Fika adalah anak yang lumayan cerdas. Dia juga rajin. Hitungan-hitungan cepat tanpa menggunakan kalkulator. Dia tidak terbiasa dengan kalkulator dan menghitungnya sangat lancar khususnya karena latihan yang sering diberikan oleh gurunya.
Denga ketekunan belajarnya tanpa banyak diarahkan orang tuanya, dia berhasil masuk ke sekolah yang populer di Surabaya, yaitu RSBI, bahkan dia lolos masuk ke kelas akselerasi.
Dia sudah mulai belajar graph. Untuk itu saya coba berikan pertanyaan sederhana lewat BBM yang bunyinya .....
Dia pun menjawabnya, dengan jawaban seperti pada gambar .......
Jawaban ini sangat menarik. Ini bisa mencerminkan miskonsepsi akibat over generalisasi.
Tapi ini juga bisa menggambarkan terjadinya pengajaran yang kurang bermakna dalam kelas, yang hanya menunjukkan langkah-langkah yang penyelesaian tanpa diberikan rasional pada setiap langkah.
Bagi saya, Fika tidak seharusnya melakukan kesalahan ini jika dia paham. Dan punya sense tentang grafik.
- jika dia paham konsep input output
- jika dia paham tentang graphik terbentuk dari titik-titik yang banyak dan titik itu merupakan pasangan berurut
- jika dia paham bahwa fungsi itu suatu relati dan relasi ini dari dua hal atau variabel sangat ditentukan oleh operasi. Operasi kali dan dan tambah itu sangat mempengaruhim
- ini tidak terjadi jika dia fleksibel dalam hal multirepresentasi.
Sent from my BlackBerry® wireless device
No comments:
Post a Comment