Tuesday, 23 August 2011

Skype dg Fida

Tadi pagi Fida sedang mood bicara.
Setidaknya r hal pokok yg menjadi pembicaraan:
1. Rangkuman IPA
2. Matematika
3. Keinginan punya mobile phone.
Berikut penjelasan 3 hal pokok tersebut.
1. Rangkuman IPA
pertama dia datang dan minta Ayahnya klarifikasi karena tadi Ayahnya bilang Fida sdg nonton tapi ternyata dia sedang belajar.

Dia pun mengambil buku catatannya dan menjelaskan bahwa dia membuat rangkuman IPA beberapa halaman. Lebih dari tiga halaman. Saya pun memintanya membacanya. Ada dokumen video utk kejadian ini.
Saya kemudian pamitan utk shalat shubuh.
Setelah shalat shubuh kami lanjutkan pembicaraan. Singkatnya rangkumannya mencakup nama-nama tulang, fungsinya, bagaimana cara memelihara tulang dan jenis penyakit tulang yg dapat menyerang manusia.

2. Saya mencoba memancing dia berfikir matematika, dengan memulai pertanyaan: what number comes after 5n after 7, before 9, before 101.

Before 3? Before 2, before 1.
Semua bisa dijawab dg baik.

Saya lalu bertanya what number comes before 0. Nah dia mulai memberikan jawaban yg menarik bagi sy.

Setengah. Lalu saya jawab mana yang lebih besar 0 atau setengah.
Jawaban sj tampaknya memberi kesan bahwa jawabannya salah sehingga dia ubah menjadi 0,5. Saya pun tanya what is it. Lalu dia ubah jawabannya menjadi nol koma setengah? Apa ada ya seperti itu? Saya tanya lagi seperti apa itu? Nol lalu setengahnya nol atau nolnya dibagi dua.
Dia secara acak memberi jawaban termasuk 1,5

Akhirnya dia bertanya seperti apa itu 0,5. Malah dia balik bertanya, what does it look like 0,5. Saya pun mulai menjawab yg muncul di kepala saya bahwa 0,5 sama saja setengah. Atau 5 out of 10. What do you mean 5 out of 10.

Sy pun memberikan contoh permen. Ada 10 permen dan 5 diantaranya adalah merah. Jadi setengahnya merah.

Wah sy juga mulai bingun karena sy sadar bahwa tdk sederhana karena 2 out of 10 juga setengah.
Saya bilang lain kali sy ajar ttg itu. Tapi dia tuntut bahwa dia mau tahu sekarang.

Simpulan saya bahwa dia yg sdh belajar pecahan belum mengerti makna pecahan itu,

Sayang sekali rekaman kejadian ini tdk dapat dibuka.

Selanjutnya saya arahkan utk berfikir ke bilangan bulat.
Bilangan apa yg datang sebelum ...... Nol? Dia pun mulai lagi dg jawaban yg salah yaitu memberi bilangan positif.

Saya mulai mau memberi informasi ttg garis bilangan. Wah dia mulai bicara bahwa dia sdh pernah dikenalkan garis bilangan. Saya katakan bahwa di garis bilangan ada angka 0. Di sebelah kanan bilangan positif, dan di sebelah kiri nehatif. Saya minta dia gambar dan gambarnya jelas hanya saja di atas garis bilangan di ditulisi bilangan positif dan bilangan negatif seperti yg tampak pada gambar.

Saya pun buka website google utk garis bilangan dan saya generate garis bilangan dari website .... Dan sy share layar. Dia pun bilang bahwa .... Oh iya saya ingat.

Saya mulai melanjutkan pertanyaan bilangan apa sebelum, sesuidah dst.

Utk bilangan positif dia benar menjawabnya. Utk bil negatif dia sering salah, akhirnya di spontan bilang. Oh iya, it's like pecahan seperdua dan sepertiga. Its like terbalik (maksudnya 2 lebih kecil 3 tapi seperdua lebih besar dari sepertiga.

Demikianlah satu bukti bahwa bagi anak, ini tdk mudah juga ditularkan karena dia sudah menyimpan pra konsepsi dan konsep baru itu agak aneh dan bertentangan dg apa yg diketahui.

Misal bilangan yg datang sebelum 3 adalah dua dan jika ditanyakan bilangan yg datang sebelum -3 dijawab juga 2, sampai akhirnya saat diarahkan melihat garis bilangan, secara perlahan dis bisa menyebut -4. Ketika sy tanya bil apa sebelum -5 dan hal itu tdk tampak di garis bilangan, dia bisa jawab -6.

Simpulannya, anak itu butuh waktu mencerna makna bil tapi bahayanya jika ketika di kelas, semua terburu-buru karena alasan mengejar kurikulum. Utk siapa pengajaran itu? utk siapa kurikulum itu?

Tindak lanjut: sy akan coba utk merancang pembelajaran pecahan jarak jauh.

Pembicaraan ke-3 adalah ttg handphone.

Dia mulai bertanya: when can I have a phone? Sy selalu jg bertanya balik? Dia bertanya lagi. Sy jadi bertanya what do you think if I say Year 6.
Dia bertanya phone seperti apa?
Sy katakan phone seperti ayah?
Dia bertanya lagi, don't you wanna ask me jenis telp apa yg saya senangi? Sy tanya seperti apa?
Dia jawab dengan memberi contoh telp agustine dg fitu utama bisa dipakai nonton video. Dia ingin phone yg bs dipakai nonton video, punya antena (tdk juga tdk apa-apa), layar bersih tidak ury seperti skype yg dicontohkannya.

Dia pun menjeaskan keinginannya secara lebih dalam ttg tipe phone yg diinginkan dan kembali bertanya kapan dia bisa punya. Dan dia juga mau yg touch screen terserah mereknya. Bisa samsung atau lainnya dan tdk harus BB.

Sy katakan bahwa saya minta ayah beli BB. Dia setuju dan dia punya ide. Karena ada ayah punya 2, sehingga jika dia pergi, dia bisa pinjam yg BB dan ayahnya pakai yg tua.

Lalu saya katakan punya Kakak kan ada (nexian). Dia bilang itu boring.
Sy pun bilang bagaimana jk ada yg mencuri. Dia pun bilang, I know you are going to say that.

Sy pun mancing: gimana kalau jadi hadiah rangking 1
Dia akhirnya punya ide bahwa dia bs dapatkan itu phone jika rangkin 1 di kelas 5, maksudku ketika mau naik kelas 6 itu.

Tapi dia bilang tambahkan syarat yg lebih ketat yaitu rangkin 1 di kelas 4 dan kelas 5. Dia pun janji mau belajar keras dan mewujudkan cita-citanya rangkin 1 demi phone.


Simpulan: dia lagi mood mau punya phone yg memungkinkan dia nonton video, video klip. Meski sy bilang lbh bagus TV, dia bilang tdk semua yg diinginkan di TV itu ada dan dia sebutkan contoh wings dll.


Demikian perbincangan kami minggu ini dan dia bilang I love you very much Mummy. I will make ypou proud of me.
Sent from my BlackBerry® wireless device

No comments:

Post a Comment