Hampir setahun.

Apa agenda saya saat itu?
Apa yang saya ketahui saat itu?
Ayo.

Duh saya bingung.
Apa anda lihat perkembangan teknologi saat ini?
Saya benar-benar melihat perkembangan teknologi saat ini.

Udahlah. Saya belum mampu mengerjakannya.

Apa yang bisa saya lakukan.

Mengecek semua klaim saya.
Membaca kembali diskusi saya.mencoba dan mencoba lagi
Sent from my BlackBerry® wireless device

Arsip

Participants:
-------------
Sitti Maesuri, Nurfikriyah | 1412

Messages:
---------
Sitti Maesuri: ‎Johannesburg-20120402-02529.jpg ‪(49.48 KB)‬
Nurfikriyah | 1412: Ternyata pak nyoman menunda lagi ke hari kamis jam 8 tapi saya tdk percaya lagi terserah dia, saya tdk punya daya sbg mahasiswa
Sitti Maesuri: Ayah sebaiknya telp deh sebelum berangkat krn tak percaya lagi kan. Sabar ya sayang. Sekali-kali mungkin Ayah melakukan hal yang sama pada dia ya. Atau sebagai orang dewasa, Ayah perlu bicara serius. Jgn seenaknya.:)
Sitti Maesuri: Sabar ya.
Nurfikriyah | 1412: Ok trims darlingku
Sitti Maesuri: Di mana sekarang?:)
Sitti Maesuri: Anggap saja deh Pembimbing orang ke sekian. Ayah kan bisa kerja tanpa dia utk saat ini. Belakangan bila sampai waktunya, dia juga akan lembur. Jika kesulitan, konsultasi sj ke yang lain, misal Pak Arif Tiro atak kawan lainnya.
Sitti Maesuri: Kamis depan, jgn pergi kalau tak ada telpon. Kapok deh. Terlalu orang2 suka janji tidak ditepati.
Nurfikriyah | 1412: Saya mau jemput fika krn dia mau ikut toefl di its sama teman2nya
Sitti Maesuri: Loh, kok ikut lagi? Kan sdh punya dan dia tidak nyiapkan diri:/
Sitti Maesuri: Tapi terserah dia asal dia sudah pikirkan alasannya ya:)
Nurfikriyah | 1412: Katanya siapa tahu hari ini hasilnya lebih tinggi
Sitti Maesuri: Good luck then. Bayarnya normal ya
Nurfikriyah | 1412: 90ribu krn dia kategori umum
Sitti Maesuri: Ok
Sitti Maesuri: Yang penting santai aja dan konsentrasi. All the best. Salam buat ortu lainnya
Nurfikriyah | 1412: Untuk disertasi saya, saya akan ikuti petunjuk pembimbing pribadi saya dari afsel bhw saya akan kerjakan saja yang lain walaupun tanpa pak nyoman
Sitti Maesuri: :) mahasiswa S3 memang tidak bisa bergantung pada pembimbing:)
Sitti Maesuri: Yah, nih pas mau ke bank lupa bawa passport. Jd tidak jadi deh. Saya nunggu bis menuju educ. Sorry ya
Nurfikriyah | 1412: Tapi khusus saya bergantung pada pembimbing saya di afsel
Sitti Maesuri: :/
Nurfikriyah | 1412: Ok no problem darling
Sitti Maesuri: ‎Johannesburg-20120403-02534.jpg ‪(41.24 KB)‬
Sitti Maesuri: Yah, bisa kirim ulang no BNI. Tidak sempat saya save tidak sengaja chat kuhapus. Sorry
Nurfikriyah | 1412: Nomor Rekening BNI Cabang Graha Pangeran: 0054464914 a.n. Sitti Maesuri Patahuddin dengan Swift code BNI: BNINIDJA
Sitti Maesuri: Thanks, sdh ku copy:) sekarang mau tidur:)
Nurfikriyah | 1412: ok good night darling
Nurfikriyah | 1412: Ini sms fika: i'm the second highest. myTOEFL is 557. no. 1 is mas iqbal with 570. :(
Sitti Maesuri: Hebat sekali Mas Iqbal ya. Tapi nilai Fika tetap tinggi. Nilai yang dulu berapa?
Nurfikriyah | 1412: Fika bilanga: iqbal is the one who won the nasional speech contest
Sitti Maesuri: Nilai toefl Filka sebelumnya berapa. Saya lupa:)
Nurfikriyah | 1412: 553 berarti naik 4 poin itupun tidak ada persiapan
Nurfikriyah | 1412: Saya bangga
Sitti Maesuri: Iya ya. Berarti bhs Inggrisnya terukur oleh instrumen yang valid. Apa Iqbal sekelas Fika :)
Sitti Maesuri: Sdh diskusi Jill. Katanya banyak hasil reviu yang tidak valid. Ada beberapa point yang tidak disetujuinya. JRME katanya terlalu AMERICAN. Makanya dia nggak suka. Tapi dia kasih saran utk revisi dan segera submit ke yang lain
Sitti Maesuri: Doakan semoga saya bisa
Sitti Maesuri: THIS IS WHY I HATE VISITING RICH PEOPLE!
QS: wat would you like to drink; fruit juice,soda, tea,milo,chocolate,or coffee?
ANS: "Tea please"
QS: Ceylon tea,herbal tea, bush tea,honey bush tea, ice tea or green tea?
ANS: "Ceylon tea please"
QS: " How would you like it ? Black or white?"
ANS: "WHITE PLEASE"
QS: " Milk, whitener, or condensed milk?"
ANS: "Milk please"
QS: "Goat milk, , camel milk, or cow milk?"
ANS: "Cow milk please"
QS: "Milk from Freezeland or Afrikaner cow?
ANS:"Afrikaner cow please"
QS: "WARM OR COLD"
ANS: "Warm please"
QS: "Full cream,low fat, or fat free?"
ANS: "Ummmm....I'll rather take it black please"
QS:"Would you like it with sweetner, sugar or honey?
ANS:" WITH SUGAR PLEASE"
QS: "Cane sugar,or Beet sugar"
ANS:" Cane sugar please"
QS: "White, brown,or yellow sugar?"
ANS: "JUST FORGET ABOUT TEA ,I'LL HAVE A GLASS OF WATER INSTEAD PLEASE."
QS: " Mineral or still water?"
ANS:" MINERAL WATER PLEASE"
QS : " Flavoured or non flavoured?"
ANS: " hey VOETSKEK man ! just give water from the river
Nurfikriyah | 1412: :D :D :D
Nurfikriyah | 1412: Halo darling
Nurfikriyah | 1412: PING!!!
Nurfikriyah | 1412: PING!!!
Sitti Maesuri: PING!!!
Sitti Maesuri: Saya nyalain laptop dulu ya
Nurfikriyah | 1412: Ok
Nurfikriyah | 1412: Saya capek sekali bu rasanya
Sitti Maesuri: You need a rest darling
Nurfikriyah | 1412: We're on our way home. Daddy just picked me up at nabila's house
Sitti Maesuri: Ok darling. Dad is very tired Nak. Sayang Dady ya Nak<3
Nurfikriyah | 1412: Yes
Nurfikriyah | 1412: (>ˆ▿ˆ)>♥<(ˆ▿ˆ<)
Sitti Maesuri: Yah, ternyata saya tidak bisa transfer di fnb campus krn katanya harus ke pusat
Nurfikriyah | 1412: Kami masih di jalan bu
Sitti Maesuri: Yah, saya agak khawatir jalan sendiri ke Braamfountai, lewati pick and pay. Saya bingung krn mikirin juga paper JRME. Apa bisa saya tunda. Jill ke luar negeri 2 minggu depan. Jd saya hany punya kesempatan meeting 2x minggu depan. Apa dana Ayah terbatas utk sebulan?
Sitti Maesuri: Saya bingung. Tapi kalau mendesak banget, saya telp Ronie. Mungkin saya bayar 100 R pp
Sitti Maesuri: Saya barusan telp Ronie, tapi katanya jauh, dia di bandara.
Sitti Maesuri: Besok hingga senin, di sini libur. Selasa dan Rabu depan, saya meeting dengan Jill.
Nurfikriyah | 1412: Tidak usah dulu bu sayangku
Nurfikriyah | 1412: Masih bisa satu bulan bu sayng
Sitti Maesuri: Saya sdh di FNB, tapi masih diperlukan detail yang lengkap. Nomor bank yang dikirim belum lengkap:(
Nurfikriyah | 1412: Swift codenya sudah ada saya kirim
Nurfikriyah | 1412: saya baru tiba dari its hampir 2 jam maaf ya krn fika juga tidur di mobil tadi
Sitti Maesuri: Ok. Alhamdulillah, saya sdh tiba di kampus. Lumayan keringat jalan cepat. Kata Eder aman, yang penting tidak keluarin HP. Ternyata siang, banyak orang dan juga ada bbrp polisi.
Sitti Maesuri: Nanti saya kirim rincian data yang diperlukan. Harus valid karena jk salah, uang bakal hilang. Kode yang diberi BNI tidak lengkap, ada 3 atau 4 digit lagi di belakangnya.
Sitti Maesuri: Kita juga butuh alamat lengkap Saya. Pokoknya harus akurat semua datanya.
Nurfikriyah | 1412: Ok next time aja sayang
Sitti Maesuri: Nanti kita bcr lagi ya. Selamat istirahat syg. Maaf mengganggu.

Sent from my BlackBerry® wireless device

Wednesday, 4 April 2012

Jrme, trims

Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda
Paper JRME ditolak.
JA kecewa dan menurut JA banyak komentar reviu yang tidak bisa dia terimaM dalam mereviu sesuatu, reviewer tidak boleh mengedepankan apa yang mereka senangi.

Ok. Bagi saya, ini pengalamanM Pengalaman pertama submit di jurnal dan ditolak. Sehari sebelumnya saya sdh dapat alamat penolakan ini.

Oke. Saya kira ini tetap satu kesuksesan karena saya telah berhasil mengirim paper ke JRME dan diterima utk direviu.

Ok, apa yang harus saya lakukan?
Saya sudah bisa mulai kerja dengan paper JRME ini dan submit hari Senin.

Jadi saya ada waktu:
- kamis, jumat, sabtu, minggu, senin
5 hari
Hari Senin malam, saya bisa kirim tulisan ini ke JA, bersama paper ICME.

Ok artinya saya perlu puasa dari FB dan dari kegiatan lainnya. Siapa tahu ini bisa di dikirim minggu depan
Sent from my BlackBerry® wireless device

Tuesday, 3 April 2012

Fw: JRME - Manuscript Decision

Meski ditolak, tapi ini sdh satu kesuksesan sebab artikel saya lolos utk direviu.
Alhamdulillah dapat feedback yang menarik.
Sent from my BlackBerry® wireless device

From: Journal for Research in Mathematics Education <jrme@nctm.org>
Date: Mon, 2 Apr 2012 23:20:15 -0400 (EDT)
To: Sitti Patahuddin<s_maesuri@yahoo.com.au>
ReplyTo: Journal for Research in Mathematics Education <jrme@nctm.org>
Subject: JRME - Manuscript Decision

April 2, 2012

Sitti Patahuddin


Dear Sitti Patahuddin:

I have received four reviews of your manuscript, “An Integrated Model of Mathematics Teacher Professional Development for the Use of ICT” (#11435). Although none of the reviewers recommended that your manuscript be accepted for publication, one suggested that you resubmit a revised manuscript for further review. After reading your paper and the reviews, I have decided not to accept your manuscript for publication in the Journal for Research in Mathematics Education (JRME).

Although the reviewers noted strengths in the manuscript (e.g., relevance of the topic, literature review on the nature of productive professional development, conduct of the ethnography), there are critical shortcomings of the work reported in this manuscript. My decision is based on the strength and logic of the reviewers’ arguments that the manuscript is not suitable for publication in JRME. I highlight two main concerns with the study, which pertain to the proposed professional development model and the analysis and interpretation of the data.

  • Of critical concern is the validity and feasibility of the professional development model. Reviewers B and D questioned the practicality of an approach that relies on ethnography. Reviewer A commented on the lack of theory for interpreting the data and concluded that “most of the claims made in the results and discussion cannot support a model for teacher learning and professional development.” Reviewer B was not convinced that you have shown that “the 3 components of the model are, in fact, crucial.” Reviewer C noted that the model is not necessarily specific to mathematics teaching.
  • The analysis of data is lacking in depth and complexity. Reviewer A highlighted this by noting the lack of attention in your analyses to the notion of leadership, which is a vital element in teacher professional development. He concluded: “By the end of the manuscript, I felt I had read more about an exchange between a researcher with interest in the Internet and a case study of one teacher who was only marginally interested, and the interaction that ensued.” Reviewer B spoke to this same point when she indicated the need for investigating a diverse set of cases to “strengthen the [professional development] approach as a potential model because it would provide a more comprehensive picture of how the approach helps promote and serve as a lens for interpreting one’s PD.” Reviewer C noted that “there is insufficient conceptual analysis for the report of an ethnographic study and insufficient development and justification of the model to c onstitute a solid conceptual piece.” Reviewer D suggested that some of the apparent and suggested patterns in the data needed to be more thoroughly addressed.

The reviewers, each an expert in an area of relevance to this research, have offered extensive critical commentary that should be helpful as you consider your next steps for this manuscript. I encourage you to be mindful of the concerns raised by Reviewers B, C, and D about the structure of the paper and the quality of your writing. Note that Reviewer B suggested that you continue to pursue publication of this work, perhaps in a venue other than JRME.

I noticed that the data reported here were drawn from your dissertation study. It is often quite difficult to scale down an entire dissertation (especially an ethnographic study) to a 40-page manuscript. Thus, I encourage you to read the article “From Dissertation to Publication in JRME” by Eva Thanheiser, Amy Ellis, and Beth Herbel-Eisenmann published in the March 2012 issue of JRME. They candidly address the challenges of recasting a dissertation study (or part of one) as a research manuscript. I am sure you will find their article informative.

Although my decision was not favorable this time, I hope you will continue to view JRME as a potential outlet for your work. I wish you well in your research endeavors.

Click here to read the reviews.

Sincerely,

Cynthia W. Langrall, Editor Designate
Journal for Research in Mathematics Education
Department of Mathematics
Illinois State University
Normal, IL 61790-4520


Phone: 309.438.4481
e-mail: JRME@nctm.org