Wednesday, 29 February 2012

Patutkan saya berbangga atau khawatir

Catatan awal

Kekhawatiran ini sering mendadak muncul tapi saya tidak jadi menulisnya. Ah, banyak kerjaan yang perlu saya selesaikan. Begitulah logika berpikirku. Tapi kok perasaan ini selalu muncul. Kadang-kadang sedang asyik membaca, terpikirkan lagi. Baiklah, biarlah saya curhat pada kawan-kawan. Biarlah saya bertanya bukan hanya pada diriku sendiri, tapi juga pada sahabat-sahabatku di dunia maya. Mereka adalah sahabat yang setia menemaniku meski saya jauh berada di benua Afrika

Ada apa sebenarnya?
Saya sering mendengar mahasiswaku sibuk dengan kerjaan ngelesi. Ada yang mengelesi anak SD dan ada pula yang mengelesi anak SMP. Dan ini tidak tanggung-tanggung karena mereka yang baru pun sudah mulai mencari kerjaan ngelesi. Apa mungkin karena mhs jurusan matematika, satu bidang yang diperlukan masyarakat.

Semula saya berpikir, no problem. Nothing wrong, bahkan saya


Benarkah pengamatanku bahwa ada kecenderungan mahasiswa cepat mengelesi?
- mudah
- dapat tambahan uang
Lumayan ada uang saku dari Ibu, punya juga penghasilan sendiri. Kemungkinan untuk belanja, makan di warung, ke mall makin meningkat.

Saya tidak b ermaksud melarang untuk cari uang, tetapi perlu berpikir ulang dan memperhitungkan waktunya.

- waktu kuliah adalah masa keemasan untyk belajar.
- waktu untuk mengembangkan keprib adian yang uanggul. Waktu utk ikut berorganisasi untuk melatih kepemimpinan. Coba cek para pejabat. Mereka adalah yang bisa menghabiskan banyak waktu berorganisasi, melatih atau menumbuhkan kepedulian pada sesama.

Saat saya kulaih, tak ada mall yang kukunjungi, tak ada istilah pacaran, yang sadar atau tidak itu juga bisa menghabislkan waktu. Namun, saya tidak pernah merasakan ada kelonggaran waktu. Setidaknya, pada akhir pekan, saya membantu ibu asramaku membuat pastel, jadi saya juga bisa ikut makan, tapi makna yang jauh lebih besar adalah tumbuh ikatan sosial, ikatan saudara.

Ngapain saja waktu itu. Saya terlibat di HMJ membidangi bagian akademik, membantu adik-adik kelas atau kawan-kawan yang kesulitan. Adik-adik khususnya yang masih baru, mereka tentu senang jika ada interaksi dengan kakak-kakanya. Apalagi mereka yang nilainya rendah. Saat ada image dari pejabat, bahwa org yang berorganisasi itu karena IPnya rendah, saya pun berupaya melawan image itu. Semua ini proses pembelajaran.
Sent from my BlackBerry® wireless device

No comments:

Post a Comment