Sunday, 11 December 2011

pesan buat anakku Murni

Halo Murni, apa kabar sayang?

Beberapa hari ini saya kepikiran Murni. Trus saya pikir, saya lebih baik sarankan Murni untuk membaca catatan-catatan saya di FB. Banyak yang bilang catatan itu bisa menginspirasi.

 

Saya berharap Murni bisa sukses ke depan. Kami hanya bisa menyiapkan fasilitas atau kesempatan bagimu. Tapi kunci sukses ada pada kemauan Murni dalam belajar. Ini tergantung pada sikap Murni, tanggung jawab, menghargai waktu, sering evaluasi diri.

 

Harus ingat, Murni sudah besar. Kami tak mungkin memonitormu. Murni harus belajar memonitor diri sendiri. Bukan lagi saatnya contoh kecil yang dulu terjadi, meja setrika yang sangat berdebu padahal sering dipakai. Jadi Murni harus punya rasa memiliki. Apapun yang ada di rumah, sudah seperti milik sendiri.

Ingat juga, Ayah Fika mengorbankan banyak waktunya demi kita semua, bahkan sekarang beliau yang jemput adik-adikmu. Saya pun di sini kerja keras siang dan malam.
Inilah perjuangan. Yang utama, kita harus bersandar pada-Nya karena Dia adalah saksi terbaik apakah kita melakukan yang terbaik setiap saat dalam hidup kita.
Jangan lupa untuk selalu berdoa diberi kemudahan dalam segala urusan. Diridhai oleh Allah atas segala usaha dan kebaikan kita. Harus ikhlas dalam proses perjuangan.

 

Satu pesan penting saya dan sangat penting. Manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Manfaatkan fasilitas apa yang ada untuk belajar. Misalnya, akses Internet yang tersedia. Ini kesempatan luas untuk belajar apa saja. Internet menyediakan apa saja saja, hal-hal yang baik tapi juga sampah. Internet bisa membuat kita tambah bodoh (misalnya hanya  copy paste, hanya sekedar chatting & FB yang kurang memberi pencerahan, dll) tapi bisa membuat kita cerdas (asal mau mengoptimalkan daya pikir dan daya nalar, dan punya strategi). Sekali lagi kuncinya pada kemauan Murni untuk belajar.

 

Fasilitas bahkan bisa tidak berarti apa-apa. Misalnya, di rumah, banyak sekali buku-buku bahasa Inggris. Di internet banyak sekali sumber belajar. Nah bagaimana kemajuan bahasa Inggris Murni. Saya juga dulu tidak bisa bahasa Inggris, tapi di belakang pintu, di mana-mana saya tempel kata-kata bahasa Inggris hingga saya bisa menghafalnya. Ini hanya contoh saja bahwa ada kemauan ada jalan.

 

Nah, persaingan ke depan sangat rumit, sehingga jadilah mahasiswa yang bisa mengatur waktu, punya strategi belajar. Misal, HP, itu bisa buang waktu (jika seperti anak muda lainnya sms melulu atau chatting melulu). Promosi yang mereka siapkan sms gratis hanya untuk kepentingan marketing tapi bisa merugikan kita kecuali jika kita dewasa memanfaatkannya. Jadi harus berusaha mawas diri ya. Karena tantangan yang saya hadapi sangat beda dengan tantangan yang Murni hadapi, jadi saya sama sekali tidak bisa memberi resep tetapi hanya prinsip-prinsip umum saja.

Gitu dulu ya Nak Murni. Semoga manfaat.

 

Insya Allah tidak lama lagi saya pulang. Duuuuuuuuh benar-benar mau pulaaaaang. Rasanya sudah lelah banget, tetapi saya tetap berusaha manfaatin waktu tersisa di sini. Hanya Allah yang tahu segala perjuangan kita. Semoga kita semua diberi kesempatan untuk melakukan hal-hal baik dalam kehidupan, dan itu salah satu motivasi saya membangun network lewat FB.

No comments:

Post a Comment