Tuesday, 31 January 2012

Nicola

Saya sdh baca sebagian besar dari tulisan Nicola. Ini bermanfaat khususnya membantu saya lebih memahami pembicaraan JA, dan melacak referensi yang ada.

Baru saja saya baca contoh analisis data. Sekarang saya mulai bertanya pada diri saya, seberapa manfaat TF PCK, TPACK di sini.

Ok, kata JA, teori itu penting karena dengan teori itulah, bisa menjadi wahana diskusi yang memberi sumbangsih pengembangan.

Okelah. Peneliti ingin memahami pengetahuan yang diperlukan oleh guru untuk bisa mengajar dengan efektif, untuk bisa membelajarkan siswa, utk membantu siswa mengakses pengetahuan matematika yang mereka butuhkan.

Memahami ini, mengetahui, ini cukup, ini tidak cukup, ini bisa berkontribusi bagi pihak yang bertanggungjawab menyiapkan guru yang berkualitas.

Dengan kita punya teori tersebut, kita juga bisa terbantu dalam merancang MK apa yang dibutuhkan oleh institusi guru.

OoooOps, ada yang menarik loh di pikiran saya, yaitu menginvestigasi orang non-kependidikan yang dikenal sukses, orang Murni matematika yang menjadi guru. Apa sebenarnya yang membawa mereka itu bisa mengajar sukses. Dan ini bisa dibandingkan dengan guru yang punya latar belakang pendidikan. Ah ini hanya ide saja. Bisa melalui survey kerja sama dengan sekolah, mensurvey gurunya.

Kemabali ke Nicola tadi, saya tdk paham benar atau belum memberikan pencerahan. Persoalannya adalah, mengapa TPACK itu dipandang cocok utk menjelaskan fenomena itu. Mengapa LQ dianggap cocok menjelaskan? Lalu apa yang bisa kita pahami dari situ.

I don't know?
Sent from my BlackBerry® wireless device

No comments:

Post a Comment