Friday, 15 June 2012

Guru-lucu tapi sedih ah

Suatu hari saya tertawa gara-gara seorang guru. Saat itu saya lihat dia membawa beberapa sapu. Lantas saya tanya, kok bawa sapu?
Jawab dia "ini dari siswa". Kok bisa?
Trus cerita, siswa dia di sekolah, sangat nakal dan bodoh matematika, tambah parah lagi krn mereka malas sekali belajar matematika, tidak ngerti, malas lagi. Dia terus jelakan, dlm ujian, banyak sekali yang tidak bisa menjawab. Padahal mereka itu kan harus mencapai standar ketuntasan. Saya sudah mempermudah soalnya, soalnya gampang banget deh, tetap tak bisa, saya remidi, saya beri tes ulang, tetap tak bisa. Berbagai upaya dilakukan, ya tetap tak bisa, padahal mrk kan harus mencapai standar minimal. Yah sudah, saya beri saja kegiatan ekstra kurikuler, bikin apa kek gitu. Yah sudah mereka bikin sapu. Trus kutanya, apa mereka itu bikin sapu sendiri. Dengan lugas siguru tadi bilang "ah, mereka itu pasti tidak bikin sendiri, tapi beli". Nah kutanya guru tadi, trus gimana dong nilau UNASnya? Siguru tadi bilang, "pada umumnya di atas 80". Lah kutanya lagi "kok bisa?" , jawabnya : "ini bukan karena siswanya pintar, tapi gurunya pintar-pintar" hmmmmmm saya tak bisa lagi komentar, cuma bisa geleng-geleng kepala.
Sent from my BlackBerry® wireless device

No comments:

Post a Comment