Kenneth Ruthven dosen Cambridge menulis bab "Conceptualising MKiT". Pada dasrnya dia menulis semacam pandangan pada apa yang telah ditulis dalam 5 bab.
Tulisan ini bagus sekali, menunjukkan pemahaman yang komprehensif dari berbagai pandangan yang berbeda. Sangat mendalam.
Apa yang paling berarti bagi saya:
1. Saya bisa belajar dari tulisan ini bagaimana seseorang melakukan sintesis terhadap apa yang telah dibacanya. Bukankah kemampuan sintesis ini adalah kemampuan tertinggi. Hal ini baru bisa dilakukan jika penulis tewrsebut paham apa yang dikerjakan orang dan punya pandangan pada apa yang dikatakan orang lain. Hal yang lebih tinggi lagi, karena disamping dia mengemukakan sarinya atau inti pembicaraan orang lain, dia mengemukakan idenya dan dalam hal ini kadang dia sebutkan secara eksplisit dasarnya.
Apa arti semua ini? Kita tidak mungkin bisa menulis dengan baik jika kita tidak paham. Dan ini yang perlu dibangun pada diri mahasiswa, yang lebih sering menulis, mengutip, tapi tidak memahami apa yang dibicarakan. Buat saya, yang mendesak adalah membangung berpikir kritis mwreka, misalnya, mengapa Anda merujuk pada X, apa sebenarnya yang dibilang oleh X dan mengapa X bilang seperti itu. Bagaimana orang lain memnadnag X dan bagaimana pandangan Anda sendiri.
Jadi sekali lagi menulis itu memerlukan pemahaman.
Apa artinya? Untuk saya bisa menulis suatu reviu, saya harus paham. Untuk paham, saya harus membaca secara cermat, dan untuk membantu saya membaca cermat, saya perlu merumuskan pertanyaan dan menulis rangkuman.
Sent from my BlackBerry® wireless device
No comments:
Post a Comment