This is as a space for writing any ideas. These may not brilliant ideas but it may be helpful for myself in many ways
Saturday, 16 June 2012
Chat with Murniaty on 6/15/2012
-------------
Sitti Maesuri, Murniaty
Messages:
---------
Murniaty: Assalamualaikum,
Apa kabar bu?
Bu, besok ada pelatihan organisasi yang diadakan kampus d trawas, tgl 16-17 juni, yang wajib di ikuti oleh anggota ORMAWA, krn sya slah satu anggota DLM Teknik sipil, sya juga di undang untuk ikut pelatihan tersebut.
Sya sudah bicara sma mama sya n ayah.y fika, beliau bilang terserah kamu klau mau ikut, bagaimana menurut ibu?
Sitti Maesuri: Cuma biasanya kalau ada kata wajib, ada konsekwensi yang harus dilakukan setelah itu. Kelihatannya Murni kadang2 kesulitan ngatur waktu, dan katanya kalau nilai turun, beasiswa dihentikan. Jadi pertimbangkan sj positif negatifnya. Kalau mau fokus ke akademik, waktu belajar bhs Inggris yang harusnya ditingkatkan, dan saya tak tahu sdh sejauh mana kemajuan bhs Inggrismu. Jd silahkan dipertimbangkan saja.
Sent from my BlackBerry® wireless device
Friday, 15 June 2012
Guru-lucu tapi sedih ah
Jawab dia "ini dari siswa". Kok bisa?
Trus cerita, siswa dia di sekolah, sangat nakal dan bodoh matematika, tambah parah lagi krn mereka malas sekali belajar matematika, tidak ngerti, malas lagi. Dia terus jelakan, dlm ujian, banyak sekali yang tidak bisa menjawab. Padahal mereka itu kan harus mencapai standar ketuntasan. Saya sudah mempermudah soalnya, soalnya gampang banget deh, tetap tak bisa, saya remidi, saya beri tes ulang, tetap tak bisa. Berbagai upaya dilakukan, ya tetap tak bisa, padahal mrk kan harus mencapai standar minimal. Yah sudah, saya beri saja kegiatan ekstra kurikuler, bikin apa kek gitu. Yah sudah mereka bikin sapu. Trus kutanya, apa mereka itu bikin sapu sendiri. Dengan lugas siguru tadi bilang "ah, mereka itu pasti tidak bikin sendiri, tapi beli". Nah kutanya guru tadi, trus gimana dong nilau UNASnya? Siguru tadi bilang, "pada umumnya di atas 80". Lah kutanya lagi "kok bisa?" , jawabnya : "ini bukan karena siswanya pintar, tapi gurunya pintar-pintar" hmmmmmm saya tak bisa lagi komentar, cuma bisa geleng-geleng kepala.
Sent from my BlackBerry® wireless device
Geometry hari kedua
Pertama Alison mengingatkan soal titik, bahwa menggambarkan titik sebagai dot jangan sampai dipahami secara salah, karena titik itu tidak punya panjang dan lebar. Sehingga dalam menggambarkannya misalnya dua garis berpotongan di satu titik, tidak digambarkan dot di sana.
Kedua dia demonstrasikan penggunaan busur derajat dalam mengukur sudut.
Dia juga menunjukkan model-model segitiga yang berbeda menggunakan kertas, model trapesium, model jajargenjang, persegipanjang, belahketupat, persegi secara berturur-turut. Nah yang menarik adalah utk mengajak peserta mengenali sifat-sifat yang ada. Saya kira ini adalah hal sederhana, tapi banyak bhs matematika yang bisa muncul di sana.
Ini sebanrnya sekaligus memberikan ide pada saya tentang pelatihan guru matematika.
Ini sekaligus juga untuk menunjukkan keunikan bangun-bangun itu.
Hal yang menarik bagi saya saat ini adalah betapa banyak bantuk bangun, dan mengapa bangun-bangun khusus itu menjadi perhatian. Kan banyak sekali, bintang, model kue, model daun, bukankah mereka lebih indah dan lebih cantik. Lihat motif batik, dst. Tapi mengapa bangun-bangun itu menjadi topik pembicaraan yang diangkat sejak SD, hingga SMA. Nah saya kira kita perlu paham soal Euclid dan juga kita perlu paham soal konsep invariant.
Selanjutnya apa lagi yang menarik?
Yaitu pembuktian teorema middle point.
Inti teorema itu, kalau diberi sebuah segitiga, dari salah satu sisi, kita tarik garis dari titik tengah sisi tersebut yang sejajar dengan salah satu sisi lainnya, maka garis paralel itu juga membagi dua sisi tersebut dan panjang sisi ini setengah dari sisi alas paralel tadi. Uh kacau deh bhs ku padahal bayangan diotakku jelas banget loh.
Nah, tadi kami membuktikannya menggunakan konstruksi jajargenjang dan menggunakan konsep kesebangunan. Di sini terasa b anget pentingnya ksebangunan.
Oh iya baru ingat, maka itu Alison juga menunjukkan prinsip kesebangunan yaitu SSS, SAS, ASA, AAS, menunjukkan mana yang sebangun dan yang tidak sebangun. Ngerti saya sekarang, urutan penyajiannya.
Jadi menarik krn Alison menunjukkan urutan geometri berdasarkan kurikulum, apa yang ada di setiap kelas dan lantas apa konsekswensi pembuktiannya.
Maka itu, dia ajak kami membangun bukti dari konsep kesebangunan, lants dia mengajak kita membangun bukti menggunakan teorema lain. Katanya, kita ke Durban dulu menginvestigasi.
Maksudnya kita mengkaji satu teorema yaitu:
Dua buah segitiga, yang alasnya berada di satu garis lurus, dan titik sudut ketiganya terletak pada garis yang sejajar dengan alas maka perbandingan alasnya proporsional terhadap perbandingan luasnya. Kalau alasnya sama, pasti luasnya sama. Kalau alas segigtiga pertama alasnya separuh dari alas kedua, maka demikian juga luas segitiga pertama separuh dari luas segitiga kedua.
Hmm menarik sekali.
Apa yang saya dapatkan hari ini? Setidaknya hari ini, saya dapat melihat keindahan geometri dan mendapat inspirasi tentang ide-ide pengakaran geometri. Ini memberikan pondasi yang cukup untuk saya bisa mengembangkannya lebih lanjut.
Menarik sekali.
Sent from my BlackBerry® wireless device
Thursday, 14 June 2012
Mimpi apa semalam
Dua minggu lagi. Ya Allah semoga waktu dua minggu itu akan efektif, akan produktif, akan membantu saya meraih banyak hal.
Soal interviu minggu depan, patutkan saya grogi.
Tidak usah.
Anggap biasa saja. Serahkan pada Allah. Jawab apa adanya. Soal research, saya sudah punya pengalaman. Pokoknya jwablah apa adanya. Tapi saya tentu perlu mempersiapkan, perlu mengetahui RIPPLE sehingga kalau ditanya, saya bisa paham.
Hal yang mendesak sebenarnya adalah kerjaan saya dh Jill, yaitu menulis methodology, juga mencermati lagi video yang ada dan membuat catatan. Khususnya menetapkan crtical events, artinya mendengarkan hasil diskusi saya dengan Jill.
Hal mendesak lainnya adalah reviu artikel JOE. Ini perlu saya cetak.
Dan perlu menyiapkan berkas utk permohonan visa.
Perlu juga siapkan presentasi ICME
Dan juga sudah perlu mulai berbenah.
So Bismillah.
Ya Allah, semoga segalanya baik.
Sent from my BlackBerry® wireless device
Reviu danm Nvivo
Apa sebenarnya yang ingin saya kethaui dari LR ini?
Saya ingin tahu sejauh mana kajian ttf explanation.
Matematika itu butuh penjelasan. Matematika menuntut penjelasan. Pekerjaan mengajar menuntut penjelasan.
Nah dalam paper nanti saya ingin mencoba mengkaji tentang aspek menjelaskan ini. Prestasi siswa banyak yang rtendah. Banyak aspek dan antara lain adalah faktor guru. kita punya beberapa kasus. Dalam hal aljabar, kami lihat banyak error yang terjadi. Didukung oleh interviu, ditunjukkan dalam proses pembelajaran. Ini memotivasi kami melihat bagaimana sebenarnya guru menjelaskan matematika. Apa yang dapat kami pelajari dari sini?
Di sini kan banyak obyek matematika yang dijelaskan. Bagaimana mereka menjelaskannya.
Kesulitan saya adalah bagaimana menggambarkan karakteristik atau cara guru menjelaskan. Menggambarkan kualitasnya, tentu sangat tergantung pada lensa yang saya pakai.
Gambaran kualitas ini sangat subyektif. Sangat tergantung pada alat yang saya gunakan. Untuk itu, penetapan keputusan tentang alat ini harus dibangun secara kuat. Nah, caranya, saya perlu mendapat informasi dari penelitian terdahulu.
Gini loh, ini menarik sekali. Di Indonesia, banyak orang sibuk bicara aspek yang bersifat permukaan. Macam-macam model, strategi, dan lain-lain. Tapi saya hanya mau mengkaji kata yang sangat sederhana, yaitu soal menjelaskan. Bagaimana matematika itu dijelaskan. Bagiamana cara guru mempresentasikan. Hal yang membingungkan adalah
Sent from my BlackBerry® wireless device
Renungan subuh-arsip lama baru posting
Saya ingin membuat catatan sambil memikirkan apa yang saya baca.
Dalam rancangan pembelajaran, dulu dirumuskan sebagai tujuan pembelajaran umu dan tujuan pembelajaran khusus.
Sekarang dirumuskan menjadi standar kompetensi.
Saya tak mengerti persis mengapa perubahan-perubahan ini terjadi, sehingga pantas sekali saat saya pulang ke Indonesia saya berhadapan pada istilah--stilah baru yang tidak saya gunakan sebelumnya. Entah bila saat ini ada perkembangan baru.
Mengapa ini kadang-kadang jadi heboh, karena dia harus ditulis dalam RPP dan RPP inilah yang diperhitungkan. Misal sebagai bukti kinerja atau bahan pengawasan.
Dalam langkah pengajaran, saya juga memperhatikan bahwa model pembelajaran kadang-kadang menjadi hal dominan, bisa dominan karena jadi beban bagi guru, langkah-langkah model itu yang bagaimana yang benar, seakan hanya satu set yang benar dan tak boleh melanggar. Seakan model itu barang paten padahal dia juga hasil pemikiran yang hanya diduga akan bermanfaat.
Penggunaan model ini menjadi heboh ketika pengajar mencoba melihat, materi yang cocok utk model ini yang mana ya, atau saya mau pakai model ini dan bingung mencari materi. Apa mungkin sama ya, punya baju pesta, nah bingung, ini cocoknya dipakai ke mana ya? Atau ada undangan sunatan, trus bingung mau pakai baju model apa ya?
Analogi ini tentu tidak tepat, karena konteks mengajar sungguh beda dengan konteks yang bersifat sangat pribadi.
Dari hasil cermatan saya, ternyata semakin jelas bahwa pembicaraan kita pada pengajaran semakin jauh dari inti yang seharusnya dibicarakan. Misalnya dalam matematika, kita perlu
Sent from my BlackBerry® wireless device
Belajar geometri
Workshop hari ini sungguh mencerahkan. Mengapa?
1. Saya senang dengan kata pengantarnya, mengatakan bahwa belajar geometri ini bisa mudah seperti layaknya kalau kita ke mesin ATM. Kalau kita tahu PIN, kita tahu dan memenuhi pin yang diminta, kita bisa mengoperasikannya. Artinya juga kalau tidak ngerti atau tidak memenuhi PINnya tadi, kita tak mungkin bisa mengaksesnya. Kita harus membantu anak kita agar tahu PIN dan tahu cara memakainya.
2. Diberikan lembar kerja yang isinya sangat mendasar
- titik, menunjukkan posisi. Trus diminta menulis labelnya. Yaitu A
- garis, yang merupakan himpunan tak terhingga titik.
Bicara garis kan ada dua kemungkinan ya, yaitu garis lurus dan tak lurus. Nah sekarang kita bicara soal garis lurus.
dan bicara orientasi.
Dua buah garis, kemungkinan
- sejajar tak ada titik potong
- berimpit, tak terhingga banyak titik potong
- berpotongan di satu titik.
Nah ketika dia berpotongan di satu titik, terbentuk 4 sudut kan. Nah ada sifat khusus yaitu, sudut yang bertolak belakang, sama besar. Sudut berpelurus, jumlahnya 180 dan besar sudut keseluruhan 360 (kita diminta menulis keterangan dengan lengkap)
Nah sekarang, kalau salah satu garis itu kita putar ada hal istimewa terjadi. Ada saatnya sudut yang dibentuk 90 derajat, dan ini kita sebut tegak lurus. Garis pertama tegak lurus garis kedua, dan kita diminta tulis simbolnya.
Beres ya.
Nah sekarang kita bicara 3 garis. Apa kemungkinan. Kalau kita punya 3 garis, pasti ada titik potongnya.
Satu titik potong, bisa bayangkan. Trus kita label dan kita lihat besar sudutnya.
Bisa terbentuk dua titik potong. Yaitu saat dua garis sejajar dipotong oleh sebuah garis lurus. Nah kita lihat sifat-sifatnya. Disini dikenal, sudut berseberangan dalam, dan luar. Label, tandai dan beri keterangan.
Terus terbentuk 3 titik potong yakni membentuk segitiga. Tandai, perhatikan sifatnya.
Misal bagaimana dengan besar sudutnya. Ternyata ada hal khusus, bagaimanapun, besar sudutnya 180.
Nah sekarang 4 garis. Ah di sini tambah menarik, mulai dari proses segiempat sebarang, jajargenjang ke belahketupat, jajargenjang ke persegipanjang, persegipanjang ke persegi, juga bicara diagonal.
Yang sangat menarik adalah cara membuktikan jajargenjang itu sebanyak 5, yaitu
- kedua pasang garis berhadapan sejajar
- kedua pasang sisinya sama panjang
- kedua pasang sudut berseberangan sama besar.
- satu pasang garis berhadapan sejajar dan dan sama besar
- diagonalnya saling membagi dua sama besar
Nah pada rombus, yang unik adalah sisinya sama panjang dan diagonalnya saling tegak lurus.
Kalau persegi, lebih khusus lagi karena susutnya 90
Nah, setelah itu, wawasan yang saya dapatkan adalah cara membuktikan. Hal yang menarik adalah, saat saya sekelompok dengan satu guru yang juga sulit geometri, rasanya kurang produktif. Tapi saat satu lagi masuk dan dia jauh lebih ahli, dan dia banyak membantu, maka terasa sangat efektif. Nah disinilah terasa perlunya pengelompokan siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda. Alhamdulillah. Menarik sekali sehingga hari ini, saya merasa sangat produktif dalam belajar.
Juga menonton video pengajaran Dina sangat menarik, demikian juga berlatih mengecek jawaban siswa.
Dia bilang beri skor maksimal 10, kalau salah maka dikurangi. Juga dia kategorikan jenis kesalahan, demikian juga dia memberi tips misal, berlatih setiap hari. Jadi satu saja soal, tapi b isa sangat kaya.
Demikian juga sangat jelas pemberian penekanan. Misal, perhatikan yang diketahui, dan apa implikasinya. Dorong siswa utk melihat.
Oh ya, dia juga bilang di kelas yang lebih tiinggi tidak belajar lagi itu tapi belajar kesebangunan.
Bila ada dua segitiga, ada hubungan khusus, yaitu sebangun dan kongruen. Kongruen itu sama dan sebangun, atau hubungannya berbeda.
Dia juga beri kegiatan. Diberi kertas satu lembar. Diminta membuat segitiga sama kaki dan yakinkan pada kawan bahwa benar segitiga itu sama kaki.
Minta lipat. Terbentuk dua segitiga yang kongruen karena satu sama lainnya bisa ditumpuk dan sama persis.
Lalu bicara soal kapan dua segitiga itu kongruen.
Bukankah hal ini sangat menarik.
Ya Allah, semoga besok waktu saya juga produktif. Amiin
Sent from my BlackBerry® wireless device
Wednesday, 13 June 2012
What is next
Menulis tentang metodologi.
Apa sih sebenarnya yang sedang kami lakukan dalam hungannya dengan analisis video. Mengapa kami menganalisis video.
Tujuan dari proyek ini adalah untuk membangun MJ dari guru, yang kami sebutkan tergantung pada SMK, PCK.
Kami belum mampu mengoperasionalkan MJ ini.
Nah, intinya, kami ingin mendeskripsikan the nature of the teaching and to eanble us to say about the quality of mathematical instructions, then, at the end of the project, we are going to see the improvement.
How do we analyse the video of teaching? What informed us in this analysis?
We are developing an analyitical tool in through analysing the video.
I may want to draw diagram from 2 sides.
Describe the context.
What do you mean?
Who are they.
How many teachers did we video
Give the table:
- name, school, grade, videoer, topic, duration
- I started with Lucky. Why, bcos SP did the video.
- describe how we make the table
- JA and SP worked on fill the table
- SP found the need and the usefulness of having transcribing to enable captured in more detail.
- draft table 1 and forms of scenario
- presentation of the framework in our research week (describe)
* expalanation
* refine the table and the format of scenario
* procedure
* results
- how then to proceed from the table analysis, to enable us to compare, as a results, develop the format of data analysis using excell
Describe the strength and the limitations
- then we reflect on that, generate several key questions and proceed how to answer this questions
- Discuss again T1
An issue of explanations
- extend to teacher 4, by focusing the object.
I may have Self-reflection
So what I need is to listen to the recording.
Sent from my BlackBerry® wireless device
Monday, 11 June 2012
Baca Anna Sfard
* Kata narasi ini digunakan utk menandai sebarang urutan ucapan (dalam bentuk oral maupun tertulis), dimaksudkan sebagai deskripsi dari obyek, hubungan antara obyek, aktivitas dengan atau oleh obyek.
Apa maksudnya oleh obyek (JA)
Kalau begitu, kita harus menangkap obyek matematika dan mencermati kata-kata apa yang berkaitan dgn obyek itu (yang datang dari guru atau pun siswa).
Dalam discourse matematika sehari-hari, narasi ini sering didukung dengan bukti empiris. Misal kesamaan 2+2=4 ditunjukan dengan dua benda konkrit di gabung dengan dua benda konkrit lainnya dan setelah dihitung keseluruhannya ada empat.
Nah dalam tingkat yang lebih tinggi, suatu narasi dapat diterima kebenarannya (endorsable), bila dapat diturunkan atau ditunjukkan menggunakan narasi yang lain yang telah diterima kebenarannya, misal aksioma, definisi, atau teorema.
Nah persoalan dalam T1, menggunakan definisi. Bila definisi itu benar, tapi penyajiannya yang bermasalah, yang didasari dengan maksud baik, pertimbangan yang hati-hati, lantas apa jadinya.
Dalam T2, dia menggunakan narasi yang kelihatannya berlaku umum, menjadi bahasa yang diterima, namun dipersepsi secara berbeda, maka itu yang terjadi.
Demikian dalam kasus T3, dia sebenarnya menarasikan hukum atau teorema yang benar, namun mungkin sulit diterima oleh siswa.
Curhat Prof.
Hi Prof,
Let me say.
Based on my personal experiences, I will say that the writing by Anna Sfard is difficult. In this information era, where information is everywhere, is quick, I myself will embrace the easier but helpful things in my life.
Please convince me if this is a good thing to proceed.
It is not only that Anna Sfard has her own communication/vocabs (sometimes not available in dictionaries), but I could see how detail analysis. I am not sure if it is affordable. I even found easier to read Otte's writing (no need to open dictionary/to back so often).
Compare also with other math educators (Ball, Runesson, Mason, Borko, Paul Cobb etc.). Their ideas may be easier to accept.
If, our analysis or our writing require people to understand Anna Sfard, I worried it make difficult for "normal people" or novice to understand.
If one day, you want to write another book, please do not make as difficult as Anna Sfard.
Apakah ini seperti matematika? Di mana saya kadang-kadang atau sering butuh waktu memahaminya. Saya lakukan berbagai cara, misal mencatatnya, mengulang-ulanginya, mendiskusikannya.
Mengajar matematika itu salah satu bentuk bercerita. Nah, cerita kan biasa kita sebut narasi. Narasi ini bisa dalam bentuk ucapan dan bisa dalam bentuk kata-kata tertulis. Namanya cerita, ada awal dan ada akhir. Namanya cerita, ada sesuatu tujuan yang hendak disampaikan. Di sini ada obyek matematika yang ingin diceritakan. Persoalannya adalah siapa yang mempengaruhi kebenaran cerita itu. Yang terjadi di kelas, yang punya power adalah guru, dan guru biasanya berpengaruh sekali dalam memutuskan atau memikirkan benar-tidaknya sesuatu itu. Maka kadang-kadang cerita itu salah tapi karena guru yang bercerita, maka dianggaplah benar. Kebenaran ini akan dibawa oleh siswa dan akan mempengaruhi proses belajar berikutnya.
Ada data yang menarik. Seorang siswa ditanya berapa 7935 + 96. Anak itu lantas diam dan berpikir lalu bilang 8031 (ini jawaban benar).
Dia lalu ditanya:
Dari mana kamu dapat jawaban ini?
Begini, ini agak susah. Jadi saya cari akal. Saya buat 7996 (maksudnya dia tukar 35 dengan 96).
Jadi saya hitung 7996 dan 35. Nah saya terus ambil 5 dari 35 itu sehingga jadi 8000. Setelah itu saya tambahkan dengan yang tersisa yaitu 31, maka hasilnya 8031.
Anak itu lalu diminta coba kamu tulis cara menghitungnya.
Dia tulis dua bilangan itu secara bersusun tapi susunannya tidak tepat, 96 diletakkan di bawah ribuan dan hasilnya: 17535
Dari kedua itu, yang mana yang benar.
Lihat katanya, caraku itu sulit, dan ini cara dari guru saya. Maka yang benar, pastilah guruku.
Saya pikir, yang berbahaya adalah apabila guru membangun budaya, hanya menekankan benar atau salah, hanya memperhatikan benar atau salah.
Ketika dia mengajukan pertanyaan, bila anak menjawab salah, dihiraukan, bila anak menjawab benar, lalu dibenarkan dan ditutup percakapan itu, lalu lanjut dengan pembicaraan lain. Ini bisa berbahaya. Karena akan mempengaruhi anak, mencoba memberi jawaban dengan titik berat pada pertimbangan guru, guru membenarkan atau menyalahkan. Padahal jalan pikir guru saja belum tentu benar. Guru perlu bergeser menunjukkan rasa penasaran, menunjukkan bahwa dia adalah pendengar yang baik, ingin mendengarkan jalan pikir anaknya, akan menghargai anaknya, bukan semata salah atau benar, tapi ingin tahu jalan pikirannya.
Budaya kelas yang juga berbahaya adalah budaya kacau, siswa satu di minta bicara, siswa lain juga bicara. Siswa masih bicara, guru juga bicara.
Budaya yang lain, pokoknya guru bicara, anak hanya duduk mendengar, seakan guru berasumsi apa yang dibicarakannya, di dengar oleh anaknya, dimengerti dan bicaranya baru selesai saat bell bunyi. Siswa pun lega, rasanya ingin segera bubar. Hati lega. Atau pelajaran berakhir dengan rasa kecewa karena adanya PR, sedang tugas yang diberikan itu sulit.
Itulah fenomena pengajaran yang kadang-kadang terjadi.
So what?
Mau cerita apa lagi?
Sent from my BlackBerry® wireless device
Kurang 3 minggu
Apa yang seharusnya selesai di akhir minggu ini?
- saya perlu fotocopy JRME bab sekian
- saya perlu minta hardisk
Pekerjaan proyek saya
- menulis metodology dan minta untuk di reviu. Dikirim paling lambat Selasa malam
- menulis rangkuman 2 artikel tentang explanation, so analisis segera dengan Nvivo
- menulis rangkuman isi matematika/analisis awal dari Jonathan
Apa yang harusnya saya bereskan hari ini.
Atur kamar/bersihkan dan rapikan dan siapkan bahan yang kuperlukan.
Drafting methodology by listening to the recorder. This needs to send by tomorrow night.
Read Anna Sfard before sleeping
Write my understanding and my difficulties
- the most relevant
- the interesting quotes
- difficult words
- questions
Summary
What to send:
- notes from reading Anna Sfard
- list of references + abstracts
Sent from my BlackBerry® wireless device
-------------
Sitti Maesuri, Jill Adler
Messages:
---------
Sitti Maesuri: Hi Prof, sorry if a little bit late. Now I am in the bus but the circuit one, so it usually takes a little bit longer than direct bus. Thanks
Jill Adler: Ok I am also late
Sitti Maesuri: :) My bus arrive now. Yessss
Sitti Maesuri: Prof, let me know what time is our meeting this afternoon. I am going for lunch at medical campus now. Thanks.
Jill Adler: 2pm
Sitti Maesuri: Thanks:)
Jill Adler: Can we meet at 11. Need more prep time.
Sitti Maesuri: Yes Prof. Thanks:)
Jill Adler: On my way 10 mins
Sitti Maesuri: Morning Prof:) hope you remember to bring my MERJ paper. Thanks
Jill Adler: :)
Sitti Maesuri: Prof, do you have my paper. I am back to my office now to continue my works.:)
Jill Adler: Yes. I do. In my office at end of workshop
Sitti Maesuri: Thanks:) I already taste the workshop:D
Jill Adler: Hi Sitti. Let's meet after Vasens session, so at 11.45. That will give me time before to read what u sent.
Sitti Maesuri: Ok Prof. Thanks
Sitti Maesuri: Prof, are you still at home?
Sitti Maesuri: I want to send important stuff for our discussion. Or should I just print from West campus?:)
Jill Adler: Just print
Sitti Maesuri: Ok, it is about T2 + important notes from our previous discussions. Thanks
Jill Adler: What room is vasen's presentation
Sitti Maesuri: 76
Sitti Maesuri: Presenter: Vasen Pillay
Title: Describing the enacted object of learning in a learning study lesson
Respondent: Lynn Bowie
Chair: Dr Judah Makonye
Room:M76
Sitti Maesuri: I am still waiting for a bus:(
Sitti Maesuri: Prof, the bus is coming late, so I will not join Vasen. Let me just wait for you in my office for our meeting
Jill Adler: Ok fine. Did not print T2. Pls print for me
Sitti Maesuri: Ok
Sitti Maesuri: Where should I meet you Prof:)
Jill Adler: In my oFfice
Sitti Maesuri: Ok. See you then.tx
Sitti Maesuri: I really appreciate if you could send me a meeting request for Wednesday. I don't know what time. I will send u my works by tomorrow night to help us for the meeting. So don't worry about this.
Sent from my BlackBerry® wireless device
Saturday, 9 June 2012
Membaca dan berpikir
Coba saya lacak ide utamanya ya:
Diterima secara luas bahwa pembelajaran dan pengajaran itu aspek budaya, memuat rutinitas dan bisa diprediksi. Nah banyak yang menggunakan script, namun penulis berargumen bahwa kualitas ini tergantung bagaimana si peneliti menkonseptualisasi aktivitas pembelajaran di kelas, yang tentunya menentukan isi perbandingan pengajaran secara nasional. Paper ini mau menunjukkan satu cara.
Video adalah satu cara yang menjadi lebih umum yang akan membantu dalam menganalisis pengajaran dengan menyadari kelebihan dan kelemahannya. Nah dia menganalisis video pengajaran dari 5 negara di Eropa. Dia menjelaskan bahwa akan menunjukkan bagaimana cara menerapkan sistem pengkodean tersebut dan sepintas proses pengembangannya. Dia juga katakan bahwa dia juga banayk belajar dari studi video analisis yang dikenal luas, yaitu TIMSS, TVS, and LPS
Dia jelaskan konteksnya. Tujuan umum proyek METE yang dibiayai oleh Eoropean Union, meneliti bagaimana guru-guru mengkonsptualisasikan dan mempresentasikan matematika ke siswa usia 10-14 di Flanders, England, Finland, Hungary, and Spain.
Tujuan khususnya adalah mengekploitasi potensial dari videotape, dengan memvideokan 4 atau 5 pelajaran secara burturut-turut, bisa meliputi transisi dari konkrit ke abstrak dan induktif ke deduktif.
Dia sebut topiknya, persen (5 or 6); polygon (5 or 6; 7 or 8), linear equation (7 or 8). 4 guru tiap negara, upper primary and lower secondary
Teknik memvideokan, sama dengan WMC, satu kamera, fokus pada guru, apa yang dibicarakan dan apa yang dituliskan
The generic episode
Dia jelaskan mau pakai yang umum, tapi karena bervariasi, maka akhirnya dia tetapkan berdasar didactic intension, maksud pengajarannya tetap sama. Dia beri contoh: memodelkan algoritma dan meminta anak mengerjakan latihan, dianggap dua episode. Karena yang pertama act of teaching dan kedua konsolidasi dan latihan.
Developing the coding schedule
Awalnya mau pakai Kilpatrick dan Hiebert, tapi akhirnya bottom-up process of observation, discussion and development.
Kelihatannya banyak nonton saja dan koding dengan bebas, hingga ada 4 halaman, tapi akhirnya 3 tema besar: hasil pembelajaran yang dapat diamati (7); deskriptor tugas (4); dan didactik strategis (10), nah salah satunya explanation.
Trus dia jelaskan cara pengkodeannya.
Jadi setiap episode hanya ada atau tidak? Sama ternyata caraku, yang saya pakai di table excel itu.
Adapun 10 working definition dari 10 generic didaktic strategies:
1. Aktivati pengetahuan awal
2. Exercising prior knowledge
3. Explaining: the teacher explain an idea or solution. Typically this may include demonstration, telling, or the modelling of procedures or problem solving strategies. In such instances, the teacher is the informer, with little or no student's input.
4. Sharing
5. Exploring
6. Coaching
7. Assessing or evaluating
8. Motivating
9. Questioning
10. Differentiating
Sent from my BlackBerry® wireless device
Tuesday, 5 June 2012
Bb
Mengapa pula minta ke saya? Apa karena mrk lihat saya pakai BB? Dan b ahkan ganti BB.
Lantas gimana saya menanggapinya? Tentulah tak mungkin saya memenuhi pesan itu? Mengapa?
BB itu kan mahal. Itu sama saja saya harus memberikan uang 1.6 juta utk hal yang tak mendesak. Padahal uang segitu akan lebih baik dipakai utk hal yang lebih bermanfaat, misalnya menolong orang miskin.
Kedua, ada hal yang tentu menjadi alasan paling tepat, yaitu tak mungkin saya membelikan orang tertentu, sedang yang lain tidak. Ini soal equity. Adik bungsuku saja loh tidak minta dibelikan BB malah dia punya dan beli sendiri.
Namun pelajaran apa yang menarik. Betapa dahsyatnya pengaruh teknology pada masyarakat. Ini juga memberikan pesan pada saya bahwa ada peluang membangun masyarakat melalui pemanfaatan teknology.
Lantas bagaimana? Pelajaran yang menarik? Tapi pun saya juga harus mengecek diri, mengapa saya pingin banget punya 2 BB di keluarga saya. Ini utk tujuan komunikasi.
Mengapa saya usul beli BB utk Murni. Ini juga semacam hadiah buatnya atau penghargaan di mana dia tuh sudah bekerja terbaik, belajar terbaik. Jadi bukan utk memanjakan dia. Tapi dalam rumah kami, tak boleh terlalu timpang. Dia sudah kami anggap anak. Dia salah satu masa depan kami, untuk membangun keluarga sekitarnya. Dia perlu mendapat fasilitas demi masa depannya. Saya yakin, dia tidak akan hanya memperhatikan dirinya, tapi juga orang lain. Saya yakin, jika saya mencontohkan sikap baik, maka dia akan belajar banyak dari contoh tersebut. Semoga bermanfaat
Sent from my BlackBerry® wireless device
Saturday, 2 June 2012
Sambil jalan tadi ada yang terpikir
1. Pengalaman menyenangkan dan membelajarkan. Kasus Yasmine, kasus sopir bis, kasus motor ketinggalam kunci
2. Pengalaman tak menyenangkan dan membelajarkan
3. Pengalaman tak menyenmangkan dan menyenangkan serta membelajarkan
Pengalaman yang tak membelajarkan tentu banyak. Mengapa tak membelajarkan? Pengalaman itu terjadi begitu saja tampa ada upaya yang mencari hikmah dari kejadian tersaebut.
Ijinkan saya nulis beberapa kejadian sambil nunggu pesanan makananku keluar.
Yaitu:
Saya punya seorang kawan. Dikenalkan oleh Head of school lewat email. Kami pun beremail dan janji ketemu. Kami sama-sama postdoc namun setelah setahun lebih di sini, dia lolos menjadi staf dosen tetap.
Banyak kejadian menyenangkan yang saya saya dapatkan, khususnya saya bisa belajar banyak dari percakapan-percakapan informal dengannya, belajar dari perilaku dia, dan juga mendapat banyak bantuan darinya.
Saat saya mau pulang libur, dia menawari mengantarkanku ke bandara, padahal kalau saya naik taxi, saya harus bayar sekatar 300 ribu. Dengan dia, jkadi gratis, dia bantuin saya membuat surat utk ke pimpinan, juga mereviu tulisanku.
Sent from my BlackBerry® wireless device
Lantas apa?
Apa yang sebaiknya kulakukan?
Saya akan ke matrix, cari makan siang, trus ke kantor kerja.
Mengapa di kantor?
Karena saya butuh memprint dan mengerjakan aplikasi.
Jadi sebaiknya, shalat dulu, trus pergi, supaya saya juga jalan kami, ada olahraga.
Biarlah, agak santai karena minggu depan, mungkin lembur lagi.
Semoga waktuku tak sia-sia.
Sent from my BlackBerry® wireless device
Pembelajaran matematika anakku
Denga ketekunan belajarnya tanpa banyak diarahkan orang tuanya, dia berhasil masuk ke sekolah yang populer di Surabaya, yaitu RSBI, bahkan dia lolos masuk ke kelas akselerasi.
Dia sudah mulai belajar graph. Untuk itu saya coba berikan pertanyaan sederhana lewat BBM yang bunyinya .....
Dia pun menjawabnya, dengan jawaban seperti pada gambar .......
Jawaban ini sangat menarik. Ini bisa mencerminkan miskonsepsi akibat over generalisasi.
Tapi ini juga bisa menggambarkan terjadinya pengajaran yang kurang bermakna dalam kelas, yang hanya menunjukkan langkah-langkah yang penyelesaian tanpa diberikan rasional pada setiap langkah.
Bagi saya, Fika tidak seharusnya melakukan kesalahan ini jika dia paham. Dan punya sense tentang grafik.
- jika dia paham konsep input output
- jika dia paham tentang graphik terbentuk dari titik-titik yang banyak dan titik itu merupakan pasangan berurut
- jika dia paham bahwa fungsi itu suatu relati dan relasi ini dari dua hal atau variabel sangat ditentukan oleh operasi. Operasi kali dan dan tambah itu sangat mempengaruhim
- ini tidak terjadi jika dia fleksibel dalam hal multirepresentasi.
Sent from my BlackBerry® wireless device
Friday, 1 June 2012
Di bis-berbagi rejeki
Saya mau bilang, hidup ini kaya, kaya pengalaman, cuma kekayaan itu bisa diketahui kalai kita mau mencermatinya.
Kasus 1
Suatu hari, saya ke shopping centre. Saya lihat pisangnya kok murah. Sekitar 15 ribulah utk w.d kg, di kemas cantik dalam kotak. Tiba-tiba terpikir, saya mau beli dua, satu utk sopir bis. Apalagi saya bisa ke sini dengan bis gratis. Padahal kalau naik taxi pp pasti lebih 100 ribu rupiah.
Niat ini terwujud, sebelum saya turun dari bis, saya tanya, suka pisang nggak, dijawab, iya kenapa emang? Saya beli dua, kalau mau saya beri satu box. Dia senang dan berucap terima kasih. Hati saya pun senang. Saya sih tidak perhatikan wajah sopir itu.
Hingga suatu hari, sopir itu tugas nyetir mini bis yang khusus utk staf.
Suatu sore, saya keluar gedung dan nunggu bis besar, sopir mini bis itu teriakin saya dengan ramah. Saya dekati. Dia ramha bilang apa kabar, dst. Saya pun putuskan naik di mini bis itu. Hanya ada 2 penumpang lain. Si sopir itu akhirnya bilang, eh, terimah kasih. Kamu do you understand ngasih pisang ke saya. Tahu nggak, saat itu saya lapar betul. pasti tahu betapa senang kita diberi makan saat kita sangat lapar. Saya pun jadi bahagia. Ini pengalaman kecil yang bisa sangat membahagiakan.
Di sisi lain, saat saya curhat ke kawan, ini loh, biaya unit saya yang hanya sekamar, masa sih naik harga hingga 40%. Kan gila ya. Sebulan saya harus bayar sekitar 7 juta. Mendengar itu kawan saya bilang, nulis surat protes sj, tapi minta dukungan ke pimpinan school dan dan supervisor. Utk gampangnya jangan minta surat ke mereka, tapi buatin draftnya. Alhasil, pimpinan memperhatikan hal ini. Dia surati minta klarifikasi ke pimpinan residen, tapi tak ada hasil. Apa yang terjadi. Pimpinan itu carikan bantuan dari sumber lain. Dengan jasa kawanku asal Mexico, kenalan baru yang sangat penolong, yang membuatkanku surat, saya dapat bantuan sekitar 21 juta utk membayar unit saya dalam 3 bulan. Bandingkan kegembiraan yang saya alami dan kegembiraan oleh sopir taxi. Sama-sama kan? Bantuan ygmereka anggap ringan.
Sent from my BlackBerry® wireless device
Explanation
Nah dalam T2, juga penjelasan prosedur dan pertanggungjawaban langkah ada, yang dianggap sudah jelas atau jaminan tapi mengapa tidak juga jelas.
Menjelaskan adalah persoalan orang lain bisa melihat apa yang kita lihat. Penjelasan itu diukur kejelasannya dari mana.
Sebagai peneliti kita coba analisis keduanya, dari pandangan kita tanpa memperhatikan reaksi siswa.
Nah di sinilah percakapan itu sangat perlu dianalisis ya.
Dari kata-kata atau aksinya, kita harus mampu menganalisis, akses apa yang dibuka pada anak-anak.
Kemungkinan apa yang ada.
Tentu hanya kemungkinan.
Nah kesadaran pada kemungkinan ini yang akan membantu guru lebih sadar tentang apa yang perlu ditunjukkan dan dan disembunyilkan.
Sent from my BlackBerry® wireless device
Stopwatch Results
Timing by BlackBerry
Jam aktif hingga berada di bis
Sent from my BlackBerry® wireless device
Explanation
Nah dalam T2, juga penjelasan prosedur dan pertanggungjawaban langkah ada, yang dianggap sudah jelas atau jaminan tapi mengapa tidak juga jelas.
Menjelaskan adalah persoalan orang lain bisa melihat apa yang kita lihat. Penjelasan itu diukur kejelasannya dari mana.
Sebagai peneliti kita coba analisis keduanya, dari pandangan kita tanpa memperhatikan reaksi siswa.
Nah di sinilah percakapan itu sangat perlu dianalisis ya.
Dari kata-kata atau aksinya, kita harus mampu menganalisis, akses apa yang dibuka pada anak-anak.
Kemungkinan apa yang ada.
Tentu hanya kemungkinan.
Nah kesadaran pada kemungkinan ini yang akan membantu guru lebih sadar tentang apa yang perlu ditunjukkan dan dan disembunyilkan.
Sent from my BlackBerry® wireless device
Kebiasaan yang perlu kuubah
Apa itu:
- ini tidak efektif karena tidur malam tidak cukup
- pagi hari itu kadang-kadang saya tidak ngantuk. Ini lebih pada rasa mood yang kurang atau rendah, masih lemas atau malas
- saya sadar bahwa seandainya waktu pagi itu bisa saya manfaatkan, yaitu dengan sedikit memaksa diriku untuk melakukan kegiatan, tentu itu jauh lebih baik.
Saya harus ingat, waktu terus berjalan. Tinggal sebulan lagi di sini. Ini adalah kesempatan emas utk menulis, untuk bekerja sebaik-baiknya.
Banyak hal yang harus saya kerjakan.
Bukankah pagi hari saya bisa isi dengan kerjaan ringan bila memang masih suli mikir, misa download jurnal terbaru, atau baca buku.
Maesuri, tak ada yang bisa memonitor dan menasehatimu tentang ini kecuali dirimu sendiri.
Apa yang mendesak.
Cobalah kamu baca 4 halaman tulisan Lawan. Ini kesempatan bagimu berbuat baik, memberi tanggapanmu.
Satu program yang belum terwujud adalah karena kamu tak ngatur waktu dengan baik adalah papsmir dan check up gigi.
Ya Allah, maafkan hamba.
Mudahkan hamba dalam mengerjakan berkas CSU, dan kembalikan mood terbaik hamba pada kerjaan analisis hamba.
Ada pertanyaan yang perlu saya jawab yaitu dari membaca 2 artikel yang diberikan Prof dan 1 laporan dari Ingris, apa yang dapat saya simpulkan tentang explanation.
Satu hal lain yang mungkin berguna utk saya kerjakan yaitu memprint semua transcript video yang kumiliki, menganalisis ulang dua trnaskript T1 dan T2, khusus pada explanation.
Jadi hari senin saya bisa mengirimkan tulisanku ke JA.
Jangan banyak-banyak.
Tunjukkan sj kedia ini loh tipe penjelasan yang ada.
Alhamdulillah, baru saja baca rangkunan propsal Lawan.
Ngerti nggak kamu masalahnya.
Masalahnya dia punya teori utk memahami perkembangan guru.
Satu hal:
Sejauh mana sih teori yang digunakan oleh orang lain dalam memahami perkembangan guru itu?
Cara mrk seperti apa dalam memehami perkembangan guru. Disainnya apa saja. Dimana letak kelebihan dan kelemahannya/ keterbatasan teori itu. Lanta kamu gimana caranya.
Jadi fokusnya adalah menggambarkan perkembangan sebagai dampak dari dari WMC, bisa jadi dampak ini juga bersifat unik.
Tulisan Goos misalnya melihat konfigurasi 3 zone, bagaimana konfigurasi itu berubah.
Hal yang kurang di sini adalah teori PDnya itu.
Jadi bbrp area yang dilihat
- number sense
- konteks primary school di SA
- konteks PD dengan sifat khusus, mediating coherence
- teacher development dalam hal coherence tadi.
- fokus pada topic apa
Sent from my BlackBerry® wireless device