Paper ini akan mendiskusikan apakah internet menjadi solusi atau tantangan baru bagi guru matematika yang dituntut untuk menggunakan bahasa Inggris dalam proses pembelajaran matematika, di mana baik guru maupun anak bukan native.
Konteks.
- bagaimana kebijakan RSBI itu?
- apa motivasinya?
- bagaimana efek pada pembelajaran matematika itu sendiri?
- internet cukup menjanjikan kontribusinya: misal:
Guru bisa mengunduh bahan ajar dari sana. Tersedia bukan hanya .....
Namun, guru juga dituntuk membuat lesson plan.
Maka 3espon guru seperti ini.
Penelitian saya ttg ini sangat relevan, sehingga muncul ide bagaimana menfasilitasi guru, bukan memecahkan masalah, tetapi setidaknya tidak memperburuk.
Maka dikembangkan lesson plan.
Hal lain adalah, guru harus merujuk pada kurikulum. Akses internet bervariasa dan kadang tidak reliabel.
Paper ini akan mendiksusikan kompleksitas dari pembelajaran, meskipun sudah menjadi teori umum, bahwa internet mempunyai kelebihan dst.
akan menyajikan satu design yang merupakan hasil pengembangan peneliti dan diskusi dengan guru dan gurunya mengajar tentang konsep pecahan.
Terlepas dari siswa begitu senang, lebih aktif ketimbang di kelasnya, bahkan mereka menginginkan pembelajaran matematika dengan Internet dilanjutkan setelah 3 kali pertemuan, analisis terhadap proses belajar membuahkan tanda tanya apakah pembelajaran dengan internet ini yang akan menjadi solusi bagi ketidakmampuan guru dalam mengajar dengan bahasa Inggris dan keterbatasan teksbook berbahasa Inggris yang ada?
Sent from my BlackBerry® wireless device
No comments:
Post a Comment