Monday, 20 February 2012

Saya tidak dapat ijin

Seperti itulah info dari Bu PR 1.
Apa artinya?
Saya harus pulang bulan Juni ini.
Setidaknya, akhir Juni. Boleh jadi pulang pertengahan Juni karena ijin saya hanya setahun.
Sekarang asumsikan bahwa saya pulang pertengahan Juni. Artinya apa?
Tiga setengah bulan lagi saya di sini.
Saya harus lebih serius lagi.

Apa harapan yang hendak saya capai?
- saya sudah punya link dengan Prof Jill Adler. Semoga beliau bisa memberi rekomendasi pada saya ketika saya membutuhkannya.
- saya sdh belajar bagaimana bekerja dalam suatu proyek penelitian besar.
- saya sudah belajar dari beliau cara mereviu.
- saya sudah belajar dari beliau bagaimana menulis suatu paper
- saya sudah belajar tentang Nvivo
- saya sudah mengupdate endnote libarary

Oh ya saya harus menyampaikan bahwa saya butuh endnote dan Nvivo
Saya bersedia melanjutkan pekerjaan di Indonesia untuk keperluan penulisan, untuk keperluan analisis data di sana.

Saya bersedia mengalokasikan waktu saya di sana untuk mengerjakan ini, karena di sana saya tidak punya orang seperti dia. Yang penting dia siap membimbing saya. Saya bisa komunikasi lewat email maupun skype

Saya juga perlu bicara soal rencana ke depan. Bagaimana pandangan beliau.


Gimana ya? saya merasa tidak sanggup menduduki posisi di mana saya tidak bisa mengikuti sistem yang "kabur". Apakah saya akan sanggup?
Atau apakah saya hanya akan menjadi dosen biasa seperti dulu?

Di mana saya hanya punya ruang kecil, sehingga saya lebih memanfaatkan waktu di rumah utk bekerja, dan di kantor hanya untuk membimbing mahasiswa. Itu oun kadang-kadang saya harus membimbing di luar karena kantor sudah tutup.
Kini pun PSMS yang dulu menjadi tempat nyaman untuk bekerja, kini sudah hilang. Saya dihadapkan pada kenyataan.
Saya tidak takut sebenarnya. Tapi saya juga harus memikirkan suami saya yang telah memberikan yang terbaik buat keluarga kami. Niat suami saya suci. Beliau bukan materialistis. Beliau punya pandangan jernih. Beliau punya cita-cita, punya strategi. Saya mempercayainya dan saya menghormatinya. Beliau punya pikiran maju dan jauh ke depan.
Saya kira, kami punya cita-cita yang sama, kebaikan dunia akhirat, kebaikan untuk masa depan.

Lantas apa yang harus kulakukan jika saya pulang.
Laksanakan tugas sebaik-baiknya.
Sampaikan laporan kepada Dekan tembusan ke Kajur dan Rektor

Menyiapkan surat minta ijin ke Dekan untuk konferensi ICME.

Bagaimana saat saya di sana?
Bagaimana dengan ketidaknyamanan kata-kata orang?
Biasa sajalah. Bekerja saja. Mereka semua tuh teman-teman saya baik-baik saja kok. Kadang ya cerewet banget sama orang tapi yah juga berubah. Yang penting kita tidak mengganggu orang lain. Yang penting kita terus saja baik. Diberi tugas dikerjakan dengan baik. Bila dimintai bantuan, dikerjakan dengan maksimal. Kalau mungkin, terus saja membina orang. Saya tak melihat senior di jurusan saya yang mau sungguh-sungguh membina orang. Yah, maka saya usahakanlah apa yang saya bisa.

Begitu saja. Yang penting kita menyayangi mereka semua. Kita mendukung untuk kebaikan. Yang penting saya tidak berniat menyaingi. Sya tidak berniat menjatuhkan. Justru upayakan untuk bisa berkontribusi untuk kebaikan orang lain. Itu kan yang ada pada pribadi Prof Soedjadi, yang tidak pandang bulu. Dia pendidik yang sejati.
Sent from my BlackBerry® wireless device

No comments:

Post a Comment