Friday, 30 September 2011

my publication

cerita Rena

RENA:

terimakasih ibu atas stiap kata2 yg telah ibu tuliskan buat sya, sungguh sya tidak berani mnggambarkn kelebihan sya krna yg bs mngetahui kelebihan sya adlah orang lain, sya belum bs jdi cermin bwt sya sdri, sya dsni hnya brusaha untuk sllu mmbuat murid sya cinta MATEMATIKA, sya byak mngajar anak2 kristen (anak2 cina) dan subhanallah tryta anak2 asli indonesia (pribumi) lbih baik dan sopan drpd mreka, smua kgiatn mreka dbantu sma pembantux, bhkn mreka les di sakmato itu pun krna sgt trpaksa,takut sama mamanya,dll. sgguh btapa susahx mreka mncntai matematika,
mreka canggih akan teknologi, mreka pnya uang untuk skolah tinggi dan brpergian ke luar negeri, tp mreka tdak prnh tau 1 dollar tu brpa sen??? $10 - $67.35 = ... mreka pun tdak bs...
subhanallah, smua sarana dan prasarana ad bwt mreka tp mreka tdak tw bwt ap dan fungsinya ap??? mreka hnya main game sja, twitteran,facebookan,BBM-an, dll. conversation mreka mmg sgt bagus krn kseharian mreka sllu mnggunakan bhsa inggris u/komunikasi, tp anehnya ketika sya tnya ap maksud soal matematika itu nak??? mreka gak.mreka g bs mngartikan, bhkan msih liat kamus,
hmmmmmmmmmmmmmmm...
dr SD sya sllu juara 1, SMP 1-8 tp SMA sudah gak ad rangking krna saat SMA sya dlu pnilaian sudah dibagi ke dalam Ranah Kognitif, Afektif, dan Psikomotor,,,
mmg peluang krja di luar jawa lbih byak dan luas drpd di jawa, tp sya butuh restu dr orang tua,
sya juga gagal dlm SPMB, sya mmg tidal mmilih matematika pda awalnya krna tidak sdikitpun terbersit sya masuk pendidikan matematika dan mjdi guru, cita2 sya adalh mnjdi dokter anak yg ingin mnolong spa sja tnpa ngeliat org tu miskin ato kaya, kdag dokter2 skrg itu tidak mau dipanggil ke rmh org yg sedg sakit parah saking sombong, ap krna or tu miskin??? sya heran apkh mreka lupa tgs&kwajiban seorg dokter itu ap??? mngapa mreka mmilih2 pasien??? bisakah org yg sakit parah itu prgi ke tempat praktek mreka??? sgguh trlalu...
sma spti seorg guru yg hnya mmberikan tgs&PR tnpa tnya pda muridnya, "sudah pahamkah kalian pd materi yg kita ajar hri ini???
saat sya smakin tumbuh dewasa saat inilah sya mngetahui byak hal,
sya sllu ingin brusaha mmbawa matematika dan mnjelaskn matematika ke dalam bentuk nyata, wlopun di LBB sya jrag skali tentorx mngajarkn dan mnjelaskn dg mmbawa soal tu ke bentuk nyata tp sya sllu brusaha mngajak anak2 untuk mngerti dan paham ttg matematika dan guna matematika dlm khidupan nti ke depanx, yg kadag sya mrasa susah saat sya hrus brpikir dan mmberi contoh yg real ttg materi matematika tp materix tu sdkit skali contohx, ato jarang,
misalnya trigonometri, kmudian prkalian aljabar, fungsi yg ad f(x) dan g(x) ato komposisi...
bgaimana sya mnjelaskanx dan mmbwa materi itu ke dunia nyata/bentuk nyata ibu???

 

 

 

Maesuri:

cerita yang menarik sekali dan ini sekaligus memberikan gambaran kekuatan Rena.
Ada hal baru yang perlu Rena tahu jika kita ingin bergaul secara global atau berinteraksi dengan orang Western.
Mereka jika ditanya apa kelebihan Anda. Mereka akan dengan percaya diri bahwa saya bisa ini dan itu.

Lucu bagi saya, saat saya melamar beasiswa ADS Australia. Dalam interviu, dalam hati selalu beristigfar karena saya mencoba meyakinkan dia tentang kehebatan saya. Dan saya tegaskan, berikan saya beasiswa, training saya bahasa Inggris, saya akan buktikan bahwa saya bisa dan saya bisa sukses dalam S3 meski belum pernah ada pengalaman studi di luar negeri.

Makanya banyak yang heran, kok bisa S3 di luar padahal Master dalam negeri???
Nah, ini karena saya diberitahu oleh teman yang sedang studi di Aussie tentang gaya akademik orang bule. Kita harus mampu menjual diri kita. Saya hebat dan ini kehebatan saya.

Bahkan di WITS ini yah, kita bisa nego gaji loh, tergantung kemampuan kita menunjukkan kehebatan kita, dan ini bukan berarti sombong.

Coba Rena berefleksi, di mana sebenarnya letak kekuatan Rena, dan coba di tulis, ini mungkin bermanfaat suatu saat. Kita harus belajar mengenali letak kekuatan kita karena diri kitalah yang bisa membawa diri kita.
Yang pasti juga adalah, jadilah yang terbaik artinya lakukan yang terbaik di mana pun kita berada. Saya selalu percaya pada janji Allah, sekeci apapun kebaikan dan kejelekan, pasti dibalas dengan adil.
Artinya juga, kita tidak akan pernah ragu untuk berbuat baik, walaupun orang di sekitar kita tidak mengharagainya.

Thanks ya atas ceritanya. Menarik banget. Sangat-sangat menarik

Heran

Saya sdh beberapa kali mengunjungi senate house WITS karena urusan admin. Saya selalu ke Lantai 10. Di lantai ini juga kantor Deputy Chancellor & pejabat penting lainnya. Tapi tahu nggak, lift nya sdh tua banget. Satu lift rusak sejak lama dan satunya lambat.

Univ ini mewah. Fasilitas yang ada juga Ok banget. Tapi justru di tempat orang2 hebat ini, biasa saja. Saya menduga ini cerminan pimpinan yang lebih mementingkan kepentingan umum. Mementingkan kepentingan mahasiswa. Lebih memperhatikan human resources.

Jadi, jk masih bisa dipakai liftnya, mengapa harus diganti ya. Apalagi di mana-mana tertulis saran utk pakai tangga biasa demi kesehatan.

Di ruang staf research, juga tdk mewah. Ruangan saya seluas ruangan dia. Tak ada sofa.

Hmmm, tapi kalau saya ke kelas, ke lab komputer, saya merasakan kemewahan itu.

Ya Allah, sungguh mereka bisa maju.

Utk cafetaria, kita sebagai mahasiswa, bisa usul, mau minta restoran apa. Makanya banyak resto halal karena kebutuhan mahasiswa muslim.

Untuk layanan bis, jika bis tidak datang pada waktunya, atau bis berangkat terlalu cepat, mahasiswa melaporkan.

Hmmmm, layanan ke para pemuda-pemudi sungguh luar biasa.

Bukankah tumbuh kembangnya para intelektual itu di institusi kampus.
Kekritisan Nelson Mandela tumbuh di institusi.

Emang katanya, utk negara maju, agar menjadi lebih hebat, maka pendidikan tingginya yang harus diperkuat.

Tapi untuk negara berkembang, pendidikan dasarnya yang harus diperkuat.

Tapi bagaimana pendidikan dasar kita.

Saya sudah banyak mengunjungi SD yang bukan saja di kampung tapi juga di kota seperti di Jakarta, Surabaya, Bandung. Saya sedih melihat keterbatasannya.
Apa karena kita miskin???


TIDAAAAAK. Percayalah kita tidak miskin.

Pemerintah harus belajar dari negara lain. Tidak usah belajar dari Negara maju seperti Australia, Amerika, Singapura.

Belajar saja dari Cina, negara yang juga dulu terkenal amburadul dengan penduduk yang terpadat di dunia.

Tapi mereka kini di lirik dunia.

Salah satu buku yang saya baca dari mantan pejabatnya.

Lebih baik membangun sekolah, perumahan untuk guru, menaikkan gaji guru, membangun penelitian, dari pada membangun infrastructure untuk pejabat.
Mereka sadar bahwa pendidikan jadi kunci.

Mereka para pejabat berani mengatakan untuk disiapkan peti mati jika korupsi.
Tapi kita.
Koruptor yang menguasai negara kita.

Pak SBY, dengarlah jeritanku. Lawan para koruptor.

Berjuanglah. Gunakan kekuatan jabatanmu.

Katakan saya siap mati demi harga diri bangsaku. banyak yang akan mendukungmu. Kamu bahkan bisa memecat para koruptor.
Jangan takut. Bukankah kamu yakin bahwa yang benar pasti benar.

Lindungi anak banga kita. Mumpung kamu berkuasa.
Indonesia punya banyak orang hebat. Manfaatkan mereka.

Masa kamu membiarkan orang hebat hanya dimanfaatkan orang lain demi kemajuan bangsa lain.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Thursday, 29 September 2011

Jumat

Waktu terus berjalan. Tak terasa, sekarang Jumat, dan akan Jumat lagi.
Minggu depan sudah Oktober, mulai tanggal 10 sekolah sudah mulai.
Tapi ada aturan dari proyek bahwa kita berkunjung 3 kali. Tapi ini artinya, 6 kali utk saya karena ada 2 sekolah.

Apa konsekwensi kesibukan saya.

Artinya 2,5 bulan lagi sebelum pulang Indonesia.

Apa target yang telah disepakati dengan Jill:
1. Artikel JRME terkirim
2. Darft 1 Artikel 2 sudah selesai
3. Paper ICMI terkirim
4. Paper PME terkirim
5. Analisis interview selesai
6. Analisis buku siswa selesai
7. Proposal penelitian selesai.

Nah untuk JRME.
Apa yang seharusnya terjadi. Saya sebaiknya tidak menundanya mengirim minggu ini, sehingga setelah itu, saya bisa fokus ke yang lain, yaitu

Analisis interview.

Saya butuh membaca paper ICMI yang Prof presentasikan

Yang Merrilyn dan Shelley presentasikan, demikian juga PME

OK, jadi jangan lama-lama mikirnya.

Just do it.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Wednesday, 28 September 2011

Urusan visa

Alhamdulillah, visa saya yang baru sudah keluar dan expire datenya bulan September tanggal 5.
Saya juga sudah buka nomor rekening di FNB. Alhamdulillah.

Saya perlu cermati bahwa setiap hari saya dibiayai oleh proyek sekitar Rp500.000,- atau R400 (mencakup biaya tempat tinggal dan hidup sehari-hari). Sedang fasilitas lain ditanggung proyek. Biaya ini lebih besar dari gaji PNS saya.

Artinya, saya tidak boleh menyia-nyiakan waktu karena saya dibayar utk belajar, utk kebaikan saya dan untuk menimbulkan kebaikan pada orang lain.

Ya Allah, semoga apa yang Engkau anugerahkan pada hamba tidak sia-sia. Ya Allah, berilah kekuatan pada hamba.

Okey, malam ini sebelum tidur, saya perlu menyelesaikan beberapa hal:
1. Daftar lengkap interview
2. Kumpulan foto-foto
3. Hasil review hasil identifikasi website
4. Review literatur berkaitan dengan artikel JRME.

Semoga diberi kelancaran oleh Yang Maha Berkehendak. Amiin
Sent from my BlackBerry® wireless device

Tuesday, 27 September 2011

Interesting email from Sara

A little boy went to a telephone booth which was at the cash counter of a store and dialled a number.The store-owner observed and listened to the conversation:

Boy : "Lady, Can you give me the job of cutting your lawn?

Woman : (at the other end of the phone line) "I already have someone to cut my lawn."

Boy : "Lady, I will cut your lawn for half the price than the person who cuts your lawn now."

Woman : I'm very satisfied with the person who is presently cutting my lawn.

Boy : (with more perseverance) "Lady, I'll even sweep the floor and the stairs of your house for free.

Woman : No, thank you.With a smile on his face, the little boy replaced the receiver.

The store-owner, who was listening to all this, walked over to the boy.

Store Owner : "Son... I like your attitude; I like that positive spirit and would like to offer you a job."

Boy : "No thanks,

Store Owner : But you were really pleading for one.

Boy : No Sir, I was just checking my performance at the job I already have. I am the one who is working for that lady I was talking to!" 
This is called."Self Appraisal"  
Sent from my BlackBerry® wireless device

Apa yang mau saya tulis? Guruku tercinta

Entahlah. Sejak 4 hari lalu saya nulis dan mikir ttg artikel JRME.

Tapi sejak jam 1pm tadi, saya berhenti memikirkannya karena saya ikut acara Teacher Upfront.

Menarik sekali karena di sana didiskusikan ttg guru, ttg hak dan tanggung jawab.

Saya sangat senang dg semua pertanyaan dan komentar.

Lantas pelajaran apa yang saya dapatkan dari diskusi ini?

1. Ini membawa saya berpikir ttg suatu hal serius yaitu guru dan pendidikan.

2. Saya berpikir, kita atau saya sibuk berpikir tentang guru, pentingnya peran guru, besarnya tanggungjawab guru, sungguh guru pantas diposisikan secara terhormat, tapi di luar sana, entah berapa banyak guru yang memikirkan hal ini.

Entah berapa banyak guru yang menyadari pentingnya posisi dan pekerjaan mereka.

Maju mundurnya bangsa ini sangat ditentukan oleh guru.

Apakah, kita mau menyadari pentingnya posisi kita apabila orang lain melihatnya seperti itu.

Apakah kita baru akan melihat pentingnya pekerjaan kita ketika orang lain mau menghargainya, atau ketika pemerinta atau yayasan mau menggaji kita secara pantas.

Saya juga bertanya-tanya, bagaimana caranya supaya para guru melihat pekerjaannya sangat terhormat, sangat penting?

Saya dididik untuk menjadi seorang guru, tapi saat saya kuliah dulu, saya pun tak berpikir bahwa saya sudah ingin banget jadi guru. Perasaan saya biasa. Menjadi guru mungkin adalah panggilan buat saya. Karena saya senang melihat Bapak saya, disayangi oleh masyarakat, khususnya saya rasakan ketika saya pergi ke suatu pulau. Masyarakat seolah memperebutkan saya, ingin membawa saya ke rumahnya karena tahu bahwa saya adalah anaknya Tuan guru. Saya hidup di pulau yang jauh itu saat saya bayi.

Saya juga senang ketika saya berkunjung ke suatu pulau di mana Kakak ipar saya mengajar. Ketika kami berjalan berkeliling pulau tsb, semua yang kami temui mengajak Ibu guru (kakak) saya mampir. Sungguh, saya merasakan kecintaan masyarakat dan siswa-siswa mereka.

Jadi rasa cinta itu sajalah yang ada. Rasa senang. Tapi saat itu, saya tidak pernah berfikir bahwa pekerjaan guru begitu penting. Dia menjadi salah satu kunci utama utk membawa negeri kita sejahetera, lebih adil, maju. Dia akan membawa kita jauh dari kemiskinan.

Saat ini, saya merasakan hal yang sangat berbeda. Rasanya, profesi gurulah yang paling penting. Tak ada profesi yang bisa mengalahkannya.

Profesi guru ada di hati saya. Hingga saat saya melamar beasiswa S3, saya pasrah pada-Nya dan saya berkata dalam hati. Ya Allah, saya pergi untuk guru-guru dan saya akan kembali untuk guru-guru.

Tapi tahukan jeritan hati saya. Tahukan mengapa saya selalu meneteskan airmata, hingga menangis sejadi-jadinya di kamar, tahukan mengapa saya sangat sedih? Karena saya tahu bahwa diluar sana, betapa banyak guru yang menodai profesi guru. Mereka tidak mengajarkan kejujuran, bahkan mecontohkan ketidakjujuran. Mereka tidak memikirkan masa depan anak didiknya, tapi hanya memenuhi kebutuhan, menjalankan rutinitasnya sebagai seorang guru yang digaji bulanan.

Mereka bukannya mengajarkan bagaimana supaya anak-anak didik kreatif dan justru mematikan kreatifitasnya.
Mereka tidak memberi anak-anak tersebut inspirasi agar kelak bisa menjadi guru yang mencintai anak-anaknya, yang akan membawa anak indonesia cerdas dan sejahtera, tetapi malah menimbulkan opini bahwa tak ada yang menarik bila menjadi seorang guru.
Saya cinta profesi guru. Saya cinta pada para guru-guru. Tapi ketika saya temukan cerita atau fakta guru yang kurang beretika, saya berduka, saya sedih.

Sungguh, saya menghadapi tantangan nyata dalam hidup ini. Apa yang harus saya lakukan utk membangun rasa cinta yang mendalam pada para anak-anaknya di kelas maupun di sekolah mereka.

Jika rasa cinta itu ada, maka saya yakin kita akan memanfaatkan waktu dan energi kita utk menjadi guru yang baik.
Guru yang baik bukan hanya baik hatinya tapi guru yang mau sungguh meningkatkan kualitas dirinya karena ingin mencetak anak masa depan yang cerdas, yang percaya diri, yang jujur, generasi yang akan membawa bangsa kita maju, adil, sejahtera.

Saya sebagai orang biasa, yang tak punya kedudukan, yang bukan pengambil kebijakan, tak mampu menjanjikan imbalan pada para guru. Saya hanya mampu meminta, berharap agar teman-teman guru tercinta mau meningkatkan kualitas dirinya demi anak didik kita. Tak ada kata tidak tahu. Tak ada kata pesimis. Kita mau jadi guru yang berarti bagi kehidupan anak, kita pasti bisa.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Monday, 26 September 2011

Need action utk intro JRME

Utk meyakinkan bagian intro, saya perlu sekali lagi melihat penelitian terdahulu.

Berdasarkan tesis saya, saya perlu recheck lagi sehingga hadir di kepala ttg hal tersebut dan yakin 100% tentang gap yang perlu diisi.

Caranya: buka file tesis, copy ref trus ctrl F penulis, kemudian cek lagi sumber yang ada. Insya Allah ini tdk suli dilakukan

Hal kedua, saya masih perlu dengar diskusi saya dg Jill.

Yang pasti, saya perlu kirim tulisan ke Jill, hanya bagian intro (2 halaman), pengantar cerita Jack (1/2) hal, dan simpulan (1 1/2 hal). Jadi total 4 halaman spasi 1.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Kemajuan intro JRME - Lumayan

Tujuh paragraf yang saya perlukan:

1. Internet berpotensi digunakan utk PD guru matematika (tunjukkan potensinya dan apa yang bs dilakukan dg potensi itu)

2. Karena potensi yang menjanjika tsb, banyak anggaran digunakan utk menyiapkan teknologi ini di sekolah (ref) namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. (Tunjukkan bukti dt hasil penelitian terdahulu kontra antara visi dan kenyataan). Jadi perlu eksplorasi ttg ini

3. Penelitian teknology yang ada umumnya softwere. Ttg internet masih terbatas yaitu ini dan itu), simpulannya masih sedikit penelitian internet berkaitan ini dan itu.

4. LR menunjukkan penting PD atau support agar guru bisa. Sudah ada sejumlah yang dilakukan yaitu ini, itu, ini, itu. Dari semua itu ada yang missing, yaitu tidak secara eksplisit memperhatikan ciri PD efektif yang telah dibahas disejumlah, atau pun jika ada dan tdk dibangun di atas teori pembelajaran guru. Penelitian ini mencoba mengaddress hal tersebut, yaitu penelitian ethnography yang dilakukan di dua sekolah dasar di Australia.

5. Hasil analisis terhadap studi ethnography ini, muncul sebuah model baru. Fokus dari artikel ini adalah utk mengenalkan model baru tsb. Model ini ringkasnya seperti ini .....

6. Utk menjelaskan bagaimana ketiga konsep itu bekerja dan berinteraksi, saya akan menjelaskannya melalui kasus Jack. Mengapa Jack? Karena ......

7. Selanjutnya dalam paper ini akan disajikan secara berturut-turut ..... Hingga ditutup dg diskusi mengapa model ini disebut powerful, promising dan bagaimana implikasinya utk penelitian selanjutnya.

ALHAMDULILLAH.
Saya kira ide saya mulai jelas.

Saya harus melakukan hal yang sama utk bagian berikutnya sehingga saya yakin betul bahwa artikel saya ini sangat bermanfaat dibaca oleh para peneliti pendidikan matematika di dunia.

Ini akan sangat menarik karena bahasanya sederhana loh. Story nya is telling.

Ya Allah, bantulah hamba mewujudkan artikel ini.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Buku penelitian kualitatif (3)

Bagaimana dengan waktu penulisan?

Harus selesai sebelum masa kontrak saya berakhir?

Kapan bisa menulis?

Jika sudah jelas seperti ini, maka saya bisa alokasikan waktu sekali seminggu khusus utk menulis ini.

Katakanlah setiap Sabtu. Misalkan 8 jam seminggu. Artinya bisa saja 6-12 (6 jam) dilanjutkan sore atau malam hari. Atau saya bisa atur jam 6 - 10am hari Sabtu dan Minggu.

Ya Allah, berilah kekuatan pada hamba untuk mewujudkannya.

Seharusnya draft outline selesai dalam Oktober. Draft 1 buku ini selesai sebelum pulang ke Indonesia. Amiin
Sent from my BlackBerry® wireless device

Buku penelitian kualitatif (2)

Proses apa yang perlu dilalui?

1. Mengumpulkan atau mendaftar referensi tentang penelitian kualitatif menggunakan endnote. Ini bisa dimulai dari endnote PhD saya.

2. Memperbaharuinya, yaitu dengan mengecek library di Wits ini

3. Saya bisa mereviu daftar isi buku utk memetakan topik-topik yang perlu dibahas dalam buku penelitian kualitatif.

4. Saya juga perlu mereviu jurnal yang khusus membahas tentang penelitian kualitatif untuk mendapatkan upadate info di bidang ini.

5. Saya bisa juga mereviu website tentang penelitian kualitatif.

6. Saya juga bisa mengecek youtube berkaitan dg penelitian kualitatif ini.

7. Saya juga perlu ilmu tentang bagaimana menulis buku yang bisa dipahami secara mudah oleh pembaca. Insya Allah saya bisa karena buku yang akan saya tulis ini didasari oleh pemahaman yang lumayan ttg penelitian kualitatif.

8. Siapakan yang akan membaca buku ini?
- para mahasiswa S1
- para mahasiswa S2
- para mahasiswa S3
- guru-guru yang melakukan penelitian
- dosen yang akan melakukan penelitian
- dosen pengajar mata kuliah penelitian

Apakah saya akan mendapat keuntungan dari penulisan buku ini?

Ya. Keuntungan utama adalah saya bisa menyumbangkan keahlian saya pada masyarakat sehingga jika ini bermanfaat bagi mereka dan kebaikan yang ditimbulkannya bermanfaat, tentu kebaikan itu juga akan mengalir pada saya.

Apa ada keuntungan finansial?

Saya belum bisa meyakininya karena budaya membeli buku di Indonesia masih terbatas. Mereka lebih senang memfotokopi dengan harga yang lebih murah.

Bagaimana proses cetaknya?
Itu soal belakang sajalah. Saya bisa cetak sendiri, tapi saya juga bisa minta percetakan.
Yang utama adalah, selesai dulu buku itu dibuat.
Baguslah, semua ini dapat dilakukan Insya Allah dengan mudah karena adanya fasilitas yang mendukung.

Persoalannya adalah: bagaimana mengatur waktu saya???
Sent from my BlackBerry® wireless device

Buku penelitian kualitatif (1)

Saya kira, saya harus menulis buku kualitatif

Hal penting apa yang harus disampaikan?
Hal apa yang paling urgen diketahui oleh para peneliti

Just list, but this is not in order:
1. Pengertian penelitian kualitatif, apa bedanya penelitian kualitatif ini dg kuantitatif

2. Sejarah penelitian kualitatif.

3. Mengapa dia penting dilakukan, apa manfaatnya

4. Referensi kunci. Siapa pakar penelitian kualitatif ini?

5. Kesalahan apa yang sering terjadi pada org yang menamai dirinya melakukan penelitian kualitatif.

6. Bagaimana cara menganalisis data kualitatif

7. Masalah validitas dan reliabilitas data kualitatif.

8. Softwere utk menganalisis data kualitatif.

9. Apa yang bs dijawab oleh penelitian kualitatif yang tidak bisa dijawab oleh penelitian kuantitatif.

Bagaimana cara menghasilkan tulisan ini.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Coba saya pikirkan bagian penutup artikel ini.


-          Pembaca sudah tahu kan mengapa model ini penting, bahwa kita perlu mensupport guru agar dapat mengoptimalkan internet untuk pengembangan profesinya.
-          Pembaca juga sudah tahu bahwa saya menawarkan satu model yang mengintegrasikan 3 teori yang diaplikasikan secara bersama-sama.
-          Mereka juga sudah baca jalan ceritanya, dan upaya saya menunjukkan di mana letak peran dari masing-masing teori tersebut.
-          Saya juga sudah mempertegas pada mereka bagaimana model ini bekerja secara bersama-sama, saya gambarkan hubungan ketganya dan saya simpulkan atau tunjukkan hubungan kuat satu sama lainnya.
-          Nah saya mau tutup cerita ini?
Apa yang perlu saya sampaikan dalam penutupan cerita ini.
1.    Saya katakan bahwa, model ini bekerja secara produktif dalam suatu kasus unik, yang bisa sekaligus menjawab mengapa dengan penyedian internet tidak dengan sendirinya dapat mendatangkan manfaat bagi guru atau pun murid.
2.    Penelitian ini berbeda dari penelitian pendidikan matematika secara umum dan juga berbeda dari penelitian ethnography secara umum. Seperti yang dikemukan oleh Eisenhart bahwa penelitian pendidikan yang umum dilakukan sifatnya ..... sedangkan penelitian ethnography sifatnya seperti ini. Dalam penelitian ini, dilakukan ..... sehingga penulis menamainya sebagai suatu ethnographic intervention.
3.    Dikatakan bahwa model baru ini powerful. Di bagian ini saya harus berargumen kuat mengapa saya menyebutnya sebagai powerful. Di mana letak powerfulnya. Mengapa dia powerful? Apa yang menyebabkan dia powerful? Bukti-bukti nyata apa yang bisa meyakinkan pembaca bahwa ini powerful?
a.       Mengempower Jack: dengan demikian Jack dengan mudah berbagi dengan guru kelas 2 lainnya, bahkan dengan semua guru yang ada di sekolahnya, cukup dengan menunjukkan website yang telah didapatkannya dan telah terbukti disenangi oleh anaknya.
b.      Jack yang mengatakan bahwa anak juga bahagia tanpa internet, dan merasa tidak perlu menerapkannya, namun dengan mengetahui sejumlah website yang menarik perhatiannya, yang relevan dengan pengajarannya, maka ternyata saat saya tidak berada di kelas, dia terbukti tetap mau menggunakannya baik untuk dirinya dalam mempersiapkan pengajarannya maupun untuk siswanya.
c.       Bahkan ada pengakuan Jack bahwa apa yang telah didapatkannya bermanfaat dalam tugas pengajarannya.
4.    Saya juga mengatakan bahwa model ini promising, menjanjikan. Artinya ada harapan besar dong jika model ini dipalikasikan.  Saya harus mengkaitkan bagaimana kasus seorang Jack yang tidak sederhana, namun saya bisa mengatakan ini lumayan produktif (saya pun harus menunjukkan secara tegas apa yang saya maksudkan dengan produktif). Lalu bisa dibayangkan jika ini diterapkan pada guru-guru yang ZPDnya lebih luas/lebih positif dan lebih ZFM nya favourable. Kasus Ann yang tidak di bahas di paper ini, satu contoh di mana ZFMnya jauh lebih terbatas khususnya dalam kaitan dengan ketersediaan teknologi, namun dia mampu memanfaatkan internet sebagai alat pembelajarannya (see ..... proceeding Merga 2006 & 2008).
5.    Menyadari bahwa ini diterapkan pada individu guru, maka penelitian pada sekelompok guru yang menerapkan model ini perlu dilakukan.
6.    Tindak lanjut apa yang perlu saya lakukan dalam paper ini? Just keep writing and refining.
 
Sitti Maesuri Patahuddin, PhD.
Dosen Jurusan Matematika Universitas Negeri surabaya
Postdoctoral fellow di University of the Witwatersrand,
Johannesburg Afrika Selatan

Berbagi rejeki

Ya Allah, terima kasih atas rejekimu. Saya berbagi dg Bapak cleaner itu. Dia tampak lelah tapi sangat komitmen.
Ya Allah, beliau sudah tua, tapi sungguh saya menghargainya.
Semoga Engkau semakin melapangkan dadaku utk berbagi kepada orang-orang yang sungguh membutuhkannya. Limpahkan kesehatan dan kebaikan pada-Nya ya Allah, dan berilah kemudahan atas segala urusannya. Amiin
Sent from my BlackBerry® wireless device

kemajuanku-clarify ideas-JRME

1.         Pertama, saya berargumen tentang potensi internet utk pengembangan profesi guru. Saya tunjukkan kehebatannya dan implikasinya pada apa yang bisa dilakukan dengan potensi tersebut

2.         Kedua, saya katakan bahwa dengan potensi itulah, maka banyak biaya digunakan utk pengadaannya, baik sumber-sumber belajar yang disiapkan melalui internet maupun pengadaan koneksinya utk sekolah. Artinya dengan ketersediaan itu, maka jelas bahwa guru berkesempatan utk memanfaatkannya. Tapi ternyata tidak sesederhana itu ya. Tidak dengan sendirinya hal itu terjadi, bahkan sifat internet itu sendiri memunculkan isu tersendiri seperti ......... Jadi perlu dong eksplorasi tentang bagaimana supaya guru-guru dapat memanfaatkannya.

3.         Penelitian teknologi dalam bidang pendidikan matematika yang ada pada umumnya bagaimana menggunakan teknologi untuk menjelaskan konsep matematika misal penelitian softwere ....... (ref), bukan pada pemanfaatan internet utk PD guru. Penelitian di bidang internet masih terbatas. Dari yag ada, kita ketahui  ini, itu, ......(ref), tapi kita tidak tahu ...tentang ini. Nah studi ini dilakukan utk hal tersebut, untuk mengisi gap tsb. Dan dari studi inilah lahir sebuah model yang baru.

4.         Paper ini saya tulis untuk mengenalkan model baru tsb, yang di sebut....... mencakup tiga teori yang saling berinteraksi yaitu A, B, dan C dan punya peran utama masing-masing yaitu ..........

5.         Selanjutnya untuk menjelaskan bagaimana model ini bekerja secara produktif (mengapa produktif: dua alasan utama, karena bisa membawa perubahan pada Jack dan bisa memberikan pemahaman yang lebih baik pada peneliti ttg ini dan itu), maka saya akan menunjukkan melalui cerita Jack. Mengapa Jack, karena kasus ini sangat menarik, yaitu seorang guru yang sudah mengenal Internet sejak sekolah, mengajar di tempat yang koneksi internetnya bagus bukan hanya tersedia di Lab, tetapi 4 komputer dengan koneksi yang sangat bagus tersedia di kelasnya, namun memandang internet sebagai buang waktu, belum memanfaatkannya secara optimal.

6.         Sajian cerita di paper ini akan diikuti dengan analisis bagaimana peran dari model tersebut, dilanjutkan dengan diskusi tentang mengapa model ini disebut powerful dan promising, serta diskusi implikasi dari model ini utk penelitian lebih lanjut.

Setelah menyajikan outline maka berturut-turut membahas hal berikut.

·      Teori PD, yaitu terdiri dari 5 karakteristik, dan penjelasan masing-masing karakteristik khususnya terkait dengan internet. Di akhir penjelasan itu, ditegaskan kembali bahwa peran dari ke lima ini selalu menjadi acuan dalam merancang dan melaksanakan intervensi pada Jack.

·      Menjelaskan Zone teori, maksudnya apa dan perannya apa.

·      Menjelaskan ethnography. Apa itu, bagaimana karakteristiknya. Pada akhir, ditegaskan bagaimana peran ethnography ini dan sejauh mana hal ini diterapkan. Karena ethnography ini dilakukan untuk merancang intervensi yang bersifat natural, maka peneliti memunculkan istilah baru, yaitu sebuah ethnographic intervention, sejalan dengan ide yang dikemukakan oleh Eisenhart  (JRME) sekitar 28 tahun yang lalu, secara unik berbeda dengan studi ethnography yang dilakukan Carpenter (JRME).

·      Saya jelaskan, untuk melihat bagaimana ketiga konsep ini bekerja secara produktif dan secara bersama-sama, maka saya akan jelaskan melalui kasus Jack seperti disampaikan sebelumnya. Namun sebelum itu, disajikan rancangan penelitian, metode pengumpulan data dan metode analisisnya.

·      Trus presentasikan metode

·      Ceritalah proses intervensinya. Namun sebagai pengantar, sampaikan ada 5 phases, dan cerita ethnohraphy selama 9 bulan ini sangat panjang. Untuk membantu saya memilih even mana yang perlu saya sampaikan, saya berfokus hanya pada 2 isu kritis. Alasan mengapa ini disebut kritis, khususnya adalah karena memberi dampak pada Jack, dan memberikan pemahaman baru dan melahirkan tindakan baru pada peneliti dalam proses PD ini. Nah ceritalah dua isu kritis tersebut yang telah terjadi dalam suatu setting ethnography.

·      Terhadap cerita ethnography tersebut, saya kemudian menganalisis dimana letak aplikasi dari kelima elemen, dan bagaimana analisis cerita tadi menggunakan zone theory.

·      Sebagai puncak cerita, mengajak pembaca untuk menunjukkan bagaimana ketiga konsep itu berinteraksi satu sama lainnya dan saling mempengaruhi yang direpresentasikan melalui gambar.

·      Lalu ditutup dengan Bab diskusi. Simpulan dan implikasi

 

Alhamdulillah ketemu Yasmine

Senang dapat kawan baru, seorang postdoc bimbingan Prof Ruksana.

Senang ketemu dg yasmine, orangnya cantik dan ramah.
Kami janjian besok ikut seminar guru.

Beliau sudah menulis jurnal loh dan berhasil mengirimnya. Tapi kata dia, dia mulai postdoc sejak Feb sedang saya baru mulai pertengahan June
Sent from my BlackBerry® wireless device

Sunday, 25 September 2011

Berilah iman dan taqwa yang dalam

Ya Allah, masyarakat sdg ramai membicarakan tentang kurban.

Ya Allah, berilah pemahaman yang jauh lebih mendalam pada kami ttg hikmah kurban.

Saya yakin, tidak sekedar berkurban menyembelih binatang, tapi justru lebih besar dari itu.

Bahwa Engkau tentu mengharapkan hamba dan keluarga hamba menjadi orang yang penyayang pada sesama, punya emphati, punya rasa cinta, mau berbagi apa pun yang kami miliki.

Semoga dalam menyambut idul kurban ini, kami semakin ikhlas dalam hidup.
Limpahkanlah kebaikan pada kami.
Berilah kebaikan, keikhlasan pada kami.

Semoga saya dan suami diberi limpahan rejeki, kesehatan, kelapangan hati, kesempatan yang luas utk berbuat baik, kekuatan dan keikhlasan dalam hidup ini.
Jagalah hamba dan keluarga hamba. Amiin
Sent from my BlackBerry® wireless device

Friday, 23 September 2011

Thinking intro

Pertama, saya berargumen tentang huge potential of the internet for math teacher professional learning and resources for maths teacher professional works. Beri contoh!!!

Kedua argumen bahwa upaya menyediakan akses bagi para guru (beri contoh negara2...), berakhir pada kekecewaan. Keberadaannya belum dioptimalkan.

Argumen: perlu PD, membantu guru incorporate. Jelaskan summary secara singkat apa yang telah dilakukan serta hasilnya. Dan pertanyaan apa yang tersisa? Yang belum terjawab.

What is missing?

Apa yang saya tawarkan ini dan mengapa.

Saya bilang, saya tawarkan suatu model yang powerful dan promising?

Utk apa model itu, mengapa kok disebut powerful?
Promising?

Seperti apa itu?

Utk menjelaskan model ini, saya gunakan kasus Jack.

Mengapa Jack, mengapa bukan yang lain? Apa yang unik dari kasus Jack?

Artinya apa, bahwa utk bisa saya kirim paper ini, saya pribadi harus punya argumen yang kuat yang bs saya jelaskan ke Jill atau pun pada pembaca secara umum,

Ya Allah, mudahkanlah urusan hamba.

Seperti ini rupanya proses menulis.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Belajar dari diskusi dg Jill

Ada beberapa hal yang saya cermati.

Jill terus memacu atau menantang saya untuk mampu memberi argumen yang kuat.

What is your argument?
Jika kamu minta jutaan uang utk penelitian, apa argumen Anda?

Dia juga sering mengatakan: you have to be very clear on what you are saying. Jadi yang dituntut memang ide. Ide harus jelas. Tulisan harus jelas dan mampu menjelaskan apa yang saya maksudkan

Dia juga sering mengatakan: you have to be very careful, you need a lot more careful on this, maksudnya bahwa saya harus hati-hati dalam membuat suatu pernyataan/klaim.

Ini benar-benar pembelajaran yang lumayan baru, berbeda dg yang saya pelajari dg Merrilyn dan Shelley. Jadi semacam tingkatan lanjutan dari pembelajaran saya dg Merrilyn. Mungkin karena itu, Merrilyn tdk memforsir saya menulis utk jurnal.

Karena proses PhD memang merupakan awal pembelajaran saya dalam menulis.

Namun ketiganya, menilai sama, bahwa saya potential karena saya bisa berfikir secara mendalam, punya kemampuan menganalisis.

Diskusi dg Jill memang menyenangkan, karena bukan hanya menantang kita utk terus kuat berargumen tapi juga sering memberikan pencerahan dalam berfikir.

Pantas, para bimbingan dia, kuat dalam memberikan argumentasi, percaya diri, berani utk beda pendapat.

Asyiknya lagi, Jill mampu memposisikan diri seperti kawan selevel. Mengingat gaya beliau dalam memimpin meeting di Indaba, sungguh menyenangkan. Dia serius, tapi juga suka lucu. Dia mampu membuka ruang diskusi tapi juga mampu menggunakan otoritasnya secara tegas. Dia juga sangat humoris. Dia lincah, sangat ramah, dan suka sekali tertawa lepas. Dia amat awet muda.

Ya Allah, semoga dg setahun bersama beliau, saya mampu mendapatkan keuntungan yang sangat banyak utk saya jg gunakan untuk kebaikan orang banyak.

Dia bisa menjadi contoh, baik dari aspek moral, aspek akademik, kepemimpinan, time management, dll.

Semoga beliau sehat selalu. Amiin.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Mengapa selalu sulit

Ya Allah, mengapa setiap saat menghadapi penulisan paper ini selalu terasa sulit. Padahal saya tahu bahwa ini menarik.

Tapi Jill jg bilang, ini sulit. Namun setelah sekitar 4 kali meeting, kemajuan saya lumayan. Saya hanya butuh sekarang menuliskan pendahuluannya.

Pakar jg bilang, bahwa bagian tersulit adalah bagian pendahuluan. Ya Allah, tolonglah hamba dalam menuliskan ini. Sungguh, rasanya kok tdk mudah.


Nasihat:
Saya harus terus berjuang supaya ini bisa terwujud.

Paling lambat Jumat depan, saya sudah harus bisa mengirim pendahuluan ini (sekitar dua halaman lengkap ref).

Saya juga harus kirim simpulan ttg hasil reviu saya terhadap JRME dan TATE.

Ya Allah, berilah kemudahan pada hamba. Sungguh tidak mudah, tapi bukankah semua yang tidak mudah, akhirnya terselesaikan dg kerja keras. Bukankah publikasi merupakan tujuan utama dalam mengerjakan postdoc ini? Baik publikasi dari tesis maupun dari proyek.

Ya Allah, berilah kemudahan pada hamba
Sent from my BlackBerry® wireless device

Baca JRME-ethnography (3)

Menarik sekali tulisan ini. Saya paham maksudnya namun saya mungkin masih sulit menjelaskannya.

Jadi penelitian pendidikan matematika itu terbiasa belajar penelitian yang umum dipakai dalam psikologi, yaitu ttg eksperimen semu.

Jadi penelitian yang kita lakukan cenderung pada merancang suatu tindakan yang didasari oleh teori tertentu. Karena ada kepercayaan bahwa ada kesamaan setiap konteks sehingga jk valid baik dr aspek isi dan konstruk, lalu kita bisa menerapkan di tempat lain.

lebih dari itu, mereka kemudian cenderung menggunakan statistik karena itu kemudian digunakan utk tujuan generalisasi, apalagi utk menunjukkan kesuksesan suatu treatment dan utk keperluan pengambilan kebijakan.


Namun sebaliknya dalam penelitian ethnography, dipercayai bahwa institusi itu berbeda-beda. Masyarakat dalam setiap klp bertindak utk mempertahankan keteraturan. Artinya bahwa terhadap konsep yang sama, mrk menindakinya dg cara yang berbeda, tergantung pada situasi yang ada. Nah, ethnographer itu mempelajari struktur tersebut, mengapa demikian, apa sebenarnya yang terjadi.

Saya jadi teringat penelitian dr Merrilyn yang menggambarkan bagaimana guru yang sama bertindak berbeda dalam situasi yang berbeda.

Di sinilah zone teori ini sangat menarik. Maka itu disebut sociocultural theory.

Eh saya perlu baca community practice
Sent from my BlackBerry® wireless device

Baca JRME-ethnography (2)

1. Eisenhart mengatakan bahwa sedikit peneliti pendidikan yang melakukan penelitian ethnographic dan juga sedikit ethnographer yang mengerjakan pekerjaan seperti yang dilakukan oleh peneliti pendidikan.

2. Banyak penelitian pendidikan matematika ( khususnya mrk yang tertarik ttg apa yang dipikirkan oleh guru, murid, dan apa sebenarnya yang mrk kerjakan di kelas, dan mereka yang tertarik pada konteks sosial dari pendidikan matematika) mengajukan pertanyaan di mana penelitian ethnography sungguh cocok dilakukan utk menjawab pertanyaan tsb. Namun peneliti tersebut cenderung menggunakan studi kasus, interviu mendalam, observasi kelas, tanpa melakukan penelitian ethnography seperti yang dilakukan oleh para anthroplogist.

Di sisi lain, antroplog pendidikan melakukan penelitian pendidikan cenderung mengabaikan kontenakademik spesifik dalam mempelajari kelas, lebih fokus pada kurikulum yang tersembunyi, pola dari interaksi sosial, atau konflik ideologi di sekolah2. Topik2 ini justru menjadi ketertarikan kedua (bukan utama) bagi kebanyakan penelitian pendidikan matematika. Tentu ada pengecualian antara lain: Bishop, 1985;

3. Cermati perbedaan pertanyaan penelitian:

Penelitian pendidikan matematika cenderung mrp turunan dr pertanyaan umum berikut:
Bagaimana cara meningkatkan atau memperbaiki pengajaran dan pembelajaran matematika?

Tujuan utama penelitian ini deskriptif dan prescriptive (berupa resep) utk mengidentifikasi faktor2 psikologi, psikososial, dan faktor serta proses pengajaran yang mempengaruhi pendidikan matematika. Kemudian merancang dan mengimplementasikan treatment (perlakuan) utk mencapai hasil-hasil yang lebih baik.

Sebaliknya, pertanyaan penelitian yang diajukan oleh antropolog pendidikan yang tertarik pada matematika, cenderung mengajukan pertanyaan umum: mengapa pengajaran dan pembelajaran matematika terjadi dg cara ini dalam setting yang seperti ini?

Tujuannya adalah deskriptif dan teoretis, utk mengidentifikasi proses sosiocultural yang menentukan pendidikan matematika di suatu setting tertentu dan utk memaknai konfigurasi ini melalui pengembangan, modifikasi, atau adopsi dari teori-teori budaya, dan hubungan sosial.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Baca JRME-ethnography (1)

Tradisi penelitian ethnography dan penelitian pendidikan matematika.

Penelitian ini ditulis 23 tahun yang lalu oleh Eisenhart.

I need to check this writer and contact her.

Berikut inti dari pendapat beliau:

1. Meskipun teori ethnography telah dipandang sebagai suatu metodology naturalistik yang powerful, dalam prakteknya, ethnography jarang dipakai oleh peneliti pendidikan karena alasan: perbedaan asumsi, tujuan, dan pertanyaan penelitian utamanya.

2. Eisenhart adalah seorang athropologist pendidikan. Dia mencoba mendeskripsikan tradisi penelitian ethnography, meliputi:
- asumsi yang mendasarinya
- sejarah keberadaannya anthroplogi yang budaya yang holistik
- tujuan-tujuannya
- pertanyaan penelitiannya
- organisasi metode penelitiannya.

3. Penulis jg membandingkan unsur-unsur dr tradisi ethnography dg praktek penelitian pendidikan yang lebih umum.

4. Penulis jg mendiskusikan keuntungan dari memperbaiki komunikasi utk penelitian ke depan dalam keduanya, yaitu pendidikan matematika dan anthropologi pendidikan.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Back to my writing

Nasehat pada diri sendiri.
Suri, saya tahu, engkau sdh manfaatkan waktu secara baik. Kamu tidak main-main di sini. Kamu sudah belajar banyak hal.
Namun, saya juga tetap harus mengingatkanmu bahwa ini adalah kesempatan bagimu untuk menulis.

Kamu harus bisa mengatur waktu semaksimal mungkin.

Mengapa menulis itu bagus untukmu:
1. Itu adalah jalan terbaik utk melatih berfikir kritis, melatihmu berargumen dg sangat baik, melatihmu menulis, bernalar dan lain-lain.

2. Banyak hal yang sdh bisa kamu lakukan, dan hal itu dapat kamu lakukan di mana saja.

3. Prioritas kegiatanmu adalah belajar menulis utk publikasi ilmiah.
Caranya:
* Banyak membaca
* Banyak mencermati gimana sih gaya penulisan itu
* Banyak mencoba
* menghasilkan karya dan setelah itu diskusikan dg Prof. Adler
* Manfaatkan kepakaran Prof Adler.

Ok, ini hanya peringatan supaya kamu semakin cermat.

Saya tahu kamu banyak melist pekerjaan yang harus kamu selesaikan. Jangan khawatirlah. Itu bisa terselesaikan Insya Allah.

Kembalilah target dirimu untuk menulis.

Puasa dari facebook pun bisa mulai hari ini. Kamu bisa melanjutkan berbagi ide atau cerita setelah seminggu, yakni Jumat depan.

Mari kita lihat waktu yang ada. Sukses selalu dan semoga Allah merestuimu. Amiin.

Saya tunggu catatan kemajuanmu secara berseri, mulai hari ini hingga Jumat depan.

Sent from my BlackBerry® wireless device

Thursday, 22 September 2011

Probability

Langkah yang harus saya lakukan:
1. Memahami probability
- dari resources workshop
- textbook
- online (website dr Alfath, Rokhmah, youtube)

2. Saya bs bikin kompilasi resources menggunakan blog

3. Saya perlu searching semua artikel berkaitan dg probabilitas

4. Saya perlu lihat test probability (SA test, TIMSS, UNAS)

5. Komunikasi dg Mrs Rawat.
- sms (tapi saya sdh coba sms 2 kali, tak ada jawaban)
Sent from my BlackBerry® wireless device

Saturday, 17 September 2011

Bahan tulisan menarik:
1. Jalan kaki
2. ICT
3. Jgn hina guru-guruku krn ketidaktahuannya
4. Jgn hancurkan masa depan anak-anakku.
Bukan sebatas Fika&Fida yang pernah hidup dalam rahimku ini.
Tapi semua anak-anak bangsaku.
Contoh menarik:
- Makan Indomie
- berkendaraan secara tak aman
- membentaknya hingga ketakutan hingga hilang kepercayaan dirinya
- memberinya obat yang jelek


Kisah rumah sakit, dua wajah yang sangat berbeda berbeda.

Niatku dan kenyataan.
Saya ingin melihat, mengetahui, merasakan.

Hatiku menjerit.
Ku pesan jus yang banyak.
Panas ....

Siapakah gerangan yang akan menjerit utk mereka.

Suamiku benar-benar tidak tega.
Titel doktor bukan alasan bahwa itu adalah dunia orang lain, bukan duniaku.

Fida observasi

Teriak....

Cukup sehari. Cukup. Permintaan suami harus saya turuti. Suami saya tdk pernah tega. Hatinya penyayang.

Dia sudah dapatkan rumah sakit.
Mummy, I want to sleep here. Maklum seperti hotel ........ Kami dilayani dg penuh keramahan,


Demi itu, minta kamar, sudah lihat ada air hangat, AC, TV dst. Ternyata tetap tak bisa sebelum ......
Diberikan alat canggih.

Di rumah sakit itu, utk bersihkan tahi telinga saja, bayar 700 ribu, itu pun dg proses yang singkat.

Apakah layanan ini bs kudapatkan krn mampu membayarnya. Tapi bagaimana yang lainnya.
Dia juga ciptaanNya. Dia juga ......
Apakah karena banyak yang mau jadi kaya raya. Apakah ini?

Pantas sekali,
Sent from my BlackBerry® wireless device

Simpulan writing

Before going for holiday:
1. Tulisan MERGA
2. Tulisan MTED
3. Paper utk ICME
4. Paper utk PME
5. Artikel JIP
6. Paper SAARSMTE
7. Paper bilangan bulat
8. Paper ICT-anakku
9. Paper kaitan PPG
10. Asesmen PPG
Apa ini terlalu ambisius? Saya kira bisa jadi, tapi saya hrs berjuang sehingga ada tambahan record dan juga utk memberi pencerahan pada masyarakat luar dan semoga bernilai amal jariah.
Amiin.
Alhamdulillah
Sent from my BlackBerry® wireless device

Jurnal JIP

Apa sebenarnya yang menarik di sana dari penelitian yang dilakukan bersama Pak Nur.

Pemanfaatan website utk pembelajaran matematika SMP RSBI.

Latar belakang:
1. Kebijakan RSBI dan dampaknya bagi guru, siswa.

2. Ketersedian ICT termasuk jaringan internet.

3. Ketersediaan sumber belajar secara online, potensi dan tantangannya

4. Penelitian ini masih sulit ditemukan.

5. Penelitian penulis di Australia yang dilakukan di konteks Australia di mana jaringan siap meskipun terbatas komputer ternyata telah menunjukkan hasil positif

6. Anak digital saat ini, sedang belajar tidak mungkin lagi terjadi di ruang isolasi

Semua ini memotivasi peneliti mempertanyakan .....

Agar jelas dan terarah maka peneliti mencoba mengembangkan perangkat

Tugas Rahmah, mencari referensi berbahasa Indonesia dan mereviu serta menambahin data.

Tugas Pak Nur, final review dan mengirimnya.

Metode penelitian: jelaskan .........

Menyajikan dua karakteritik online pembelajaran berbasis membaca, eksposure


Karakteristik kedua inquiry

Kelebihan apa yang tampak.

One site for many purposes:
- kamus
- animasi
- contoh
- soal
- feedback

Kedua
- virtual manipulatives
- ready worksheet
- bs kerjasama

Tantangan yang mungkin:
Well prepared, hrs siap antisipasi

Diskusi:
1. Menjanjikan, anak perlu diberi pengalaman dan persiapan hidup mandiri, butuh skill, kaitkan apa kata Einstein.
2. ....

Coba saya nulis paper sendiri utk keperluan KUM.

Namun jika ini saya tulis bertiga, memperkuat jalinan kerjasama. Membuat Pak Nur ikut memiliki di mana beliau telah bekerja dg sekuat tenaga.

Menjadi hadiah bagi Rokhmah yang juga telah bekerja sama dg sangat baik dalam mewujudkan.

secara etika ilmiah internasional, rujukan JILL. MERRILYN and SHELLEY, bahwa penulis paper hanya yang membentuk paper tersebut.

Tapi ini konteks Indonesia yang bs dipahami secara berbeda.

Saya kira ini sangat menarik.

Berapa waktu saya butuhkan utk menyelesaikan:
Insya Allah:
Draft 1: weekend 1
Darft 2: Weekend 2
Draft 3: siap direview oleh Rokhmah dan segera di review Pak Nur.

Kalau mungkin, sy kirim ini sebelum akhir Oktober.


Sent from my BlackBerry® wireless device

Peringatan lainnya

Ini peringatan besar utk diri saya.
Ok sdh 3 bulan Anda di sini.
Anda sudah bagus memanfaatkan waktu.
Banyak yang sdh dikerjakan:
- sudah konek dg interview
- sudah dapat pemahaman baru dari analysis buku tulis siswa
- sudah ikut dalam klp integer, nambah wawasan, nambah pengetahuan
- sudah mendapatkan pengalaman seorang peneliti besar dalam mengatur pekerjaan, bagaimana mengkaitkan penelitian yang ada dg penelitian mahasiswa S3
- sudah dapat tambahan network
- sudah dapat fasilitas yang memadai, khususnya alat analisis data kualitatif.
- sudah dapat kepercayaan yang lumayan dan apresiasi dari Jill
- sudah bisa mempelajari juga, bagaimana membawa diri dg Jill, bekerja secara serius.

APA YANG KURANG?
Aha, jangan lupa sama sekali bahwa postdoc ini adalah kesempatan utk menghasilkan tulisan.

Saya sdh hrs lebih tinggi kemampuannya sekarang.
1. Saya harus tahu area keahlian saya:
- ICT for learning, for professional development.

Artinya: saya sdh harus mampu mendapat gambaran publikasi ilmiah di bidang saya dalam 10 tahun terakhir

- saya juga harus mampu menulis dalam berbagai segmen pembaca.
Maka caranya perhatikan tulisan tersebut, gaya penulisannya.

Nah, mungkin manfaat jika saya mendalami bagaimana memanfaatkan ICT utk meningkatkan mathematical judgement guru.

ICT PD harusnya meningkatkan PCK guru.

Ok.
Waktu saya Insya Allah jika Allah menghendaki:

- setengah bulan September
- Oktober
- Nopember
- Desember

Sept, harus jadi draft JRME, yaitu bag. Pendahuluan

Okt: sudah siap dikirim

Ingat, Draft 1- analisis zone theory dua kasus Ann and Jack harus selesai Oktober.

Siapa tahu saya bs mengirim 2 tulisan sebelum Desember, sebelum pulang ke Indonesia.

Saya harus manfaatkan weekend saya, pekerjaan yang tdk terkait dg proyek.

Insya Allah saya harus punya timeschedule yang lebih ketat utk mewujudkan cita-cita.

Saya harusnya juga berusaha menulis utk jurnal terakreditasi seperti saya janjikan Pak Nur.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Persiapan Indaba

Cukuplah. Saya kan sdh menyelesaikan 2 skenario. Saya dapat gambaran, khususnya kemampuan guru dalam pemecahan masalah masih terbatas.

Mereka tampaknya blm terbiasa dg soal non rutin. Sebagian apresiasi bentuk yang baru ini dan mengakui hanya memberi yang sederhana sj.

OK.
Saya harus istirahat malam ini. Yang perlu saya lakukan adalah mengkopi data utk setiap pertanyaan ke BB.
Saya juga bisa santai sambil jalan mendengar interview guru pakai BB ini.

Artinya apa, sebelum senin, saya akan punya gambaran yang banyak ttg guru-guru tersebut.

Semoga saya dapat memperhalus coding saya setelah proses diskusi Indaba.

Ingat, yang juga wajib saya siapkan adalah berkas Bank yang harus ditandatangani oleh Jill.

Saya butuh sekitar 2 jam packing, setrika dan masukkan barang di kopor.

Jam 08.30 berangkat ke rosebank sambil dengar rekaman interview.

No more working at the computer tomorrow except listening to if I feel OK.

I think, I have done lots.

Let's prepare writing about math judgement for Indaba.

Ya Allah, berilah pada hamba kesehatan, semoga hamba dapat mengerjakan tugas secara optimal.

Hal lain yang harus saya kerjakan adalah:
Persiapan integer.

Kapan nulisnya?
Insya Allah, minggu depan akan kembali nulis.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Our goal and central message (PART 1)

Hasil bacaan:
1. Proyek pengembangan guru ini berbasis sekolah. Artinya apa? Pandangan sy bukan dilaksanakan di kampus, tidak seperti PLPG (dilaksanakan di hotel). Berbasis sekolah karena semua program mempertimbangkan keadaan sekolah, berupaya memecahkan masalah otentik yang ada di sekolah, secara khusus adalah kualitas pembelajaran matematika di sekolah.

Tujuan PD ini adalah meningkatkan pengetahuan profesional guru mat sekolah menengah.

Apa itu pengetahuan profesional guru (PPGM) matematika?
(Saya seharusnya menulis paper ini utk segmen pembaca Indonesia dan ini salah satu cara berkontribusi pada pengembangan guru-guru Indonesia).

PPGM yg dimaksud merujuk pada pendapat Shulman, yaitu: pengetahuan materi pelajaran matematika (subject matter knowledge), pengetahuan konten pedagogik (pedagogic content knowledge), dan pengetahuan kurikulum yg terpakai dalam pengajaran.

Istilah yang digunakan proyek ini adalah meningkatkan mathematical judgement guru.

Apa itu math judgement? Apakah ini suatu istilah baru yang khusus atau pun berbeda dari yang lainnya?

Apa itu judgement? Cek arti kamus.

Krn berbasis sekolah maka hal yang diperlukan adalah:
- pertemuan rutin dg guru-guru dalam sekolah itu dan antar sekolah. Ini nyata khususnya karena adanya workshop bersama guru-guru tersebut yang datang dari sekolah yang berbeda-beda.

- mencermati, menganalisis praktek pengajaran dg sekumpulan perangkatnya menggunakan konsep pembelajaran.
Ini perlu saya cermati dan diskusikan apa maksudnya "examining practice with a set dircursive resources drawing on concept and learning study"

Utk apa mencermati praktek tersebut? Yaitu dimaksudkan untuk meningkatkan MJ. Mengapa? Karena melalui peningkatan ini, kita dpt meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran mat dan tujuan lebih besar lagi yaitu membuat kegiatan ini sebagai bagian rutin kegiatan PD mat sekolah (institusionalising).

Nah, persoalannya adalah bagaimana mengukur peningkatan ini? Apa isntrumennya, apa indikasi peningkatan tersaebut?

Mudah mengatakan bahwa betapa bagus jika ini menjadi rutinitas dari sekolah, tapi ternyata tantangan besar. Mengapa karena banyak aspek yang mempengaruhi.

- masalah waktu guru
- komitmen guru
- kepemimpinan sekolah
- masalah anak di sekolah

Kemajuan dalam proyek ini sangat besar karena telah tim telah mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif ttg sekolah dan guru-guru.
Meskipun di setiap meeting ada saja hal serius yang dibicarakan, namun kesuksesan harus dicatat semuanya. Di mana kesuksesan dan seberapa bukti atau tingkat kepercayaan kita pada pernyataan kesuksesan tsb.
Pertanyaan yang muncul:
- gambaran atau pengetahuan apa yang telah kita miliki terhadap guru, lingkungannya dan pengajarannya?

Ini yang harus ada dari hasil analisis interviu saya.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Friday, 16 September 2011

Fika Fida, thanks lots for your good behavior.

Seperti biasa, suami selalu rutin berbagi cerita tentang anak-anak melalui skype. Maklum, beliau di Indonesia mendampingi anak-anak sedang Ibunya sedang di South Africa. Cuma kali ini, wajah excited alias terheran-heran dari suami masih terbayang. Ibu, aduh, Fida benar-benar membuat saya terkagum-kagum dan excited banget. "Ada apa Yah", saya pun mendesak suami cerita.

Bu, sungguh luar biasa Fida. Murni (nama anak angkat) saya, heran kok Fida (Kelas 4 SD) benar-benar teratur. Ternyata saya cek kamarnya, di sana tertulis jadwal harian yang sangat rinci. "saya kagum sama Fida. Saya bahagia sekali". Begitulah laporan suami.

Trus, saat skype dengan Fida, saya memulai pembicaraan dengan mengucapkan terima kasih berkali-kali. Saya bilang "Mum and Dad are so proud of you. You are well managed even though Mummy is not with you."

Mulailah dia bercerita. Katanya dia sekarang harus mengatur waktunya. Trus dia tampak mengingat-ngingat jadwalnya sambil menyebutkannya satu persatu. Saya pun segera menulisnya. Berikut yang sempat saya catat secara terurut.

Pulang sekolah buka kaos kaki
Taruh lunch box di dapur
Keluarkan buku-buku dari tas dan taruh tas
Ganti pakaian
Shalat dhuhur
Makan siang
Belajar dan ngerjakan PR
Jika azan terdengar, segera shalat Azar
Belajar lagi
Jam 4.30 sore pergi mandi
Belajar lagi
Shalat magrib
Siapkan buku untuk besok
Makan malam
Minum vitamin
Belajar
Shalat Isya
Sikat gigi
Sebelum tidur, cek PR apa semua sudah selesai
Belajar lagi
Tidur

"Very good" kata saya. Hanya ada yang kurang rasanya, yaitu tidak terdaftar kerjaan yang di rumah, misalnya lap meja, nyapu. "Fida kan perlu bantu Kak Murni karena Kak Murni juga pasti sibuk kuliah", juga Kakak Fika sangat sibuk (apalagi Fika-kakanya Fida masuk kelas akselerasi) Ternyata pertanggungjawabannya lumayan beralasan. Katanya karena sebentar lagi Fida UTS (ujian Tengah Semester). Saat saya di rumah, saya sering monitor tugas dia yaitu lap meja kaca dan kompor, serta bersihkan kamar sendiri, bahkan lipat/atur baju sendiri. Mungkin kehadiran Mama Murni di rumah kami saat ini membuat kerjaan mereka lebih ringan.

Mengapa kok anak kecil pun bisa mengatur dan memonitor dirinya?

Saat Fika Fida masih kecil di Australia dimana saya sibuk sekolah, ayahnya sibuk kerja, saya sering minta mereka mendaftar kegiatan harian apa yang perlu/harus dikerjakan mulai bangun tidur hingga menjelang tidur. Tugas saya ringan yaitu mencentang & memberi pujian/penghargaan. Daftar itu dalam bentuk tabel & dipajang di pintu kulkas.
Mereka sering mengecek daftar itu. Jadi dia belajar memonitor diri sendiri.
Jadi sudah terbiasa mengatur dirinya. "I know, I know what to do", itu yang sering mereka katakan jika kami bermaksud mengingatkannya. Maklum, anak-anak kan sering tidak bahagia jika dikomandoi.

Karena itu, suatu ketika ada keluarga dari Pangkep Sul Sel datang bermalam ke Surabaya, hampir seminggu. Dia memperhatikan perilaku anak-anak saya dan heran sekali.

Loh, mereka itu tidak perlu diurusi. Bangun pagi-pagi, dia pergi mandi, berpakaian sendiri, dan mempersiapkan perlengakapan sekolah mereka sendiri sedang Ayah Ibunya bisa mengerjakan tugas lainnya.
Lalu dia membandingkan anak-anaknya yang saat itu berusia lebih tua dari Fida (Fida saat itu Kelas 3). Anak beliau yang sudah Kelas 5 atau 6 masih harus diurusi, bahkan untuk sarapan, masih di suap.

Dia heran tapi saya tidak karena kedua fenomena tersebut sudah sering saya lihat. Di Indonesia, saya sering melihat anak-anak tidak mandiri apalagi mereka yang punya pembantu. Mereka masih kecil sudah terdidik secara tidak sengaja menjadi anak yang bergantung pada orang lain. Mereka tidak menyadari bahwa tujuan pendidikan, tak lain adalah untuk membekali mereka agar kelak anaknya mandiri dan mampu memecahkan masalah. Lebih celaka lagi karena anak sudah seperti bos kecil (seenaknya memerintah pembantu dan jarang berterima kasih). Ini semua bukanlah kesalahan anak itu tapi faktor pembiasaan dari orang tua/lingkungan. Sedangkan yang saya temukan di Australia, secara umum, masyarakat di sana tidak punya pembantu. Maklum bayarnya mahal. Perjam mungkin sekitar Rp. 200 ribu atau lebih. Di sekolah TK pun, anak-anak diajari mandiri, termasuk makan sendiri. Semoga yang punya pembantu di rumah waspada dan bisa berefleksi. Pembantu harusnya di didik supaya siap mandiri (tidak lagi jadi pembantu) dan pembantu di didik untuk bisa ikut mendidik anak kita menjadi rendah hati, menghargai orang lain, mandiri, dst.

Sebetulnya saya sendiri juga belajar dari lingkungan sekolah di Australia. Saya terheran-heran melihat anak-anak di sana masih usia 2 tahun bisa makan sendiri. Saya kasihan sekali sama Fida saat di play house di Brisbane, usia sekitar 3 th, karena dia tidak bisa makan tanpa disuap (maklum kebiasaan di Surabaya, pagi dan sore, anak dibawa main keluar rumah sambil disuap). Nah di play house, gurunya mendidik mereka makan sendiri. Maka itu Fida terpaksa berhenti dari play house karena situasi asing tersebut.
Namun saya tetap rutin melihat anak-anak di play house karena tempat itu dekat dari kantor. Saya mencoba mengamati dan belajar dari cara-cara guru-guru di sana mendidik.

Di Indonesia, saya juga sangat sering bilang ke Murni, jangan sampai kehadiran dia di rumah menyebabkan Fika Fida tidak terbiasa bekerja. Jangan sampai dia jadi bergantung. Saya selalu katakan pada Fika Fida, bahwa Ibu dan Ayah belajar, Kakak Murni kuliah dan banyak tugas, maka semua harus punya tanggung jawab di rumah ini.

Cuman lucu, saat saya ke dapur, biasanya mereka bilang tumben Ibu ke dapur. Maklum Murni sudah mengambil alih tugas saya menangani kerjaan di dapur bahkan mengurusi uang belanja mingguan atau bulanan yg terkait dengan keperluan di dapur. Dia sudah cekatan. Trims ya Murni. Sedangkan saya yang punya tanggung jawab masyarakat (ngajar dan bimbingan banyak serta penelitian), dapat memanfaatkan waktu ke hal-hal yang tidak bisa ditangani oleh anggota keluarga lainnya.

Yah seperti itulah, proses belajar mendidik anak. Semoga cerita suami dan Fida di atas dapat mengilhami para orang tua dalam mendidik anaknya. Cerita lainnya dapat dilihat di http://journey.maesuri.com/ atau http://fika-fida.blogspot.com/

Sent from my BlackBerry® wireless device

Fw: thanks my husband

------Original Message------
From: Sitti Maesuri Patahuddin
To: Sitti Patahuddin
ReplyTo: Sitti Maesuri Patahuddin
Subject:
Sent: Sep 16, 2011 23:53

Fika Fida, thanks lots for your good behavior.   Seperti biasa, suami selalu rutin berbagi cerita tentang anak-anak melalui skype. Maklum, beliau di Indonesia mendampingi anak-anak sedang Ibunya sedang di South Africa. Cuma kali ini, wajah excited alias terheran-heran dari suami masih terbayang. Ibu, aduh, Fida benar-benar membuat saya terkagum-kagum dan excited banget. "Ada apa Yah", saya pun mendesak suami cerita.   Bu, sungguh luar biasa Fida. Murni (nama anak angkat) saya, heran kok Fida (Kelas 4 SD) benar-benarteratur. Ternyata saya cek kamarnya, di sana tertulis jadwal harian yang sangat rinci. "saya kagum sama Fida. Saya bahagia sekali". Begitulah laporan suami.   Trus, saat skype dengan Fida, saya memulai pembicaraan dengan mengucapkan terima kasih berkali-kali. Saya bilang "Mum and Dad are so proud of you. You are well managed even though Mummy is not with you."   Mulailah dia bercerita. Katanya dia sekarang harus mengatur waktunya. Trus dia tampak mengingat-ngingat jadwalnya sambil menyebutkannya satu persatu. Saya pun segera menulisnya. Berikut yang sempat saya catat secara terurut.   Pulang sekolah buka kaos kaki Taruh lunch box di dapur Keluarkan buku-buku dari tas dan taruh tas Ganti pakaian Shalat dhuhur Makan siang Belajar dan ngerjakan PR Jika azan terdengar, segera shalat Azar Belajar lagi Jam 4.30 sore pergi mandi Belajar lagi Shalat magrib Siapkan buku untuk besok Makan malam Minum vitamin Belajar Shalat Isya Sikat gigi Sebelum tidur, cek PR apa semua sudah selesai Belajar lagi Tidur   "Very good"  kata saya. Hanya ada yang kurang rasanya, yaitu tidak terdaftar kerjaan yang di rumah, misalnya lap meja, nyapu. "Fida kan perlu bantu Kak Murni karena Kak Murni juga pasti sibuk kuliah", juga Kakak Fika sangat sibuk (apalagi Fika-kakanya Fida masuk kelas akselerasi) Ternyata pertanggungjawabannya lumayan beralasan. Katanya karena sebentar lagi Fida UTS (ujian Tengah Semester). Saat saya di rumah, saya sering monitor tugas dia yaitu lap meja kaca dan kompor, serta bersihkan kamar sendiri, bahkan lip
Sent from my BlackBerry® wireless device

Thursday, 15 September 2011

Some guidelines from me & for me

1. Not much talking but analysing a lot and writing a lot, gaining a lot.

2. Being a good listener.
Any question, if not urgent, then I can ask another time.

3. Learning how Prof managing the meeting, short but productive and on time.

4. Asking questions if it's really important.

5. Be patient, being a good listener, hearing other people ideas, summarizing my understanding

6. I may be able to support Prof in examining what have been done/not done yet. I am there to assist Prof. That's my job.

7. I may use this time to just listen carefully people's thought, to stimulate my ideas to be able to understand what are mathematical judgment.

8. I may have ideas the implications of that but I should rethink how strong is the arguments and how I could support my ideas or convince people. The issue is also about my incomplete understanding about this new context.

What will happen:

1. The first day, I would think about the theory-having all the references in one place, and generate conclusions about what are important, challenges, and so on.

2. I will focus on how I could contribute to complete pictures of teachers from interview data.

3. The last but the most important is: gain much, action a lot, no much talking.

So It would be clear and true, that I am there to add the quality of the group work. Insya Allah.

Semoga Allah selalu bersama saya dan memberi petunjuk-Nya utk saya bisa menjadi orang yg lebih bijaksana dengan pengetahuan yg lebih berbobot.

Kadang-kadang sy terlalu semangat sehingga tampak ambisius tapi lupa mengukur matchingnya dg situasi yg sedang dihadapi.

Saya senang sekali dg gaya Prof. Budi Darma. Diam-diam sy harus terus berguru pada beliau.

Menarik sekali juga melihat sosok Merrilyn, Shelley, Jill, and Kaye.

Insya Allah, semoga berbobot kerja saya selama di sini.
Sent from my BlackBerry® wireless device

Wednesday, 14 September 2011

Email apresiasi di Prof

Thank very much Prof.

I also enjoyed working/learning here and I am thankful for this chance. I am learning a lot from you in many aspects (including academic and leadership).

Now I am focusing on the interview analysis.

By the way, I am listening to Jonathan's interview. He's great. Knowing this, I want to see a complete picture of him (including his photo). Which one? I am just guessing now.

What else can we add on him or how could the project create a space for him to empower others.

I love your term, "teacher centred"-approach, my interpretation: let see/understand the teacher to enable us to work strategically in order to improve the quality of instructions? Why, because we want to make difference in our learner's life. 

Regards,

Sitti

 

From: Jill AdlerSent: 14 September 2011 07:33 AMTo: Sitti PatahuddinSubject: RE: A mind map
 

Hi Sitti

Thanks for this – we will discuss tomorrow; It will possibly be easier to put information first in table, but I think the mind-map is very helpful to see just how much we do actually know about each teacher.

Thanks for all your hard work, and as I said before, I am so happy you are here working with us, and with me, you add so much to the quality of all the work, and I deeply respect the way you think.

 

Jill
Sent from my BlackBerry® wireless device