Minggu lalu, seorang Professor sains meminta kesedian saya menjadi penanggap dalam seminar proposal seorang mahasiswa S3 sains. Mereka mengenal saya karena dalam dua kali PhD weekend, saya bertanya dan turut memberi komentar dan saat itu beliau mendatangi saya dan berterima kasih. Ternyata kali ini dia meminta saya walau dia tahu bahwa saya bukan orang sains. Katanya, penanggap lainnya orang sains jd tidak masalah.
Itu tentu suatu kehormatan bagi saya tetapi juga tantangan yang tidak mudah. Untung proposal itu sdh diserahkan ke saya seminggu lalu. Jadi ini sudah ketiga kalinya saya mencoba memahami isinya.
Tentulah, membaca artikel jurnal yang telah terbit lebih mudah bahkan sering memberi pencerahan, ditulis oleh pakar dan telah direviu oleh pakar.
Tetapi membaca suatu proposal, ternyata tidak mudah. Saya paham kok sulitnya menulis proposal. Saya paham bahwa betapa groginya mahasiswa yang akan tampil di depan orang banyak. Kehadiran saya tentu bukanlah untuk menambah grogi atau stresnya.
Kehadiran saya tentu seharusnya akan membantu dia untuk melihat apa kekuatan proposalnya, bagian mana yang perlu dipikirkan ulang, pertanyaan apa yang mendesak untuk dikaji ulang. Hal yang sangat baik, jika pada akhirnya dia mendapatkan sesuatu yang berguna baginya, yang membantunya untuk menfinalkan proposalnya sebelum dikirim ke penguji eksternal. Jadi ini semacam ujian awal. Tapi tentu kita tidak ingin menguji utk memutuskan lulus atau tidak, tetapi untuk melihat apakah ide penelitiannya jelas sehingga dia tidak menemui kesulitan dalam pelaksanaan penelitian atau dalam penulisan disertasinya.
Untuk bisa menjadi penanggap yang cerdas, sopan, mencerahkan, dan bermanfaat, tentu ini tak mudah bagi saya dengan beberapa alasan:
1. Saya harus berusaha paham betul isi proposalnya. Lumayan tebal 47 hal spasi 1,5.
2. Saya harus menyiapkan diri, dari sekian banyak hal yang perlu dikomentari, saya harus mampu mengutarakannya maksimal 10 menit.
3. Saya akan bicara di depan orang banyak, baik yang Prof, Doktor, mahasiswa, yang artinya juga dinilai orang banyak. Semoga saya tidak melebihi groginya mahasiswa itu.
4. Ini pengalaman pertama dalam hidup menjadi penanggap proposal S3, dalam bahasa inggris lagi.
Yah, semua ini tidak mudah. Saya hanya bisa berusaha maksimal, berniat baik, dan berdoa. Semoga Allah memudahkan urusan ini dan semoga semua berjalan lancar. Jadwal acara ini adalah jam 9 besok pagi.
Ya Allah, hambah lemah, hamba terbatas, hamba sedang belajar, hamba ingin bermakna bagi orang lain, hamba juga mau meninggalkan kesan yang murni positif yang akan menjadi kenangan positif saat saya pulang meninggalkan negara ini. Maka mudahkanlah urusan ini, dan tampilkanlah hamba secara maksimal, berilah kemampuan bicara yang jelas, berbobot, membelajarkan, atau bermanfaat secara signifikan pada semua pendengarnya. Amiin.
Sent from my BlackBerry® wireless device
No comments:
Post a Comment