Cobalah pikirkan!
1. Presiden Suharto yg begitu kaya, yang punya tim dokter ahli hebat, yg pernah punya kekuasaan yang sangat tinggi, pada akhirnya, juga meninggal.
2. Demikian yg sy hormati Gusdur. Dia banyak dicintai oleh rakyat kecil, dia juga didampingi oleh dokter ahli, kini juga sudah tiada.
3. Ada Ayah teman Fika. Dari pengamatan sy, dia juga begitu kaya, katanya dia polisi pajak, tempat basah. Ternyata seketika meninggal akibat serangan jantung.
4. Kyai Zainuddin MZ, baru-baru ini juga meninggal, karena serangan jantung.
5. Seorang mahasiswa Doktor yaang beberapa bulan lalu disemayamkan jenazahnnya di rumah kami, meninggal secara mendadak ketika sedang berdiskusi dengan kawannya tentang berfikir kritis dan berfikir kreatif.
Artinya tak ada satu pun yang dapat menangkal datangnya kematian itu.
Maka benar adanya, bahwa kita harus belajar dari kematian tersebut.
Omong-omong, agak aneh juga mungkin, atau ini rejeki dari Allah, selama di Afrika Selatan ini, sy selalu bermimpi berinteraksi dengan sejumlah orang yang sudah meninggal dunia. Ada yg datang ke saya curhat, ada yang hanya berinteraksi biasa layaknya mereka itu masih hidup. Untungnya, tak ada satupun yg mengajak saya untuk ikut ke dunianya. Semoga tidak, dan semoga Allah masih memberi kesempatan hidup dan berbuat baik pada hamba dan keluarga.
Nah sekarang, bayangkan diri kita, bahwa kematian pun sudah semakin dekat menjemput kita. Jika kita percaya, bahwa setelah mati ada hidup, hidup saat semua perilaku dipertanggungjawabkan! Maka mari kita berhenti sejenak utk memikirkannya.
Pernahkan kita merasakan penyesalan dalam hidup ini? Jika pernah, maka bersyukurlah. Saat merasakan penyesalan, hati mungkin gelisah. Ada rasa menyayangkan sikap kita, ada rasa tidak ingin melakukan perbuatan yg sama, ada keinginan supaya itu tak terjadi lagi. Jika penyesalan itu terjadi, mungkin masih ada harapan ke depan untuk memperbaikinya. Mungkin kita belum terlambat.
Tapi, di akhirat, tak ada harapan lagi. Tak ada guna menyesal. Semua sudah berakhir. Terlambat sudah. Tak ada waktu lagi utk memperbaikinya.
Maka sesungguhnya, belajar dan menyadari tentang kematian adalah sesuatu yg luar biasa. Dia bisa membawa kita berhati-hati. Seluruh kata, seluruh perbuatan akan terkontrol.
Kita pun, pada setiap kesempatan memohon perlindungan dari-Nya dari segala keburukan. Kita pun berusahan menjaga kebersihan hati. Kita akan selalu berniat memberi kontribusi dalam kehidupan. Kita akan memandang manusia sesama sebagai makhluk yag kita sayangi, kita hormati. Dia ciptaan yang Maha Kuasa. Karena sayangnya, kita pun mau menegurnya dengan santun. Bukan untuk menyakiti hatinya, tapi menjaganya dari keburukan. Bahkan, tanpa setahu mereka, kita ingin terus mendoakannya supaya diberi kebaikan hati, kelapangan jiwa, rejeki dan kesehatan.
Sungguh, belajar dari kematian adalah hal berharga, demi mengontrol diri kita.
Jika kita mampu belajar dari kematian, menyadari kematian pasti datang, kita akan berloma-lomba memberikan yg terbaik dalam kehidupan ini.
Kesadaran ini yang sering membawa saya duduk sejenak sebelum meninggalkan rumah, menyerahkan diri pada-Nya dan memohon kekuatan semoga dapat selalu belajar dan dapat selalu berkontribusi.
Ya Allah, tak ada kekuatan yg hamba-Mu miliki selain karena kehendak-Mu. Semoga kami, keluarga kami dan hamba-hambaMu di Indonesia mendapat lindungan-Mu dan dapat selalu belajar dari kematian.
Sent from my BlackBerry® wireless device
No comments:
Post a Comment