Saturday, 9 June 2012

Membaca dan berpikir

Judul: Mathematics Ts's Didactic Strategies: Examing the comparative potential of low inference generic descriptors

Coba saya lacak ide utamanya ya:
Diterima secara luas bahwa pembelajaran dan pengajaran itu aspek budaya, memuat rutinitas dan bisa diprediksi. Nah banyak yang menggunakan script, namun penulis berargumen bahwa kualitas ini tergantung bagaimana si peneliti menkonseptualisasi aktivitas pembelajaran di kelas, yang tentunya menentukan isi perbandingan pengajaran secara nasional. Paper ini mau menunjukkan satu cara.

Video adalah satu cara yang menjadi lebih umum yang akan membantu dalam menganalisis pengajaran dengan menyadari kelebihan dan kelemahannya. Nah dia menganalisis video pengajaran dari 5 negara di Eropa. Dia menjelaskan bahwa akan menunjukkan bagaimana cara menerapkan sistem pengkodean tersebut dan sepintas proses pengembangannya. Dia juga katakan bahwa dia juga banayk belajar dari studi video analisis yang dikenal luas, yaitu TIMSS, TVS, and LPS

Dia jelaskan konteksnya. Tujuan umum proyek METE yang dibiayai oleh Eoropean Union, meneliti bagaimana guru-guru mengkonsptualisasikan dan mempresentasikan matematika ke siswa usia 10-14 di Flanders, England, Finland, Hungary, and Spain.

Tujuan khususnya adalah mengekploitasi potensial dari videotape, dengan memvideokan 4 atau 5 pelajaran secara burturut-turut, bisa meliputi transisi dari konkrit ke abstrak dan induktif ke deduktif.

Dia sebut topiknya, persen (5 or 6); polygon (5 or 6; 7 or 8), linear equation (7 or 8). 4 guru tiap negara, upper primary and lower secondary

Teknik memvideokan, sama dengan WMC, satu kamera, fokus pada guru, apa yang dibicarakan dan apa yang dituliskan

The generic episode
Dia jelaskan mau pakai yang umum, tapi karena bervariasi, maka akhirnya dia tetapkan berdasar didactic intension, maksud pengajarannya tetap sama. Dia beri contoh: memodelkan algoritma dan meminta anak mengerjakan latihan, dianggap dua episode. Karena yang pertama act of teaching dan kedua konsolidasi dan latihan.

Developing the coding schedule
Awalnya mau pakai Kilpatrick dan Hiebert, tapi akhirnya bottom-up process of observation, discussion and development.
Kelihatannya banyak nonton saja dan koding dengan bebas, hingga ada 4 halaman, tapi akhirnya 3 tema besar: hasil pembelajaran yang dapat diamati (7); deskriptor tugas (4); dan didactik strategis (10), nah salah satunya explanation.

Trus dia jelaskan cara pengkodeannya.
Jadi setiap episode hanya ada atau tidak? Sama ternyata caraku, yang saya pakai di table excel itu.

Adapun 10 working definition dari 10 generic didaktic strategies:
1. Aktivati pengetahuan awal
2. Exercising prior knowledge
3. Explaining: the teacher explain an idea or solution. Typically this may include demonstration, telling, or the modelling of procedures or problem solving strategies. In such instances, the teacher is the informer, with little or no student's input.
4. Sharing
5. Exploring
6. Coaching
7. Assessing or evaluating
8. Motivating
9. Questioning
10. Differentiating
Sent from my BlackBerry® wireless device

No comments:

Post a Comment