Maesuri, ternyata yang paling sulit itu adalah berpikir dengan jelas.
Ternyata yang sulit itu adalah memperjelas ide yang kita miliki. Meyakini ide yang kita punyai.
Selanjutnya adalah menyampaikan ide itu sehingga apa yang kita maksudkan, itu yang ditangkap oleh orang lain.
Jadi dalam pendidikan, yang perlu diajarkan itu adalah cara berpikir yang benar. Juga cara mengkomunikasikan hasil pemikiran itu.
Saya kira yang saya pelajari dari Prof adalah cara dia berpikir.
Kok nulis ini?
Sebenarnya saat ini saya menghadapi masalah besar, tentang tulisan saya.
Saya ingin menulis untuk sebuah artikel tapi argumen yang ingin saya ajukan belum jelas.
Saya belum meyakininya betul
Pengalaman pertama menyetor tulisan ke TOP jurnal gagal.
Sekarang saya sadari mengapa gagal.
Saya mengajukan satu meodel> saya mengklaim bahwa saya punya satu model baru. Tapi bagaimana orang lain bisa menerima model itu jika itu belum teruji dalam banyak kasus.
Nah sebenarnya, inilah yang dibicarakan oleh JA, bahwa saya harus menunjukkan di mana saya membangun model itu. Model ini dibangun dari suatu teori yang sudah mapan misalnya.
Tapi apa pun, memang akan sulit mengajukan argumen atau sulit meyakinkan orang lain jika kasusunya hanya satu.
Nah, apa yang sedang saya upayakan adalah merubah argumen itu. Saya ingin menyampaikan:
- Ini model yang saya terapkan. Tentu mengapa?
- Lalu saya gambarkan bagaimana saya menjalankannya.
- Nah pelajaran apa yang saya dapat petik dari perjalanan tersebut?
Bagaimana kaitannya dengan teori yang telah mapan tadi.
Saya sungguh kesulitan.
Saya benar-benar kesulitan.
Tapi saya harus percaya, bahwa terus saja mencobanya, mungkin akan ada titik terang.
Sebagaimana JK Rowling mengatakan berjalan terus, mungkin di depan sana ada cahaya. Walau pun dia masih jauh, tapi tak ada cara lain untuk menggapainya, yaitu berusaha.
Yang jelas, saat ini saya lebih paham tentang makna menulis sebuah artikel.
Tidak sekedar data. Tapi yang harus kuat adalah theory kita.
Bagaimana kita membaca sesuatu, harus bergantung pada teori yang kita pakai.
Tetapi pada saat yang sama, kita juga perlu fleksibel.
What is next. Dua hari lagi sebelum bertemu dengan JA
Apa yang harus kulakukan.
Pada hari Senin, paling lambat siang hari, saya seharusnya sudah mengirim tulisanku.
1. Untuk MERJ
2. Untuk ICME
Nah hal penting lainnya, jika bisa,
Pada diskusi tentang publikasi tesis saya, saya bisa memperjelasnya, bahwa ada dua hal yang bisa saya kerjakan. Nah perjelas.
Hal apa yang dapat saya lakukan?
1. Bila masih punya tenaga: bisa melanjutkan self-reviewnya.
2. Bisa mengumpulkan kembali dan membaca kembali bahan-bahan yang dulu saya pakai saat menulis untuk JRME
· Paper MERGA dan feedbacknya
· Feedback tesis
· Artikel Internet
· Identifikasi jurnal teknologi yang bisa diincar untuk publikasi
3. Jangan lupa menulis pada ICME
4. Atau baca-baca buku saja. Kerjakan saja apa yang bisa
SEMOGA ALLAH SENANTIASA MENOLONG DAN MENUNJUKI JALAN TERANG
SEMOGA SEMANGAT UNTUK BERJUANG TAK PERNAH LUNTUR.
Hal yang belum bisa saya rekomendasikan adalah nulis note untuk FB. Saya kira ini bisa saya kerjakan di waktu lainnya.
Cuku curhat di blog ini.
No comments:
Post a Comment