Tuesday, 31 July 2012

Kinerjaku menurun

CATATAN KEMARIN SORE:
Ya Allah, maafkan hamba.
Hamba sadar bahwa hamba tak memanfaatkan waktu dengan baik.
Hamba sadar bahwa hamba sungguh merugi.

Okelah, saya masih bisa bilang, anggap ini refreshing, karena telah bekerja keras selama postdoc. Tapi ini kan tetap tak benar.
Apa pun, hamba harus memanfaatkan waktu karena jangan sampai waktu berlalu dengan sia-sia.

Bukankah banyak hal yang hamba bisa kerjakan, bahkan mendesak untuk hamba kerjakan.

Hamba punya banyak bahan bacaan yang banyak. Hamba perlu membaca banyak hal.

Hamba perlu menulis bahan paper MSE.
Hamba juga perlu membaca beberapa artikel yang berkaitan dengan paper, yang diberikan oleh Jill.

Hamba juga punya paper yang telah diterima oleh JOE, yang perlu saya cermati.

Hamba sangat lalai. Sekarang fenomena UKG, itu adalah area saya.
Saya juga punya bimbingan yang memerlukan perhatian saya.

Saya sebagai doktor pendidikan matematika, seperti tak bergigi, tak punya peran pada masyarakat utk ikut bicara.

Karena itu Ya Allah, maafkan hamba. Sungguh hamba merugi. Padahal hamba punya waktu yang banyak sekali. Anak-anak ke sekolah, suami mendukung, Murni banyak membantu. Sungguh saya kok melemah. Saya tak boleh bermalas-malas. Seperti kata Nelson Mandela, tak waktu untuk bersantai karena betapa banyak hal yang harus dikerjakan jika kita mau masyarakat kita maju.

Ada satu lagi yang benar-benar butuh waktu, yaitu mempelajari lagi soal CSU. Semoga saya bisa menjalani interview dengan baik. Amiiiiiiin.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Bangkit kembali

Tentu sebagai individu yang sadar, saya tak boleh membiarkan diri lemah karena sungguh saya punya kekuatan dari Allah.
Saya punya waktu yang sama dengan orang lain, yaitu 24 jam. Mereka mungkin telah sibuk dan menyelesaikan pekerjaan penting bagi orang lain, sedang saya habis shalat shubuh tidur.
Tentu saya tak selemah itu.

Alhamdulillah pagi-pagi udah berlari-lari dibalkoni hingga keringatan. Saya juga sudah nyapu lantai 1 dan 2 dan bersih-bersih. Lumayan, ada kegiatan yang bermanfaat bagi orang lain dengan kebersihan yang ditimbulkannya, juga olahraga bagi diri saya.

Hari masih panjang, tapi sesungguhnya banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan.

Nah bagaimana dengan hari ini? Apa yang Insya Allah harus saya selesaikan?

Pertama dan utama adalah dua hal:
Yaitu:
- analisis video dan
-persiapan interview
Powered by Telkomsel BlackBerry®

PLPG-Fenomena menarik

Halo Pak Sekjur,

Saya nih ditanyai oleh beberapa orang termasuk salah satu pejabat di Unesa ttg PLPG.

Kenapa tidak dikutkan PLPG?
Mungkin Pak Haris bisa memberi jawaban.
Tidak masalah loh ya kalau saya tidak dijadwal. Itu hak dari pengambil keputusan. Tapi apa saya bilang saja, tanya langsung ke Pak Haris ya? Gimana?

Maklum dulu tidak punya NIA malah dijadwal Pak Tatag dengan alasan kualifikasi saya. Saat ini saya punya NIA.

Pak Haris sj yang jawab ya atau Pak Haris punya jawaban utk saya teruskan ke orang yang bertanya.
Pasti ada alasannya kan?

Yang pasti, saya nggak akan masalahkan loh ya kalau nggak dijadwal tapi transparansi akan lebih baik utk sisi Pak Haris selaku pejabat penentu kebijakan.

Hormat saya
Sitti Maesuri
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Meeting 26 July

Saya melaporkan hasil analisisku.
Yaitu pengajaran oleh Pat.
Saya melaporkan hal berikut.
1. Ada tiga aktivitas utama dari pelajaran ini, yaitu:
Pertama, kegiatan matching cards: dalam hal ini siswa berkesempatan utk mengenal monomial yang punya satu tern, bi dengan dua terms, dan tri dengan tiga terms. Juga diberi masing-masing contoh.

Dalam aktivitas ini,

Email saya:

 
Dear Prof,
I have added notes to the transcript.
Let me send my notes.
If you want to read quickly the transcript, you can see my highlight/notes, yellow or blue.
In this lesson, there are 3 main activities, seems at the same time 3 mains math object inputted.
The pattern of the teaching is quite clear:
1.      teacher gives task for learners to do it (in groups/individual)
2.     Learners do the task together, while the teacher moves around to assist, comment/correct/explain
3.     Teacher asks attention for classroom discussion/clarification/explanation, and here learners participate via answering learner's question.
 
This lesson is different from T1, T2, T3, T4.
However, similar problems were found: e.g.,  the difficulties of learners in doing the operation, to understand like terms and unlike terms.
 
Production is from teacher and learners, such as learners give examples, but quite similar with teacher's examples
 
In terms of math;
the main concept to reveal here is about operation (add and subtract), no explicit connection with the types of polynomial.
The main issue is implicit instruction/partial. The key instruction is simplify or write in the simplest form. [See my notes in the table].
The difficulties of learners are also about their understanding of the task (in pyramid form).
As a result, lots of times to spend in explaining, what does the task mean?
 
I am still working on my freemind map to see if I can still work on maths object as a focus or to help me to focus on maths : what opportunities provided for learners, also reading your paper
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, 30 July 2012

Kejujuran

Sepanjang jalan, saya dan suami serta Fika bicara dua topik, yaitu ranking dan kejujuran. Satu kesepakatan adalah bahwa bukan ranking yang utama, tetapi kejujuran. Yang penting anakku tahu bahwa kami tak menuntutnya rangking tapi kami sungguh menuntut kejujuran. Prediksi saya, orang yang tak jujur akan mendapati tantangan hidup yang tidak ringan ke depannya. Karena itu, mari bersama membantu anak kita utk jujur karena pada dasarnya hati nurani mereka bersih.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Wednesday, 25 July 2012

Meeting 23 July 2012

Meeting for 30 minutes:
- discussing paper JOE after MSE paper. Deadline Sept, artinya harus selesai akhir Agustus

- menonton video lainnya.

Membaca dua paper yang direkomendasikan.

Menganalisis beberapa video lainnya.

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Monday, 23 July 2012

Fw: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Digest Number 6877

Diskusi yang menarik
Powered by Telkomsel BlackBerry®

From: dikmenjur@yahoogroups.com
Date: 23 Jul 2012 09:20:58 -0000
To: <dikmenjur@yahoogroups.com>
ReplyTo: "No Reply"<notify-dg-dikmenjur@yahoogroups.com>
Subject: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Digest Number 6877

3 New Messages

Digest #6877

Messages

Sun Jul 22, 2012 3:17 am (PDT) . Posted by:

"Frans Thamura" fthamura

hehehe

yg dibaca notesnya bukan body messagenya

ya sudah selamat dari meriang meriangnya, hanya sakit perutnya yg masah,
belum hilang.
On Jul 22, 2012 2:33 PM, <gatotpriowirjanto@gmail.com> wrote:

> **
>
>
> ** F cepet sembuh, jgn salah makan lagi..:)
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * elpho_village@yahoo.com
> *Sender: * dikmenjur@yahoogroups.com
> *Date: *Sun, 22 Jul 2012 03:03:22 +0000
> *To: *<dikmenjur@yahoogroups.com>
> *ReplyTo: * dikmenjur@yahoogroups.com
> *Subject: *Re: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Era baru PAAS
>
>
>
> ** Waduwh om f moga lekas pulih ya n makasih infonya,
> Everyone need changes, so do I
> Let's follow
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ------------------------------
> *From: * Frans Thamura <frans@meruvian.org>
> *Sender: * dikmenjur@yahoogroups.com
> *Date: *Sun, 22 Jul 2012 10:01:03 +0700
> *To: *dikmenjur<dikmenjur@yahoogroups.com>
> *ReplyTo: * dikmenjur@yahoogroups.com
> *Subject: *[Maju,Cerdas&Kompetitif] Era baru PAAS
>
>
>
> buat rekan-rekanTKJ TKJ
>
> saya posting ini..
>
> http://blog.cloudfoundry.org/2012/04/30/cloud-foundry-multi-cloud-options-keep-multiplying-bosh-cpi-support-for-openstack/
>
>
> jadi terjadilah terjadilah...
>
> instal aplikasi tanpa sistem operasi lagi.... langsung bles jalan, di
> azure sudah, di infinys (cloud provider indonesia) juga sudah.
>
> silahkan review pistoncloud, appfog.com untuk contoh live production dan
> cloudfoundry.com yang menggunakan vmware.
>
> nah selamat berevolusi TKJ..
>
> selamat berpuasa . semoga ditengah puasa dapat berkat dan mau merubah
> kurikulumnya untuk RPL-friendly
>
>
>
> NB: posting ini diberikan setelah riset beberapa hari ditengah badan pegal
> linu karena keracunan dan email dalam keadaan perut sakit, dan masih
> muntaber
>
> --
> Frans Thamura (曽志胜)
> Shadow Master and Lead Investor
> Meruvian.
> Integrated Hypermedia Java Solution Provider.
>
> Mobile: +628557888699
> Blog: http://blogs.mervpolis.com/roller/flatburger (id)
>
> FB: http://www.facebook.com/meruvian
> TW: http://www.twitter.com/meruvian / @meruvian
> Website: http://www.meruvian.org
>
> "We grow because we share the same belief."
>
>

Sun Jul 22, 2012 9:51 pm (PDT) . Posted by:

"Badarudin" badar_br2001

Tujuan utama sertifikasi kalau kita lihat dari kata Profesional. Bukan Untuk Mensejahterakan Guru, tetapi mendorong guru menjadi manusia yang mengutamakan keberhasilan Anak didiknya dengan cara-cara yang benar, sehingga nantinya Anak-anak didik itu memiliki Kompetensi yang layak baik melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun untuk mencari dan membuat lapangan kerja. Dengan diberikannya Tunjangan Sertifikasi maka kinerja guru akan lebih meningkat, guru memiliki kompetensi Pedagogik, Sosial, Profesional dan kompetensi Kepribadian. Jika karena tunjangan itu maka kehidupan guru menjadi lebih baik, itu merupakan imbas dari Profesionalisme Guru. Jadi Tunjangan Sertifikasi bukan HAK setiap Guru, tetapi Harga yang harus diterima karena Guru Memiliki Profesionalisme.

Kalaupun ada yang cemburu dan iri, itu bisa jadi karena ada oknum Guru yang sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi tetapi kinerjanya tidak berubah menjadi lebih baik, malah merosot. Jika itu yang terjadi NILAI guru dimata MASYARAKAT menjadi Jelek, Profesionalisme Guru akan dipandang SEBELAH MATA. Padahal Guru adalah Profesi yang harus kita Junjung Tinggi. Harusnya Guru-guru yang sudah menikmati TUNJANGAN SERTIFIKASI dapat memberikan contoh yang baik kepada guru-guru yang belum tersertifikasi. Guru-guru yang sudah tersertifikasi harusnya dengan lapang dada menerima kritik dan uneg-uneg orang yang merasa iri. Bahkan harusnya berterima kasih karena masih ada orang yang mau menegur. Sehingga kelalaian kita selama ini dapat kita ketahui, kesalahan Persepsi Bahwa Tunjangan Sertifikasi adalah untuk mensejahterakan Guru-guru dapat kita hilangkan, dan yang perlu kita tanamkan NILAI yang guru-guru terima adalah IMBAS dari MENINGKATNYA PROFESIONALISME GURU. Ini
akan memotivasi kita untuk berubah kearah yang lebih baik, Sehingga GURU-GURU akan melahirkan GENERASI BANGSA yang memiliki IPTEK dan IMTAQ yang tinggi. Yang dapat melanjutkan Pembangaunan Agama dan Bangsa ke arah yang lebih maju.

Salam

Badarudin

________________________________
From: "adi_roy79@yahoo.com" <adi_roy79@yahoo.com>
To: Koesnadi roy <dikmenjur@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, July 19, 2012 6:09 AM
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????


 
Sampean itu sama2 guru kok jelek2 kan temen sendiri .... Ga baikpak .... Sampean itu yang penting diri kita jadi guru yang profesional yg betul bisa mentransfer ilmunya buat anak2 .... Sampean itu kalo mau kritik ... Kritik aja yg korupsi ... Yg bikin. Masyarakat jadi ga sejahterah itu yg kita brantas pak .... Sertifikasi itu asalah satu cara pemerintah mensejahterakan guru ...... Jangan di jelek2kan sesama guru kok gitu ... Jelek2kan emang ada untungnya sampean habis jelek2kan guru .... Sampean itu guru kok jelekkan guru berarti jelekkan diri sendiri. Jangan2 sampean iri yaaa......

Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From: edie ck <dienature@yahoo.com>
Sender: dikmenjur@yahoogroups.com
Date: Wed, 18 Jul 2012 19:14:47 -0700 (PDT)
To: dikmenjur@yahoogroups.com<dikmenjur@yahoogroups.com>
ReplyTo: dikmenjur@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????
 
Saya Sangat Setuju Sekali DI TEST ULANG GURU GURU YANG SUDAH DAPAT SERTIFIKASI , apalagi di SUMUT banyak yang gak BENAR, banyak yang tidak kompeten tapi LULUS ANEH

________________________________
From: Ibrahim Yukkas <rahimyukkas@yahoo.co.id>
To: "dikmenjur@yahoogroups.com" <dikmenjur@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, July 11, 2012 7:51 AM
Subject: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????


 
benar mas, sertifikasi guru dari sisi konsep patut diacungi jempol kalau dilihat dari peningkatan kesejahteraan guru tapi disisi lain kesiapan guru dari profesionalisme masih perlu dipertanyakan. Tunjangan profesi diatrtikan untuk memperoleh finansial segala-galanya untuk meningkatkan taraf hidupnya tanpa mempertimbangkan sisi profesionalisme. Tunjangan profesi menjadikan paradigma komsumerisme bagi guru guru sehingga dijadikan jaminan untuk membeli mobil, dsb yang hargnya ratusan juta dan terlupakan membeli lactop dan modem yang harjanya cuman beberapa jt sj

________________________________
Dari: Badarudin <badar_br2001@yahoo.com>
Kepada: "dikmenjur@yahoogroups.com" <dikmenjur@yahoogroups.com>
Dikirim: Rabu, 11 Juli 2012 7:56
Judul: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????


 
Tes seharusnya dilakukan setahun sekali, dengan cara online kita tidak perlu memperdebatkan biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan Tes, Apalagi kalau semua guru yang sudah menerima Tunjangan Sertifikasi memanfaatkan Dana tunjangan itu untuk meningkatkan mutu, salah satunya membeli Laptop dan Modem, maka Tes Online bukanlah masalah, beda kalau dana Tunjangan dipakai untuk beli mobil, beli tanah. dan kegiatan-kegiatan yg tidak ada hubungannya dengan Peningkatan Profesionalisme Guru. Pasti mereka akan merasa keberatan dengan memberikan alasan-alasan yang dibuat-buat, seperti anak-anak didik kita yang ketakutan saat dikatakan oleh gurunya "Hari ini kita ulangan".

Kondisi ini mejadi jawaban mengapa UN itu di tentang, dan kalaupun diterima mereka akan membuat strategi membantu siswanya. Mau dibawah kemana nasib pendidikan kita. Para guru taunya hanya protes, protes kalau dites ulang, melanggar hukumlah, melanggar hamlah. Cemen amat guru-guru kita, bagaimana pendidikan bisa bermutu? Kalau gurunya saja takut di tes!

Kita selalu mengatakan kepada anak-anak didik kita, belajar setiap saat, jangan nanti mau Semester baru belajar, maknanya adalah siswa harus siap setiap saat kalau di tes. Lah gurunya takut!!!!!!! Cemen amat!!!!! kalau siswa kita tau apa nggak malu???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? "Pak Guru Takut Di Tes" Tes bukanlah momok yang menakutkan, tes merupakan sarana untuk melihat dimana kelemahan kita, apa kekurangan kita. dan kita tidak perlu malu, malah hasil tes itu menjadi pemicu buat kita untuk membenahi kompetensi yang kita miliki, belajar lebih giat lagi. Saya tidak habis pikir kalau ada guru yang takut di tes. Lebih baik berhenti saja jadi guru. 

Mempersoalkan mengapa guru di tes ulagn sedangkan dosen tidak, itu ibarat anak kecil yang mempersoalkan mengapa adiknya di kasih permen Kopiko sedangkan dia tidak. Bersyukurlah Pemerintah memperhatikan kita dengan melakukan tes ulang, artinya dengan tes ulang maka kita tahu kondisi kita, kita tahu kalau selama ini kita telah menjerumuskan anak-anak bangsa.  Marilah kita berbenah untuk membuat pendidikan kita bermutu, betapa berdosanya kita meluluskan anak yang tidak bermutu yang pada akhirnya ilmu yang dimilikinya tidak bermanfaat buat dirinya apalagi buat orang lain. 

Mengapa ada cermin? Karena memang kita memiliki kekurangan. Tes merupakan cermin buat kita. Jangan sampai kita tidak siap malah cermin di pecah.

Salam

Badarudin  

________________________________



Sun Jul 22, 2012 10:24 pm (PDT) . Posted by:

"Tamam Papua" tamam_papua

Hehehe.. wahh setelah ikut PLPG Pak Badar semakin dewasa berpikir nya... hihihihi... Pak Badar memang nomor satu di duniaaaaa... (haahaahahaha jangan senyum senyum sendiri ya Bozz...?

Hmmm hanya menambah saja... Membaca topik ini, "Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang???????? "  makin menarik... ada 2 kubu yang saling berargumen, 1 kubu (yang belum bersertifikasi, termasuk saya belum loh) dan 1 kubu yang sudah bersertifikasi.

Ibarat kendaraan.. tiap tahun ada yang namanya registrasi ulang, ya anggap saja tes ulang ini sebagai registrasi ulang, untuk di cek layak dan tidak nya kendaraan jalan.

Tetapi intinya bukan seperti itu. Adalah bahwa guru yang sudah bersertifikasi melalui PORTOFOLIO  merupakan sertifikas secara KERTAS... yang (maaf) bisa saja diragukan keabsahan dan kevalidan dari portofolio yang di sertakan.

Jadi mungkin itu salah satu pertimbangan pusat untuk melakukan tes ulang. JIka kemaren yang di uji itu KERTAS nya maka sekarang yang di uji adalah ORANG nya. hehehehe... Nah akan kelihatan nantinya apakah ORANG nya benar-benar profesional dan berhak mendapatkan tunjangan sertifikasi, atau perlu di PLPG kan lagi. 

Sehingga tidak perlu saling ejek, saling cemooh atau saling benci membenci, nanti akan kelihatan sendiri. Meminjam istilah Pak GHP, biarlah "alam" yang akan menyeleksi.

Bagi kawan-kawan guru yang sudah bersertifikasi, masih cukup waktu untuk mempersiapkan diri diuji ulang secara On Line... Hayoo belajar lagi jangan sampai lupa....

Salam dari Biak-Papua
SMK Yapis Biak-Tempat UKG Kab. Biak Numfor - Papua

Tamam
http://smkyapisbiak.net
http://tamampapua.wordpress.com

________________________________
From: Badarudin <badar_br2001@yahoo.com>
To: "dikmenjur@yahoogroups.com" <dikmenjur@yahoogroups.com>
Sent: Monday, July 23, 2012 1:51 PM
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????


 
Tujuan utama sertifikasi kalau kita lihat dari kata Profesional. Bukan Untuk Mensejahterakan Guru, tetapi mendorong guru menjadi manusia yang mengutamakan keberhasilan Anak didiknya dengan cara-cara yang benar, sehingga nantinya Anak-anak didik itu memiliki Kompetensi yang layak baik melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun untuk mencari dan membuat lapangan kerja. Dengan diberikannya Tunjangan Sertifikasi maka kinerja guru akan lebih meningkat, guru memiliki kompetensi Pedagogik, Sosial, Profesional dan kompetensi Kepribadian. Jika karena tunjangan itu maka kehidupan guru menjadi lebih baik, itu merupakan imbas dari Profesionalisme Guru. Jadi Tunjangan Sertifikasi bukan HAK setiap Guru, tetapi Harga yang harus diterima karena Guru Memiliki Profesionalisme.

Kalaupun ada yang cemburu dan iri, itu bisa jadi karena ada oknum Guru yang sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi tetapi kinerjanya tidak berubah menjadi lebih baik, malah merosot. Jika itu yang terjadi NILAI guru dimata MASYARAKAT menjadi Jelek, Profesionalisme Guru akan dipandang SEBELAH MATA. Padahal Guru adalah Profesi yang harus kita Junjung Tinggi. Harusnya Guru-guru yang sudah menikmati TUNJANGAN SERTIFIKASI dapat memberikan contoh yang baik kepada guru-guru yang belum tersertifikasi. Guru-guru yang sudah tersertifikasi harusnya dengan lapang dada menerima kritik dan uneg-uneg orang yang merasa iri. Bahkan harusnya berterima kasih karena masih ada orang yang mau menegur. Sehingga kelalaian kita selama ini dapat kita ketahui, kesalahan Persepsi Bahwa Tunjangan Sertifikasi adalah untuk mensejahterakan Guru-guru dapat kita hilangkan, dan yang perlu kita tanamkan NILAI yang guru-guru terima adalah IMBAS dari MENINGKATNYA PROFESIONALISME GURU. Ini
akan memotivasi kita untuk berubah kearah yang lebih baik, Sehingga GURU-GURU akan melahirkan GENERASI BANGSA yang memiliki IPTEK dan IMTAQ yang tinggi. Yang dapat melanjutkan Pembangaunan Agama dan Bangsa ke arah yang lebih maju.

Salam

Badarudin

________________________________
From: "adi_roy79@yahoo.com" <adi_roy79@yahoo.com>
To: Koesnadi roy <dikmenjur@yahoogroups.com>
Sent: Thursday, July 19, 2012 6:09 AM
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????


 
Sampean itu sama2 guru kok jelek2 kan temen sendiri .... Ga baikpak .... Sampean itu yang penting diri kita jadi guru yang profesional yg betul bisa mentransfer ilmunya buat anak2 .... Sampean itu kalo mau kritik ... Kritik aja yg korupsi ... Yg bikin. Masyarakat jadi ga sejahterah itu yg kita brantas pak .... Sertifikasi itu asalah satu cara pemerintah mensejahterakan guru ...... Jangan di jelek2kan sesama guru kok gitu ... Jelek2kan emang ada untungnya sampean habis jelek2kan guru .... Sampean itu guru kok jelekkan guru berarti jelekkan diri sendiri. Jangan2 sampean iri yaaa......

Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________

From: edie ck <dienature@yahoo.com>
Sender: dikmenjur@yahoogroups.com
Date: Wed, 18 Jul 2012 19:14:47 -0700 (PDT)
To: dikmenjur@yahoogroups.com<dikmenjur@yahoogroups.com>
ReplyTo: dikmenjur@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????
 
Saya Sangat Setuju Sekali DI TEST ULANG GURU GURU YANG SUDAH DAPAT SERTIFIKASI , apalagi di SUMUT banyak yang gak BENAR, banyak yang tidak kompeten tapi LULUS ANEH

________________________________
From: Ibrahim Yukkas <rahimyukkas@yahoo.co.id>
To: "dikmenjur@yahoogroups.com" <dikmenjur@yahoogroups.com>
Sent: Wednesday, July 11, 2012 7:51 AM
Subject: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????


 
benar mas, sertifikasi guru dari sisi konsep patut diacungi jempol kalau dilihat dari peningkatan kesejahteraan guru tapi disisi lain kesiapan guru dari profesionalisme masih perlu dipertanyakan. Tunjangan profesi diatrtikan untuk memperoleh finansial segala-galanya untuk meningkatkan taraf hidupnya tanpa mempertimbangkan sisi profesionalisme. Tunjangan profesi menjadikan paradigma komsumerisme bagi guru guru sehingga dijadikan jaminan untuk membeli mobil, dsb yang hargnya ratusan juta dan terlupakan membeli lactop dan modem yang harjanya cuman beberapa jt sj

________________________________
Dari: Badarudin <badar_br2001@yahoo.com>
Kepada: "dikmenjur@yahoogroups.com" <dikmenjur@yahoogroups.com>
Dikirim: Rabu, 11 Juli 2012 7:56
Judul: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????


 
Tes seharusnya dilakukan setahun sekali, dengan cara online kita tidak perlu memperdebatkan biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan Tes, Apalagi kalau semua guru yang sudah menerima Tunjangan Sertifikasi memanfaatkan Dana tunjangan itu untuk meningkatkan mutu, salah satunya membeli Laptop dan Modem, maka Tes Online bukanlah masalah, beda kalau dana Tunjangan dipakai untuk beli mobil, beli tanah. dan kegiatan-kegiatan yg tidak ada hubungannya dengan Peningkatan Profesionalisme Guru. Pasti mereka akan merasa keberatan dengan memberikan alasan-alasan yang dibuat-buat, seperti anak-anak didik kita yang ketakutan saat dikatakan oleh gurunya "Hari ini kita ulangan".

Kondisi ini mejadi jawaban mengapa UN itu di tentang, dan kalaupun diterima mereka akan membuat strategi membantu siswanya. Mau dibawah kemana nasib pendidikan kita. Para guru taunya hanya protes, protes kalau dites ulang, melanggar hukumlah, melanggar hamlah. Cemen amat guru-guru kita, bagaimana pendidikan bisa bermutu? Kalau gurunya saja takut di tes!

Kita selalu mengatakan kepada anak-anak didik kita, belajar setiap saat, jangan nanti mau Semester baru belajar, maknanya adalah siswa harus siap setiap saat kalau di tes. Lah gurunya takut!!!!!!! Cemen amat!!!!! kalau siswa kita tau apa nggak malu???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? "Pak Guru Takut Di Tes" Tes bukanlah momok yang menakutkan, tes merupakan sarana untuk melihat dimana kelemahan kita, apa kekurangan kita. dan kita tidak perlu malu, malah hasil tes itu menjadi pemicu buat kita untuk membenahi kompetensi yang kita miliki, belajar lebih giat lagi. Saya tidak habis pikir kalau ada guru yang takut di tes. Lebih baik berhenti saja jadi guru. 

Mempersoalkan mengapa guru di tes ulagn sedangkan dosen tidak, itu ibarat anak kecil yang mempersoalkan mengapa adiknya di kasih permen Kopiko sedangkan dia tidak. Bersyukurlah Pemerintah memperhatikan kita dengan melakukan tes ulang, artinya dengan tes ulang maka kita tahu kondisi kita, kita tahu kalau selama ini kita telah menjerumuskan anak-anak bangsa.  Marilah kita berbenah untuk membuat pendidikan kita bermutu, betapa berdosanya kita meluluskan anak yang tidak bermutu yang pada akhirnya ilmu yang dimilikinya tidak bermanfaat buat dirinya apalagi buat orang lain. 

Mengapa ada cermin? Karena memang kita memiliki kekurangan. Tes merupakan cermin buat kita. Jangan sampai kita tidak siap malah cermin di pecah.

Salam

Badarudin  

________________________________



GROUP FOOTER MESSAGE
-------------------------------------------------------------------------
<*> To change settings via email:
<?ol if:digest=1 ?>
    mailto:dikmenjur-normal@yahoogroups.com
<?ol else ?>
    mailto:dikmenjur-digest@yahoogroups.com
<?ol /if ?>
    mailto:dikmenjur-fullfeatured@yahoogroups.com

<*> Untuk keluar dari mailing list ini, kirmikan sebuah email ke:
    dikmenjur-unsubscribe@yahoogroups.com kemudian reply email konfirmasi yg diterima             

Sunday, 22 July 2012

Beramadhan

Surah yusuf
- ini ayat-ayat kitab Qur'an yang jelas
- diturunkan berbhs arab agar kamu mengerti
- kami ceriterakan kisah yang baik, yang sebelumnya belum kamu ketahui.


- Yusuf, aku bermimpi melihat 11 bintang dan matahari dan semua sujud padaku
- Ayahnya berkata: jgn ceritakan mimpi itu karena mereka akan membuat tipu daya padamu. Setan itu musuh nyata manusia.

- kamu sebagai nabi, kehebatan

Kakek: Ibrahim dan Ishak
Kisah Yusuf dan saudara-saudaranya adalah tanda-tanda kekuasaan Allah, bila engkau bertanya.

Saudara Yusuf cemburu. Yusuf dan Benyamin bersaudara.

Bunuhlah Yusuf agar perhatian Ayah fokus padamu, lalu jadilah orang baik.

Satu berkata: jgn bunuh, buang saja ke dasar sumur, biar dipungut oleh musafir.


Ayah, mengapa kami tdk dipercaya padahal utk kebahagiannya.

Minta ijin pergi besok, dan berjanji menjaganya.

Ya'kub: saya bsedih, saya takut bila dimakan serihgala.

Kami kan klp kuat. Jika terjad kami ....

Ayah, kami berlomba, kami tinggalkan Yusuf dengan barang2 kami, lalu dimakan serigala, bawa baju Yusuf pulang yang berlumuran darah

Datang membawa baju gamis yang penuh darah.

Itulah sebagian catatan dari mendengar surah Yusuf. Menarik banget ya. Allah Sungguh Maha Besar
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Jangan melemah

The teacher and the lesson – contextual information (1)
Sebutlah saya hanya membutuhkan maksimal lima paragraf di sini. Tentang apa saja?

- guru: kualifikasi, ngajar apa saja, pengalaman mengajar, kemampuan matematika jika berdasarkan hasil interviu, dia ikut aktif dalam PD karena merasakan manfaatnya

- siswa dan sekolah: poor performens, sekolah relatif miskin, berdasarkan hasil tes (baik dari national tes maupun dari proyek), agak lemah, banyak sekali kesalahan berdasarkan hasil tes diagnostik aljabar.

- lesson in general: ttg apa, classroom norms (aktif, lebih interaktif)

5.       The selected episode and analysis – foregrounding how the local and the visual/iconic are privileged, and epistemic object is left implicit or invisible. The consequences appear in recurrent problematic learner productions through the lesson – interest is there are strong similarities between these and the spread of error in tests. Two interesting things – the first is that some similar errors happened in the tests and in the teaching; and the second is the spread of error that are hard to explain – random and unpredictable … and the (in)coherence of the lessons provides some insight into why this might be the case. (send sitti Shaheeda's paper on open and closed texts.) (5)
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Pengaturan waktu

Alhamdulillah. Saya sudah bersama keluarga tercinta. Trim Ya Allah atas segala rejeki-Mu.

Ya Allah, hamba perlu lebih baik dalam mengatur waktu sehingga bisa menjadi istri yang baik, Ibu dari anak-anak yang baik, juga dosen yang baik, serta postdoc fellow yang sukses.

Bagaimana caranya? Tentu dengan mengatur waktu dengan sebaik-baiknya.

Oke, apa yang mendesak untuk saya kerjakan? Yaitu menulis satu halaman ttg konteks sekolah dan guru.

Caranya gimana ya.
Mungkin dengan cara mengumpulkan semua bahan-bahan lalu memprint dan mengecek kembali. What do you think?

Apa yang mendesak untuk dibicarakan? Yaitu paper MES. Tapi caranya hanya satu, yaitu menuliskan ceritanya.
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Paper outline

Opening paragraph on argument for focus on epistemic object, and why this is an issue of power and access/equity; its links with other current work in related fields, where concern for focusing in on what is made available with respect to the content is important. We draw on data from a wider project, focusing here on the pedagogy of one participating teacher. We choose her because ….  (1/2)
2.       Theoretical framing – why epistemic object, access and power, and relevant literature? (2)
3.       Methodological resources
4.       The teacher and the lesson – contextual information (1)
5.       The selected episode and analysis – fore grounding how the local and the visual/iconic are privileged, and epistemic object is left implicit or invisible. The consequences appear in recurrent problematic learner productions through the lesson – interest is there are strong similarities between these and the spread of error in tests. Two interesting things – the first is that some similar errors happened in the tests and in the teaching; and the second is the spread of error that are hard to explain – random and unpredictable … and the (in)coherence of the lessons provides some insight into why this might be the case. (send sitti Shaheeda's paper on open and closed texts.) (5)
6.       Discussion on the value of this work methodological and then empirically and then practically for the pd.  (1)
7.       Conclusion (1/2)
 
Powered by Telkomsel BlackBerry®

‎Chat with Jill Adler on 7/22/2012

Participants:
-------------
Sitti Maesuri, Jill Adler

Messages:
---------
Sitti Maesuri: Testing for BBM
Jill Adler: :)
Sitti Maesuri: :D
Jill Adler: Will email tomorrow re ICME
Sitti Maesuri: I've just arrived safely in South Korea. Thanks so much Prof for all your support that make this happens for me. I am very excited having this chance. Thanks so much.
Jill Adler: :)
Jill Adler: Hope presentation went well. :)
Sitti Maesuri: Yes Prof. I think so. Unfortunately, not many people came. It was only about 10, days before were about 50 people.
Sitti Maesuri: I only got one question. Could you know the nature of knowledge through the table?
Jill Adler: That's a shame. Is it because of last day
Sitti Maesuri: Yes, and first session. Too much presentations there, some presenters were also not there :)
Jill Adler: Pity. Oh well. When do u fly home?
Sitti Maesuri: I am now at the airport. We have a good discussion after closing the session about what is the differences of MKT of primary and secondary maths. Interesting
Sitti Maesuri: WMC project is promising to answer this:D
Sitti Maesuri: I am now at the airport, flying at 00:20
Jill Adler: Sorry to oly see this now. Hope u had safe trip
Sitti Maesuri: I have just arrived now. Thanks
Jill Adler: Bbm on in Taipei. Good luck!
Sitti Maesuri: (y) wish me luck. ({})
Jill Adler: :)
Sitti Maesuri: A bit nervous waiting for the interview.
Jill Adler: :) hang in there
Sitti Maesuri: Yes. Thanks. Delay 20 minutes
Sitti Maesuri: I have done the interview, 4 interviewers. I don't know them.
Sitti Maesuri: Fransiscus..., Barbara from science and technology, ... From art/drama division. And another man. 3 men and 1 women.
Sitti Maesuri: The interview was OK. It was for 30 minutes
Jill Adler: That's good. Did they say when they wld let u know?
Sitti Maesuri: She said in few weeks:)
Jill Adler: Hi. MES deadline extended to 20 August. :) how u?
Sitti Maesuri: This is good news. Today is my first day of fasting:) so cooking for my babies
Sitti Maesuri: How are you Prof? Hope you had a nice travel and having enough rest:)
Sitti Maesuri: Are we going to have a meeting tonight? At 5pm in your time?
Jill Adler: Hi. Just walked in a race. Yes, let's speak then. Hope Ramadan and fast going well for u and family.
Sitti Maesuri: Ok, I have been trying to get my head back to our works.
Sitti Maesuri: Sorry, I am getting slow, as slow as this laptop. I may need to take this laptop for services. The laptop is getting hotter and slower. This has worked too hard:) needing check up:)
Sitti Maesuri: Hope to have a meeting, so to help me to make significant progress.thanks
Jill Adler: Yes, we will talk lata
Sitti Maesuri: Ok. Thanks so much

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Thursday, 12 July 2012

‎Chat with ·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌ on 7/13/2012

Participants:
-------------
Sitti Maesuri, ·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌

Messages:
---------
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: Slm Sitti...is this you and your husband???
Sitti Maesuri: Yessss, we reconnect again:) tha's me and my husband, taking picture at my house with my husband, after the wedding party
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: Lovely...Yasmine will email you today
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: Yasmine.dominguez-whitehead@wits.ac.za
Sitti Maesuri: Thanks.:)
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: ‎​Look at my profile picture make it yours and make your answer your status;)
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: How are you Sitti?
Sitti Maesuri: I am fine. Thanks:)
Sitti Maesuri: How are you?:D
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: What you been up to? I'm well...
Sitti Maesuri: I am in South Korea:D
Sitti Maesuri: Just finished talking to Jill via Skype
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: Great with the family???
Sitti Maesuri: By myself
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: Ok did you have you interview yet?
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: Are you working there???
Sitti Maesuri: Next week. Could you please share some ideas/questions for the interview?
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: Ok...as they come to mind (from my interview) I'll share with you
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: I remember them asking me why I wanted to work at Wits
Sitti Maesuri: Ok
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: My teaching philosophy
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: Ideas for publications
Sitti Maesuri: Ok, thanks
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: Ideas for designing a course within my discipline
Sitti Maesuri: Yes. It helps me to prepare
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: What contribution you can make to Wits
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: Maybe current trends in your discipline
·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌⌣̊┈̥-̶̯͡.<3М̣̣̥̇̊oeñierα̇̇<3⌣̊┈̥-̶̯͡·̵̭̌✽̤̥̈̊·̵̭̌: Content knowledge in your discipline
Sitti Maesuri: Ok.thanks a lot

Powered by Telkomsel BlackBerry®

Tuesday, 10 July 2012

H2 ICME-12

Saya perlu memahami ICME 12 lebih secara lebih baik. Saya ingin berkiprah di ICME secara lebih aktif.
Nah ini seharusnya memotivasi saya utk berkiprah dalam memb angun pendidikan matematika secara lebih baik di Indonesia.
Powered by Telkomsel BlackBerry®