- penasaran dengan jurnal terakreditasi ilmiah, jadi cari daftar vis google. Trus ketemu. Lantas gimana? Saya mikir seharusnya saya mengirim setidaknya satu tulisan utk jurnal terakreditasi nasional. Tapi saat yang sama, saya juga mikir, bukan itu yang prioritas saat ini. Saat ini adalah belajar membangun tuisan utk jurnal internasional. Ini kesempatan emas, sehingga jika bisa jurnal internasional, atau jika percaya diri pada ini dan punya wawasan sangat luas, maka nantinya saya bisa lebih mudah menulis utk nasional bahkan membimbing orang lain menulis di jurnal internasional.
- saya juga baca kompas ttg surat edaran Dikti bahwa semua mahasiswa harus punya karya ilmiah sebagai syarat lulus dan saya posting di FB saya. Intinya tulisan dari pejabat termasuk Pak Mentri, adalah argumen mengapa kebijakan itu diperlukan, antara lain, ini utk memaksa. Karena sulit, maka harusa dipaks. Karena kurang jurnalnya, maka harus di perbanyak dengan prosedur yang tidak sulit, juga dicantumkan tujuan, yaitu mempercepat pengembangan. Kata dari kuantitas dan kualitas keduanya sulit dicapai, maka setidaknya kuantitas nya lebih banyak.
Saya juga juga chat singkat dengan Nurcholif karena dia tanya bagaimana jadi pendidik yang baik seperti saya. Ah saya kan juga belajar. Saya cuma memberi dua pesan, pelajari the power of smile dan juga bahwa mencontai anak didik kita adalah esensial. Mereka adalah bagian dr kehidupan kita. Jadi maksud saya tuh, kita saling membutuhkan kok. Peserta didik juga memperkaya kita.
Trus saya mencoba mentranskrip rekaman diskusi dengan Jill. Dan sekarang saya jadi lelah. So what is the best thing to do now?
Setelah shalat dhuhur, saya akan ke kampus karena ada seminar.
Besok malam, saya harus mengirim sesuatu dari Jill, yaitu hasil diskusi dan tabel hasil penelusuran saya.
So apa yang bisa saya kerjakan sambil jalan? Beberapa hal antara lain:
1. Mendengar rekaman diskusi dengan Jill
2. Mengetik apa yang telah saya tulis
3. Memfotocopy JRME dan mengembalikannya.
4. Mencermati lagi abstraknya.
LELAH sekarang. Lebih baik istirahat sejenak.
Sent from my BlackBerry® wireless device
No comments:
Post a Comment