Apa dan mengapa?
Saya ingin membuat catatan sambil memikirkan apa yang saya baca.
Dalam rancangan pembelajaran, dulu dirumuskan sebagai tujuan pembelajaran umu dan tujuan pembelajaran khusus.
Sekarang dirumuskan menjadi standar kompetensi.
Saya tak mengerti persis mengapa perubahan-perubahan ini terjadi, sehingga pantas sekali saat saya pulang ke Indonesia saya berhadapan pada istilah--stilah baru yang tidak saya gunakan sebelumnya. Entah bila saat ini ada perkembangan baru.
Mengapa ini kadang-kadang jadi heboh, karena dia harus ditulis dalam RPP dan RPP inilah yang diperhitungkan. Misal sebagai bukti kinerja atau bahan pengawasan.
Dalam langkah pengajaran, saya juga memperhatikan bahwa model pembelajaran kadang-kadang menjadi hal dominan, bisa dominan karena jadi beban bagi guru, langkah-langkah model itu yang bagaimana yang benar, seakan hanya satu set yang benar dan tak boleh melanggar. Seakan model itu barang paten padahal dia juga hasil pemikiran yang hanya diduga akan bermanfaat.
Penggunaan model ini menjadi heboh ketika pengajar mencoba melihat, materi yang cocok utk model ini yang mana ya, atau saya mau pakai model ini dan bingung mencari materi. Apa mungkin sama ya, punya baju pesta, nah bingung, ini cocoknya dipakai ke mana ya? Atau ada undangan sunatan, trus bingung mau pakai baju model apa ya?
Analogi ini tentu tidak tepat, karena konteks mengajar sungguh beda dengan konteks yang bersifat sangat pribadi.
Dari hasil cermatan saya, ternyata semakin jelas bahwa pembicaraan kita pada pengajaran semakin jauh dari inti yang seharusnya dibicarakan. Misalnya dalam matematika, kita perlu
Sent from my BlackBerry® wireless device
No comments:
Post a Comment