2. Banyak penelitian pendidikan matematika ( khususnya mrk yang tertarik ttg apa yang dipikirkan oleh guru, murid, dan apa sebenarnya yang mrk kerjakan di kelas, dan mereka yang tertarik pada konteks sosial dari pendidikan matematika) mengajukan pertanyaan di mana penelitian ethnography sungguh cocok dilakukan utk menjawab pertanyaan tsb. Namun peneliti tersebut cenderung menggunakan studi kasus, interviu mendalam, observasi kelas, tanpa melakukan penelitian ethnography seperti yang dilakukan oleh para anthroplogist.
Di sisi lain, antroplog pendidikan melakukan penelitian pendidikan cenderung mengabaikan kontenakademik spesifik dalam mempelajari kelas, lebih fokus pada kurikulum yang tersembunyi, pola dari interaksi sosial, atau konflik ideologi di sekolah2. Topik2 ini justru menjadi ketertarikan kedua (bukan utama) bagi kebanyakan penelitian pendidikan matematika. Tentu ada pengecualian antara lain: Bishop, 1985;
3. Cermati perbedaan pertanyaan penelitian:
Penelitian pendidikan matematika cenderung mrp turunan dr pertanyaan umum berikut:
Bagaimana cara meningkatkan atau memperbaiki pengajaran dan pembelajaran matematika?
Tujuan utama penelitian ini deskriptif dan prescriptive (berupa resep) utk mengidentifikasi faktor2 psikologi, psikososial, dan faktor serta proses pengajaran yang mempengaruhi pendidikan matematika. Kemudian merancang dan mengimplementasikan treatment (perlakuan) utk mencapai hasil-hasil yang lebih baik.
Sebaliknya, pertanyaan penelitian yang diajukan oleh antropolog pendidikan yang tertarik pada matematika, cenderung mengajukan pertanyaan umum: mengapa pengajaran dan pembelajaran matematika terjadi dg cara ini dalam setting yang seperti ini?
Tujuannya adalah deskriptif dan teoretis, utk mengidentifikasi proses sosiocultural yang menentukan pendidikan matematika di suatu setting tertentu dan utk memaknai konfigurasi ini melalui pengembangan, modifikasi, atau adopsi dari teori-teori budaya, dan hubungan sosial.
Sent from my BlackBerry® wireless device
No comments:
Post a Comment