Wednesday, 14 March 2012

mengapa sulit

Pagi hingga siang tadi ada kemajuan dari diskusi saya dengan Jill. Argumen yang kami ajukan dalam papaer sudah jelas dan saya juga sudah mendapat gambaran tentang apa yang harus dipresentasikan dalam bagian “Result”.

Namun tadi sore, saya belum juga bisa menulis. Saya tidak tahu persis mengapa, mungkin saya capek. Nah sekarang sudah pukul setengah 10 malam tetapi saya belum mampu mulai menuliskannya. Sebeneranya apa yang akan saya tulis di sini saya. Cobalah saya paparkan dulu garis besar atau daftarkan saja dulu apa yang menarik.

 

1.       Saya tampilkan tabel dari 24 guru yang ada untuk menunjukkan bahwa dari interviu itu, ternyata ide matematika yang terkandung dalam Skenario 3 semuanya muncul dibicarakan oleh guru. Baik munculnya memberikan informasi bahwa berdasarkan jawaban itu, guru menunjukkan pemahamannya atau kurang pahamnya, tetapi tidak sedikit dari data itu menunjukkan bahwa kami sulit memutuskan positif atau negatif. Kadang-kadang itu dibicarakan, namun data yang ada tidak memberikan ketegasan tentang hal ini.

2.       Dari pernyataan nomor 1, maka saya perlu mengemukakan kutipan interview yang menunjukkan positif, negatif, maupun 0. Ini memberi gambaran mengapa apa arti dari pengkodean dan bagaimana kami memutuskan kode tersebut.

3.       Saya baru saja mencermati 3 data Jonathan, Bridget dan Moselane. Apa yang menarik dari situ? Pada skenario 3, Jonathan dan Bridget sama-sama relatif tinggi SMK, berdasarkan analisis secara keseluruhan, pengamatan dan interaksi peneliti selama setahun lebih. Namun tampak bahwa kode positif mereka sama-sama tiga namun pada aspek yang berbeda. Mengapa demikian, amati apa yang dominan, amati bagaimana interviewer mengajukan pertanyaan. Keduanya tidak memahami maksud pernyataan pada bullet ke 4. Bridget, Sq + sedang pada Jonathan, tak ada data untuk itu, karena terlewatkan.

4.       Pada Moselane, untuk skenario 3, kita bisa melihat data yang saling kontradiksi di dalamnya, meskipun tampaknya dia mengerti menyelesaikannya, dia tetap mengatakan siswa itu bisa saja mencancel x pada kedua ruas. Guru tersebut langsung menjelaskan pikirannya untuk ke empat pernyataan tanpa ada upaya

 

Sehari kemudian.

Sekarang menjelang pukul 10 pagi. Saya masih di tempat tidur sambil berusaha mengaktivasi otak saya dengan mendengar rekaman diskusi kemarin, email JA tentang praxis. Semalam saya lembur hingga jam 3.

 

Ok, apa yang perlu saya dapatkan hari ini, Ya Allah semoga ini dapat terwujud, yaitu draft hasil.

Yakni mempresentasikan data dari 3 guru. Nah bagaimana caranya?

 

Kita bisa memulainya dengan pertanyaan, apa yang hendak ditunjukkan melalui data.

Kami telah melakukan tes menggunakan LMT, item yang sudah divalidasi. Kami pilih 2 skenario dengan memodifikasi pertanyaan ini dari soal pilihan ganda ke soal yang bersifat open ended.

 

Kami ingin mengkaji potensi dari kedua item ini untuk digunakan sebagai alat mengetahui SMK guru. Namun di sini, bukan untuk menilai tingkat pengeahuan math guru melainkan kita berfokus pada potensi item itu sendiri.

 

Artinya apa, saya akan melihat S3 dan S5 secara tersendiri.

Nah, ketika menjelaskan S3 apa yang perlu mereka ketahui.

 

1.       Apa itu S3? Sebuah item berupa skenario yang mendiskusikan tentang cara penyelesaian sebuah persamaan kuadrat dengan mengankat isu kritikal yang dimaksudkan untuk melibatkan pemikiran tentang sejumlah ide matematika penting. Berdasarkan matematika analisis yang kami lakukan dikombinasikan dengan hasil pengkodean atas data interviu 24 guru, ada 7 ide matematika yang terkait di dalamnya.

2.       Hasil analisis menunjukkan keberagaman pada setiap guru. Meskipun data mengatakan bahwa ke tujuh konsep ini berpotensial untuk dibicarakan atau diprovokasi, namun tidak semua guru membicarakan ke tujuh aspek ini, dan inilah menjadi salah satu kajian dari paper ini, mengapa demikian.

3.       Sebagai ilustrasi, kami mempresentasikan 3 guru dari 3 sekolah yang berbeda, dengan 3 interviewer yang berbeda. Guru pertama, hanya satu yang positif, guru kedua dan ketiga ada 3 positif pada aspek yang berbeda. [mungking saya perlu menambah data untuk menunjukkan bahwa ternyata semua aspek ada positif, negatif dan zero. Itu berarti tabel selengkapnya. OK.

4.       Nah dalam bagian ini, kami secara sengaja memilih 3 guru untuk menjadi point diskusi.

 

Trus gimana cara presentasinya.

Apakah pakai tabel dengan dua kolom, yaitu isi interview dan catatan interviu

No comments:

Post a Comment