Suatu hari datang surat dari editor yang menyatakan selamat. Artikel anda akan kami terbitkan.
Saya pun akan merayakannya.
Saya mungkin akan menulis hal berikut.
Hari ini adalah hari bersejarah karena untuk pertama kali punya tulisan terbit di TOP jurnal internasional. Apa ini mimpi? Tidak. Ini sudah kenyataan. Ini hanya sebuah bukti bahwa kerja keras selalu menjanjikan hasil yang memuaskan. Semoga ini salah satu proses untuk menjadi ilmuwan yang berkualitas dan bermanfaat dalam kehidupan. Amiiin.
Tak ada kekuatanku selain dari-Nya. Kekuatan yang Engkau anugrahkan itulah yang Hamba manfaatkam, sebagaimana Engkau sebagai Maha Guruku selalu mengajakku untuk berfikir.
Ini hanyalah sebuat pertanda, sesulit apa pun tantangan. Hadapilah. Gunakanlah perangkat yang telah diberikannya.
Ini hanyalah pertanda, suatu kesuksesan tidak mudah diraih begitu saja. Dia butuh proses yang sungguh-sungguh, butuh waktu.
Ini juga hanya pertanda, bahwa apa pun yang kita raih tidak pernah terlepas dari peran orang lain.
- Prof Adler yang yang selalu menantangku memperjelas ideku. Dia bilang, if you cannot explain to me well, how. Could you exolain to other people.
- suamiku yang tdk pernah berhenti memberiku dorongan, memotivasi, meyakinkanku utk berkonsentrasi dan meyakinkanku bahwa anak-anak kami aman dalam dampingannya. Beliau rela melepaskan istrinya, menahan rindunya dan selalu berpikir positif.
- pembimbingku
- ortu dan kelaurga lainnya
- temaniteman.
Ini pun menjadi pertanda bahwa tak ada jalan utk berperilaku sombong, angkuh.
Namun, suatu hal yang sangat dimaklumi bila kita mau merayakan kesuksesan ini bersama-sama keluarga dan teman-teman.
Sent from my BlackBerry® wireless device
No comments:
Post a Comment