Powered by Telkomsel BlackBerry®
From: dikmenjur@yahoogroups.com
Date: 23 Jul 2012 09:20:58 -0000
To: <dikmenjur@yahoogroups.com>
ReplyTo: "No Reply"<notify-dg-dikmenjur@yahoogroups.com>
Subject: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Digest Number 6877
3 New Messages
Digest #6877
2.1
Re: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang by "Badarudin" badar_br2001
2.2
Re: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang by "Tamam Papua" tamam_papua
Messages
Sun Jul 22, 2012 3:17 am (PDT) . Posted by:
"Frans Thamura" fthamura
hehehe
yg dibaca notesnya bukan body messagenya
ya sudah selamat dari meriang meriangnya, hanya sakit perutnya yg masah,
belum hilang.
On Jul 22, 2012 2:33 PM, <gatotpriowirjanto@gmail.com > wrote:
> **
>
>
> ** F cepet sembuh, jgn salah makan lagi..:)
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------------------------
> *From: * elpho_village@yahoo.com
> *Sender: * dikmenjur@yahoogroups.com
> *Date: *Sun, 22 Jul 2012 03:03:22 +0000
> *To: *<dikmenjur@yahoogroups.com >
> *ReplyTo: * dikmenjur@yahoogroups.com
> *Subject: *Re: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Era baru PAAS
>
>
>
> ** Waduwh om f moga lekas pulih ya n makasih infonya,
> Everyone need changes, so do I
> Let's follow
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ------------------------------
> *From: * Frans Thamura <frans@meruvian.org >
> *Sender: * dikmenjur@yahoogroups.com
> *Date: *Sun, 22 Jul 2012 10:01:03 +0700
> *To: *dikmenjur<dikmenjur@yahoogroups.com >
> *ReplyTo: * dikmenjur@yahoogroups.com
> *Subject: *[Maju,Cerdas&Kompetitif] Era baru PAAS
>
>
>
> buat rekan-rekanTKJ TKJ
>
> saya posting ini..
>
> http://blog.cloudfoundry.org/2012/04/30/cloud-foundry-multi-cloud-options-keep-multiplying-bosh-cpi-support-for-openstack/
>
>
> jadi terjadilah terjadilah...
>
> instal aplikasi tanpa sistem operasi lagi.... langsung bles jalan, di
> azure sudah, di infinys (cloud provider indonesia) juga sudah.
>
> silahkan review pistoncloud, appfog.com untuk contoh live production dan
> cloudfoundry.com yang menggunakan vmware.
>
> nah selamat berevolusi TKJ..
>
> selamat berpuasa . semoga ditengah puasa dapat berkat dan mau merubah
> kurikulumnya untuk RPL-friendly
>
>
>
> NB: posting ini diberikan setelah riset beberapa hari ditengah badan pegal
> linu karena keracunan dan email dalam keadaan perut sakit, dan masih
> muntaber
>
> --
> Frans Thamura (曽志胜)
> Shadow Master and Lead Investor
> Meruvian.
> Integrated Hypermedia Java Solution Provider.
>
> Mobile: +628557888699
> Blog: http://blogs.mervpolis.com/roller/flatburger (id)
>
> FB: http://www.facebook.com/meruvian
> TW: http://www.twitter.com/meruvian / @meruvian
> Website: http://www.meruvian.org
>
> "We grow because we share the same belief."
>
>
yg dibaca notesnya bukan body messagenya
ya sudah selamat dari meriang meriangnya, hanya sakit perutnya yg masah,
belum hilang.
On Jul 22, 2012 2:33 PM, <gatotpriowirjanto@
> **
>
>
> ** F cepet sembuh, jgn salah makan lagi..:)
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
> ------------
> *From: * elpho_village@
> *Sender: * dikmenjur@yahoogrou
> *Date: *Sun, 22 Jul 2012 03:03:22 +0000
> *To: *<dikmenjur@yahoogrou
> *ReplyTo: * dikmenjur@yahoogrou
> *Subject: *Re: [Maju,Cerdas&
>
>
>
> ** Waduwh om f moga lekas pulih ya n makasih infonya,
> Everyone need changes, so do I
> Let's follow
> Sent from my BlackBerry®
> powered by Sinyal Kuat INDOSAT
> ------------
> *From: * Frans Thamura <frans@meruvian.
> *Sender: * dikmenjur@yahoogrou
> *Date: *Sun, 22 Jul 2012 10:01:03 +0700
> *To: *dikmenjur<dikmenjur@yahoogrou
> *ReplyTo: * dikmenjur@yahoogrou
> *Subject: *[Maju,Cerdas&
>
>
>
> buat rekan-rekanTKJ TKJ
>
> saya posting ini..
>
> http://blog.
>
>
> jadi terjadilah terjadilah..
>
> instal aplikasi tanpa sistem operasi lagi.... langsung bles jalan, di
> azure sudah, di infinys (cloud provider indonesia) juga sudah.
>
> silahkan review pistoncloud, appfog.com untuk contoh live production dan
> cloudfoundry.
>
> nah selamat berevolusi TKJ..
>
> selamat berpuasa . semoga ditengah puasa dapat berkat dan mau merubah
> kurikulumnya untuk RPL-friendly
>
>
>
> NB: posting ini diberikan setelah riset beberapa hari ditengah badan pegal
> linu karena keracunan dan email dalam keadaan perut sakit, dan masih
> muntaber
>
> --
> Frans Thamura (曽志胜)
> Shadow Master and Lead Investor
> Meruvian.
> Integrated Hypermedia Java Solution Provider.
>
> Mobile: +628557888699
> Blog: http://blogs.
>
> FB: http://www.facebook
> TW: http://www.twitter.
> Website: http://www.meruvian
>
> "We grow because we share the same belief."
>
>
Sun Jul 22, 2012 9:51 pm (PDT) . Posted by:
"Badarudin" badar_br2001
Tujuan utama sertifikasi kalau kita lihat dari kata Profesional. Bukan Untuk Mensejahterakan Guru, tetapi mendorong guru menjadi manusia yang mengutamakan keberhasilan Anak didiknya dengan cara-cara yang benar, sehingga nantinya Anak-anak didik itu memiliki Kompetensi yang layak baik melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun untuk mencari dan membuat lapangan kerja. Dengan diberikannya Tunjangan Sertifikasi maka kinerja guru akan lebih meningkat, guru memiliki kompetensi Pedagogik, Sosial, Profesional dan kompetensi Kepribadian. Jika karena tunjangan itu maka kehidupan guru menjadi lebih baik, itu merupakan imbas dari Profesionalisme Guru. Jadi Tunjangan Sertifikasi bukan HAK setiap Guru, tetapi Harga yang harus diterima karena Guru Memiliki Profesionalisme.
Kalaupun ada yang cemburu dan iri, itu bisa jadi karena ada oknum Guru yang sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi tetapi kinerjanya tidak berubah menjadi lebih baik, malah merosot. Jika itu yang terjadi NILAI guru dimata MASYARAKAT menjadi Jelek, Profesionalisme Guru akan dipandang SEBELAH MATA. Padahal Guru adalah Profesi yang harus kita Junjung Tinggi. Harusnya Guru-guru yang sudah menikmati TUNJANGAN SERTIFIKASI dapat memberikan contoh yang baik kepada guru-guru yang belum tersertifikasi. Guru-guru yang sudah tersertifikasi harusnya dengan lapang dada menerima kritik dan uneg-uneg orang yang merasa iri. Bahkan harusnya berterima kasih karena masih ada orang yang mau menegur. Sehingga kelalaian kita selama ini dapat kita ketahui, kesalahan Persepsi Bahwa Tunjangan Sertifikasi adalah untuk mensejahterakan Guru-guru dapat kita hilangkan, dan yang perlu kita tanamkan NILAI yang guru-guru terima adalah IMBAS dari MENINGKATNYA PROFESIONALISME GURU. Ini
akan memotivasi kita untuk berubah kearah yang lebih baik, Sehingga GURU-GURU akan melahirkan GENERASI BANGSA yang memiliki IPTEK dan IMTAQ yang tinggi. Yang dapat melanjutkan Pembangaunan Agama dan Bangsa ke arah yang lebih maju.
Salam
Badarudin
________________________________
From: "adi_roy79@yahoo.com " <adi_roy79@yahoo.com >
To: Koesnadi roy <dikmenjur@yahoogroups.com >
Sent: Thursday, July 19, 2012 6:09 AM
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????
Sampean itu sama2 guru kok jelek2 kan temen sendiri .... Ga baikpak .... Sampean itu yang penting diri kita jadi guru yang profesional yg betul bisa mentransfer ilmunya buat anak2 .... Sampean itu kalo mau kritik ... Kritik aja yg korupsi ... Yg bikin. Masyarakat jadi ga sejahterah itu yg kita brantas pak .... Sertifikasi itu asalah satu cara pemerintah mensejahterakan guru ...... Jangan di jelek2kan sesama guru kok gitu ... Jelek2kan emang ada untungnya sampean habis jelek2kan guru .... Sampean itu guru kok jelekkan guru berarti jelekkan diri sendiri. Jangan2 sampean iri yaaa......
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
From: edie ck <dienature@yahoo.com >
Sender: dikmenjur@yahoogroups.com
Date: Wed, 18 Jul 2012 19:14:47 -0700 (PDT)
To: dikmenjur@yahoogroups.com <dikmenjur@yahoogroups.com >
ReplyTo: dikmenjur@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????
Saya Sangat Setuju Sekali DI TEST ULANG GURU GURU YANG SUDAH DAPAT SERTIFIKASI , apalagi di SUMUT banyak yang gak BENAR, banyak yang tidak kompeten tapi LULUS ANEH
________________________________
From: Ibrahim Yukkas <rahimyukkas@yahoo.co.id >
To: "dikmenjur@yahoogroups.com " <dikmenjur@yahoogroups.com >
Sent: Wednesday, July 11, 2012 7:51 AM
Subject: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????
benar mas, sertifikasi guru dari sisi konsep patut diacungi jempol kalau dilihat dari peningkatan kesejahteraan guru tapi disisi lain kesiapan guru dari profesionalisme masih perlu dipertanyakan. Tunjangan profesi diatrtikan untuk memperoleh finansial segala-galanya untuk meningkatkan taraf hidupnya tanpa mempertimbangkan sisi profesionalisme. Tunjangan profesi menjadikan paradigma komsumerisme bagi guru guru sehingga dijadikan jaminan untuk membeli mobil, dsb yang hargnya ratusan juta dan terlupakan membeli lactop dan modem yang harjanya cuman beberapa jt sj
________________________________
Dari: Badarudin <badar_br2001@yahoo.com >
Kepada: "dikmenjur@yahoogroups.com " <dikmenjur@yahoogroups.com >
Dikirim: Rabu, 11 Juli 2012 7:56
Judul: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????
Tes seharusnya dilakukan setahun sekali, dengan cara online kita tidak perlu memperdebatkan biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan Tes, Apalagi kalau semua guru yang sudah menerima Tunjangan Sertifikasi memanfaatkan Dana tunjangan itu untuk meningkatkan mutu, salah satunya membeli Laptop dan Modem, maka Tes Online bukanlah masalah, beda kalau dana Tunjangan dipakai untuk beli mobil, beli tanah. dan kegiatan-kegiatan yg tidak ada hubungannya dengan Peningkatan Profesionalisme Guru. Pasti mereka akan merasa keberatan dengan memberikan alasan-alasan yang dibuat-buat, seperti anak-anak didik kita yang ketakutan saat dikatakan oleh gurunya "Hari ini kita ulangan".
Kondisi ini mejadi jawaban mengapa UN itu di tentang, dan kalaupun diterima mereka akan membuat strategi membantu siswanya. Mau dibawah kemana nasib pendidikan kita. Para guru taunya hanya protes, protes kalau dites ulang, melanggar hukumlah, melanggar hamlah. Cemen amat guru-guru kita, bagaimana pendidikan bisa bermutu? Kalau gurunya saja takut di tes!
Kita selalu mengatakan kepada anak-anak didik kita, belajar setiap saat, jangan nanti mau Semester baru belajar, maknanya adalah siswa harus siap setiap saat kalau di tes. Lah gurunya takut!!!!!!! Cemen amat!!!!! kalau siswa kita tau apa nggak malu???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? "Pak Guru Takut Di Tes" Tes bukanlah momok yang menakutkan, tes merupakan sarana untuk melihat dimana kelemahan kita, apa kekurangan kita. dan kita tidak perlu malu, malah hasil tes itu menjadi pemicu buat kita untuk membenahi kompetensi yang kita miliki, belajar lebih giat lagi. Saya tidak habis pikir kalau ada guru yang takut di tes. Lebih baik berhenti saja jadi guru.
Mempersoalkan mengapa guru di tes ulagn sedangkan dosen tidak, itu ibarat anak kecil yang mempersoalkan mengapa adiknya di kasih permen Kopiko sedangkan dia tidak. Bersyukurlah Pemerintah memperhatikan kita dengan melakukan tes ulang, artinya dengan tes ulang maka kita tahu kondisi kita, kita tahu kalau selama ini kita telah menjerumuskan anak-anak bangsa. Marilah kita berbenah untuk membuat pendidikan kita bermutu, betapa berdosanya kita meluluskan anak yang tidak bermutu yang pada akhirnya ilmu yang dimilikinya tidak bermanfaat buat dirinya apalagi buat orang lain.
Mengapa ada cermin? Karena memang kita memiliki kekurangan. Tes merupakan cermin buat kita. Jangan sampai kita tidak siap malah cermin di pecah.
Salam
Badarudin
________________________________
Kalaupun ada yang cemburu dan iri, itu bisa jadi karena ada oknum Guru yang sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi tetapi kinerjanya tidak berubah menjadi lebih baik, malah merosot. Jika itu yang terjadi NILAI guru dimata MASYARAKAT menjadi Jelek, Profesionalisme Guru akan dipandang SEBELAH MATA. Padahal Guru adalah Profesi yang harus kita Junjung Tinggi. Harusnya Guru-guru yang sudah menikmati TUNJANGAN SERTIFIKASI dapat memberikan contoh yang baik kepada guru-guru yang belum tersertifikasi. Guru-guru yang sudah tersertifikasi harusnya dengan lapang dada menerima kritik dan uneg-uneg orang yang merasa iri. Bahkan harusnya berterima kasih karena masih ada orang yang mau menegur. Sehingga kelalaian kita selama ini dapat kita ketahui, kesalahan Persepsi Bahwa Tunjangan Sertifikasi adalah untuk mensejahterakan Guru-guru dapat kita hilangkan, dan yang perlu kita tanamkan NILAI yang guru-guru terima adalah IMBAS dari MENINGKATNYA PROFESIONALISME GURU. Ini
akan memotivasi kita untuk berubah kearah yang lebih baik, Sehingga GURU-GURU akan melahirkan GENERASI BANGSA yang memiliki IPTEK dan IMTAQ yang tinggi. Yang dapat melanjutkan Pembangaunan Agama dan Bangsa ke arah yang lebih maju.
Salam
Badarudin
____________
From: "adi_roy79@yahoo.
To: Koesnadi roy <dikmenjur@yahoogrou
Sent: Thursday, July 19, 2012 6:09 AM
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&
Sampean itu sama2 guru kok jelek2 kan temen sendiri .... Ga baikpak .... Sampean itu yang penting diri kita jadi guru yang profesional yg betul bisa mentransfer ilmunya buat anak2 .... Sampean itu kalo mau kritik ... Kritik aja yg korupsi ... Yg bikin. Masyarakat jadi ga sejahterah itu yg kita brantas pak .... Sertifikasi itu asalah satu cara pemerintah mensejahterakan guru ...... Jangan di jelek2kan sesama guru kok gitu ... Jelek2kan emang ada untungnya sampean habis jelek2kan guru .... Sampean itu guru kok jelekkan guru berarti jelekkan diri sendiri. Jangan2 sampean iri yaaa......
Powered by Telkomsel BlackBerry®
____________
From: edie ck <dienature@yahoo.
Sender: dikmenjur@yahoogrou
Date: Wed, 18 Jul 2012 19:14:47 -0700 (PDT)
To: dikmenjur@yahoogrou
ReplyTo: dikmenjur@yahoogrou
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&
Saya Sangat Setuju Sekali DI TEST ULANG GURU GURU YANG SUDAH DAPAT SERTIFIKASI , apalagi di SUMUT banyak yang gak BENAR, banyak yang tidak kompeten tapi LULUS ANEH
____________
From: Ibrahim Yukkas <rahimyukkas@
To: "dikmenjur@yahoogrou
Sent: Wednesday, July 11, 2012 7:51 AM
Subject: Bls: [Maju,Cerdas&
benar mas, sertifikasi guru dari sisi konsep patut diacungi jempol kalau dilihat dari peningkatan kesejahteraan guru tapi disisi lain kesiapan guru dari profesionalisme masih perlu dipertanyakan. Tunjangan profesi diatrtikan untuk memperoleh finansial segala-galanya untuk meningkatkan taraf hidupnya tanpa mempertimbangkan sisi profesionalisme. Tunjangan profesi menjadikan paradigma komsumerisme bagi guru guru sehingga dijadikan jaminan untuk membeli mobil, dsb yang hargnya ratusan juta dan terlupakan membeli lactop dan modem yang harjanya cuman beberapa jt sj
____________
Dari: Badarudin <badar_br2001@
Kepada: "dikmenjur@yahoogrou
Dikirim: Rabu, 11 Juli 2012 7:56
Judul: [Maju,Cerdas&
Tes seharusnya dilakukan setahun sekali, dengan cara online kita tidak perlu memperdebatkan biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan Tes, Apalagi kalau semua guru yang sudah menerima Tunjangan Sertifikasi memanfaatkan Dana tunjangan itu untuk meningkatkan mutu, salah satunya membeli Laptop dan Modem, maka Tes Online bukanlah masalah, beda kalau dana Tunjangan dipakai untuk beli mobil, beli tanah. dan kegiatan-kegiatan yg tidak ada hubungannya dengan Peningkatan Profesionalisme Guru. Pasti mereka akan merasa keberatan dengan memberikan alasan-alasan yang dibuat-buat, seperti anak-anak didik kita yang ketakutan saat dikatakan oleh gurunya "Hari ini kita ulangan".
Kondisi ini mejadi jawaban mengapa UN itu di tentang, dan kalaupun diterima mereka akan membuat strategi membantu siswanya. Mau dibawah kemana nasib pendidikan kita. Para guru taunya hanya protes, protes kalau dites ulang, melanggar hukumlah, melanggar hamlah. Cemen amat guru-guru kita, bagaimana pendidikan bisa bermutu? Kalau gurunya saja takut di tes!
Kita selalu mengatakan kepada anak-anak didik kita, belajar setiap saat, jangan nanti mau Semester baru belajar, maknanya adalah siswa harus siap setiap saat kalau di tes. Lah gurunya takut!!!!!!! Cemen amat!!!!! kalau siswa kita tau apa nggak malu????????
Mempersoalkan mengapa guru di tes ulagn sedangkan dosen tidak, itu ibarat anak kecil yang mempersoalkan mengapa adiknya di kasih permen Kopiko sedangkan dia tidak. Bersyukurlah Pemerintah memperhatikan kita dengan melakukan tes ulang, artinya dengan tes ulang maka kita tahu kondisi kita, kita tahu kalau selama ini kita telah menjerumuskan anak-anak bangsa. Marilah kita berbenah untuk membuat pendidikan kita bermutu, betapa berdosanya kita meluluskan anak yang tidak bermutu yang pada akhirnya ilmu yang dimilikinya tidak bermanfaat buat dirinya apalagi buat orang lain.
Mengapa ada cermin? Karena memang kita memiliki kekurangan. Tes merupakan cermin buat kita. Jangan sampai kita tidak siap malah cermin di pecah.
Salam
Badarudin
____________
Sun Jul 22, 2012 10:24 pm (PDT) . Posted by:
"Tamam Papua" tamam_papua
Hehehe.. wahh setelah ikut PLPG Pak Badar semakin dewasa berpikir nya... hihihihi... Pak Badar memang nomor satu di duniaaaaa... (haahaahahaha jangan senyum senyum sendiri ya Bozz...?
Hmmm hanya menambah saja... Membaca topik ini, "Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang???????? " makin menarik... ada 2 kubu yang saling berargumen, 1 kubu (yang belum bersertifikasi, termasuk saya belum loh) dan 1 kubu yang sudah bersertifikasi.
Ibarat kendaraan.. tiap tahun ada yang namanya registrasi ulang, ya anggap saja tes ulang ini sebagai registrasi ulang, untuk di cek layak dan tidak nya kendaraan jalan.
Tetapi intinya bukan seperti itu. Adalah bahwa guru yang sudah bersertifikasi melalui PORTOFOLIO merupakan sertifikas secara KERTAS... yang (maaf) bisa saja diragukan keabsahan dan kevalidan dari portofolio yang di sertakan.
Jadi mungkin itu salah satu pertimbangan pusat untuk melakukan tes ulang. JIka kemaren yang di uji itu KERTAS nya maka sekarang yang di uji adalah ORANG nya. hehehehe... Nah akan kelihatan nantinya apakah ORANG nya benar-benar profesional dan berhak mendapatkan tunjangan sertifikasi, atau perlu di PLPG kan lagi.
Sehingga tidak perlu saling ejek, saling cemooh atau saling benci membenci, nanti akan kelihatan sendiri. Meminjam istilah Pak GHP, biarlah "alam" yang akan menyeleksi.
Bagi kawan-kawan guru yang sudah bersertifikasi, masih cukup waktu untuk mempersiapkan diri diuji ulang secara On Line... Hayoo belajar lagi jangan sampai lupa....
Salam dari Biak-Papua
SMK Yapis Biak-Tempat UKG Kab. Biak Numfor - Papua
Tamam
http://smkyapisbiak.net
http://tamampapua.wordpress.com
________________________________
From: Badarudin <badar_br2001@yahoo.com >
To: "dikmenjur@yahoogroups.com " <dikmenjur@yahoogroups.com >
Sent: Monday, July 23, 2012 1:51 PM
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????
Tujuan utama sertifikasi kalau kita lihat dari kata Profesional. Bukan Untuk Mensejahterakan Guru, tetapi mendorong guru menjadi manusia yang mengutamakan keberhasilan Anak didiknya dengan cara-cara yang benar, sehingga nantinya Anak-anak didik itu memiliki Kompetensi yang layak baik melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun untuk mencari dan membuat lapangan kerja. Dengan diberikannya Tunjangan Sertifikasi maka kinerja guru akan lebih meningkat, guru memiliki kompetensi Pedagogik, Sosial, Profesional dan kompetensi Kepribadian. Jika karena tunjangan itu maka kehidupan guru menjadi lebih baik, itu merupakan imbas dari Profesionalisme Guru. Jadi Tunjangan Sertifikasi bukan HAK setiap Guru, tetapi Harga yang harus diterima karena Guru Memiliki Profesionalisme.
Kalaupun ada yang cemburu dan iri, itu bisa jadi karena ada oknum Guru yang sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi tetapi kinerjanya tidak berubah menjadi lebih baik, malah merosot. Jika itu yang terjadi NILAI guru dimata MASYARAKAT menjadi Jelek, Profesionalisme Guru akan dipandang SEBELAH MATA. Padahal Guru adalah Profesi yang harus kita Junjung Tinggi. Harusnya Guru-guru yang sudah menikmati TUNJANGAN SERTIFIKASI dapat memberikan contoh yang baik kepada guru-guru yang belum tersertifikasi. Guru-guru yang sudah tersertifikasi harusnya dengan lapang dada menerima kritik dan uneg-uneg orang yang merasa iri. Bahkan harusnya berterima kasih karena masih ada orang yang mau menegur. Sehingga kelalaian kita selama ini dapat kita ketahui, kesalahan Persepsi Bahwa Tunjangan Sertifikasi adalah untuk mensejahterakan Guru-guru dapat kita hilangkan, dan yang perlu kita tanamkan NILAI yang guru-guru terima adalah IMBAS dari MENINGKATNYA PROFESIONALISME GURU. Ini
akan memotivasi kita untuk berubah kearah yang lebih baik, Sehingga GURU-GURU akan melahirkan GENERASI BANGSA yang memiliki IPTEK dan IMTAQ yang tinggi. Yang dapat melanjutkan Pembangaunan Agama dan Bangsa ke arah yang lebih maju.
Salam
Badarudin
________________________________
From: "adi_roy79@yahoo.com " <adi_roy79@yahoo.com >
To: Koesnadi roy <dikmenjur@yahoogroups.com >
Sent: Thursday, July 19, 2012 6:09 AM
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????
Sampean itu sama2 guru kok jelek2 kan temen sendiri .... Ga baikpak .... Sampean itu yang penting diri kita jadi guru yang profesional yg betul bisa mentransfer ilmunya buat anak2 .... Sampean itu kalo mau kritik ... Kritik aja yg korupsi ... Yg bikin. Masyarakat jadi ga sejahterah itu yg kita brantas pak .... Sertifikasi itu asalah satu cara pemerintah mensejahterakan guru ...... Jangan di jelek2kan sesama guru kok gitu ... Jelek2kan emang ada untungnya sampean habis jelek2kan guru .... Sampean itu guru kok jelekkan guru berarti jelekkan diri sendiri. Jangan2 sampean iri yaaa......
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
From: edie ck <dienature@yahoo.com >
Sender: dikmenjur@yahoogroups.com
Date: Wed, 18 Jul 2012 19:14:47 -0700 (PDT)
To: dikmenjur@yahoogroups.com <dikmenjur@yahoogroups.com >
ReplyTo: dikmenjur@yahoogroups.com
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????
Saya Sangat Setuju Sekali DI TEST ULANG GURU GURU YANG SUDAH DAPAT SERTIFIKASI , apalagi di SUMUT banyak yang gak BENAR, banyak yang tidak kompeten tapi LULUS ANEH
________________________________
From: Ibrahim Yukkas <rahimyukkas@yahoo.co.id >
To: "dikmenjur@yahoogroups.com " <dikmenjur@yahoogroups.com >
Sent: Wednesday, July 11, 2012 7:51 AM
Subject: Bls: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????
benar mas, sertifikasi guru dari sisi konsep patut diacungi jempol kalau dilihat dari peningkatan kesejahteraan guru tapi disisi lain kesiapan guru dari profesionalisme masih perlu dipertanyakan. Tunjangan profesi diatrtikan untuk memperoleh finansial segala-galanya untuk meningkatkan taraf hidupnya tanpa mempertimbangkan sisi profesionalisme. Tunjangan profesi menjadikan paradigma komsumerisme bagi guru guru sehingga dijadikan jaminan untuk membeli mobil, dsb yang hargnya ratusan juta dan terlupakan membeli lactop dan modem yang harjanya cuman beberapa jt sj
________________________________
Dari: Badarudin <badar_br2001@yahoo.com >
Kepada: "dikmenjur@yahoogroups.com " <dikmenjur@yahoogroups.com >
Dikirim: Rabu, 11 Juli 2012 7:56
Judul: [Maju,Cerdas&Kompetitif] Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang????????
Tes seharusnya dilakukan setahun sekali, dengan cara online kita tidak perlu memperdebatkan biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan Tes, Apalagi kalau semua guru yang sudah menerima Tunjangan Sertifikasi memanfaatkan Dana tunjangan itu untuk meningkatkan mutu, salah satunya membeli Laptop dan Modem, maka Tes Online bukanlah masalah, beda kalau dana Tunjangan dipakai untuk beli mobil, beli tanah. dan kegiatan-kegiatan yg tidak ada hubungannya dengan Peningkatan Profesionalisme Guru. Pasti mereka akan merasa keberatan dengan memberikan alasan-alasan yang dibuat-buat, seperti anak-anak didik kita yang ketakutan saat dikatakan oleh gurunya "Hari ini kita ulangan".
Kondisi ini mejadi jawaban mengapa UN itu di tentang, dan kalaupun diterima mereka akan membuat strategi membantu siswanya. Mau dibawah kemana nasib pendidikan kita. Para guru taunya hanya protes, protes kalau dites ulang, melanggar hukumlah, melanggar hamlah. Cemen amat guru-guru kita, bagaimana pendidikan bisa bermutu? Kalau gurunya saja takut di tes!
Kita selalu mengatakan kepada anak-anak didik kita, belajar setiap saat, jangan nanti mau Semester baru belajar, maknanya adalah siswa harus siap setiap saat kalau di tes. Lah gurunya takut!!!!!!! Cemen amat!!!!! kalau siswa kita tau apa nggak malu???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????????? "Pak Guru Takut Di Tes" Tes bukanlah momok yang menakutkan, tes merupakan sarana untuk melihat dimana kelemahan kita, apa kekurangan kita. dan kita tidak perlu malu, malah hasil tes itu menjadi pemicu buat kita untuk membenahi kompetensi yang kita miliki, belajar lebih giat lagi. Saya tidak habis pikir kalau ada guru yang takut di tes. Lebih baik berhenti saja jadi guru.
Mempersoalkan mengapa guru di tes ulagn sedangkan dosen tidak, itu ibarat anak kecil yang mempersoalkan mengapa adiknya di kasih permen Kopiko sedangkan dia tidak. Bersyukurlah Pemerintah memperhatikan kita dengan melakukan tes ulang, artinya dengan tes ulang maka kita tahu kondisi kita, kita tahu kalau selama ini kita telah menjerumuskan anak-anak bangsa. Marilah kita berbenah untuk membuat pendidikan kita bermutu, betapa berdosanya kita meluluskan anak yang tidak bermutu yang pada akhirnya ilmu yang dimilikinya tidak bermanfaat buat dirinya apalagi buat orang lain.
Mengapa ada cermin? Karena memang kita memiliki kekurangan. Tes merupakan cermin buat kita. Jangan sampai kita tidak siap malah cermin di pecah.
Salam
Badarudin
________________________________
Hmmm hanya menambah saja... Membaca topik ini, "Mengapa Guru Harus Takut Tes Ulang???????
Ibarat kendaraan.. tiap tahun ada yang namanya registrasi ulang, ya anggap saja tes ulang ini sebagai registrasi ulang, untuk di cek layak dan tidak nya kendaraan jalan.
Tetapi intinya bukan seperti itu. Adalah bahwa guru yang sudah bersertifikasi melalui PORTOFOLIO merupakan sertifikas secara KERTAS... yang (maaf) bisa saja diragukan keabsahan dan kevalidan dari portofolio yang di sertakan.
Jadi mungkin itu salah satu pertimbangan pusat untuk melakukan tes ulang. JIka kemaren yang di uji itu KERTAS nya maka sekarang yang di uji adalah ORANG nya. hehehehe... Nah akan kelihatan nantinya apakah ORANG nya benar-benar profesional dan berhak mendapatkan tunjangan sertifikasi, atau perlu di PLPG kan lagi.
Sehingga tidak perlu saling ejek, saling cemooh atau saling benci membenci, nanti akan kelihatan sendiri. Meminjam istilah Pak GHP, biarlah "alam" yang akan menyeleksi.
Bagi kawan-kawan guru yang sudah bersertifikasi, masih cukup waktu untuk mempersiapkan diri diuji ulang secara On Line... Hayoo belajar lagi jangan sampai lupa....
Salam dari Biak-Papua
SMK Yapis Biak-Tempat UKG Kab. Biak Numfor - Papua
Tamam
http://smkyapisbiak
http://tamampapua.
____________
From: Badarudin <badar_br2001@
To: "dikmenjur@yahoogrou
Sent: Monday, July 23, 2012 1:51 PM
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&
Tujuan utama sertifikasi kalau kita lihat dari kata Profesional. Bukan Untuk Mensejahterakan Guru, tetapi mendorong guru menjadi manusia yang mengutamakan keberhasilan Anak didiknya dengan cara-cara yang benar, sehingga nantinya Anak-anak didik itu memiliki Kompetensi yang layak baik melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, maupun untuk mencari dan membuat lapangan kerja. Dengan diberikannya Tunjangan Sertifikasi maka kinerja guru akan lebih meningkat, guru memiliki kompetensi Pedagogik, Sosial, Profesional dan kompetensi Kepribadian. Jika karena tunjangan itu maka kehidupan guru menjadi lebih baik, itu merupakan imbas dari Profesionalisme Guru. Jadi Tunjangan Sertifikasi bukan HAK setiap Guru, tetapi Harga yang harus diterima karena Guru Memiliki Profesionalisme.
Kalaupun ada yang cemburu dan iri, itu bisa jadi karena ada oknum Guru yang sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi tetapi kinerjanya tidak berubah menjadi lebih baik, malah merosot. Jika itu yang terjadi NILAI guru dimata MASYARAKAT menjadi Jelek, Profesionalisme Guru akan dipandang SEBELAH MATA. Padahal Guru adalah Profesi yang harus kita Junjung Tinggi. Harusnya Guru-guru yang sudah menikmati TUNJANGAN SERTIFIKASI dapat memberikan contoh yang baik kepada guru-guru yang belum tersertifikasi. Guru-guru yang sudah tersertifikasi harusnya dengan lapang dada menerima kritik dan uneg-uneg orang yang merasa iri. Bahkan harusnya berterima kasih karena masih ada orang yang mau menegur. Sehingga kelalaian kita selama ini dapat kita ketahui, kesalahan Persepsi Bahwa Tunjangan Sertifikasi adalah untuk mensejahterakan Guru-guru dapat kita hilangkan, dan yang perlu kita tanamkan NILAI yang guru-guru terima adalah IMBAS dari MENINGKATNYA PROFESIONALISME GURU. Ini
akan memotivasi kita untuk berubah kearah yang lebih baik, Sehingga GURU-GURU akan melahirkan GENERASI BANGSA yang memiliki IPTEK dan IMTAQ yang tinggi. Yang dapat melanjutkan Pembangaunan Agama dan Bangsa ke arah yang lebih maju.
Salam
Badarudin
____________
From: "adi_roy79@yahoo.
To: Koesnadi roy <dikmenjur@yahoogrou
Sent: Thursday, July 19, 2012 6:09 AM
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&
Sampean itu sama2 guru kok jelek2 kan temen sendiri .... Ga baikpak .... Sampean itu yang penting diri kita jadi guru yang profesional yg betul bisa mentransfer ilmunya buat anak2 .... Sampean itu kalo mau kritik ... Kritik aja yg korupsi ... Yg bikin. Masyarakat jadi ga sejahterah itu yg kita brantas pak .... Sertifikasi itu asalah satu cara pemerintah mensejahterakan guru ...... Jangan di jelek2kan sesama guru kok gitu ... Jelek2kan emang ada untungnya sampean habis jelek2kan guru .... Sampean itu guru kok jelekkan guru berarti jelekkan diri sendiri. Jangan2 sampean iri yaaa......
Powered by Telkomsel BlackBerry®
____________
From: edie ck <dienature@yahoo.
Sender: dikmenjur@yahoogrou
Date: Wed, 18 Jul 2012 19:14:47 -0700 (PDT)
To: dikmenjur@yahoogrou
ReplyTo: dikmenjur@yahoogrou
Subject: Re: Bls: [Maju,Cerdas&
Saya Sangat Setuju Sekali DI TEST ULANG GURU GURU YANG SUDAH DAPAT SERTIFIKASI , apalagi di SUMUT banyak yang gak BENAR, banyak yang tidak kompeten tapi LULUS ANEH
____________
From: Ibrahim Yukkas <rahimyukkas@
To: "dikmenjur@yahoogrou
Sent: Wednesday, July 11, 2012 7:51 AM
Subject: Bls: [Maju,Cerdas&
benar mas, sertifikasi guru dari sisi konsep patut diacungi jempol kalau dilihat dari peningkatan kesejahteraan guru tapi disisi lain kesiapan guru dari profesionalisme masih perlu dipertanyakan. Tunjangan profesi diatrtikan untuk memperoleh finansial segala-galanya untuk meningkatkan taraf hidupnya tanpa mempertimbangkan sisi profesionalisme. Tunjangan profesi menjadikan paradigma komsumerisme bagi guru guru sehingga dijadikan jaminan untuk membeli mobil, dsb yang hargnya ratusan juta dan terlupakan membeli lactop dan modem yang harjanya cuman beberapa jt sj
____________
Dari: Badarudin <badar_br2001@
Kepada: "dikmenjur@yahoogrou
Dikirim: Rabu, 11 Juli 2012 7:56
Judul: [Maju,Cerdas&
Tes seharusnya dilakukan setahun sekali, dengan cara online kita tidak perlu memperdebatkan biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan Tes, Apalagi kalau semua guru yang sudah menerima Tunjangan Sertifikasi memanfaatkan Dana tunjangan itu untuk meningkatkan mutu, salah satunya membeli Laptop dan Modem, maka Tes Online bukanlah masalah, beda kalau dana Tunjangan dipakai untuk beli mobil, beli tanah. dan kegiatan-kegiatan yg tidak ada hubungannya dengan Peningkatan Profesionalisme Guru. Pasti mereka akan merasa keberatan dengan memberikan alasan-alasan yang dibuat-buat, seperti anak-anak didik kita yang ketakutan saat dikatakan oleh gurunya "Hari ini kita ulangan".
Kondisi ini mejadi jawaban mengapa UN itu di tentang, dan kalaupun diterima mereka akan membuat strategi membantu siswanya. Mau dibawah kemana nasib pendidikan kita. Para guru taunya hanya protes, protes kalau dites ulang, melanggar hukumlah, melanggar hamlah. Cemen amat guru-guru kita, bagaimana pendidikan bisa bermutu? Kalau gurunya saja takut di tes!
Kita selalu mengatakan kepada anak-anak didik kita, belajar setiap saat, jangan nanti mau Semester baru belajar, maknanya adalah siswa harus siap setiap saat kalau di tes. Lah gurunya takut!!!!!!! Cemen amat!!!!! kalau siswa kita tau apa nggak malu????????
Mempersoalkan mengapa guru di tes ulagn sedangkan dosen tidak, itu ibarat anak kecil yang mempersoalkan mengapa adiknya di kasih permen Kopiko sedangkan dia tidak. Bersyukurlah Pemerintah memperhatikan kita dengan melakukan tes ulang, artinya dengan tes ulang maka kita tahu kondisi kita, kita tahu kalau selama ini kita telah menjerumuskan anak-anak bangsa. Marilah kita berbenah untuk membuat pendidikan kita bermutu, betapa berdosanya kita meluluskan anak yang tidak bermutu yang pada akhirnya ilmu yang dimilikinya tidak bermanfaat buat dirinya apalagi buat orang lain.
Mengapa ada cermin? Karena memang kita memiliki kekurangan. Tes merupakan cermin buat kita. Jangan sampai kita tidak siap malah cermin di pecah.
Salam
Badarudin
____________
GROUP FOOTER MESSAGE
-------------------------------------------------------------------------
<*> To change settings via email:
<?ol if:digest=1 ?>
mailto:dikmenjur-normal@yahoogroups.com
<?ol else ?>
mailto:dikmenjur-digest@yahoogroups.com
<?ol /if ?>
mailto:dikmenjur-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> Untuk keluar dari mailing list ini, kirmikan sebuah email ke:
dikmenjur-unsubscribe@yahoogroups.com kemudian reply email konfirmasi yg diterima
<*> To change settings via email:
<?ol if:digest=1 ?>
mailto:dikmenjur-normal@yahoogroups.com
<?ol else ?>
mailto:dikmenjur-digest@yahoogroups.com
<?ol /if ?>
mailto:dikmenjur-fullfeatured@yahoogroups.com
<*> Untuk keluar dari mailing list ini, kirmikan sebuah email ke:
dikmenjur-unsubscribe@yahoogroups.com kemudian reply email konfirmasi yg diterima
No comments:
Post a Comment