Tuesday, 4 October 2011

Mengapa sih saya perlu menulis.

Mengapa facebook menjadi ruang bagi saya berbagi?

Secara jujur, saya punya kewajiban dalam hidup ini berkontribusi. Apa yang bias saya kontribusikan bagi bangsa saya? Saya bukan siapa-siapa. Saya bukan pejabat di kampus saya. Saya bukan pejabat didaerah di mana saya tinggal, saya bukan pejabat di Negara saya. Saya hanyalah seorang dosen yang masaanya adalah mahasiswa. Itu pun saya punya waktu yang terbatas untuk setiap individu.

Saya seorang yang berkecimpung di bidang yang sangat esensial, yaitu bidang pendidikan. Saya telah dididik dalam bidang pendidikan sampai ijazah pendidikan formal tertinggi. Untuk apa saya dididik. Tentulah untuk turut berperan aktif dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

Tapia pa kedudukan saya. Saya tidak puya power seperti yang dimiliki para pejabat dan pengambil kebijakan.

Tapi saya masih punya kekuatan lain, yang bias saya manfaatkan kapan dan di mana pun.

Saya tidak bisa mengukur dampak dari pemanfaatan power saya, tapi prinsip pendidikan yang harus terus saya wujudkan, yaitu menanam saja terus, tanpa harus berharap bahwa saya akan bisa memetiknya suatu saat.

Jika RA Kartini pahlawan wanita yang masuk dalam sejarah,, tanpa dia tahu saat ini, saya bisa menjadi pahlawan wanita yang lebih mempunyai pengaruh di masa-masa kini. Tidak cukup lagi bagi kita untuk berharap kebangkitan para generasi muda hanya melalui perayaan hari pemuda, perayaan hari pahlawan. Para generasi kini membutuhkan pahlawan yang masih hidup, yang nyata di depan mereka, bahwa seorang Maesuri, berasal dari keluarga desa, keluarga yang miskin, berasal dari desa, tapi dengan kerja keras, dengan keinginan kuat, dia akhirnya mampu melalui tahapan-tahapan kehidupan yang tidak mudah. Dia meraih kesuksesan di tingkatan tertentu, yang mungkin menurut orang-orang tertentu, sebagai sesuatu yang perlu diraih.

Kita tidak bisa berharap banyak dari para petinggi-petinggi negara kita. Mereka kurang mempercayai para pejabat. Yang mungkin dipercayai mereka adalah orang-orang yang tidak punya kepentingan. Orang biasa yang seperti saya.

Jikalaulah dari tulisan, reningan, refleksi, hikmah, dst yang saya sampaikan bisa mempengaruhi pikiran mereka, bisa menginspirasi kehidupan mereka, maka mereka akan punya kekuatan untuk berbuat baik dan mempengaruhi orang yang lebih banyak. Saya tidak perlu berharap apa-apa dari mereka, saya hanya mengharapkan ridha dan kasih sayang allah, supaya dalam diri saya terus tumbuh rasa kasih sayang pada sesama. Supaya saya dianugrahi keluarga yang Zakinah, yang bersama-sama punya kehidupan yang bermakna di sisi Allah SWT.

Jadi melalui tulisanlah, saya dengan ikhlas menuliskan sesuatu dengan niat kebaikan, untuk membangun kebaikan pada sesama. Dan sungguh untuk itulah kehidupan ini dianugrahkan ke kita.

Jika Ibu saya dulu berkata, Nak, saya pergi bantu-bantu orang karena saya hanya punya tenaga, saya tidak punya uang untuk disumbangkan: maka saya dapat bisa mengatakan hal yang sama. Nak, saya tidak punya banyak uang untuk saya bagi-bagikan pada orang-orang sekitar saya. Saya Cuma punya ide dan saya hanya bisa menyumbangkan ide-ide saya. Semoga Allah selalu memberi kekuatan dan kesempatan pada saya dan keluarga saya untuk berbuat baik, untuk bisa punya hidup yang bermakna.

No comments:

Post a Comment